Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Tarif Pengelolaan Sampah Berdasarkan Ability To Pay dan Willingness To Pay di Kecamatan Cimahi Tengah ZAMADILA ROSYIDA HASBULLAH; KANCITRA PHARMAWATI; YULIANTI PRATAMA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.1-13

Abstract

AbstrakKecamatan Cimahi Tengah merupakan pusat Kota Cimahi yang terdapat aktivitas didalamnya seperti pemukiman, perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan militer yang menghasilkan sampah dalam kegiatan sehari-hari. Timbulan sampah domestik di Kecamatan Cimahi Tengah sebesar 53,36 ton/hari. Biaya pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti mengalami kenaikan dari Rp. 29.000 menjadi Rp. 50.000 per ton sampah, tahun 2016 target retribusi masyarakat sebesar 8%, namun target retribusi hanya mencapai 5,8%, sehingga beban yang ditanggung pemerintah meningkat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) masyarakat di Kecamatan Cimahi Tengah berdasarkan kelas daya listrik, kelas II rumah dengan daya listrik 500 watt sampai dengan 1300 watt dan kelas III rumah dengan daya listrik 250 watt sampai dengan 500 wattterhadap pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara, kuesioner, ATP, WTP menggunakan Contingent Valuation Method (CVM).Nilai ATP yang diperoleh pada kelas II dan kelas III adalah Rp. 12.701 dan Rp. 6.829, serta nilai WTP Rp. 7.492 dan Rp. 3.439. Kata kunci: pengelolaan sampah, ATP, WTP, CVMAbstractCimahi Tengah sub-district is the center of Cimahi City which has activities inside such as residential, office, health center, military education center which produce garbage in daily activities. Domestic waste generation in Kecamatan Cimahi Tengah is 53.36 ton / day. The cost of garbage disposal to Sarimukti Final Processing Place (TPA) increased from Rp. 29,000 to Rp. 50,000 per ton of garbage, by 2016 the target of community retribution is 8%, but the retribution target is only 5.8%, so the government will increase. This study is to determine the ability to pay (ATP) and the willingness to pay (WTP) of the community in the District of Central Cimahi based on electric power class, class II house with 500 watts of power up to 1300 watts and class III houses with 250 watts of power up to 500 watts on waste management. The method used is survey, interview, questionnaire, ATP, WTP using Contingency Assessment Method (CVM). ATP value obtained in class II and class III is Rp. 12,701 and Rp. 6,829, and WTP value Rp. 7,492 and Rp. 3.439. Keywords: waste management, ATP, WTP, CVM
Analisis Willingness To Pay Sistem Penyediaan Air Minum Menggunakan Contingent Valuation Method Di Kota Bandung (Studi Kasus Pelanggan IPA Dago Pakar) Yolinda Yolinda; KANCITRA PHARMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.78-89

Abstract

AbstrakPDAM Tirtawening secara berkala mengkaji tarif air minum untuk mendukung perbaikan sistem penyediaan air minum di Kota Bandung. Kajian tarif air minum dari sisi pelanggan perlu dilihat untuk perbaikan pelayanan yang semakin meningkat sesuai harapan terutama dari sisi kuantitas, kontinuitas dan kualitasnya melalui kemauan membayar pelanggannya. Kemauan pelanggan membayar lebih dari yang biasa dibayarkan untuk barang lingkungan atau willingness to pay (WTP) dapat memberikan kontribusi untuk PDAM Tirtawening Kota Bandung. Besaran nilai WTP perlu diestimasi sehingga dapat memberikan gambaran tingkat kemauan membayar pelanggan dalam perbaikan pelayanan PDAM. Pelanggan PDAM dari IPA Dago Pakar menjadi objek penelitian ini dengan menggunakan Contigent Valuation Method (CVM). CVM merupakan suatu metoda teknik survei kepada responden tentang nilai  yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak memiliki pasar seperti barang lingkungan untuk mengestimasi nilai barang lingkungan secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata WTP responden dari IPA Dago Pakar yang diperoleh adalah Rp. 130.857 per bulan dan nilai total WTP sebesar Rp 394.665.143. Nilai WTP tersebut dipengaruhi aspek pelayanan air minum yang dirasakan responden memuaskan. Pelaksanaan CVM dalam penelitian ini memiliki nilai R2 sebesar 0,816 atau 81,6% sehingga pelaksanaan metoda tersebut dapat diandalkan.Kata kunci: sistem penyediaan air minum, tarif, IPA Dago Pakar, CVM, WTP
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) di Air Permukaan dan Sedimen Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat JULIA PUTRI ADANI; EKA WARDHANI; KANCITRA PHARMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

AbstrakSeiring peningkatan aktivitas masyarakat di sekitarnya, pencemaran Waduk Saguling terus meningkat. Parameter yang mencemarinya seperti logam berat Pb dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Pb dan Zn yang terkandung dalam perairan dan sedimen Waduk Saguling, serta mengidentifikasi hubungan parameter fisika kimia air dengan kelarutan logam berat. Kandungan logam berat Pb dan Zn dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi Pb dari dua belas lokasi sampling memiliki kisaran antara 0,0005-0,0421 mg/L. Kandungan Pb terendah terdapat pada titik Muara Ciminyak dan yang tertinggi pada lokasi Nanjung. Konsentrasi Zn pada perairan berkisar antara 0,1441-0,5976 mg/L dan telah melebihi baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 Kelas II. Pada sedimen, konsentrasi Pb berkisar antara 7,9750-26,7217 mg/kg dan masih memenuhi baku mutu ANZECC (2000), sedangkan logam berat Zn berkisar antara 38,9333-234,8783 mg/kg, hanya lokasi Nanjung yang melebihi baku mutu. Kata kunci: Inductively Coupled Plasma (ICP-MS), Seng, Timbal, Waduk Saguling
POTENSI PENERAPAN KONSERVASI AIR PADA GEDUNG DEKANAT UNIVERSITAS X Shinta Ayu Afrhiani; Kancitra Pharmawati; Andindito Nurprabowo
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol12.iss2.art2

Abstract

Salah satu bentuk pengembangan Kota Bandung dapat dilakukan melalui peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan tersedianya lembaga pendidikan. Universitas Xmerencanakan pembangunan Gedung Dekanat dengan tujuan agar dapat menunjang kebutuhan institusi dan peningkatan efektifitas dan efisiennya proses belajar mengajar. Pembangunan gedung baru di Kota Bandung diwajibkan untuk menerapkan Bangunan Hijau salah satunya dengan mengimplementasikan konservasi air. Konservasi air perlu diterapkan sebagai upaya menjaga keberlangsungan keberdayaan daya dukung, daya tampung dan fungsi sumber daya air. Metode peelitian yang dilakukan adalah  mengidentifikasi potensi penerapan konservasi air dengan mengacu pada  Peraturan Wali Kota Bandung No. 1023 Tahun 2016 tentang Bangunan Hijau, melalui penggunaan saniter hemat air, pemanfaatan kembali air bekas untuk kebutuhan flushing WC dan urinal, serta pemasangan meter air. Berdasarkan hasil identifikasi , potensi penerapan konservasi air yang bisa dilakukan di Gedung Dekanat adalah sebesar 10.489 liter/hari.
PROSES PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR GULA DALAM KAITANNYA DENGAN POTENSI SEBAGAI BAHAN BAKAR DALAM PERSPEKTIF LIFE CYCLE INVENTORY ASSESSMENT Agusta Samodra Putra; Hari Rom Hariyadi; Herlian Eriska Putra; Djaenudin Djaenudin; Dani Permana; Kancitra Pharmawati
Molekul Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.43 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.2.134

Abstract

Life cycle inventory assessment merupakan salah satu tahapan di dalam Life Cycle Assessment (LCA) yang bisa digunakan untuk menggambarkan interaksi materi dan energi di dalam suatu proses produksi bioetanol. Studi kasus dilakukan di pabrik gula kawasan Subang dan pabrik bioetanol di kawasan Palimanan yang merupakan pabrik gula dan bioetanol terbesar di Jawa Barat. Inventory yang dilakukan adalah pada bagian perkebunan tebu, pabrikasi tebu menjadi gula, transportasi dari pabrik gula menuju ke pabrik bioetanol, dan pabrikasi etanol. Luas lahan kebun tebu yang dimiliki oleh pabrik gula di Subang adalah seluas 5000 hektar. Dari bahan baku tebu 3000 ton/hari dihasilkan molase sebanyak 60 ton/hari, sisanya menjadi gula dan ampas tebu. Pada inventory kali ini selain dari sisi proses juga dilakukan inventory pada sisi transportasi.
UPAYA PENINGKATAN PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DENGAN ANALISIS WILINGNESS TO PAY DI KELURAHAN CISARANTEN KULON Alni Alfiani; Kancitra Pharmawati
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i2.11955

Abstract

Pengelolaan persampahan di Kelurahan Cisaranten Kulon saat ini belum optimal terlihat dari adanya masalah penumpukan sampah di rumah warga akibat keterlambatan pengumpulan sampah di wilayah pelayanan ataupun tidak adanya jadwal tetap untuk pengumpulan sampah. Untuk menangani masalah tersebut dibutuhkan peran aktif masyarakat dan aspek pembiayaan untuk menunjang upaya perbaikan, maka dilakukan analisis Willingness To Pay (WTP) terhadap peningkatan pelayanan pengelolaan persampahan di wilayah ini. Didapatkan nilai WTP total sebesar Rp 124.989.122. Faktor yang mempengaruhi nilai WTP masyarakat Kelurahan Cisaranten Kulon adalah penghasilan dan kepuasan pelayanan. Rekomendasi peningkatan pelayanan pengelolaan persampahan yang direncanakan adalah pengelolaan sampah di sumber dengan program Kang PisMan, program komposter tong, serta pemanfaatan bank sampah dan optimalisasi sistem pengumpulan sampah dengan pembuatan jadwal pengumpulan sampah rutin serta penambahan alat pengumpul. Kata Kunci :  CVM, pengelolaan sampah, persampahan, WTP. Waste management in Cisaranten Kulon Village is currently not optimal, as can be seen from the problem of garbage accumulation in residents' homes due to delays in collecting waste in the service area or the absence of a fixed schedule for waste collection. To deal with this problem, an active role from the community and financing aspects are needed to support improvement efforts, so Willingness To Pay (WTP) analysis is carried out on improving waste management services in this region. The total WTP value is IDR 124,989,122. The factors that influence the WTP value of the people of Cisaranten Kulon Village are income and service satisfaction. Recommendations for improving the planned waste management services are waste management at the source with the Kang PisMan program, the composter barrel program, as well as the use of waste banks and optimizing the waste collection system by making routine waste collection schedules and adding collection tools. Keywords:: CVM, WTP, garbage, waste management.
PERENCANAAN SISTEM PLAMBING AIR BERSIH DAN AIR LIMBAH DI RUMAH SAKIT X BANDUNG Fillya Vallyana Novarizal; Kancitra Pharmawati; Anindito Nurprabowo
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 8, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v8i1.12993

Abstract

Rumah Sakit X dibangun untuk memenuhi kebutuhan fasilitas rumah sakit di Kota Bandung. Salah satu sarana penunjang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit adalah prasarana sanitasi mencakup sistem plambing. Perencanaan sistem plambing sangat dibutuhkan untuk menunjang penyediaan air bersih dan penyaluran air limbah. Penyediaan kebutuhan air bersih dapat ditentukan berdasarkan jumlah populasi. Sistem pengaliran yang dugunakan adalah sistem tangki atap, dimana air akan ditampung terlebih dahulu pada tangki bawah kemudian dipompa menuju tangki atap lalu dialirkan secara gravitasi ke setiap alat plambing. Penyaluran air limbah menggunakan sistem gravitasi, dimana air limbah yang dihasilkan dari setiap alat plambing dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sewage Treatment Plant (STP). Perencanaan jalur dan dimensi pipa mengacu pada SNI 8153-2015. Jenis pipa yang digunakan untuk air bersih adalah Poly Propilene Random (PPR) dan untuk air limbah adalah PolyVinyl Chloride (PVC) dengan diameter berada pada rentang 20 mm sampai 114 mm. Kata kunci : Air Bersih, Air Limbah, Sistem Plambing. Hospital X was built to meet the needs of hospital facilities in the city of Bandung. One of the supporting facilities to improve hospital health services is sanitation infrastructure including a plumbing system. Plumbing system planning is needed to support the provision of clean water and waste water distribution. Provision of clean water needs can be determined based on the number of population. The drainage system used is the roof tank system, where the water will be accommodated first in the lower tank and then pumped to the roof tank and then flowed by gravity to each plumbing device. The distribution of waste water uses a gravity system, where waste water generated from each plumbing device is transferred to the Sewage Treatment Plant (STP) Wastewater Treatment Plant (IPAL). Line planning and pipe dimensions refer to SNI 8153-2015. The type of pipe used for clean water is Poly Propylene Random (PPR) and for waste water is PolyVinyl Chloride (PVC) with diameters ranging from 20 mm to 114 mm. Keywords: Clean Water, Plumbing System, Waste Water.
Analisa Tarif Jasa Layanan Sampah Dalam Upaya Peningkatan Pengelolaan Persampahan di Kecamatan Ujungberung Aqilla Nabil Mukharam; Kancitra Pharmawati
Jurnal Serambi Engineering Vol 6, No 2: April 2021
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v6i2.2876

Abstract

Unfulfillment of waste service ratetarget, low-quality of waste temporary shelter, and the basic needs to increase waste service rates become the foundation to analyze the financial aspect. This can be conductedby calculating and analyzing public’s Willingness to Pay (WTP) to waste management service improvements in Ujungberung Sub-District. The objectives of this research are to know the percentage of people’s WTP towards the rise of waste service rates and analyze factors that can affect the WTP. The chosen method for this research is Contingent Valuation Method (CVM) with Payment Card as its technique.  By using Cross-Section method, there are 66 people selected to be the samples of this study. Online questionnaire is used to collect the data. The percentage of public’s WTP is 88% with the value of average WTP is Rp 31.288 and the value of total WTP is RP 113.575.000. Based on the multiple linear regression analysis, the factors significantly affecting the value of WTP are age and existing waste service rates.
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih dan Air Limbah di Apartemen Menara Cibinong Tower C Rhezaldy Pradestama Putra; Kancitra Pharmawati; Anindito Nurprabowo
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i1.4092

Abstract

The high population growth demands the need for housing, so apartments are considered as a solution in meeting the need for housing. Basically, every business or development activity has an impact on the environment, both positive and negative. Plumbing systems for clean water, waste water and ventilation in buildings can reduce the possibility of environmental pollution and health problems. This study aims to meet the needs of clean water and maintain the sanitation health of building occupants. The reference method is SNI 7065-2005 for calculating the need for clean water and SNI 8153-2015 for determining the dimensions of clean water pipes. The calculation results the population in the Cibinong Tower C apartment building is 957 people with a total need for clean water of 87.95 m3/ day. In meeting the daily needs of clean water in the planning building, a ground water tank with a capacity of 120 m3 is used and a roof tank is used to fulfill water needs at certain hours with a capacity of 49 m3. To distribute water from GWT to RT using a pump with a power capacity of 33.44 Kwatt. The diameter of the clean water pipe uses dimensions from 20 mm to 125 mm. For blackwater wastewater using pipes with dimensions of 60 mm–140 mm and for greywater wastewater using pipes with dimensions of 32 mm–114 mm, while for ventpipes using pipe dimensions of 42 mm–114 mm
Implementasi Konsep Konservasi Air di Gedung Apartemen X Vine Valenia David; Kancitra Pharmawati; Djoni Kusmulyana Usman
Jurnal Serambi Engineering Vol 4: No. Edisi Khusus (Oktober 2019)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v4i2.1481

Abstract

Clean water crisis that occurred in Bandung is caused by land conversion in North Bandung area which is a recharge area into commercial buildings. This increases runoff rate from 40% to 70% that can lead can lead to flooding and reduced groundwater availability. Therefore, it is necessary to save water by implementing water conservation. Considering those problems, this study aims to apply the concept of water conservation in X Apartment building that is located in the North Bandung Region by referring to Mayor Regulation of Bandung in 2016. Water conservation efforts that will be applied are wastewater reuse into water recycle, rainwater harvesting, infiltration well construction and placing water meters. The application of water conservation concept considers two conditions, namely in rainy season and dry season. Total need for clean water can be saved by 45,8% in dry season, while in rainy season clean water can be saved by 31,74%.