Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO TARSISIUS NAMO PULI PAROKI SANTO YOSEF DELITUA Tarigan, Putri Damiana Br; Fajariyanto, Tri Chandra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8868

Abstract

The sacrament of the Eucharist holds a central position in the Catholic faith as a source of spiritual strength and a means of union with Christ. However, the reality on the ground often reveals a gap between theological understanding and the practical experience of the congregation in their daily lives. This study aims to explore in depth the implementation of the meaning of the Eucharist in the lives of Catholic families at the Santo Tarsisius Namo Puli Station, Santo Yosef Delitua Parish, amidst the challenges of modernization. The method used was descriptive qualitative, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies of families at the station. The research findings indicate that the congregation has a strong liturgical understanding, reflected in their discipline and reverence during the celebration of the Eucharist. Concretely, these spiritual values ??are deeply ingrained and transformed into social piety, such as increased solidarity, empathy, and selfless acts of charity in the surrounding community. The Eucharist has also proven to be effective as a glue for social cohesion, uniting the congregation without barriers of status, and serves as a foundation for families instilling the moral values ??of honesty and a spirit of service. The main conclusion emphasizes that for this community, the Eucharist is not just a ritual, but the heart of spiritual life, empowering families to remain resilient, harmonious, and faithful in living out their faith amidst the dynamics of the times. ABSTRAK Sakramen Ekaristi menempati posisi sentral dalam iman Katolik sebagai sumber kekuatan spiritual dan sarana persatuan dengan Kristus, namun realitas di lapangan kerap menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan penghayatan praktis umat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam implementasi makna Ekaristi dalam kehidupan keluarga Katolik di Stasi Santo Tarsisius Namo Puli, Paroki Santo Yosef Delitua, di tengah tantangan arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap keluarga-keluarga di stasi tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa umat memiliki penghayatan liturgis yang tinggi, yang tercermin dari kedisiplinan dan kekhusyukan saat perayaan Ekaristi. Secara konkret, nilai spiritual ini tertanam kuat dan bertransformasi menjadi kesalehan sosial, seperti meningkatnya solidaritas, empati, serta tindakan amal kasih tanpa pamrih di lingkungan sekitar. Ekaristi juga terbukti berfungsi efektif sebagai perekat kohesi sosial yang menyatukan umat tanpa sekat status, serta menjadi fondasi bagi keluarga dalam menanamkan nilai moral kejujuran dan semangat pelayanan. Simpulan utama menegaskan bahwa bagi komunitas ini, Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan jantung kehidupan rohani yang memberdayakan keluarga untuk tetap tangguh, harmonis, dan setia menghidupi iman di tengah dinamika zaman.  
IMPLEMENTASI FORMASIO LITURGI DALAM KELUARGA SETURUT DESIDERIO DESIDERAVI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IMAN ANAK Tri Chandra Fajariyanto; Maria Rosari Br Saragih
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7 No 1 (2026): Vol 7 No 1(2026)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v7i1.490

Abstract

Pembinaan iman anak dalam keluarga Katolik menghadapi berbagai tantangan akibat kesibukan orang tua, lemahnya praktik doa bersama, dan berkurangnya pengalaman iman dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Di sisi lain, kajian mengenai formasio liturgi dalam keluarga sebagai sarana pembentukan iman anak masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi formasio liturgi dalam keluarga Katolik seturut Desiderio Desideravi dan dampaknya terhadap pembentukan iman anak di Paroki St. Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga Katolik sebagai partisipan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formasio liturgi dalam keluarga diwujudkan melalui kebiasaan doa bersama, penggunaan simbol iman, pembacaan Sabda Tuhan, keterlibatan aktif anak dalam doa keluarga, pendampingan relasional orang tua, kebiasaan makan bersama, dan praktik kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari. Formasio liturgi dalam keluarga berkontribusi terhadap pembentukan habitus iman dan ritme rohani anak, mendorong partisipasi aktif dalam liturgi Gereja, memperdalam relasi anak dengan Kristus, serta memperkuat relasi keluarga dan kepekaan sosial anak. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga sebagai ecclesia domestica merupakan ruang penting formasio liturgi dan pembentukan iman anak dalam kehidupan sehari-hari.
The Family as a Space for Religious Spiritual Formation: A Study of the Concept of Ecclesia Domestica Nurhayati Mega Putri Tumanggor; Tri Chandra Fajariyanto
Jurnal Penelitian Medan Agama Vol 17, No 1 (2026): JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v17i1.30087

Abstract

This research seeks to illustrate how Catholic families live out their faith as Ecclesia Domestica in both their everyday existence and in their church involvement at the Sitinjak Temba Station. The methodology employed is a qualitative descriptive approach, which includes eight participants comprising parents, children, and members of the church leadership. Information was gathered through methods such as direct observation, extensive interviews, and documentation, which were then analyzed via the Miles and Huberman interactive model. Results reveal that Catholic families demonstrate their beliefs through various religious practices at home, nurturing their children's spirituality, employing religious symbols, and integrating Christian principles into their daily activities. Furthermore, the family's faith is shown through their active engagement in the Church's mission, especially in the areas of liturgy, kerygma, koinonia, diakonia, and martyria. These results suggest that families serve not just as recipients of pastoral support, but as engaged participants in the Church’s life and mission. Consequently, Catholic families at the Sitinjak Temba Station have worked diligently to embody their identity as Ecclesia Domestica in both family and church contexts.
Pelaksanaan Tugas Organis Sebagai Pengiring dan Instrumentalis Dalam Musik Liturgi Yoga Rizki Pratama Tarigan; Tri Chandra Fajariyanto
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 7 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i7.2221

Abstract

Studi ini menyelidiki peran penting pemain organ dalam Liturgi/Ekaristi Katolik, khususnya di Paroki St. Yosep Delitua. Pemain organ bertanggung jawab untuk menciptakan harmoni dalam perayaan ini, mempertimbangkan ritme, gaya musik, dan tempo dari lagu-lagu yang dimainkan. Organ memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan Musik Liturgi, menciptakan atmosfer yang harmonis, dan berfungsi sebagai pelaku liturgis. Studi bertujuan untuk memahami peran pemain organ dalam mengiringi nyanyian jemaat dan mengidentifikasi tugas mereka dalam memainkan musik instrumental. Metodologi penelitian kualitatif digunakan, dengan menekankan fokus terbatas pada kemampuan teknis daripada pendidikan liturgis yang komprehensif untuk pemain organ di banyak paroki, yang mengonfirmasi pelaksanaan tugas organis yang masih belum terlaksana dengan baik dalam perayaan liturgis. Studi ini mengungkap pentingnya peran pemain organ dalam Liturgi Katolik dan mengungkapkan bagaimana pelaksanaan yang baik dan sesuai dengan peraturan didalam musik liturgi gereja katolik, khususnya di Paroki St. Yosep Delitua. Metodologi penelitian kualitatif menyoroti kebutuhan akan pendidikan liturgis yang lebih komprehensif bagi pemain organ di banyak paroki. Semua ini menegaskan pelaksanaan yang signifikan yang dimainkan oleh pemain organ dalam perayaan liturgis.