Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelaksanaan Pendidikan Iman Anak oleh Orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua Kurniadi, Benediktus Benteng; Fajariyanto, Tri Chandra; Br Ginting, Yova Andriani
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.119

Abstract

The objective of this study is to describe the implementation of children's faith education by parents in Paroki Santo Yosef Delitua. This study applies the descriptive qualitative method by using interview, observation and documentation. Thus parents become role models in developing children's faith. Although the implementation is recognized by the parents, it has not been carried out optimally and has not covered all the activities of family members. Lacking time of parents and chilhdren to sit together from morning to evening as the most factor that make the implementation of the children's faith education does not run well. However, it can be concluded that parents have understood the purpose of Catholic marriage where husband and wife are being together in the sacrament of marriage for the purpose of birth and education of children. Children who are believed as the crown of God must be guided and educated according to the Catholic faith. The family is the first and foremost educator of children. Thus, parents carry out their duties and responsibilities as a Catholic family. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pendidikan iman anak oleh orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi di tujuh wilayah Paroki Santo Yosef Delitua. Orangtua menjadi teladan dalam pengembangan iman anak. Pelaksanaan pendidikan iman anak tersebut terwujud dalam bentuk kegiatan berdoa bersama yang ditandai dengan tanda salib sebagai orang katolik, mendengarkan nyayian rohani dan membaca buku rohani serta kitab suci, memfasilitasi bakat anak serta berperan aktif dalam kegiatan rohani di gereja, sosial gereja dan retret (pedalaman iman) orang muda katolik. Meskipun pada pelaksanaanya diakui oleh orangtua belum terlaksana secara maksimal dan belum mencakup pada keseluruhan aktifitas anggota keluarga. Faktor penyebabnya adalh kurangnya waktu bersama misalnya untuk berdoa bersama. Orangtua telah memahami tujuan perkawinan katolik dimana suami dan istri dipersatukan dalam sakramen perkawinan untuk tujuan kelahiran dan pendidikan anak. Anak yang merupakan mahkota dari Tuhan wajib dibimbing dan dididik sesuai dengan iman katolik. Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama anak. Dengan demikian, orangtua menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai keluarga katolik.
Creative Entrepreneurship Training in Product Creation at SMA RK 2 Kabanjahe: Pelatihan Kewirausahaan Kreatif dalam membuat Produk di SMA RK 2 Kabanjahe Gaul, Mariani Meri Lumban; Waruwu, Ermina; Fajariyanto, Tri Chandra; Gurusinga, Rikha Emmya; Logo, Natanael Nilikmo; Lumban Gaol, Rina Martasari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.22901

Abstract

This community service activity aimed to enhance the entrepreneurial skills of students at SMA RK 2 Kabanjahe by providing training in the production of fabric softeners and dishwashing liquid. The project-based learning (PBL) method allowed students to be directly involved in every phase of the production process, from planning to evaluation. A total of 100 students from grades X, XI, and XII participated in this activity, with an implementation method that included planning, preparation, execution, practice, and evaluation. The results of the pre-test and post-test showed significant improvements in students' knowledge and skills. Knowledge about dishwashing liquid increased by 60%, knowledge about fabric softeners by 67%, and practical skills increased by 112%. Although the production process went well, there were issues related to time management, marketing, and product distribution. To maximize students' ability to run their businesses, additional training in business management and marketing strategies is needed. Overall, this activity successfully fostered students' initiative and practical skills.
IMPLEMENTASI MAKNA SAKRAMEN EKARISTI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA KATOLIK DI STASI SANTO TARSISIUS NAMO PULI PAROKI SANTO YOSEF DELITUA Tarigan, Putri Damiana Br; Fajariyanto, Tri Chandra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8868

Abstract

The sacrament of the Eucharist holds a central position in the Catholic faith as a source of spiritual strength and a means of union with Christ. However, the reality on the ground often reveals a gap between theological understanding and the practical experience of the congregation in their daily lives. This study aims to explore in depth the implementation of the meaning of the Eucharist in the lives of Catholic families at the Santo Tarsisius Namo Puli Station, Santo Yosef Delitua Parish, amidst the challenges of modernization. The method used was descriptive qualitative, with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies of families at the station. The research findings indicate that the congregation has a strong liturgical understanding, reflected in their discipline and reverence during the celebration of the Eucharist. Concretely, these spiritual values ??are deeply ingrained and transformed into social piety, such as increased solidarity, empathy, and selfless acts of charity in the surrounding community. The Eucharist has also proven to be effective as a glue for social cohesion, uniting the congregation without barriers of status, and serves as a foundation for families instilling the moral values ??of honesty and a spirit of service. The main conclusion emphasizes that for this community, the Eucharist is not just a ritual, but the heart of spiritual life, empowering families to remain resilient, harmonious, and faithful in living out their faith amidst the dynamics of the times. ABSTRAK Sakramen Ekaristi menempati posisi sentral dalam iman Katolik sebagai sumber kekuatan spiritual dan sarana persatuan dengan Kristus, namun realitas di lapangan kerap menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teologis dan penghayatan praktis umat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam implementasi makna Ekaristi dalam kehidupan keluarga Katolik di Stasi Santo Tarsisius Namo Puli, Paroki Santo Yosef Delitua, di tengah tantangan arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap keluarga-keluarga di stasi tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa umat memiliki penghayatan liturgis yang tinggi, yang tercermin dari kedisiplinan dan kekhusyukan saat perayaan Ekaristi. Secara konkret, nilai spiritual ini tertanam kuat dan bertransformasi menjadi kesalehan sosial, seperti meningkatnya solidaritas, empati, serta tindakan amal kasih tanpa pamrih di lingkungan sekitar. Ekaristi juga terbukti berfungsi efektif sebagai perekat kohesi sosial yang menyatukan umat tanpa sekat status, serta menjadi fondasi bagi keluarga dalam menanamkan nilai moral kejujuran dan semangat pelayanan. Simpulan utama menegaskan bahwa bagi komunitas ini, Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan jantung kehidupan rohani yang memberdayakan keluarga untuk tetap tangguh, harmonis, dan setia menghidupi iman di tengah dinamika zaman.