Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNIKA

LAMPU LED SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMAT ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA M. Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.15 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.154

Abstract

Energi listrik merupakan energi primer yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia, seperti untuk keperluan rumah tangga, Tetapi kenyataannya perkembangan kebutuhan energi listrik sudah melampaui produksi energi listrik, sehingga terjadi kekurangan energi listrik, yang mengakibatkan terjadinya kenaikan tarif energi listrik, dan terhambatnya pemasangan energi listrik konsumen yang baru. Oleh karena itu, harus dilakukan berbagai penghematan energi listrik oleh konsumen, salah satunya adalah dengan menggunakan lampu hemat energi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan 3 jenis lampu dengan cara pengukuran dan perhitungan. Dari hasil penelitian didapat bahwa lampu yang paling hemat energi adalah lampu LED dengan kuat penerangan 108 Lux, sedangkan lampu SL 51,48 Lux, dan lampu pijar 12,15 Lux dengan penggunaan daya yang sama yaitu 5 Watt. Kata kunci : penerangan, hemat energi, lampu LED
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG BANDUNG GARDU INDUK TALANG RATU Abdul Azis; Emidiana Emidiana; Gagah Mirgawansyah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.246

Abstract

Sistem distribusi adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkitan hingga sampai ke konsumen Kualitas energi listrik yang diterima oleh konsumen sangat dipengaruhi dari keandalan sistem pendistribusiannya. Keandalan sistem tenaga listrik mengggambarkan suatu ukuran tingkat ketersediaan tenaga listrik dari sistem konsumen. Keandalan sistem distribusi tenaga listrik sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem, alat pengaman yang dipasang, dan sistem proteksinya. Konfigurasi yang tepat, peralatan yang handal serta pengoperasian sistem yang otomatis akan memberikan hasil kerja sistem distribusi yang baik. Indeks keandalan sistem tenaga listrik ditentukan dari tingkat kegagalan, tingkat perbaikan, analisis nilai SAIDI-SAIFI, CAIDI, ASUI dan ASAI untuk setiap penyulang. Durasi gangguan yang terjadi selama tahun 2022 di Penyulang Bandung adalah 213,0883 jam, maka didapatkan nilai SAIFI 9 kali/pelanggan/tahun, SAIDI 42,6177 jam/pelanggan/tahun, CAIDI 4,7353 jam/pelanggan/tahun, ASAI 0,9757, ASUI 0,0243. Nilai SAIFI dan SAIDI pada Penyulang Bandung belum memenuhi standar dari SPLN 68-2: Tahun1986. Sedangkan untuk nilai SAIFI, SAIDI dan CAIDI Penyulang Bandung juga belum memenuhi standar dari IEEE std 1366-2003. Sehingga dapat dikategorikan keandalan Penyulang Bandung masih rendah. Tingkat pelayanan Penyulang Bandung sudah baik, dimana kemampuan untuk menyediakan sistem tersebut dengan jangka waktu satu tahun adalah 0,9757 atau 97,57%. Kemudian hasil perhitungan ASUI sudah baik, karena nilai ketidakmampuan Penyulang Bandung untuk menyediakan sistem tersebut dengan jangka waktu satu tahun adalah 0,0243 atau 2,43%. Kata kunci : Keandalan, Sistem Distribusi, Penyulang
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA GARDU INDUK SUNGAI JUARO Azis, Abdul; Emidiana, Emidiana; Mirgawansyah, Gagah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.280

Abstract

Keandalan dapat dinyatakan dengan seberapa seringnya sistem tenaga listrik mengalami pemadaman, berapa lama durasi pemadaman terjadi dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sistem dari pemadaman sampai ke kondisi normal. Indeks keandalan yang biasa digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI. Penelitian dilaksanakan pada Gardu Induk Sungai Juaro Palembang yang mempunyai delapan penyulang, yaitu Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering, Penyulang Ogan. Hasil penelitian adalah nilai SAIFI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2 : 1986. Kemudian nilai SAIFI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, dan Penyulang Komering memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIFI untuk Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai SAIDI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2: 1986. Kemudian nilai SAIDI untuk Penyulang Enim, dan Penyulang Rawas memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai CAIDI untuk Penyulang Kikim memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai CAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai ASAI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana kemampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih besar daripada 99,999%. Nilai ASUI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana ketidakmampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih kecil daripada 0,001%. Kata kunci : Keandalan, Penyulang, SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI