Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PERAN DOKTER GIGI KECIL DALAM PENINGKATAN PERILAKU HIDUP SEHAT Erlina Sih Mahanani; Likky Tiara Alphianti; Widyapramana Dwi Atmaja; Hastoro Pintadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.796 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.114

Abstract

Kegiatan promosi dan preventif kesehatan sangat diperlukan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya memaksimalkan dan memanfatkan peran dokter kecil yang dibentuk di Dusun Pendul sebagai motor penggerak untuk memengaruhi dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Program pengabdian kemitraan masyaraklat dilakukan di Dusun Pendul, Argorejo, Sedayu, Bantul dilakukan dengan memanfaatkan dokter gigi kecil sebagai motor penggerak perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengajari teman-temannya dan memengaruhi keluarganya. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan melalui dokter gigi kecil dengan bahasanya sendiri, bimbingan belajar yang disertai membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, bersih diri, membuang sampah, serta memasang poster-poster promosi kesehatan dan permainan lagu yang bertema kesehatan. Dalam kegiatan ini anak-anak akan didampingi oleh pendamping anak atau orang tua yang sekaligus menjadi sasaran penyuluhan kesehatan gigi serta perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil kegiatan ini ternyata dapat memengaruhi kebiasaan hidup bersih dan sehat pada abak-anak dan pendamping anak-anak.
Perilaku Hidup Sehat dan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Masa Pandemi Pada Posyandu Erlina Sih Mahanani; Sartika Puspita; Muhammad Boma Wikan Bhagaskoro; Muhammad Romzi Nabil Agustan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.9 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.574

Abstract

Masa pandemi covid 19 berpengaruh pada semua masyarakat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Daerah dengan penduduk yang padat dan kondisi rumah yang sangat berdekataan perlu pengaturan dan strategi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang biasanya dapat berjalan dengan lancar saat sebelum pandemi. Posyandu Temupoh 4B meliputi 4 RT, yaitu RT 10. 11, 12, dan 54 di RW 4 Kelurahan Karangwaru yang padat penduduknya. Pada masa pandemi kegiatan tatap muka antara kader dengan anggota Posyandu ditiadakan. Selain itu pengobatan gigi sangat terbatas dilayani saat pandemi ini. Masyarakat yang memiliki keberagaman dalam tingkat pendidikan dan perekonomian menjadikan adanya gap informasi dan pemahaman terutama tentang menjaga kesehatan gigi serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Banyak informasi yang tersebar di media sosial kadang belum bisa dipahami secara benar. Oleh karena itu pengabdian kemitraan masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bagaimana cara menjaga kesehatan gigi di masa pandemi dan melakukan kebiasaan ber-perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah tertular dan penyebaran COVID 19. Kegiatan yang akan dilakukan sebagai solusi adalah dengan mengadakan pelatihan untuk kader Posyandu Temupoh 4B tentang pengetahuan sederhana tentang PHBS dan kesehatan gigi secara offline dengan protokol kesehatan ketat, pembagian poster tentang kesehatan yang bisa dimanfaatkan untuk anggota Posyandu. Sedangkan penyuluhan kepada masyarakat anggota Posyandu Temupoh dilakukan secara online menggunakan group Whatshap dengan share rekaman penyuluhan, share bahan penyuluhan. Tim pengabdian juga menyusun buku panduan kesehatan gigi dan PHBS untuk kader Posyandu. Hasil kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini ternyata sangat bermanfaat terutama pada badai peningkatan COVID pada bulan Juni-Juli 2021. Anggota posyandu meningkat kesadaran menggunakan masker yang benar, isolasi mandiri untuk yang positif, saling membantu untuk yang isoman, berkegiatan seperlunya dan menegakkan protokol kesehatan.
Pembentukan Tim Rukti Jenazah dan Peningkatan Standar Kesehatan dalam Pengelolaan Erlina Sih Mahanani; Atiek Driana Rahmawati; Ana Medawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1113

Abstract

Risiko tingkat kematian usia lanjut secara teori lebih besar dari usia muda. Sementara itu, kematian merupakan hak Sang Pencipta kepada makhluk-Nya. Peristiwa kematian akan dialami oleh semua makhluk hidup, termasuk manusia. Apabila dalam masyarakat ada yang meninggal dunia, keluarga akan mengurus jenazahnya dari memandikan, mengafani, mensalatkan, sampai menguburkan. Agama Islam mengajarkan sebagai sesama muslim akan saling membantu dan mengurus jenazah sesama muslim. Apalagi bila yang meninggal tidak ada keluarga dekat yang berada di rumah atau disekitar rumah, tetangga akan saling bantu membantu untuk mengurusnya. Nilai positif dalam masyarakat ini perlu dikembangkan. Pentingnya nilai-nilai positif dalam masyrakat ini perlu dilakukan pelatihan dan pembentukan tim rukti jenazah dan diseminasi peningkatan pengelolaan standar kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RT 10 RW 04 Blunyahrejo, Karangwaru, Yogyakarta dengan kegiatan pelatihan rukti jenazah, penyuluhan dan pelatihan peningkatan standar kesehatan untuk tim rukti jenazah dan masyarakat umum, pembentukan tim rukti jenazah wanita dan tim rukti jenazah laki-laki, pemberian bantuan dari tim pengmas. Pelaksanaan pengabdian memberi manfaat besar bagi masyarakat dengan terbentuknya tim rukti jenazah dan langsung dapat dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Rukti jenazah langsung dilakukan dengan standar kesehatan dalam pengelolaannya, termasuk limbahnya. Tim merasa lebih percaya diri karena telah mendapat materi dan pelatihan sampai mengkafani jenazah. Implikasi kegiatan ini adalah dapat meningkatkan nilai-nilai positif dalam masyarakat dan bisa langsung dipraktikkan secara nyata