Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IBM DIVERSIFIKASI PANGAN PEMANFAATAN PANGAN LOKAL BAGI PKK KAMPUNG MRANGGEN JAWA TENGAH Afriyanti, Afriyanti; Tari, A. Intan Niken; Widyastuti, Retno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.115 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3058

Abstract

Abstrak: Beras masih menjadi makanan pokok favorit untuk masyarakat Indonesia.  Jika belum mengkonsumsi nasi serasa belum makan.  Salah satu program yang dicetuskan oleh pemerintah untuk mengubah pola pikir tersebut adalah dengan adanya program diversifikasi pangan yaitu pola penganekaragaman konsumsi pangan. Kampung Mranggen Kelurahan Joho dekat dengan wilayah penghasil umbi-umbian.  Namun PKK belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolahnya. Oleh karena itu, PKK perlu dibekali dengan pemahaman dan keterampilan tentang diversifikasi pangan pemanfaatan pangan lokal, terutama Kabupaten Sukoharjo.  Metode kegiatan yang dilakukan melalui beberapa tahap yaitu :  pertama, penyuluhan dan pemberian materi terkait diversifikasi pangan dan pengolahan pangan lokal; kedua, pelatihan dan praktek pembuatan tepung mocaf serta produknya; ketiga, evaluasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan melalui pembandingan hasil pretest dan postest. Apabila terjadi peningkatan pemahaman peserta, yaitu peningkatan nilai menjadi ≥ 70  maka kegiatan ini dikatakan berhasil. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest 61,17 dan nilai akhir postest 88,23.  Sebanyak 88,23% peserta memiliki nilai di atas 70.  Hal ini menunjukkan program ini berhasil karena mengalami peningkatan nilai > 70.  Selain itu peserta juga mampu membuat mocaf dan produk olahan sendiri.Abstract:  Rice is still a favourite staple food for Indonesians. If you haven't eaten rice, you don't feel like eating. One of the programs initiated by the government to change this mindset is the existence of a food diversification program, namely a pattern of diversifying food consumption. Mranggen, Joho Village, was close to the tuber-producing area. However, Empowerment of Family Welfare does not yet have the knowledge and skills to process it. Therefore, the Empowerment of Family Welfare needs to be equipped with an understanding and skills regarding the food diversification using local food, especially Sukoharjo Regency. The method of this activity was carried out in several stages, namely: first, counseling and provision of materials about food diversification and local food processing; second, training and practice of making mocaf flour and its products; third, evaluation of counseling and training activities that have been carried out by comparing the results of the pretest and posttest. If there is an increase in participants' understanding, namely an increase in the value to ≥ 70, this activity is said to be successful. The results showed that the average pretest score was 61.17 and the postest score was 88.23. As many as 88.23% of participants had a score above 70. This showed that this program was successful because the score increased> 70. In addition, participants were also able to make their own mocaf and processed products.
POTENSI BIR PLETOK SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL KOMERSIAL Putra, Andre Yusuf Trisna; Defri, Ifwarisan; Saputro, Erwan Adi; Widyastuti, Retno
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 7 No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3784

Abstract

Bir pletok merupakan minuman diwariskan secara turun-menurun oleh masyarakat Betawi. Bir pletok muncul pada saat masa penjajahan Belanda. Minuman ini terbuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, secang, kapulaga, merica, biji pala, cabe jawa, dan gula. Proses pembuatan bir pletok terdiri dari pemilihan bahan baku, pencucian, perebusan, penyaringan, dan pengemasan. Minuman ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk komersial unggulan. Inovasi peningkatan kualitas produk yang dapat dilakukan antara lain pengaturan rasa, komposisi rempah, tingkat kemanisan dan pengemasan. Selain itu, diversifikasi produk menjadi sediaan bubuk atau konsentrat juga diperlukan guna menjangkau pasar yang lebih luas. Bir pletok yang terbuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu manis dan secang terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri dan antiinflamasi. Oleh karena itu, minuman ini juga dapat menjadi kandidat menuman tradisional yang memiliki sifat fungsional bagi tubuh.
Pendampingan Analisis Data Rekam Medis Terapi Plasma Konvalescen Bagi Pasien Covid-19: Nadifa, Almas; Rino , Arianto Marswita; Trisnadi, Reza Adityas; Widyastuti, Retno; Istiqomah, Istiqomah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No Suplemen HKN (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v1iHKN.84

Abstract

Latar belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular akibat virus SARS-CoV-2 yang menjadi permasalahan global dengan morbiditas dan mortalitas tinggi untuk derajat sedang dan berat/kritis. Tujuan: untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Metode: Pemberian terapi plasma konvalesen menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pengolahan data melalui Statistical Product and Service Solution (SPSS) dengan analisis univariat. Hasil: Pasien yang mendapatkan terapi menggunakan plasma konvalesen sebanyak 36 orang. Subyek berjenis kelamin laki-laki sebanyak 21 orang (58,3%) dan perempuan sebanyak 15 orang (41,7%). Pasien sembuh sebanyak 23 orang (63,9%) dan pasien yang meninggal sebanyak 13 orang (36,1%). Kesimpulan: Pendampingan mempercepat proses analisis data dengan menghasilkan informasi pasien COVID-19 yang mendapatkan terapi plasma konvalesen lebih banyak mengalami kesembuhan. Kata Kunci: COVID-19, plasma konvalesen, pendampingan, penyembuhan ____________________________________________________________________________________________ Background: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus which is a global problem with high morbidity and mortality to moderate and severe/critical degrees. Objective: to help cure COVID-19 patients at the Sultan Agung Islamic Hospital Semarang. Method: Giving convalescent plasma therapy using an analytic observational study with a cross-sectional design that performed data processing through Statistical Product and Service Solution (SPSS) with univariate analysis. Result: There were 36 patients who received convalescent plasma therapy. Subjects were male as many as 21 people (58,3%) and women as many as 15 people (41,7%). 23 patients recovered (63,9%) and 13 died (36,1%). Conclusion: Assistance speeds up the data analysis process by producing information that COVID-19 patients who receive convalescent plasma therapy experience more recovery. Keywords: COVID-19, convalescent plasma, accompaniment, healing
SIFAT KIMIA, FISIKA, DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK KULIT PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L.) DENGAN PERLAKUAN VARIASI TEPUNG TAPIOKA DAN TEPUNG BERAS Weni, Fajar Rasidin; Handayani, Catur Budi; Widyastuti, Retno
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 2 No. 2 (2022): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v2i2.2782

Abstract

Pemanfaatan kulit pisang menjadi beberapa produk olahan pangan maupun bahan dasar olahan pangan sudah banyak ditemukan diantaranya, kerupuk kulit buah pisang, tepung kulit buah pisang, permen kulit buah pisang, dan keripik kulit buah pisang. Belum banyak penelitian tentang pemanfaatan kulit pisang yang diolah menjadi keripik kulit pisang dengan formulasi tepung beras dan tepung tapioka yang berbeda, oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia, fisika, dan organoleptik keripik kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.). Sampel yang digunakan adalah keripik kulit pisang kepok dengan formulasi tepung beras dan tepung tapioka berbeda yaitu K1 (0 : 100)%, K2 (10 : 90)%, K3 (20 : 80)%, dan K4 (30 : 70)%. Nilai rata-rata kadar air keripik kulit pisang berkisar antara 4,28 % - 10,72 %. Hasil data menunjukkan nilai rata-rata kadar abu keripik kulit pisang berkisar antara 5,94 % - 6,61 %. Sedangkan keripik kulit pisang dengan kerenyahan tertinggi terdapat pada formulasi K4, kerenyahan terendah terdapat pada formulasi K2. Pada uji organoleptik yaitu rasa, warna, dan tekstur keripik kulit pisang yang paling disukai terdapat pada perlakuan formulasi K4.Kata Kunci: formulasi tepung beras dan tapioka, keripik kulit pisang, sifat fisika, sifat kimia, sifat organoleptik
Sifat Kimia dan Organoleptik Sirup Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Konsentrasi Gula Noormala, Rofiqoh Husni; Asmoro, Novian Wely; Widyastuti, Retno
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 2 No. 2 (2022): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v2i2.3453

Abstract

Tanaman sirsak memiliki daun dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Daun sirsak juga memiliki berbagai manfaat diantaranya sebagai antibiotik, antiinflamasi, detoksifikasi dan antibakteri. Selama ini daun sirsak hanya diolah menjadi obat tradisional selain itu hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Salah satu upaya membuat daun sirsak lebih diminati yaitu dibuat produk olahan sirup. Berdasarkan SNI pembuatan sirup yaitu mengandung ?65% gula sehingga dilakukan penambahan gula dengan variasi konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi variasi penambahan gula terhadap sifat kimia (pH, gula reduksi dan aktivitas antioksidan) dan sifat organoleptik (warna, aroma, rasa dan keseluruhan) sirup daun sirsak. Penelitian dilakukan dengan menimbang daun sirsak sesuai perlakuan, dicuci, dihaluskan, disaring, dimasak dengan penambahan konsentrasi gula, sehingga terbentuk sirup daun sirsak. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor variasi konsentrasi gula yaitu 40%, 50%, 60%, 70% dan 80%. Parameter penelitian meliputi nilai pH, gula reduksi, aktivitas antioksidan dan organoleptik. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa, variasi konsentrasi gula sirup daun sirsak berpengaruh nyata terhadap sifat kimia sirup daun sirsak yang dihasilkan, konsentrasi 80% sirup daun sirsak menghasilkan nilai pH paling tinggi sebesar 6,43 dan gula reduksi yaitu 28,17, tetapi untuk aktivitas antioksidan mendapatkan nilai terendah yaitu 9,33%. Variasi konsentrasi gula juga berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik sirup daun sirsak yang di hasilkan. Uji organoleptik keseluruhan pada sampel 80% gula + 20% sari daun sirsak memiliki nilai tertinggi sebesar 3,13 (netral).Kata Kunci : Daun Sirsak, Gula Pasir, Konsentrasi, Organoleptik, Sirup
Perkembangan penyakit mulut kuku dan lumpy skin disease pada peternakan rakyat di wilayah Kabupaten Gunung Kidul: The progress of foot mouth disease and lumpy skin disease on folk farming in the Gunung Kidul District Area Guntari, Guntari Titik Mulyani; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Tjahajati, Ida; Wuryastuty, Hastari; Purnamaningsih, Hary; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Datrianto, Dwi S.; Widyastuti, Retno
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.447

Abstract

ABSTRACT  Foot and mouth disease (FMD) and Lumpy Skin Disease (LSD) have been designated as an infectious disease outbreak in livestock in Indonesia. The spread of this case has reached most farms in Indonesia, including livestock warehouses in the Special Region of Yogyakarta, namely Gunung Kidul district. The aim of this activity is to monitor and handle cases of PMK and LSD in Semanu, Playen and Panggang in Gunung Kidul Regency. This community service activity was carried out jointly with the Semanu, Playen and Panggang health centers in Gunung Kidul Regency, the Department of Internal Medicine, FKH UGM, and large animal internal clinic co-assistance students from the PPDH FKH UGM study program. Based on reports from breeders who entered the Puskeswan in June and July 2023, clinical trials were carried out on livestock and livestock treatment. In the Semanu area there was a decrease in FMD cases from one case to no cases, for LSD cases there was also a decrease from 10 to 6 cases. The decline in FMD cases also occurred in Playen District, from one case to zero cases, while LSD cases increased from five cases to seven cases. FMD cases increased in Panggang sub-district from one case to two cases, and LSD cases decreased from 22 to 4 cases. The conclusion from this activity is that cases of FMD and LSD are still found in the Semanu, Playen and Panggang Districts, but are decreasing. Treatment of sick animals and vaccination of healthy animals is the advice given.  Keywords: Gunung Kidul; LSD; Livestock; PMK   ABSTRAK Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah ditetapkan sebagai wabah penyakit menular pada peternakan di Indonesia. Bersamaan dengan kejadian PMK, juga ditemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau pada Februari 2022. Penyebaran kasus ini telah mencapai di sebagian besar peternakan di wilayah Indonesia, termasuk gudang peternakan di  Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu kabupaten Gunung Kidul.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk monitoring dan penanganan kasus PMK dan LSD di Semanu, Playen dan Panggang di Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama sama dengan puskeswan Semanu, Playen dan Panggang Kabupaten Gunung Kidul, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM, dan mahasiswa koasistensi klinik interna hewan besar prodi PPDH FKH UGM. Dari laporan peternak yang masuk ke Puskeswan pada bulan Juni dan Juli 2023,  dilakukan uji klinis pada ternak dan pengobatan ternak. Di wilayah Semanu terjadi penurunan kasus PMK dari satu kasus  menjadi tidak ada kasus,  untuk kasus LSD juga terjadi penurunan dari 10 menjadi 6 kasus. Penurunan kasus PMK juga terjadi di Kecamatan Playen, yaitu satu kasus menjadi nol kasus, sedangkan kasus LSD meningkat dari lima kasus menjadi tujuh kasus. Kasus PMK meningkat di kecamatan Panggang dari satu kasus menjadi dua kasus, dan kasus LSD menurun dari 22 menjadi 4 kasus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masih ditemukan kasus PMK dan LSD masih terjadi di Kecamatan Semanu, Playen, dan Panggang, namun mengalami penurunan. Pengobatan terhadap hewan yang sakit dan vaksinasi terhadap hewan yang sehat adalah saran yang diberikan. Kata kunci: Gunung Kidul; LSD; PMK; Ternak
LAKI-LAKI 40 TAHUN DENGAN GAMBARAN USG ADENOMYOMATOSUS GALDBLADDER Widyastuti, Retno; Pramana, Triyanta Yuli
Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijmps.v2i2.126

Abstract

Background: Adenomyomatosus gallbladder (GA) is a benign change of the gallbladder wall characterized by excessive epithelial proliferation associated with hyperplasia of the muscularis propria. This situation causes thickening of the gallbladder, so that the gallbladder comet tail artifact appears on an abdominal ultrasound examination. Methods: A 40-year-old man with complaints of right upper quadrant abdominal pain that is colic and recurrent. The patient was hospitalized twice within a week with the same complaint. Ultrasound examination of the patient's lawsuit against GA. The differential diagnosis of this case is chronic cholecystitis and cholesterosis, as seen from complaints of right quadrant abdominal pain and comet tail ultrasound images. Results: Cholecystectomy in patients is indicated for therapy and histopathological diagnosis. The results of histopathological examination obtained a picture that pointed to chronic cholecystitis. Conclusion: Diagnosis by histopathology is necessary in patients with ultrasound images of comet tail artifacts in the gallbladder to determine the patient's treatment and prognosis.
Aktivitas Antioksidan Teh Daun Ketapang (Terminalia catappa) Widyastuti, Retno; Tari, Agustina Intan Niken; Asmoro, Novian Wely
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i2.7468

Abstract

The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of fermented tea (black tea) with Ketapang leaves (Terminalia catappa) using two variations of leaf age, namely leaflets 1-3 and 4-5. The parameters observed were water content, pH, antioxidant activity (IC 50) and total phenol content of tea. Results showed that the antioxidant activity of young leaves (shoots 1-3) significantly higher than old leaves (shoots 4-5) but had lower total phenol and pH. In general, the character of Ketapang leaf tea products at shoots 1-5 has water content ranging from 5.55-5.58%, total phenol content of 22.63-28.97 mg / g EAG, and antioxidant activity (IC 50) of 6.27-6 .71 µg/ml and the pH of steeping water from 5.9 to 6.1. 
Pengaruh Konsetrasi Carboxymethylcellulose (CMC) dan Gula Stevia terhadap Karakter Sirup Buah Tin (Ficus carica, L) Widyastuti, Retno; Afriyanti, Afriyanti; Asmoro, Novian Wely; Hartati, Sri
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i2.3204

Abstract

Processing figs into food and beverage products will increase the attractiveness to consume this nutrient-rich fruit. One of them is by processing it into syrup. The purpose of this study is to (1) Knowing the effect of the stevia sugar concentration on the physical and chemical characteristics of fig syrup; (2) Knowing the effect of the carboxymethylcellulose (CMC) concentration on the physical and chemical characteristics of fig syrup. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) factorial pattern with two treatment factors, namely the concentration of stevia sugar (A) with four types of treatment levels, A1 = 0% (100% sucrose); A2 = 1%; A3 = 2%; A4 = 3%. Concentration of CMC (B) with three types of treatment, B1 = CMC 0%; B2 = CMC 0.25%; B3 = CMC 0.5%. Each treatment was repeated twice to obtain  4 x 3 x 2 = 24 experimental units. The results show the brightest color produced by 100% sucrose with CMC 0% which is equal to 36.24 (L). The highest sugar content was produced in syrup with the addition of stevia 3% and CMC 0% which amounted to 34.46%. The highest viscosity is produced in syrup with the addition of 100% sucrose and CMC 0.5% which is equal to 365.2 cP.)
Karakteristik Edible Film Selulosa Batang Jagung (Zea mays) dengan Penambahan Sorbitol Afriyanti, Afriyanti; Asmoro, Novian Wely; Widyastuti, Retno; Arifin, Muhammad
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v4i2.7106

Abstract

Cellulose is the main constituent of cell walls in plants, cellulose (C6H10O5) n is a long-chain polymer of polysaccharides, 1,4-beta-D-glucose. Cellulose can be extracted from corn stalks with a yield of 35.61%. This cellulose can be used as a base for making edible films other than starch. Improving the physicochemical quality of edible film can be done by adding a plasticizer, such as sorbitol. The aim of this research is to produce edible film from cellulose corn stalks with the addition of sorbitol as a plasticizer. The experimental design used in this study was a completely randomized design with one factor, namely the concentration of Sorbitol (A) with 6 treatment levels, namely A1 = 0% (control), A2 = 1 ml; A3 = 2 ml; A4 = 3 ml; A5 = 4 ml and A6 = 5 mL. Each treatment was repeated three times in order to obtain experimental units 6 x 3 = 18 experimental units. The product analysis carried out was the thickness, tensile strength, and pH of the edible film. The results showed that the best edible with the highest tensile strength value was obtained when the addition of 4 ml sorbitol was 9.45 MPa.