Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Ekstrak Serai (Cymbopogon Citratus) dan Gula Terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Tingkat Kesukaan Kunyit Instan Wahyu Pratama; Dwiyati Pujimulyani; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v3i1.4925

Abstract

Turmeric is a tropical plant from Asia and has now spread to subtropical regions around the world. Instant turmeric is generally in the form of a small powder and is easily dissolved in water. The manufacture of instant turmeric using turmeric and sugar raw materials and lemongrass is an effort to utilize local foodstuffs. The use of lemongrass as an additional ingredient is expected to increase the preference for instant powder. Purpose To determine the effect of variations in the addition of tablegrasshopper extract and sugar on the physical, chemical, and preference levels of instant turmeric. completely randomized design 2 factors, namely the addition of the amount of sugar (500; 1000; and 1500 g) and the variation of adding lemongrass extract (0; 20; and 40 ml). The instant turmeric products produced were then physically tested and the level of preference, and the selected instant turmeric was chemically analyzed (moisture content, antioxidant activity of DPPH (2,2-diphenyl-1-pycrylhydryl) and total phenol). The data obtained was statistically calculated with ANOVA and a 95% confidence level. The results showed that the addition of the amount of sugar (500; 1000; and 1500 g) and the variation of the addition of lemongrass extract had an effect on the resulting turmeric. The selected instant turmeric product is the addition of 20 g of lemongrass extract and the addition of 1000 g of sugar which has a moisture content of 0.94%, DPPH antioxidant activity of 54.63% RSA, and a total phenol of 4.41 mg EAG/g bk.)
Penilaian Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik Psat (Sppb-Psat) Produk Buah Kering di UMKM Vakuola, Yogyakarta Faiz Rozikin; Ichlasia Ainul Fitri; Wisnu Adi Yulianto
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 3 No. 2 (2026): April (In Press)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/nz1a6628

Abstract

Indonesia has an abundant supply of tropical fruits, but they are highly perishable. One way to extend their shelf life and preserve their nutritional quality is through the drying process to produce dried fruit. However, processing at the SME level is highly susceptible to contamination that affects food safety. Based on Ministry of Agriculture Regulation No. 15 of 2021, food handling units are required to meet the standards of the Certificate of Good Handling Practices for Fresh Plant-Based Foods (SPPB-PSAT) to ensure product quality. This study aims to assess the basic feasibility of dried fruit processing at the Vakuola SME in Yogyakarta using the SPPB-PSAT framework. Additionally, the study aims to validate observational findings through laboratory testing, including microbiological tests (ALT) and chemical analyses (moisture content, ash content, reducing sugars, and vitamin C). The study was conducted at the Vakuola UMKM and the Mercu Buana University Laboratory in Yogyakarta from October to December 2023. The samples used were dried lemons, red apples, and strawberries. SPPB-PSAT assessment data were collected through observations of location, buildings, sanitation facilities, and documentation. Based on laboratory test results, the lemon product had a Total Plate Count (TPC) of 4 × 10⁵ colonies/g, followed by apples at 1 × 10⁵ colonies/g, and strawberries at 3.5 × 10³ colonies/g. In proximate analysis, the moisture content of the products ranged from 19.01% to 23.46%, with the highest vitamin C content found in dried strawberries (6.15%) and the highest reducing sugar content in dried apples (41.98%). The implementation of basic hygiene standards at the Vakuola SME still requires significant improvement, particularly regarding storage facilities equipped with temperature/humidity controls and the enforcement of proper use of specialized work attire to prevent cross-contamination.
Pengaruh Penambahan ZnCl2 dan Bubuk Stevia (Stevia rebaudina B.) Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Aktivitas Antioksidan pada Seduhan Simplisia Sambiloto (Andrographis paniculata Dea Elisa Putri; Nur Aida Sofiani; Chatarina Lilis Suryani; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 2 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v2i2.3407

Abstract

Sambiloto mengandung senyawa bioaktif seperti klorofil, fenolik, flavonoid, terpenoid (karotenoid), dan andrografolida yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antimikroba, dan antioksidan. Namun selama proses pengeringan dalam pembuatan simplisia sambiloto mengakibatkan degradasi komponen bioaktif sehingga menurunkan aktivitas antioksidannya. Kelemahan lain adalah minuman sambiloto sangat pahit sehingga kurang disukai. Untuk meningkatkan stabilitas klorofil dapat dilakukan pembentukan kompleks metaloklorofil dengan penambahan reagen ZnCl2. Sedangkan rasa pahit dapat dikurangi dengan penambahan pemanis alami non kalori seperti bubuk stevia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik, kimia dan aktivitas antioksidan seduhan bubuk simplisia sambiloto (S-SS), seduhan bubuk simplisia sambiloto dengan penambahan reagen ZnCl2 (S-SZn) dan penambahan bubuk stevia (S-SZs) sebagai minuman fungsional. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan reagen ZnCl2 mampu meningkatkan kecerahan, intensitas warna kuning, dan hue, kadar Zn, kadar fenolik, flavonoid total dan aktivitas mengkhelat logam, namun menurunkan intensitas warna merah, kadar klorofil total, kadar karoten, daya tangkap radikal dan kemampuan mereduksi seduhannya. Sedangkan penambahan bubuk stevia akan meningkatkan kadar fenolik, flavonoid total, daya tangkap radikal dan kemampuan merduksi tetapi menurunkan aktivitas mengkhelat logam, kadar klorofil dan kadar Zn serta intensitas warna hijau seduhan. Seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn (SZn) dan seduhan bubuk simplisia sambiloto kaya Zn-stevia mempunyai kadar klorofil, fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding seduhan simplisia sambiloto saja sehingga bubuk simplisia sambiloto kaya Zn dengan atau tanpa penambahan bubuk stevia potensial sebagai bahan minuman fungsional.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Penambahan Penstabil terhadap Karakteristik Es Krim Alpukat (Persea Americana Mill): The Influence of Types and Concentrations of Stabilizers on The Chemical Properties and Liking Level of Avocado Ice Cream (Persea americana Mill) Yohanes Bayu; Lilis Suryani; Ichlasia Ainul Fitri
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3831

Abstract

Bahan baku es krim pada umumnya adalah susu sapi, yang banyak mengandung laktosa yang merupakan salah satu jenis alergen. Oleh karena itu saat ini banyak dikembangkan es krim dengan bahan dasar susu nabati dan buah-buahan. Salah satu alternatif bahan baku nabati dalam pembuatan es krim nabati adalah bubur buah alpukat. Kandungan lemak alpukat bersifat lunak/lembut, sehingga dapat membentuk tekstur yang baik pada es krim, Namun kandungan asam oleat yang tinggi dapat menyebabkan es krim yang dihasilkan mudah meleleh sehingga untuk memperbaiki hal tersebut diperlukan stabiliser. Zat penstabil memiliki peranan sebagai penstabil dalam proses pencampuran bahan baku es krim, menstabilkan molekul udara dalam adonan es krim, dengan demikian air tidak akan mengkristal, dan lemak tidak akan mengeras. Zat penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim adalah CMC, gelatin, karagenan, gum arab dan pectin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi dua faktor, yaitu jenis pestabil yang terdiri dari tiga jenis: CMC; gum arab; karagenan; dengan 2 konsentrasi zat pestabil yaitu 0,25%; 0,50% dan 0,75% dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa es krim alpukat dapat dihasilkan dengan penambahan penstabil CMC. Secara khusus hasil penelitian didapatkan: a) Interaksi antara variasi konsentrasi dan jenis penstabil berpengaruh nyata terhadap total padatan, kadar protein, kadar lemak dan tingkat kesukaan es krim alpukat yang dihasilkan. b)  Semakin besar konsentrasi pestabil CMC dan gum arap total padatan es krim alpukat semakin besar, namun pada 0,25 dan 0,50% tidak berbeda nayata; c) Semakin besar konsentrasi penstabil kadar protein dan lemak juga semakin besar, namun jika lebih dari 0,5% menurun kembali, d) berdasarkan tingkat kesukaan diketahui bahwa es krim yang terbaik diperoleh dari es krim alpukat yang dibuat dengan penambahan penstabil CMC 0,5% yang mempunyai total padatan 0,25%b/b, kadar protein 0,75%b/b dan kadar lemak 0,50%b/b. Saran perlu ditindak lanjut untuk sifat fisik es krim yang dihasilkan.