Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN RELAWAN DI RUMAH RELAWAN DHU’AFA PELALAWAN PROVINSI RIAU DALAM PENANGANAN KECELAKAAN Siska Mayang Sari; Fitrina Lestari Raja; Imron Rosyadi; Herianto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i5.3596

Abstract

Laporan kasus kematian akibat kecelakaan di jalan raya pada tahun 2015 didapatkan 3400 orang meninggal setiap hari. Fenomena ini menuntut masyarakat untuk mampu memberikan pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan, khususnya kecelakaan saat berada di jalan raya maupun di lingkungan sekitar rumah. Rumah Relawan Dhuafa merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan membantu kaum Dhuafa mendapatkan akses pelayana kesehatan. Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Relawan Rumah Dhu’afa (RRD) dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah Relawan dari Rumah Relawan Dhu’afa yang berjumlah 18 orang. Metode pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan materi tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di jalan raya dan lingkungan sekitar rumah. Dari hasil evaluasi di dapatkan terdapat peningkatan nilai rerata jawaban benar sebanyak 90 dari sebelumnya dengan rerata 67. Diharapkan pihak dinas kesehatan dapat membantu memberikan dukungan dan pembinaan kepada relawan Rumah Relawan Dhu’afa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan untuk meningkatkan keefektifan perawatan yang diberikan.
Implementation of the Exclusive Breastfeeding Program at the Umban Sari Health Center, Rumbai District, Pekanbaru City: Implementasi Program Asi Eksklusif Di Puskesmas Umban Sari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Cindy Friskhilia Tarigan; Jasrida Yunita; Ahmad Hanafi; M.Dedi Widodo; Siska Mayang Sari
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss2.21

Abstract

Exclusive Mother's Milk (ASI) is breast milk that is given to babies from birth to 6 months without providing additional food or replacing it with other foods or drinks, except drugs, vitamins and minerals. Breast milk also contains colostrum which is rich in antibodies, because it contains protein to maintain the baby's immune system and kills germs in high quantities which can also reduce the risk of death in infants. Umban Sari Public Health Center, Rumbai District, is the area with the lowest coverage percentage, which is 48.5%. The problems found at the Umban Sari Health Center related to this exclusive breastfeeding program are HR/Health Personnel, Facilities and Infrastructure, Funding, Coordination, Counseling and Counseling. The purpose of this study was to determine the implementation of the exclusive breastfeeding program at the Umban Sari Health Center, Rumbai District in 2022. This type of research was a qualitative research with descriptive research methods to 8 informants consisting of the Head of the Puskesmas, PJ ASI, 2 Posyandu Cadres, 2 Mothers. Pregnant, Lurah and RW. This research was carried out in April 2022 at the Umban Sari Health Center, Rumbai District, Pekanbaru City in 2022. The results of this study indicate that human resources / health workers are still not optimal because there are still many who have double jobs and there are still no facilities and infrastructure such as diaper changing tables. for babies, breast pumps, etc. and for funding, namely the unavailability of special funds related to the exclusive breastfeeding program, for the coordination itself it has been going well but not specifically for the exclusive breastfeeding program but for all programs and for counseling activities, namely the lack of community participation and support from family during the implementation of this activity and for the outreach activities themselves, which are not carried out routinely every month and community participation is also still low
Analysis of Nurse Workload in the Inpatient Room of the Bangkinang Regional General Hospital (RSUD) in 2022: Analisis Beban Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang Tahun 2022 Delfia Febri Anisa; Siska Mayang Sari; Leon Candra; Ahmad Satria Efendi; Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.49

Abstract

The workload is the main aspect that forms the basis for the calculation. The increasing number of patients who are hospitalized causes the workload of health workers to be heavier, one of which is a nurse. The purpose of this study was to find out how the workload of nurses in the inpatient room at the Bangkinang Regional General Hospital in 2022. This study was a qualitative study with in-depth interviews and observations with 10 nurses, the variables studied were available working time, work units & categories. HR, workload standards, slack standards and the number of manpower requirements. The data checking technique uses the WISN method. Based on the results of the study showed that the workload of nurses in three rooms, namely Ali (83.9%), and friends (83.4%) was considered heavy because it was more than the 80% productive work limit. While the space for fighters (64.1%) is relatively light. calculation of nurse needs based on WISN calculations, namely the Ali room is less than 12 people, the friend room is less than 9 people and the warrior room is in accordance with the needs according to WISN, which is 25 people. It is suggested to the nursing management of Bangkinang Hospital to plan the number of nursing staff needs by considering the nurse's workload. Beban kerja merupakan aspek pokok yang menjadi dasar untuk perhitungan, Semakin meningkatnya jumlah pasien yang dirawat dirumah sakit menyebabkan semakin berat beban kerja petugas kesehatan, salah satunya adalah perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Beban Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi dengan 10 perawat, variabel yang diteliti yaitu waktu kerja yang tersedia, unit kerja & kategori SDM, standar beban kerja, standar kelonggaran dan jumlah kebutuhan tenaga. Teknik pemeriksaan data menggunakan metode WISN. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat di tiga ruangan yaitu ali (83,9%), dan sahabat (83,4%) tergolong berat karena lebih dari batas kerja produktif 80%. Sedangkan ruang pejuang (64,1%) tergolong ringan. perhitungan kebutuhan perawat berdasarkan perhitungan WISN yaitu ruang ali kurang 12 orang, ruang sahabat kurang 9 orang dan ruang pejuang sudah sesuai dengan kebutuhan menurut WISN yaitu 25 orang. Disarankan kepada pihak manajemen keperawatan RSUD Bangkinang dapat merencanakan jumlah kebutuhan tenaga perawat dengan mempertimbangkan beban kerja perawat.
PENGALAMAN DOSEN DALAM MENGAJARKAN ANATOMI PADA MAHASISWA KESEHATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI Siska Mayang Sari; Wahyu Praba Yudha; Susi Erianti; Raja Fitrina Lestari; Dian Roza Adila; Rani Lisa Indra; Rian Ordila
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1475

Abstract

 Kondisi pandemi akibat COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan dalam dunia pendidikan. Penerapan protokol kesehatan menuntut diminimalkan bahkan ditiadakannya pembelajaran secara tatap muka. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali berbagai hal tentang pengalaman dosen dalam mengajarkan anatomi pada mahasiswa selama terjadinya pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan berjumlah 4 orang yang merupakan dosen yang mengajar anatomi di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Universitas Awal Bros Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan analisis data dengan teknik collaizi. Penelitian ini menemukan empat tema yaitu 1) Hambatan dosen dalam memaparkan materi anatomi tubuh manusia, 2) Masalah yang dihadapi dosen dalam mengajarkan anatomi tubuh manusia, 3) Teknik dosen dalam mengajar anatomi seperti media dan metode, dan 4) Penggunaan teknologi untuk mengajar anatomi tubuh manusia. Partisipan berharap adanya aplikasi yang interaktif tentang anatomi tubuh manusia sehingga memudahkan partisipan dalam mengajarkan topik tersebut pada masa pandemi COVID-19, kepada institusi pendidikan diharapkan untuk mengembangkan aplikasi digital guna menunjang proses pembelajaran tentang anatomi tubuh manusia.
Factors Associated with Hypertension-Risk Eating Behavior in the Elderly in the Work Area of ​​the Mining Health Center: Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Makan Beresiko Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Popi Purnama Sari; Emy Leonita; Jasrida Yunita; Siska Mayang Sari; Raviola Raviola
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.56

Abstract

Hypertension is a major risk factor that leads to cardiovascular disease. Hypertension can be controlled by regulating eating behavior, where the percentage of behavior less consumption of fruits and vegetables is the highest percentage, namely 95.4%. The purpose of this study was to determine the factors associated with eating behavior at risk of hypertension in the elderly in the working area of ​​the Tambang Health Center, Tambang District in 2022. This research method was quantitative with a cross sectional design. The sample of this research is 126 people taken by consecutive sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate with chi-square test. The results showed that there was a relationship between age (p = 0.045, OR=2,439 ), gender (p = 0.0026, OR = 2.627 ), attitude (p = 0.019, OR = 2.796 ), knowledge (p = 0.015, OR = 2.851 ) , the role of health workers (p = 0.007, OR = 3.544 ), family support (p = 0.001, OR = 3.544 ) and the unrelated, namely education (p = 0.507) and distance to health facilities (p = 0.379), it can be concluded that factors related to eating behavior at risk of hypertension in the elderly in the work area of ​​the Tambang Health Center, Tambang District in 2022 include, age, gender, attitude, knowledge, role of health workers and family support Suggestions for the elderly are expected to routinely check blood pressure at the nearest posbindu and for health workers to increase the role of health promotion and increase the knowledge of the elderly, especially knowledge about the recommended consumption of hypertension drugs.
Optimalisasi akses pelayanan kesehatan oleh kaum dhuafa dan manajemen data pada Rumah Relawan Dhuafa berbasis web di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Siska Mayang Sari; Herianto Herianto; Raja Fitrina Lestari
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 4 (2022): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty is a social problem in society, especially in developing countries. The poor, also known as the dhu'afa in Indonesia, is a component of society that cannot be isolated and receive guaranteed protection from the state. The government carries out work programs to reduce poverty and provide services that can be reached by all levels of society. Non-Governmental Organizations (NGOs) play a role in assisting the government in carrying out its programs and serving marginal groups (including the poor). The Rumah Relawan Dhuafa Foundation is an NGO in Pelalawan district, Riau with limited facilities and volunteer skills that have carried out activities to facilitate the poor in obtaining health services. This community partnership program activity aims to overcome the problems experienced by the Rumah Relawan Dhuafa. Community service programs carried out during June September 2022 in the form of 1) Designing an administrative information system for the Rumah Relawan Dhuafa, 2) Designing an application for the Rumah Relawan Dhuafa, 3) Providing counseling, training, and guidance on SOPs for service/patient admissions, and 4) Providing counseling, Training and mentoring for volunteers related to first aid handling skills. After a series of service activities were carried out, the results obtained were the formation of a home for poor volunteers, increased knowledge and skills of volunteers regarding the use of application systems, preparation of standard operating procedures for patient acceptance, and first handling of accidents, those will be used by the volunteer in RRD to facilitated the Dhuafa to receive the health care services.
THE IMPLEMENTATION OF PRECEPTORSHIP MODEL IMPROVE COMPETENCY ACHIEVEMENT OF NURSING CLINICAL STUDENTS Siska Mayang Sari; Ennimay Ennimay; Erna Marni; Yeccy Anggreny
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 2, No 1 (2017): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.053 KB) | DOI: 10.24990/injec.v2i1.128

Abstract

Nursing clinical study as purpose to create a nurse graduate which have competency include cognitive, skills and good manner, be able to give nursing  and health services with apply the nursing principles and rules in the  health system services. The achievement of student’s competency is obtain by selection of appropriate of learning models. Preceptor ship is one of the learning model in clinical study. The research aims to analyze the implementation of preceptor ship model toward competency achievement of nursing clinical students. This first years is a observational quantitative study. Samples was taken by consecutive sampling to 38 preceptees and 38 preceptors. The data was taken by checklist instrument. The data processing used univariate and bivariate within chi-square. The results showed that 20 (52.6%) preceptors were good in preceptor ship implementations and 18 (47.6%) preceptors were less good. While that the competency of student’s achievement results showed that amount 21 (53.3%) were achieved and amount 17 (44.7%) were half achieved. Chi-square result showed that p-value 0.010 (<0.05) which means there were correlation between implementation of preceptorship model toward competency achievement of nursing clinical students. This research recommended preceptor ship model into clinical learning towards enhance the competency achievement of students.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Harga Diri Pasien Kanker Yang Menjalani Menjalani Kemoterapi Silvia Ajis; Erna Marni; Siska Mayang Sari
Journal of Nursing Innovation Vol 1 No 1 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.124 KB)

Abstract

Pendahuluan: Sikap, tindakan dan penerimaan keluarga adalah bentuk dukungan keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan khususnya pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap harga diri pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien kanker dengan kemoterapi diruang seruni RSUD Arifin Achmad berjumlah 127 orang. Sampel berjumlah 96 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner serta analisis data menggunakan uji statistik Chi- square. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan dukungan keluarga tinggi dan memiliki harga diri tinggi sebanyak 43 responden (44,8%) dan responden dengan dukungan keluarga rendah dan memiliki harga diri rendah sebanyak 26 responden (27,1%). Hasil uji statistik didapatkan nilai Pvalue 0,000 (<0,05) yang bermakna terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan antara dukungan keluarga dengan harga diri pasien kanker. Disarankan kepada keluarga untuk dapat meningkatkan dukungan kepada anggota keluarga yang menjalani kemoterapi.
FACTORS AFFECTING THE ANXIETY LEVEL OF PRE-SURGICAL PATIENTS IN HOSPITAL Maulidia Khairani; Siska Mayang Sari; Rani Lisa Indra
Jurnal Riset Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): MAY 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v12i1.9618

Abstract

A surgical procedure may induce psychological reactions in patients, including pre-surgical anxiety. Pre-surgical anxiety can influence the surgical process and patients’ health status after the surgery. Mild, moderate, and severe anxiety are some of the psychological responses to surgical procedures. Patients' anxiety before surgery is affected by internal and external factors. 30 respondents had the most anxiety levels of moderate preoperative patients, with 12 respondents (40%) and 18 respondents (60%) having surgical with mild preoperative anxiety levels. There were 25 respondents with less knowledge. There were 16 respondents (64%) with mild anxiety levels and 9 (36%) with moderate anxiety levels. 55 respondents with high family support, there were 48 respondents (87.3%) with moderate anxiety levels, there were 5 respondents (7.4%) with severe anxiety levels and 2 respondents (3.6%) with mild anxiety levels. The exact cause of anxiety is unknown, but it is thought to factor in experience, knowledge, and family support or RSUD Arifin Achmad, Riau Province. The study aims to describe factors that influence anxiety in patients’ pre-operation. The research instrument was a questionnaire through validity and reliability tests. Univariate and bivariate analyses were applied. The research instrument was a questionnaire through validity and reliability tests. The research showed no significant correlations between experiences, knowledge, and family support with the patients’ anxiety (p-value0.05). It was suggested that the hospital should concern with factors correlated with pre-surgical patients' anxiety and increase the quality of nursing care.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJAAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT PELINDO MULTI TERMINAL BRANCH DUMAI TAHUN 2023 Nurfarahul Rahman M; Arief Wahyudi; Siska Mayang Sari; Nur’aina Basir; Nurhapipa Nurhapipa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18102

Abstract

Manajemen risiko adalah aktivitas terkoordinasi yang dilakukan untuk mengarahkan dan mengelola organisasi dalam rangka menangani risiko lalu diarahkan menuju pengelolaan potensi ancaman maupun kesempatan secara efektif. Penelitian ini bertujuan Untuk diperolehnya informasi mendalam analisis manajemen risiko keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada pekerjaan bongkar muat peti kemas di PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai tahun 2023. Di PT. Pelindo ditemukan masih adanya pekerja yang tidak menggunakan APD lengkap dengan potensi bahaya pekerjaan dan risiko pada pekerjaan bongkar muat peti kemas di PT. Pelindo antara lain tertimpa material atau benda berat, tergelincir dan terjatuh. Metode yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analitik dengan obsevasi langsung dan wawancara mendalam kepada 4 orang informan yaitu, 1 orang Supervisor, 2 orang HSSE Officer dan 1 orang Foreman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada penilaian dan penentuan tingkat risiko ditemukan sebanyak 39 sumber bahaya (hazard) dan menimbulkan 63 Risiko kecelakaan dalam 6 proses kerja, yang termasuk 10 risiko dengan kategori rendah (Low), 15 risiko dengan kategori sedang (Medium), 38 risiko dengan kategori tinggi (High) yaitu : kecelakaan truck, tenggelam, terjatuh dari ketinggian peti kemas, tergores sling crane, patah kaki terjatuh dari tangga/peti kemas, tangan terjepit/tergores, meninggal tertimpa peti kemas, cacat tubuh dan cedera berat. Disarankan kepada PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai agar memperhatikan kegiatan di lapangan pada setiap proses bongkar muat peti kemas sehingga tidak ada terjadinya kecelakaan di lapangan pada saat bekerja.