Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Potensi Wisata dengan Pendekatan Sapta Pesona di Desa Wanagiri Kauh Tabanan Bali I Made Bayu Wisnawa; Ni luh Wayan Sayang Telagawathi; Ni Nyoman Rusmiati; I Made Hedy Wartana; I Ketut Budiasa
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v6i1.57809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: i) kondisi terkini Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan Bali, ii) potensi wisata yang dapat dikembangkan dan iii) mengkaji kedala utama yang dihadapi dan upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mengembangkan potensi wisata berdasarkan Sapta Pesona. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yang mengandalkan observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: i) Desa Wanagiri Kauh merupakan desa agraris dengan potensi wisata yang belum berkembang, ii) potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain, wisata alam dan wisata budaya iii)kendala utama yang dihadapi adalah lemahnya wawasan masyarakat desa terhadap pariwisata, sehingga dibutuhkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pariwisata. Sapta Pesona sudah tercermin dalam kehidupan masyarakat desa, hanya unsur kenangan yang belum ada, meskipun banyak potensi yang dapat dikembangkan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WISATAWAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA COFFEE SHOP DI KAWASAN DENPASAR Muhammad Fadhil Ikhsan; I Made Bayu Wisnawa; Ni Nyoman Rusmiati
Journal of Applied Management Studies Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Management Studies
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/jamms.v5i1.107

Abstract

This research aims to determine: i) the factor that determines tourists buying at coffee shop in the Denpasar area, and ii) the dominant factor that determine tourists decide to buy at coffee shop. The analytical tool used in solving this problem is factor analysis using the SPSS (Statistics Package of Social Science) 24.0 version for windows software program. The results of the research show that: i) the factor that determines tourists buy at coffee shop in the Denpasar area which include: Main factor (coffee shop facilities, name/brand, product price and building design) this factor is the dominant factor that determines tourists buy at coffee shop in the Denpasar area, Supporting Factor (strategic location, encouragement of local people, personal income and lifestyle), Convenience Factor (payment system, cleanliness of the coffee shop and parking facilities), Motivational Factor (discounted prices and expectations of satisfaction), Trust Factor (labor and promotional media), and ii) the dominant factor that determines tourists buy coffee shops in the Denpasar area is the Main Factor, this factor is formed by the variant of coffee shop facilities, name/brand, product price and building design
Pengelolaan Kualitas Layanan Di Palms Restaurant Holiday Inn Resort Baruna Bali I Made Bayu Wisnawa; Arief Nugraha Utomo; Ni Nyoman Rusmiati
Journal Research of Management Vol. 6 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/jarma.2025.6251

Abstract

The hospitality industry in Bali continues to experience rapid growth, increasing competition among hotels and restaurants to provide high-quality services that satisfy customers. This study focuses on Palms Restaurant at Holiday Inn Resort Baruna Bali, aiming to identify the challenges faced by management in enhancing waiter service quality and to analyze the strategies implemented to overcome these challenges. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through direct observation, interviews with management and staff, and documentation during the period from January to May 2025. The research revealed that management struggles with uneven waiter skill levels, ineffective internal communication, and operational pressures during peak times. To address these issues, a holistic management approach was adopted, emphasizing cleanliness, consistent service delivery, responsiveness to customer complaints, and personalized, empathetic interaction. Regular training, briefings, and evaluations were pivotal in maintaining service reliability and customer trust. The study contributes to the body of knowledge by providing empirical evidence on effective management practices in the hospitality sector that improve service quality and customer satisfaction. Practically, it offers actionable insights for hotel restaurants aiming to enhance waiter performance and operational efficiency. Future research is recommended to explore deeper psychological and motivational factors affecting waiter performance and to investigate the impact of digital communication and ordering systems on operational efficiency and service excellence.
Kapabilitas Pemasaran Digital Berkelanjutan Dan Daya Saing Destinasi: Model Tata Kelola Dan Keterlibatan Untuk Industri Pariwisata Bali Ni Nyoman Rusmiati; I Gusti Nyoman Wiantara
Journal Research of Management Vol. 7 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/jarma.2025.7173

Abstract

Transformasi digital menghadirkan peluang dan tantangan bagi daya saing destinasi pariwisata Bali, khususnya dalam integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan. Penelitian ini   bertujuan   untuk   menganalisis   pengaruh   kemampuan   pemasaran   digital berkelanjutan terhadap daya saing destinasi dengan model tata kelola kolaboratif sebagai variabel moderasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran  secara  penjelasan  berurutan.  Data  kuantitatif  dari  245  responden dianalisis dengan SEM-PLS, dan data kualitatif dari 18 informan kunci dianalisis secara  tematik.  Hasil  penelitian  membuktikan  bahwa  kemampuan  pemasaran digital berkelanjutan memiliki efek positif dan signifikan terhadap daya saing destinasi (β=0,385, p<0,000). Temuan utama mengungkapkan bahwa tata kelola kolaboratif tidak hanya memiliki efek langsung (β=0,294) tetapi juga memperkuat hubungan antara dua variabel (β=0,156, p<0,000). Studi ini menyimpulkan bahwa membangun ekosistem pemasaran digital yang dikelola dan kolaboratif merupakan prasyarat penting untuk meningkatkan daya saing destinasi secara berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan model tata kelola destinasi di era digital yang dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri.