Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran Gender dalam Kajian Ilmu Falak Sudarmadi Putra
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v2i1.15

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang definisi peran gender dalam keilmuan falak. Pendekatan ilmu Falak dari sudut feminis ternyata hanyalah sebagai upaya dan usaha kaum feminis untuk mengkaji Islam dari segi gender, yang bermula dari bentuk ketidakpuasan kaum feminis dalam kajian Islam terhadap perempuan, hal ini terjadi karena adanya salah pengertian terhadap definisi keadilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian menempuh beberapa langkah klasifikasi dan verifikasi. Hasil penelitian menerangkan bahwa kesempatan akses dan partisipasi secara proporsional diberikan kepada perempuan dalam bidang ilmu falak dengan tetap menjaga kodrat alamiahnya sebagai perempuan, maka kesadaran bersama itu dimungkinkan untuk mengurangi tindakan diskriminatif terhadap perempuan yang sesungguhnya. berdasarkan pendapat dan argumentasi yang telah disebutkan maka para kaum hawa kesaksiannya (syahadahnya) bisa diterima dengan syarat dan ketentuan
Relasi Manusia dengan Alam Semesta: Sebuah Kajian Literatur Islam: Anisa Zulfa Maqfirah*, Sudarmadi Putra Anisa Zulfa Maqfirah; Sudarmadi Putra
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 1 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/2vbdek09

Abstract

Humans are sovereign as caliphs of the earth because, as God's creatures, they differ from other species in their specificity. Humans need the means, the universe and everything in it, to actualize the meaning of the caliphate. From the perspective of the Koran, this article aims to examine more deeply the ideas about nature and humanity and their relationship. Apart from that, this article also attempts to discuss human ethics towards the environment; humans are responsible for protecting and preserving the environment. The author will use a qualitative descriptive method in studying this problem by examining the verses of the Koran that are relevant to the relationship between humans and the environment or universe. From this study, it was concluded that the relationship between humans and the natural environment is interdependent; on the one hand, humans can utilize nature for the benefit of their lives, but at the same time humans have the responsibility to care for and preserve the universe. This is possible because humans are caliphs, one of whose three things is carrying out the mandate to protect nature from damage, as well as having ethics towards nature and the environment where humans live.
Fajar Shodiq Dalam Pandangan Mufassir Modern-Kontemporer Telaah Waktu Shalat Subuh Sudarmadi Putra
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2024): April : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i2.1104

Abstract

The definition of dawn shodiq that has been understood so far is the scattering of light on the eastern horizon, starting to become bright towards morning when the sun is -20 degrees below the eastern horizon. Fajr shodiq is a sign of the beginning of the dawn prayer time. Fajr is one of the five daily obligatory prayers which is a spiritual obligation for Muslims. The discourse on dawn shadiq and the beginning of Fajr time has emerged in at least the last eight years. Especially when some Muslim communities driven by Qiblati began to observe the dawn of sadiq in a number of places in the provinces of East Java, Central Java and the Special Region of Yogyakarta. Qiblati publishes the results physically and electronically. Qiblati claims that the start of dawn time in Indonesia is too fast, namely between 12 and 24 minutes compared to when shadiq dawn begins to be observed. If this Qiblati opinion is correlated with the position of the Sun, it is found that the beginning of Fajr time according to Qiblati occurs when the height of the Sun is between minus 17° to minus 14°
Tabarruk dalam Perspektif Agama Islam Fathimah Naufel Baradja; Sudarmadi Putra
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): APRIL: JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v2i2.1667

Abstract

Tabarruk is a practice that hopes for blessings from Allah Ta'ala. Tabarruk itself is divided into 2, namely; Tabarruk is permitted and Tabarruk is prohibited. Tabarruk which is prohibited can plunge the perpetrator into the abyss of shirk. Indeed, only Allah is the best place to hope for blessings in life.
Analisis Manajemen Waktu pada Surat Al Ashr dalam Tafsir Al Qur’an Al Adzim Karya Ibnu Katsir Pindra Rama Ardiansa; Sudarmadi Putra
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 2 No. 2 (2024): APRIL: JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v2i2.1674

Abstract

This research aims to analyze the concept of time management contained in Surah Al Ashr through the interpretation of Al Quran Al Adzim by Ibnu Katsir. The method used in this research is a literature study using a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out using documentation study techniques. The research results show that in Surah Al Ashr, Allah swears in the name of time. In Surah Al Ashr, people are said to lose money if they cannot manage their time well. Also mentioned are the groups of people who are not included as people who suffer losses, namely people who believe, do good deeds, give advice in the truth and people who are patient.
Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Software Macromedia Flash di Madrasah Tsanawiyah Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an Kelas VII B Tahun Ajaran 2022/2023 Mahardika, Sofa Wibi; Sudarmadi Putra
Shaut al Arabiyyah Vol 12 No 1 (2024): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v12i1.47873

Abstract

Hasil belajar santri sangat penting karena merupakan suatu gambaran tingkat keberhasilan dari kegiatan proses belajar mengajar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya variasi pengajaran dan kurangnya minat belajar santri dalam pengajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an kelas VII B tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengambil subyek santri kelas VII B MTs Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an yang berjumlah 30 santri. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, penerapan pembelajaran bahasa Arab dengan media software macromedia flash terhadap santri kelas VII B MTs Tahfizhul Qur’an Qoryatul Qur’an mendapatkan hasil yang cukup baik. Dilihat dari analisis data yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan hasil dan minat belajar santri setelah menggunakan media software macromedia flash
Penggunaan Metode Audiolingual dalam Maharah Istima' di Madrasah Tsanawiyah Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta Yusuf Al-Ayubi, Shalahudin; Sudarmadi Putra; Mokodenseho, Sabil
Journal of Education Research Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i4.530

Abstract

Metode audiolingual merupakan satu metode dalam pembelajaran bahasa asing yang menitikberatkan pada keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Sementara maharah istima' atau kemampuan menyimak adalah salah satu dari empat kemampuan bahasa dalam bahasa Arab. Maharah istima bertujuan untuk melatih kemampuan dasar manusia dalam mendengarkan bahasa terutama dalam bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan, langkah-langkah, teknik, kelebihan dan kekurangan metode audiolingual dalam maharah istima' di Madrasah Tsanawiyah Al Kahfi Hidayatullah Surakarta. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, sedangkan metode dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informasi dari guru bahasa Arab dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pembelajaran maharah istima’ dijadikan data primer, sedangkan buku dan artikel jurnal dijadikan data sekunder. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: penggunaan metode audiolingual untuk kemahiran menyimak bertujuan agar siswa dapat memahami pembicaraan pembicara dengan benar dan baik tanpa merasa kesulitan; langkah-langkah penggunaan metode audiolingual meliputi penyajian teks dialog, siswa menghafal dialog, penyajian kalimat pola dialog, mendramatisir dialog, dan guru meminta siswa menyusun kalimat sesuai dengan pola kalimat dalam dialog; teknik yang digunakan dalam penggunaan metode audiolingual adalah mendengarkan dialog, menghafal dialog, mendikte, dan menghubungkan kata-kata; kelebihan metode audiolingual adalah siswa menjadi mahir dalam membentuk pola kalimat, mempunyai pengucapan yang baik dan benar, aktif berdialog, dan memperoleh pengalaman berbahasa secara langsung, sedangkan kekurangannya adalah siswa cenderung meniru karena kurang memerhatikan saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode audiolingual dalam maharah istima’ efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab.