Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Anxiety/Uncertainty Management sebagai Pengelolaan Dampak dari Fenomena “Catcalling” Melati Budi Srikandi; Mira Adita Widianti
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini terdapat fenomena catcalling membaur menjadi hal biasa yang terjadi di masyarakat. Catcalling didefinisikan sebagai siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual dan tidak diinginkan dengan korbannya yang rata-rata adalah seorang perempuan. Rendahnya literasi mengenai pelecehan seksual secara verbal ini menjadi pemicu terjadinya catcalling secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka untuk untuk melihat kontribusi disiplin ilmu komunikasi dalam membantu mengelola dampak dari pelecehan seksual secara verbal, serta untuk menelaah apakah Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) dalam komunikasi memiliki peranan dalam mengelola dampak catcalling sehingga korban catcalling dapat kembali beraktivitas. Maka dilakukan studi pustaka mengenai perkembangan budaya populer, catcalling di Indonesia, kecemasan komunikasi interpersonal, dan Anxiety/ Uncertainty Management Theory. Hasil studi pustaka menunjukkan korban catcalling yang notabene adalah kaum perempuan mengalami kecemasan dan ketakutan pacsa mengalami catcalling. Untuk menangani hal tesebut, terdapat konsep-konsep dasar pada AUM yang dapat menjadi landasan atau pertimbangan korban catcalling dalam mengelola dampak yang terjadi dalam dirinya. Konsep-konsep dasar AUM dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pasca menghadapi peristiwa catcalling adalah self-concept atau konsep diri, kemudian proses situasional dalam catcalling, motivasi melawan catcalling, serta mengantisipasi terjadinya catcalling pada diri sendiri.
Kreativitas Menjadi Pendapatan: Pemanfaatan TikTok Menjadi Media Penghasilan di Era 5.0 Mira Adita Widianti; Ahyuni Maulidia; Annisa Fee Amanda; Viera Latifah Azahra
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era sekarang, media sosial mampu menjadi salah satu platform yang menyediakan lahan pekerjaan. Contohnya media sosial TikTok yang sedang menjadi kegemaran di berbagai kalangan, terutama pada generasi muda. Penelitian menunjukan bahwa media sosial TikTok yang biasanya hanya sebagai media eksistensi diri, kini menjadi aplikasi yang digunakan sebagai media penghasil pendapatan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh pemilik akun tiktok @ravie.pie yang memiliki sebanyak 2.7M (Juta) pengikut dan @awwkey4 memiliki sebanyak 281.3K (Ribu) pengikut. Dengan jumlah pengikut yang banyak dan unggahan konten pemasaran produk, kedua akun tersebut mendapatkan penghasilan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukan beberapa poin penting, seperti membangun kreativitas pemasaran produk untuk menarik perhatian publik, pemilihan waktu yang efektif untuk mengunggah konten, dan  tantangan tersendiri bagi pemilik akun dalam mengembangkan kreativitas konten. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa media sosial  TikTok memberikan akses dalam menghasilkan pendapatan dengan cara yang mudah serta memacu kreativitas dalam berinovasi bagi pengguna dan juga mitra kerja untuk terus berkontribusi menggunakan aplikasi ini, yang nyata nya mampu memberikan lahan pekerjaan untuk berbagai kalangan dengan cara yang unik dan gaya baru dalam berpenghasilan di Indonesia.
Social Media Based Personal Branding Training: How Students of SMK Budi Asih Jakarta Attract Recruiters’ Attention Yudha Pradhana; Vivitri Endah Andriani; Mira Adita Widianti; Firyal Nailah Khansa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 no 2 July 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v2i2.1573

Abstract

The rapid development of information and communication technology has transformed recruitment practices, with social media emerging as an essential platform for building professional identity and attracting recruiters’ attention. However, many vocational high school students still lack an understanding of how social media can be utilized for career development. This community service program aimed to enhance the understanding and skills of students at SMK Budi Asih Jakarta in developing personal branding on social media as a strategy to improve work readiness. The program employed a face-to-face training method using a participatory approach, including material presentations, interactive discussions, hands-on practice in developing professional profiles, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Training materials covered fundamental concepts of personal branding, digital communication strategies, professional social media profile management, and the use of visual content to strengthen professional self-image. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of personal branding, their ability to manage professional digital identities, and increased confidence in presenting their potential in digital environments. The training contributed positively to students’ readiness to face the modern workforce, which increasingly requires digital competencies and strong professional self-presentation. This program is expected to serve as a sustainable model for developing digital competencies among vocational high school students.
Leveraging new media for the branding of pinge tourism village Mira Adita Widianti; Ridhwan Sepriandana
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.656

Abstract

New media is common in the digital era. New media is media that is connected to the internet, allowing it to be accessed by the wider community anywhere and anytime. Some of the new media familiar to mass media are social media and websites. The use of new media can be utilized if people want to know about certain brands, products or services. Through new media, users can actively participate openly and interactively to convey, receive, and discuss new ideas as a basis for making better business decisions. The use of new media can be applied in forming a Tourism Village brand. This research focuses on how to use new media to establish the brand of Pinge Tourism Village, Tabanan Regency, Bali. Data were collected from interviews with the management of the Pinge Tourism Village, analysis of social media and the Pinge Tourism Village website, and direct observation at the research location. The method used is a qualitative research approach that explores how the Pinge Tourism Village brand was formed through new media. The results show that Pinge Tourism Village utilizes social media using the main features of Facebook and is in accordance with the branding concept. They also use websites for branding.