Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pergeseran Makna Dalam Penerjemahan Syair Populer di Gowa Tedi Dwi Firmansyah; Tarman Tarman; Muh. Ali Imran
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i2.1124

Abstract

This research aims to determine the shift in meaning in the translation of popular poetry in Gowa. The data sources used in this research are books, or various sources or references on the internet, by comparing the original text and translations in Indonesian. The research results found that regarding shifts in meaning in the translation of popular poetry in Gowa, 26 pieces of data were found that experienced shifts in meaning. A total of 15 data experienced a shift from specific to generic meaning, and 11 data experienced a shift from generic to specific meaning. Shifts from specific to generic meaning or vice versa are often found in interjection translations. Interjections in Indonesian and Makassar languages ​​both vary, but the use of interjections in both languages ​​must still pay attention to the context of the utterance.
Peningkatan Kemampuan Membaca Ekstensif Melalui Metode SQ3R Siswa Kelas IV SD Negeri Jonjo 1 Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa Sri Wahyuni; Tarman Tarman; Abdan Syakur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i2.3012

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca ekstensif melalui metode Survey, Question, Reading, Recite. Review (SQ3R) pada siswa kelas IV SD Negeri Jonjo I Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca ekstensif melalui metode Survey, Question, Reading, Recite. Review (SQ3R) pada siswa kelas IV SD Negeri Jonjo I Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini digunakan adalah penelitian tindakan kelas (class action research) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan. Prosesdur penelitian ini terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Jonjo I sebanyak 24 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I siswa yang tuntas hanya 12 orang atau sekitar 50% yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Sedangkan pada siklus II terdapat 24 siswa sebanyak 100% setelah memenuhi KKM dan secara klasikal sudah terpenuhi rata-rata yang diperoleh sebesar 86 atau berada pada kategori tinggi.
PENDAMPINGAN DALAM MENGINTEGRASIKAN LITERASI DIGITAL UNTUK PEMBELAJARAN PADA GURU SDN 35 TONASA II KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Muh. Ali Imran; Nurtinasari Nurtinasari; Feren Pratiwi Pomalingo; Ummu Khaltsum; Tarman Tarman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41016

Abstract

Kurikulum  merdeka  memberikan  keleluasaan  kepada  pendidik  untuk  menciptakan  pembelajaran berkualitas. Untuk menciptakan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan, maka seorang guru harus  bisa  memanfaatkan  media pembelajaran  dengan  perangkat  digital. Oleh  kerena  itu, perangkat  digital digunakan dalam pembelajaran untuk menunjang keberhasilan guru mengajar. Berdasarkan pengamatan awal TIM PKM di SDN 35 Tonasa II Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bahwa masih terdapat guru yang tidak bisa menjangkau perangkat digital untuk pembelajaran seperti yang paling sederhana, gawai yang digunakan. Permasalahannya yaitu lebih banyak guru yang tidak bisa mengoperasikannya untuk digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Tujuan pelaksanaan PKM  ini  lebih  ditekankan pada  pendampingan  agar  guru  lebih  memaksimalkan  literasi  digital  dalam pembelajaran.  Target Capaian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah  guru  SDN 35 Tonasa II Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dalam  mengintegrasikan  literasi  digital pada pembelajaran. Pelaksanaan  pengabdian  masyarakat  ini menggunakan  metode  partisipasi  langsung  para  peserta  pendampingan.  Adapun  langkah-langkah  yang dilakukan  yaitu  observasi  awal, perencanaan,  persiapan  pendampingan,  pelaksanaan  pendampingan,  dan evaluasi.Kegiatan Pendampingan  Mengintegrasikan Literasi Digital untuk Pembelajaran bagi Guru SDN 35 Tonasa II Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan      berhasil   terlaksana   sesuai   rencana.   Materi   inti   disampaikan   kepada   peserta   sesuai   jadwal pendampinganselama 3 hari, secara daring dan luring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan warna  yang  baru  dalam  pembelajaran.  Guru    mulai  berlomba-lomba  memanfaatkan  perangkat  digital  untuk pembelajaran. Bukan hanya itu, setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan selalu mengintegrasikan literasi digital sehingga memberikan  perubahan  dan  keberhasilan  dari  bentuk  pembelajaran  konvensional  menjadi pembelajaran berbasis digital.
Selective Adaptation Under Globalization: Cultural Resistance and the Maintenance of Pasang Ri Kajang in the Kajang Indigenous Community, South Sulawesi Sulvahrul Amin; St. Haniah; Tarman Tarman; Lola Abdullaeva
Komunitas Vol. 18 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v18i1.40817

Abstract

Globalization is often described as a homogenizing force, yet indigenous communities actively interpret and regulate external influences through their own cultural logics. This article examines how the Ammatoa Kajang community of South Sulawesi maintains Pasang Ri Kajang while negotiating pressures from schooling, markets, religion, tourism, and communication technologies. Drawing on anthropological theories of globalization, adaptation, and cultural resistance—particularly Appadurai’s cultural flows, Sahlins’ indigenization of modernity, Steward’s cultural ecology, Scott’s everyday resistance, Barth’s ethnic boundaries, and Lamont and Molnár’s social boundary framework—this study conceptualizes Kajang resilience through two mechanisms: boundary work and Pasang-based moral filtering. Based on qualitative fieldwork in Tana Toa Village, including non-participant observation, unstructured interviews, and documentation, the article shows that the inner–outer spatial division functions as a moral and institutional infrastructure. External elements are not simply accepted or rejected; they are evaluated according to kamase-masea, ecological restraint, honesty, humility, and communal solidarity. Practices considered useful but morally risky are relocated to the outer domain, while the inner customary domain remains protected as a low-tech, ethically regulated space. The study contributes to sociological and anthropological debates on globalization and indigenous resilience by demonstrating that cultural resistance is not isolation from change, but an organized process of selective adaptation rooted in Pasang Ri Kajang.