Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Karakteristik Mineralisasi dan Alterasi Transisi Porfiri-Epitermal pada Sistem Porfiri-Epitermal Prospek Onto, Dompu, Sumbawa, Indonesia: Karakteristik Mineralisasi dan Alterasi Transisi Porfiri-Epitermal pada Sistem Porfiri-Epitermal Prospek Onto, Dompu, Sumbawa, Indonesia Putra, Z A Munarfan; Hermansyah, Wahyu; Erintina, Melinda Dwi; Ubaidillah, Aji Syailendra; Syarbini, Khatib; Dermawan, Iwan; Farwati, Baiq Esti Mila; Irawan, Baiq Brilliant Vani; Faesal, Andi
Jurnal Ilmiah Giga Vol 28 No 2 (2025): Volume 28 Edisi 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v28i2.4293

Abstract

Penelitian ini mengkaji prospek onto di busur Sunda bagian timur, koridor magmatis Sunda–Banda yang prospektif terhadap endapan emas–tembaga porfiri dan epitermal, dengan tujuan mengkarakterisasi alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih untuk memahami hubungan sistem porfiri dan epitermal sulfidasi tinggi. Metode kualitatif meliputi studi lapangan, logging inti bor VHD039, VHD055, dan VHD086, serta analisis petrografi dan mikroskopi bijih. Hasil menunjukkan intrusi porfiri Onto mengalami tumpang-tindih alterasi argilik lanjut akibat fluida epitermal sulfidasi tinggi, dengan zonasi vertikal dari bawah ke atas berupa kuarsa–piropilit ± diaspor, kuarsa–alunit–piropilit, kuarsa vuggy residual, kuarsa–alunit, kuarsa–dikit, kuarsa–kaolinit, hingga ilit–smektit, serta dominasi mineral alterasi temperatur tinggi seperti kuarsa–alunit dan kuarsa–alunit–piropilit ± diaspor. Mineralisasi tembaga–emas didominasi kovelit–pirit yang berasosiasi dengan alterasi kuarsa–alunit pada kedalaman ±300 m, berkembang sebagai diseminasi, pengisi urat kuarsa tipe A–B, dan inklusi dalam pirit, dengan tekstur vuggy terisi kovelit, pirit, dan sulfur alami; secara keseluruhan, alterasi argilik lanjut yang intens dan dominasi kovelit–pirit–sulfur mengindikasikan Prospek Onto sebagai sistem porfiri terawetkan yang tertumpang-tindih oleh sistem epitermal sulfidasi tinggi (lithocap), mencerminkan lingkungan mineralisasi transisi yang kompleks.
Pemanfaatan Air Tanah melalui Pemetaan Lapisan Akuifer menggunakan Metode Geolistrik di Dasan Tapen, Lombok Barat Melinda Dwi Erintina; Aji Syailendra Ubaidillah; Andi Faesal; Iwan Dermawan; Khatib Syarbini; Wahyu Hermansyah; Heni Pujiastuti; Acop Firmansyah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/sr7p0s47

Abstract

Minimnya data mengenai kondisi hidrogeologi bawah permukaan menyebabkan pemanfaatan air tanah oleh masyarakat Dusun Dasan Tapen, Kabupaten Lombok Barat, belum berlangsung secara optimal, terutama pada periode kemarau. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengaplikasikan metode geolistrik resistivitas dalam mengindetifikasi lapisan akuifer sekaligus memberikan pemahaman teknis kepada warga dan aparatur desa sebagai landasan perencanaan penyediaan air bersih yang lebih tepat guna dan berkelanjutan. Tahapan kegiatan mencakup koordinasi awal dengan mitra, pengukuran lapangan menggunakan konfigurasi Schlumberger, pemrosesan serta interpretasi data resistivitas dua dimensi, serta penyampaian hasil kepada masyarakat melalui peta bawah permukaan dan rekomendasi titik pengeboran. Temuan lapangan memperlihatkan beberapa zona dengan nilai resistivitas rendah hingga menengah pada kisaran kedalaman 40-80 m yang diidentifikasi sebagai lapisan berbutir pasir jenuh air dan dinilai layak sebagai sasaran sumur produksi, sedangkan kegiatan sosialisasi turut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai karakter akuifer setempat dan urgensi pengelolaan air tanah secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan metode geolistrik dalam skema pengabdian tidak hanya berfungsi sebagai sarana alih teknologi, tetapi juga menghasilkan produk aplikatif berupa peta akuifer dan panduan teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dalam merencanakan penyediaan air bersih.
Pengenalan dan Sosialisasi Potensi Hotspring Oi Pana di Hu’u, Kabupaten Dompu Sebagai Manifestasi Geologi Permukaan ZA Munarfan Putra; Andi Faesal; Aji Syailendra Ubaidillah; Melinda Dwi Erintina; Maritsha Safa Felisa
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p7y4f121

Abstract

Hu’u hot spring is a natural resource that emerges as a surface geological manifestation related to subsurface geothermal activity and has scientific and educational value for the local community. However, local community understanding of the geological processes, characteristics, and potential utilization of the hot spring remains limited, resulting in underutilization that is not yet knowledge-based or sustainable. This community service program aimed to introduce the potential of the Hu’u hot spring as a surface geological manifestation and to improve community awareness and understanding of its geological significance. The program was conducted using an educative and participatory approach, consisting of preparation, socialization and education, limited field observation, and qualitative evaluation. Educational activities were delivered through counseling sessions, interactive discussions, and simple visual media to explain basic geological concepts related to hot spring formation, while field observations were conducted directly at the hot spring site to identify observable surface manifestations. The results showed a measurable improvement in community understanding, indicated by increased participant ability to explain the origin of the hot spring, recognize key surface geological features, and articulate the importance of environmental preservation around the site. Participant engagement during discussions increased significantly, with more than two-thirds of attendees actively participating in question-and-answer sessions. The program also resulted in increased community awareness regarding the sustainable use of the hot spring as a local natural resource. Overall, this community service activity successfully enhanced geoscience literacy and provided a foundation for future community-based and sustainable utilization of the Hu’u hot spring.        
Sosialisasi Hasil Pengukuran Geolistrik untuk Eksplorasi Air Tanah di Desa Kuranji Lombok Barat Aji Syailendra Ubaidillah; Melinda Dwi Erintina; Syamsul Hidayat; Khatib Syarbini; Andi Faesal; Iwan Dermawan; Wahyu Hermansyah; ZA Munarfan Putra; Maritsha Safa Felisha; Aditya Tri Fahmi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i1.437

Abstract

Air tanah merupakan sumber daya vital yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan, terutama di daerah pedesaan yang belum sepenuhnya terlayani jaringan air bersih. Desa Kuranji, Lombok Barat, merupakan wilayah pesisir yang menghadapi permasalahan keterbatasan air bersih akibat penggunaan sumur gali dangkal yang tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi. Permasalahan ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terkait kedalaman dan potensi air tanah yang layak. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian dari Program Studi D3 Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram melakukan kegiatan eksplorasi potensi air tanah dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 April–4 Mei 2025 dan diawali dengan survei lapangan serta observasi kondisi sumur warga. Selanjutnya dilakukan akuisisi data menggunakan alat resistivitymeter, diikuti dengan pengolahan dan pemodelan data satu dimensi untuk menginterpretasi keberadaan lapisan akuifer. Hasil pengukuran menunjukkan adanya lapisan batupasir sebagai akuifer potensial yang terletak mulai dari kedalaman 12 meter. Temuan ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat melalui diskusi terbuka dan rekomendasi teknis mengenai kedalaman dan lokasi ideal pengeboran sumur. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi teknis untuk memperoleh air bersih, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan.