Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

STRUKTUR BANGUNAN TRADISIONAL MANDAILING Luthan, Putri Lynna A.; Nasution, Irma Novrianty; Jeumpa, Kemala; Jeumpa, Kemala
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA VOL 15, NO 2 (2014): JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kekhawatiran atas nilai-nilai kearifan lokal yang perlahan-lahan hilang/punah akibat perkembangan budaya. Hal ini ditandai dengan munculnya fenomena membangun kembali bangunan tradisional oleh sebagian masyarakat yang memiliki kemampuan secara finansial sebagai usaha menjunjung tinggi identitas dan jati diri budayanya, namun bentuk baru sangat jauh berbeda dari bentuk tradisionalnya Etnis yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah etnis Mandailing yang mendiami wilayah pantai barat Sumatera. Etnis ini mengalami kepunahan dari segi nilai-nilai budaya, serta pengetahuan tentang artefak budaya yang kian punah dan perlahan hancur dimakan waktu. Adanya keinginan masyarakat etnis untuk mendirikan rumah tinggal berbasis etnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktor yang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestarian kebudayaan tradisional. Perkembangan rumah tinggal di wilayah Mandailing saat ini telah bergerak ke arah yang lebih modern dengan bentuk dan gaya bangunan yang beragam. Sebelum proses kemodernan yang terlalu besar mempengaruhi masyarakat di Mandailing maka penelitian ini berkontribusi memberikan wawasan, pemahaman, dan panduan mengenai prinsip-prinsip struktur bangunan yang dilatarbelakangi oleh nilai-nilai tradisi atau budaya sebagai warisan leluhur yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Pendekatan melalui penelusuran nilai budaya bertujuan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi tradisi dan mempertahankan keberadaannya sampai kepada generasi selanjutnya. Struktur bangunan terdiri dari jenis konstrusksi seperti pondasi, balok dan tiang, pintu dan jendela serta rangka atap.
PENGEMBANGAN MODEL KONSTRUKSI BANGUNAN TRADISIONAL DI SUMATERA UTARA SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN RUMAH TINGGAL BERBASIS ETNIS SUMATERA UTARA A.Luthan, Putri Lynna; Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza; Jeumpa, Kemala
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keinginan masyarakat untuk mendirikan rumah tinggal berbasis etnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktor yang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestarian kebudayaan tradisional. Permasalahan yang ditemui adalah a) banyak ditemui bangunan ditingkat daerah yang menggunakan unsur-unsur etnis, namun rancangan bangunan yang dibuat tanpa panduan yang baku, b)banyak ditemui rumah tinggal yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya etnis dengan alasan tertentu, namun dikhawatirkan pengembangannya akan semakin tidak terarah. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan membuat peta konsep bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu yang akan dipergunakan dalam membuat model perancangan konstruksi rumah tinggal berbasis etnis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan observasi langsung bahwa,a) bentuk bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu adalah rumah panggung, b) bentuk denah dan pola susunan ruang persegi dengan orientasi kanan-kiri atau depan-belakang,c) ditemui ruang-ruang tambahan yang permanen sebagai kebutuhan baru dalam berhuni,d) bangunan terdiri dari susunan tiang-tiang tinggi jauh diatas muka tanah, dan perpaduan sistem konstruksi tradisional dan kekinian,e) bentuk ragam hias pada elemen-elemen bangunan terdapat pada tiang, atap, pagar serambi, pintu dan jendela,f) pemilihan material bersifat alami dan kayu dikombinasikan dengan material yang praktis dan mudah diperoleh pada saat ini, demi kelangsungan bangunan,g) sistem teknologi pada pondasi, tiang-balok, dan sambungan-sambungan atap adalah perpaduan teknik membangun secara tradisional dan kekinian,h) pola hidup dan kebutuhan masyarakat petani memiliki kebutuhan yang berbeda dengan masyarakat pelaut, di Mandailing dijumpai rumah dilengkapi lumbung padi dan balai adat, tidak demikian dengan Melayu, i) lokasi, orientasi rumah, dan bentuk atap merupakan pemahaman masyarakat etnis terhadap iklim, cuaca, tanggapan terhadap bencana, dan sosial masyarakatnya,j) ukuran dan besaran yang digunakan dalam parameter tradisional bersifat magis dan ditentukan secara bersama-sama dalam suatu upacara yang sakral.
PENGEMBANGAN MODEL KONSTRUKSI BANGUNAN TRADISIONAL DI SUMATERA UTARA SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN RUMAH TINGGAL BERBASIS ETNIS SUMATERA UTARA A. Luthan, Putri Lynn; Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keinginan masyarakat untuk mendirikan rumah tinggal berbasisetnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktor yang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestarian kebudayaan tradisional. Permasalahan yangditemui adalah a) banyak ditemui bangunan ditingkat daerah yang menggunakan unsur-unsur etnis, namun rancangan bangunan yang dibuat tanpa panduan yang baku,b)banyak ditemui rumah tinggal yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya etnisdengan alasan tertentu, namun dikhawatirkan pengembangannya akan semakin tidakterarah. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan membuatpeta konsep bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu yang akandipergunakan dalam membuat model perancangan konstruksi rumah tinggal berbasisetnis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan observasilangsung bahwa,a) bentuk bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu adalahrumah panggung, b) bentuk denah dan pola susunan ruang persegi dengan orientasikanan-kiri atau depan-belakang,c) ditemui ruang-ruang tambahan yang permanensebagai kebutuhan baru dalam berhuni,d) bangunan terdiri dari susunan tiang-tiang tinggi jauh diatas muka tanah, dan perpaduan sistem konstruksi tradisional dankekinian,e) bentuk ragam hias pada elemen-elemen bangunan terdapat pada tiang, atap,pagar serambi, pintu dan jendela.f) pernilihan material - bersifat alami dan kayudikombinasikan dengan material yang praktis dan mudah diperoleh pada saat ini, demikelangsungan bangunan,g) sistem teknologi pada pondasi, tiang-balok, dan sambungan-sambungan atap adalah perpaduan teknik rnernbangun secara tradisional dankekinian.h) pola hidup dan kebutuhan masyarakat petani memiliki kebutuhan yangberbeda dengan masyarakat pelaut, di Mandailing dijumpai rumah dilengkapi lumbungpadi dan balai adat, tidak demikian dengan Melayu, i) lokasi, orientasi rumah, danbentuk atap merupakan pemahaman masyarakat etnis terhadap iklim, cuaca, tanggapan terhadap bencana, dan sosial masyarakatnya,j) ukuran dan besaran yang digunakandalam parameter tradisional bersifat magis dan ditentukan secara bersama-sama dalam suatu upacara yang sakral
STRUKTUR BANGUNAN TRADISIONAL MANDAILING Luthan, Putri Lynna A.; Nasution, Irma Novrianty; Jeumpa, Kemala
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu yang diangkat dalam penelitian adalah adanyakekhawatiran atas nilai-nilai kearifan lokal yang perlahan-lahanhilang/punah akibat perkembangan budaya. Hal ini ditandai denganmunculnya fenomena membangun kembali bangunan tradisional olehsebagian masyarakat yang memiliki kemampuan secara finansial sebagaiusaha menjunjung tinggi identitas dan jati diri budayanya, namunbentuk baru sangat jauh berbeda dari bentuk tradisionalnya Etnis yangmenjadi perhatian dalam penelitian ini adalah etnis Mandailing yangmendiami wilayah pantai barat Sumatera. Etnis ini mengalamikepunahan dari segi nilai-nilai budaya, serta pengetahuan tentangartefak budaya yang kian punah dan perlahan hancur dimakan waktu.Adanya keinginan masyarakat etnis untuk mendirikan rumah tinggalberbasis etnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktoryang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestariankebudayaan tradisional. Perkembangan rumah tinggal di wilayahMandailing saat ini telah bergerak ke arah yang lebih modern denganbentuk dan gaya bangunan yang beragam. Sebelum proses kemodernanyang terlalu besar mempengaruhi masyarakat di Mandailing makapenelitian ini berkontribusi memberikan wawasan, pemahaman, danpanduan mengenai prinsip-prinsip struktur bangunan yangdilatarbelakangi oleh nilai-nilai tradisi atau budaya sebagai warisanleluhur yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Pendekatan melalui penelusuran nilai budaya bertujuan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi tradisi dan mempertahankan keberadaannya sampai kepadagenerasi selanjutnya. Struktur bangunan terdiri dari jenis konstrusksiseperti pondasi, balok dan tiang, pintu dan jendela serta rangka atap.
PERENCANAAN KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PADA RUMAH TINGGAL BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT URBAN Alvan, Syahreza; Novrianty, Irma; A. Luthan, Putri Lynna
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 13, No 1 (2013): MARET 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Medan saat ini berkembang dan gencar-gencarnya membangun menuju kota yang modern dan metropolis. Arahperkembangan kota yang modern dan metropolis cenderung memberidampak pada konsep berpikir atau perilaku masyarakatnya, terutama dibidang konstruksi dan arsitektur. Perilaku dalam praktek konstruksicenderung mengutamakan Jaktor fisik bangunan tanpa memperdulikan tata aturan bangunan yang telah diatur sebelumnya, kon.teks bangun.anierhadap alam dan lingkungan sekitar, serta kualitas ruang yang tercipiadari hasil perancangan dan perencanaan praktek konsiruksitersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep danpenlaku masyarakat urban di kota Medan dalam praktek konstruksi. Isukonstruksi berkelanjutan merupakan tema yang diangkat untukmengetahui pandangan masyarakat dan pelaku konstruksi terhadapalternatif pendekatan konsep konstruksi yang berbeda dari siandar yangberlaku di pasar. Dari hasil pengamatan, diskusi, interview, danpendekatan mendalam ierhadap obyek dan responden, diharapkan dapatdiperoleh pendekatan model perencanaan konsiruksi berkelanjutansebagai salah satu upaya untuk menciptakan praktek konstruksi yangjauh lebih baik, berkualitas, sadar lingkungan dan membantu menekanlaju efek rumah kaca.Pengumpulan data awal dilakukan dengan metodepengamatan, penyebaran kuesioner, interview, eksplorasi dari berbagaisumber seperti pustaka, ahli, praktisi, masyarakat urban. Data yang telah terkumpul akan dianalisa secara deskriptik analitik, kuantitatif dan kualitatif, serta hasil analisa akan dijadikan kerangka untuk memperolehkemungkinan-kemungkinan pengembangan model perencanaankonstruksi berkelanjutan rumah tinggal yang berkarakter dan sesuaikebutuhan penghuninya.