Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DAMPAK PEMUGARAN PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA (HOTEL) DI PENANG, MALAYSIA TERHADAP NILAI-NILAI PUSAKA Yacub, Mirzal; Salleh, Naziah Muhamad
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.4605

Abstract

Meningkatnya pengaruh pariwisata dan ekonomi di Penang, Malaysia menyebabkan beberapa transformasi fungsi bangunan cagar budaya. Salah satu bentuk transformasi yang ditemukan di Penang adalah hotel cagar budaya. Kehadiran status World Heritage Site (WHS) – Situs Warisan Dunia di George Town, Penang menjadi pendorong utama untuk mempromosikan keberadaan bangunan cagar budaya ke dunia melalui pariwisata. Untuk mencapai dan mewujudkan peluang besar tersebut, pemugaran menjadi salah satu langkah jitu yang dilakukan pemilik untuk mengubah (adaptasi) fungsi bangunan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi peremajaan pada hotel cagar budaya ketika pendekatan prosedural pedoman WHS diterapkan secara ketat, sedang atau lemah yang akan membuat nilai yang berbeda untuk metode perbaikan bangunan.
DAMPAK PEMUGARAN PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA (HOTEL) DI PENANG, MALAYSIA TERHADAP NILAI-NILAI PUSAKA Mirzal Yacub; Naziah Muhamad Salleh
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.4605

Abstract

Meningkatnya pengaruh pariwisata dan ekonomi di Penang, Malaysia menyebabkan beberapa transformasi fungsi bangunan cagar budaya. Salah satu bentuk transformasi yang ditemukan di Penang adalah hotel cagar budaya. Kehadiran status World Heritage Site (WHS) – Situs Warisan Dunia di George Town, Penang menjadi pendorong utama untuk mempromosikan keberadaan bangunan cagar budaya ke dunia melalui pariwisata. Untuk mencapai dan mewujudkan peluang besar tersebut, pemugaran menjadi salah satu langkah jitu yang dilakukan pemilik untuk mengubah (adaptasi) fungsi bangunan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi peremajaan pada hotel cagar budaya ketika pendekatan prosedural pedoman WHS diterapkan secara ketat, sedang atau lemah yang akan membuat nilai yang berbeda untuk metode perbaikan bangunan.
Kajian Penggunaan Metode IP, STORET, dan CCME WQI dalam Menentukan Status Mutu Sungai Cikapayang, Jawa Barat Mirzal Yacub; Wisnu Prayogo; Laili Fitria; Afifah Yusrina; Fairuza Marhamah; Hafiz Achmad Fauzan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.53296

Abstract

 The calculation of the water quality index was developed as an approach to minimize the amount of data and simplify the evaluation of the quality status criteria of a water body so that it is easier to understand the quality in general. This study aims to determine the water quality status of the Cikapayang River which is compared with 3 methods, namely IP, STORET, and CCME WQI using physical and chemical parameters as weights. Based on the research that has been done compared to IP and STORET, the CCME WQI method is the best method that can describe the water quality of the Cikapayang River because it considers the number of parameters below the quality standard, the number of sampling results below the quality standard, and the extent to which the measurement results differ from the quality standard. each measurement result. The results of the CCME WQI analysis show that the Cikapayang River can no longer be used according to its designation because both in the dry and rainy seasons, the quality status shows a poor status. It is recommended to the relevant agencies as managers to take several strategic options in addressing this problem, either the provision of an WWTP unit or onsite treatment to reduce the pollutant load on the water flow. The final alternative solution is to make the designation of the Cikapayang River suitable for Class III or Class IV. Keywords: Quality status, IP, STORET, CCME WQI, Cikapayang River  Abstrak Perhitungan indeks kualitas air dikembangkan sebagai pendekatan untuk meminimalkan jumlah data dan menyederhanakan evaluasi kriteria status mutu suatu badan air supaya lebih mudah dipahami tentang kualitas secara general. Penelitian ini bertujuan mengetahui status mutu air Sungai Cikapayang yang dibandingkan dengan 3 metode, yaitu IP, STORET, dan CCME WQI menggunakan parameter fisik dan kimia sebagai pembobotan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dibandingkan IP dan STORET, metode CCME WQI merupakan metode terbaik yang dapat menggambarkan kualitas air Sungai Cikapayang karena mempertimbangkan jumlah parameter di bawah baku mutu, jumlah hasil sampling di bawah baku mutu, dan sejauh mana perbedaan hasil pengukuran dengan baku mutu dari setiap hasil pengukuran. Hasil analisis CCME WQI diketahui bahwa Sungai Cikapayang sudah tidak dapat digunakan sesuai peruntukannya karena baik di musim kemarau maupun penghujan, status mutu sama-sama menunjukan status buruk. Disarankan kepada dinas terkait sebagai pengeola untuk mengambil beberapa pilihan strategi dalam menyikapi masalah ini baik penyediaan unit IPAL atau pengolahan onsite untuk mengurangi beban pencemar pada aliran air. Solusi alternatif akhir adalah menjadikan peruntukan Sungai Cikapayang sesuai peruntukan pada Kelas III atau Kelas IV. Kata Kunci: Status mutu, IP, STORET, CCME WQI, Sungai Cikapayang
Runoff-Stormwater Management at Ridho Residence Using the Rain Garden Putri Lynna A. Luthan; Wisnu Prayogo; Nathanael Sitanggang; Mirzal Yacub
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.104 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2757

Abstract

Namorambe Sub-district is located in a lowland area with 100 mm/day rainfall intensity. The lack of green open land exacerbates rainwater infiltration due to rampant housing developments. This problem has resulted in some Namorambe being subject to annual flooding. An inundation of 10-30 cm can damage infrastructure, disrupt economic stability, and threaten public health. To overcome this problem, the team provided socialization and training and made a rain garden at the Ridho Residence as a pilot model for the community. By looking at the social life in this very friendly housing and the people who live by having a sense of togetherness and living together, the team is confident that the program that has been implemented can be sustainable. The community is expected to feel the program's social, economic, and health benefits. It is one of the most effective ways to introduce rain gardens to the community in Namorambe District. With the provision of rain runoff management training through the application of a rain garden for residential property managers, the selling price of housing can be increased because it is equipped with facilities that make residents safer and more comfortable.
COMPREHENSIVE GEOTECHNICAL ANALYSIS OF LANDSLIDE RISK FACTORS: INSIGHTS FROM KARO REGENCY, NORTH SUMATERA, INDONESIA Qarinur, Muhammad; Silitonga, Ernesto Maringan Ramot; Sibuea, Dody Taufik Absor; Alvan, Syahreza; Nasution, Irma Novrianty; Yacub, Mirzal
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 29 No. 2 (2024): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v29i2.6161

Abstract

This study explores geological and geotechnical factors impacting landslide risk inKaro Regency, Sumatera Utara, Indonesia, a region inherently susceptible tolandslides due to its volcanic terrain. Analyzing seven landslide sites, the researchcombines field slope geometry measurements and soil bulk density tests withdetailed laboratory investigations, including Triaxial Unconsolidated Undrained(Triaxial UU) testing. Findings reveal critical insights into soil behavior, stability,and variations in shear strength parameters. The Unified Soil Classification System(USCS) identifies prevalent soil types, dominated by poorly graded sands andgravelly sands. Triaxial UU testing exposes significant variations in shear strengthparameters, highlighting soil heterogeneity. This comprehensive study contributes togeotechnical engineering, emphasizing the need for tailored mitigation strategiesand multidisciplinary approaches in effective landslide risk management in KaroRegency.
EVALUASI RANCANGAN TAMAN BERMAIN DI KOTA MEDAN BERDASARKAN STANDAR RBRA Yacub, Mirzal; Fadila, Meuthia; Nasution, Irma Novrianty
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18391

Abstract

Keberadaan taman bermain pada sebuah kota menjadi hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah keterjaminannya hak anak. Sebagaimana yang diketahui hubungan anak dan bermain menjadi kebutuhan mendasar. Berdasarkan dengan Konvensi Hak Anak (KHA) Tahun 1989 di New York, Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap negara mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, bermain serta bebagai kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak dan dapat berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan dan seni. Taman bermain di Kota Medan yang menjadi amatan adalah Taman Beringin (TBR), Taman Gajah Mada (TGM), dan Taman Baldes (TBD) yang di mana obyek ini menjadi distinasi masyarakat (khusus anak-anak) untuk berkegiatan baik secara individu maupun kelompok. Berdasarkan amatan tersebut, Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengevaluasi keberadaan ketiga taman tersebut dengan pendekatan standar Ruang Bermain ramah Anak (RBRA). Pengumpulan data dengan survei lapangan, studi pustakan, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil temuan yang diperoleh menyimpulkan bahwa kondisi dari ketiga taman (TBR, TGM dan TBD) belumlah memenuhi standar RBRA.
MOISTURE-RELATED BUILDING DEFECTS IN HERITAGE BUILDING: A REFURBISHMENT-BASED ASSESSMENT Yacub, Mirzal; Salleh, Naziah Muhammad
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v7i1.1276

Abstract

Moisture-related building defects in Penang’s heritage buildings persist despite refurbishment efforts, posing threats to structural integrity, aesthetics, and occupant comfort. This problem is exacerbated by tropical coastal conditions, stringent conservation guidelines mandating original materials (e.g., lime), and the inherent vulnerability of aged structures. This study employed a mixed-methods approach, combining field surveys (thermal imaging, humidity tests) and user questionnaires across three refurbished heritage buildings (hotel): 23 Love Lane (strict WHS compliance), Jawi Peranakan Mansion (moderate), and USM Guesthouse (weak compliance). Quantitative data were analyzed via SPSS (descriptive statistics, chi-square tests). Key results revealed: (1) Moisture-driven defects (dampness, fungi, peeling paint) recurred in all buildings, with severity highest under strict compliance (27 defects at 23 Love Lane); (2) Weak-compliance USM Guesthouse used cement, reducing moisture ingress but violating authenticity; (3) User surveys identified peeling paint discomfort as significant concerns (P<0.05). The implications underscore a critical dilemma: strict material preservation perpetuates moisture susceptibility, while modern substitutions compromise heritage values. Effective refurbishment guidelines must integrate moisture-mitigation strategies compatible with historical materials and tropical environments.
Application of Ergonomic Architecture in Child-Friendly Furniture Design Khairuni, Zhilli Izzadati; Yacub, Mirzal; Manik, Kharisma Roh Turang Gajah; Rani, Cut Meuthia; Trimailuzi, Trimailuzi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v22i2.6924

Abstract

The state's commitment to ensure child protection in the Constitution No. 16 of 2016 concerning child protection, states that every child has the right to survival, growth, and development as well as the blessing of protection from violence and discrimination. Research conducted by Susenas and Riskesdas (2018), based on data from the National Socio-Economic Survey Integration, the analysis of the Early childhood development Index (ECDI) is known whether an early childhood has developed well according to its stages and age. These developments not only aim to ensure good literacy, numeracy, physical, social-emotional, and learning skills, but also pay attention to the fulfillment of health, nutrition, and care and nurturing aspects. However, it is different from the conditions in North Sumatra, based on data from BPS Medan City, where children aged 36-59 months have not developed physical abilities according to their stages. Therefore, this study was conducted to examine the application of ergonomic architecture in child-friendly furniture design as a form of needs to support children's learning and play activities. The method used is in the form of qualitative descriptive with a design thingking method approach  and the application of ergonomic architecture in a child-friendly furniture design, data collected at a PAUD in Medan City to children with an age range of 0-6 years through observation and interviews. The results of this study show that child development through sensory can be optimized with furniture design that suits children's needs, the concept of child-friendly furniture design as a reference and an alternative approach to early childhood development with the application of ergonomic architecture in optimizing growth and development as well as a guide in educating children according to the growth period.
Pola Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Energi di Ruang Komunal Kampus Yacub, Mirzal; Nasution, Irma Novrianty; Khairuni, Zhilli Izzadati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1054

Abstract

Abstrak Penelitian ini menginvestigasi pola perilaku penggunaan energi yang dilakukan oleh mahasiswa di ruang komunal kampus. Penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan telah menjadi perhatian global, dan kampus merupakan tempat yang relevan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan ini. Penelitian ini menggunakan metode survei, observasi, dan analisis data untuk mengumpulkan informasi tentang perilaku mahasiswa dalam penggunaan energi di lingkungan kampus, khususnya dalam penggunaan gadget seperti handphone/smartphone, laptop, dan tablet. Data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi pola perilaku, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan potensi perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam perilaku penggunaan energi mahasiswa di dalam dan di luar ruangan (indoor/outdoor) kampus. Faktor-faktor seperti kesadaran lingkungan, ketersediaan fasilitas pengisian daya gadget, dan norma sosial mempengaruhi pola perilaku dalam penggunaan energi. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan kesadaran terhadap desain ruang komunal terhadap mahasiswa yang berkelanjutan serta merancang lingkungan kampus yang lebih efisien secara energi. Kata kunci: pola perilaku, mahasiswa, ruang komunal kampus, energi, gadget   Abstract This research investigates the patterns of energy usage behavior among students in campus communal spaces. Efficient and sustainable energy usage has become global concern, and the campus is a relevant place to identify potential improvements in this regard. The research employs survey methods, observations, and data analysis to collect information on student behaviors regarding energy usage in the campus environment, particularly in the use of gadgets such as handphones/smartphones, laptops, and tablets. The data is analyzed to identify behavior patterns, influencing factors, and potential changes towards more sustainable behavior. The research findings indicate variations in students' energy usage behaviors both indoors and outdoors on campus. Factors such as environmental awareness, the availability of gadget charging facilities, and social norms influence behavior patterns in energy usage. The findings of this research can provide insights to enhance awareness of sustainable communal space design for students and to design a energy-efficient campus environment. Keywords: behavior patterns, students, campus communal spaces, energy, gadgets
EVALUASI DISTRIBUSI SUHU DAN KENYAMANAN TERMAL INTERIOR KANTIN AUDITORIUM UNIMED BERBASIS CITRA TERMAL Wibowo, Harry; Zulfikar, Ahmad; Yacub, Mirzal; Hadibroto, Bambang; Rani, Cut Meuthia; Lukman, Mena Fadillia; Trimailuzi, Trimailuzi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.97663

Abstract

Kantin merupakan salah satu fasilitas pendukung bagi sebuah universitas, untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan fasilitas tersebut perlu adanya evaluasi terhadap kenyamanan yang ada didalamnya. Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor dalam menentukan kualitas lingkungan pada sebuah ruangan, khususnya pada ruang publik seperti kantin auditorium yang berada di Universitas Negeri Medan yang memiliki intensitas penggunaan yang tinggi oleh civitas akademi. Kantin Auditorium bukan hanya digunakan sebagai cafetaria tetapi juga sarana bagi mahasiswa dan dosen menyediakan layanan penggandaan dokumen, printing, scanning, laminating, dan penjilidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi distribusi suhu serta Tingkat kenyamanan termal dengan memanfaatkan teknologi citra termal (thermal imanging). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain observational cross-sectional, meliputi pengambilan data suhu permukaan dan udara menggunakan kamera termal inframerah pada berbagai titik pengukuran, disertai pengumpulan data pendukung berupa kecepatan udara, kelembapan relatif, dan persepsi pengguna melalui kuesioner. Analisa dilakukan dengan deskriftif dan interpretasi dimana dua komponen tersebut penting dalam penelitian yang saling berkaitan. Analisis deskriptif bertujuan dalam menggambarkan data secara ringkas dan informatif, sementara itu interpretasi adalah proses memberikan makna pada data yang telah dianalisis. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi area dengan distribusi suhu yang tidak merata, titik terpanas, serta faktor desain dan tata letak yang mempengaruhi kondisi kenyamanan termal. Temuan dari penelitian ini menunjukkan distribusi suhu tidak merata. Area dekat dapur dan sisi barat kantin memiliki suhu 5-8°C lebih tinggi dibanding area lainnya menjadi acuan, saran dan masukan dalam perbaikan desain ventilasi, tata ruang dan tata letak perabotan, pemilihan material interior, penggunaan cooker hood pada area dapur dan beberapa aspek lainnya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna serta efisiensi energi pada kantin Auditorium Universitas Negeri Medan. Potensi penelitian lanjutan nya berupa studi simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk memodelkan pergerakan udara dan suhu guna optimasi desain ventilasi