Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Spatial distribution of water quality in water bodies influenced by agricultural activities Yustika, Rahmah Dewi; Sukarjo, Sukarjo; Dewi, Triyani; Yustiawati, Yustiawati; Handayani, Cicik Oktasari; Yanti, Delvi; Dariah, Ai
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 4 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.124.8367

Abstract

Agriculture is a major contributor to non-point source pollution due to the intensive use of agrochemicals. This study examined the spatial distribution of pollutants from agricultural activities in the Sumani sub-catchment, West Sumatra, Indonesia, which drains into Lake Singkarak. Thirteen water quality parameters were measured, including electrical conductivity (EC), total suspended solids (TSS), total dissolved solids (TDS), dissolved oxygen (DO), sulfate, nitrate, calcium, sodium, total phosphorus (TP), potassium, magnesium, chlorpyrifos, and mancozeb. Results showed significant variation in water quality across the sampling sites. Downstream areas had higher levels of TSS, TDS, and major ions, mainly due to agricultural and urban activities. The lowest TSS levels were recorded at a site within the lake, likely due to sediment settling. River water generally met drinking water standards; however, TP and DO concentrations in the lake exceeded regulatory limits, potentially influenced by floating net cage aquaculture. Principal Component Analysis identified three main sources of pollution: agricultural activities (34.87%), combined agricultural and urban influences (20.15%), and soil erosion (12.15%). These findings highlight the need for better erosion control, sustainable farming practices, and consistent water quality monitoring. Further research is crucial to understand the long-term effects of agriculture on water resources and to develop strategies that reduce environmental impacts.
Pengaruh Promosi Kesehatan pada Media Jingle terhadap Pengetahuan dan Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SD Negeri 147 Kota Palembang Selfana Wahda, Azza; Sukarjo, Sukarjo; Kamsul, Kamsul; Intan Kumalasari; Khairil Anwar
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i2.2026

Abstract

Handwashing with soap is essential to eliminate germs and prevent disease transmission. In 2024, Palembang City recorded 34,350 cases of diarrhoea, with the highest at Gandus Health Centre 2,729 cases. This study aims to examine the effect of health promotion using jingle media on the knowledge and practice of handwashing with soap among students of SD Negeri 147 Palembang. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pre-test–post-test. The population consisted of all Year V students, with a sample of 60 students selected through total sampling. Data were collected using questionnaires and observation sheets. The study revealed an increase in the average knowledge score from 23.33 (pre-test) to 92.50 (post-test), and in practice from 28.54 to 89.58. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 for both variables. The findings indicate that jingle media significantly improved knowledge (mean difference = 65.17; p = 0.000) and handwashing practice (mean difference = 61.04; p = 0.000). Schools are encouraged to continue supporting and facilitating handwashing education through engaging media, such as jingles, to enhance clean and healthy behaviour among students.
Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga tentang Pengelolaan Sampah melalui Pemberdayaan di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kota Palembang Anwar, Khairil; Sukarjo, Sukarjo; Navianti, Diah
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i2.11513

Abstract

Persampahan di kota Palembang masih menjadi masalah yang kompleks dan rumit serta akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungannya. Pertambahan jumlah sampah dapat menyebabkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sungai Sekanak, anak Sungai Musi yang berada di Kota Palembang, telah mengalami pencemaran yang terlihat pada perubahan fisik air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Pengetahuan dan Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah melalui Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Aliran Sungai Sekanak Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang Jenis penelitian ini adalah eksprimen semu dengan design one group pre dan post test design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap sedangkan yang menjadi variabel bebas adalah model pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Sampel penelitian ini adalah 30  Kepala keluarga diwilayah Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang.Analisis ststistik untuk uji beda digunakan indepnden T test pada taraf signifikasi 5%. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Pengetahuan kepala keluarga  tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan yang bermakna Sikap kepala keluarga tentang pengelolaan sampah sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat terdapat perbedaan sikap yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberdayaan masyarakat. Kesimpulan: pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan secara signifikan pengetahuan dan sikap kepala keluarga dalam pengelolaan sampah.
Kelimpahan Mikroplastik pada Teh Celup dan Tubruk Yang Dijual di Kota Palembang Agnesia, Dina; Navianti, Diah; Sukarjo, Sukarjo; Miftahurrizqiyah, Miftahurrizqiyah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i2.3240

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran mikroplastik merupakan isu global, dengan teh sebagai minuman populer di Palembang berpotensi menjadi sumber paparan. Kantong teh celup dilaporkan dapat melepaskan miliaran mikroplastik saat diseduh, berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini penting mengingat tingginya konsumsi teh dan keterbatasan studi di Palembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelimpahan dan karakteristik (bentuk, warna) mikroplastik pada teh celup dan teh tubruk yang dijual di Palembang pada tahun 2025. Metode: Penelitian ini dilakukan di Palembang pada tahun 2025, penelitian ini menggunakan total sampling 31 merek teh (16 teh celup, 15 teh tubruk). Analisis mikroplastik dilakukan secara mikroskopis melalui filtrasi dan pengamatan di bawah mikroskop cahaya untuk identifikasi, penghitungan, serta penentuan bentuk dan warna. Hasil: Seluruh sampel teh celup (100%) mengandung mikroplastik 10-120 partikel/L (median 35), didominasi fiber berwarna hitam. Pada teh tubruk, hanya 5 dari 15 sampel positif mikroplastik (10-40 partikel/L, median 0), didominasi fiber dan warna hitam. Kontaminasi lebih tinggi dan merata pada teh celup dibandingkan teh tubruk. Kesimpulan: Teh celup di Palembang terkontaminasi mikroplastik secara signifikan, yang didominasi oleh bentuk fiber berwarna hitam, berpotensi risiko kesehatan. Teh tubruk menunjukkan kontaminasi lebih rendah.