Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Studi Perbandingan Energi Bahan Bakar Gasoline Dengan Bahan Bakar Gas Pada KendaraanBermotor Ozkar F. Homzah; Ambo Intang; Septian Saputrah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.088 KB) | DOI: 10.52333/destek.v3i2.189

Abstract

Populasi kendaraan di Indonesia yang berbahan bakar minyak (BBM) setiap tahunnya semakin meningkat sedangkan cadangan minyak sendiri semakin menipis. Kenaikan pemakaian BBM untuk kendaraan tersebut menyebabkan subsidi BBM dan polusi udara juga akan meningkat. Tingginya Harga minyak mentah, menyebabkan pemerintah harus memberikan subsidi BBM. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan bahan bakar alternative  yang ramah lingkungan dan lebih efisien sebagai pengganti BBM untuk kendaraan. Salah satu bahan bakar alternatif adalah bahan bakar gas (BBG). Dari pemakaian BBG sudah banyak dilakukan kajian yang memberikan banyak keuntungan yaitu pengurangan pemakaian BBM dan secara langsung dapat mengurangi subsidi BBM serta mengurangi emisi fosil. Bagi pengguna kendaraan akan memberikan keuntungan karena harga BBG lebih murah di banding harga BBM. Dari hasil penelitian antara Gasoline dan Gas dengan menggunakan tipe kendaraan bermotor (mobil) diketahui  energi bahan bakar  yaitu daya indikator pada mesin berbahan bakar gas lebih kecil 2% sampai 5% di banding dengan mesin berbahan bakar gasoline akan tetapi pemakaian bahan bakar gas lebih efesien sampai dengan 10 % dibanding dengan bahan bakar gasoline.Kata kunci: Mobil, Alat Converter Kit, daya indicator, konsumsi bahan bakar
ANALISA PERFORMA MESIN DIESEL PENGGERAK ALAT PEMBUAT PELET PAKAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN DINAMOMETER PRONY BRAKE Ambo Intang
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume II Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.022 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.1363

Abstract

Tingkat performansi mesin tanpa beban pada pengujian bertujuan sebagai pembanding performansi mesin penggerak setelah dibebani alat pembuat pelet sehingga untuk selanjutnya akan bisa diprediksi tingkat pembebanan sehingga performansi minimum akibat pembebanan yang membuat stabil kerja mesin. Stabilitas kerja mesin penggerak tidak terlepas dari adanya keseimbangan antara pembebanan dan tingkat performansi mesin yang sesuai dengan pembebanan tersebut. Pengujian performansi dilakukan dengan alat bantu dinamometer prony brake yang ditentukan, yaitu : mesin yang digunakan mesin Diesel Dong Feng R175 empat langkah dan alat pembuat pelet ikan kapasitas 50 kg/jam, putaran mesin awal 1550 rpm dengan variasi beban dinamometer 3kg; 4 kg; 6 kg; 7 kg dan 8kg serta waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 84,81 ml biosolar. Hasil pengujian menunjukan bahwa beban, waktu dan juga beban prony turut berpengaruh pada torsi, daya, dan pemakaian bahan bakar dalam keadaan mesin tetap beropersi normal. Jika beban prony semakin meningkat, maka pada beban tertentu motor akan memberikan torsi maksimum maka daya efektif juga maksimum yang diberikan motor. Saat daya efektif menjadi maksimum disitulah pemakaian bahan bakar menjadi minimum. Oleh karena pada OTB (operasi tanpa beban) daya lebih besar bisa dicapai dari ODB (operasi dengan beban) sehingga pemakaian bahan bakar efektif menjadi lebih rendah pada OTB gear box pelet ikan
ANALISA EKSERGI SISTEM POMPA PANAS PENGERING PAKAIAN KAPASITAS 7 KG PADA AC ¾ PK Ambo Intang; Nursiwan Nursiwan
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 1, April 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.1458

Abstract

Pemanfaatan panas kondensor sebagai pompa panas dari sistem refrigrasi yang terpasang pada AC dapat dimanfaatkan untuk pengering pakaian. Analisa energi tidak dapat memberi informasi besar energi maksimum yang berhasil dimanfaatkan dan pada proses  mana saja terjadi kehilangan energi terbesar sehingga untuk itu dibutuhkan analisa eksergi. Pada penelitian ini dilakukan variasi beban pengeringan yaitu 2,500 kg, 3,806 kg, 4,806 kg, 5,300 kg dan 6,250 kg. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa COP refrigerasi lebih rendah dari COP carnot pada operasi tanpa beban sehingga model penelitian sudah tepat dan mengalami penurunan COP hingga 4,8896 pada beban puncak 6,250 kg dan juga terjadi penurunan effisiensi isentropik kompresor hingga 76,5718 % karena terjadinya peningkatan suhu keluar dari kompresor yaitu 420C tanpa beban menjadi 680C. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan effisiensi energi dan effisiensi eksergi menunjukkan rata-rata 58% sampai 62% dari effisiensi energi pada tiap pembebanan pada kompresor yang menghasilkan energi yang berkualitas dan sisanya mengalami kehilangan kemampuan untuk dapat dimanfaatkan. Pembebanan 5,300 kg adalah yang paling efektif untuk pengeringan karena memiliki laju pengeringan tertinggi yaitu 0,6261 kg/jam dan Laju eksergi di kondensor (ĖQH) terbesar yaitu 0,2880 kj/s.
ANALISA TERMODINAMIKA LAJU PERPINDAHAN PANAS DAN PENGERINGAN PADA MESIN PENGERING BERBAHAN BAKAR GAS DENGAN VARIABEL TEMPERATUR LINGKUNGAN Ambo Intang; Darmansyah Darmansyah
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume IV Nomor 1, April 2018
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.942 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.3324

Abstract

Seiring perkembangan zaman, pengeringan pakaian yang dahulu hanya memanfaatkan sinar matahari, sekarang sudah banyak beralih kepada mesin pengering mekanis karena membutuhkan waktu yang lebih singkat, tidak perlu tempat yang luas, terjaga kebersihannya dan tidak tergantung pada cuaca, tapi dipengaruhi oleh temperatur lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari suhu lingkungan terhadap laju perpindahan kalor dan pengeringan pada mesin pengering pakaian agar diketahui berapa beban yang ideal untuk dikeringkan dan temperatur lingkungan yang tepat menggunakan mesin, sehingga pemakaiannya akan lebih efektif dan efisien. Didapatkan laju perpindahan kalor terbesar terjadi pada beban yang paling berat (5.3 kg) dan yang dikeringkan pada suhu lingkungan yang lebih rendah (T lingkungan 27 0C) yaitu sebesar 18.89 kJ/s sedangkan laju pengeringan tertinggi terjadi pada beban 5.3 kg (T lingkungan 34 0C) dan terendah pada beban 1.6 kg (T lingkungan 27 0C). Semakin berat beban semakin efisien penggunaannya dan suhu lingkungan yang tinggi adalah temperatur lingkungan yang tepat menggunakan mesin pengering sedangkan pengeringan yang membutuhkan laju perpindahan kalor yang tinggi menandakan proses pengeringan yang lebih lama.
STUDI PENGARUH TEKANAN PENGEREMAN DAN KECEPATAN PUTAR RODA TERHADAP PARAMETER PENGEREMAN PADA REM CAKRAM DENGAN BERBASIS VARIASI KANVAS Ambo Intang
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume II Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.943 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v0i1.716

Abstract

Pada penelitian ini akan diteliti beberapa variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain dengan tiga variasi kanvas, kecepatan putar roda dan tekanan pengereman. Untuk mengetahui hubungan antar variabel pengereman tersebut yaitu mealalui alat uji rem cakram yang sengaja dibuat dalam penelitian ini, dipilihnya rem cakram karena konstruksinya lebih sederhana dan kapasitas pengeremannya lebih tinggi dibandingkan dengan sistem lain. Dari ketiga variasi kanvas tersebut akan diuji waktu pengereman yang dibutuhkan pada putaran dan tekanan tertentu sampai roda berhenti berputar. Berdasarkan waktu pengereman yang didapat tersebut maka akan didapat variabel operasi pengereman yang lain termasuk gaya pengereamn sampai pada angka koefisien gesek, sehingga tingkat efisiensi pengereman termasuk umur kanvas bisa ditentukan pada masing masing kanvas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efesiensi pengereman, mengikuti kecendrungan Kapasitas, Gaya gesek , koefisien gesek dan Umur pengereman meningkat dengan naiknya tekanan pengereman dan menurun dengan naiknya putaran. Variabel yang sangat berpengaruh pada umur pengereman berdasarkan jumlah kontaknya adalah tingkat koefisen gesek pengereman yang terjadi. Pad I (Pad standar) adalah Pad yang paling dominan dalam menunjukkan berbagai hubungan variabel pengerman yang tersebut diatas
ANALISA EXERGI SISTEM PEMBANGKIT UAP PILOT PLANT BIODIESEL Ambo Intang
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 2, November 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.303 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v1i1.539

Abstract

The Efforts to reduce the use of fossil fuels is to innovate in order to support the equipment more efficient in the use of fuel and the use of alternative energy sources to power generation. In the biodiesel pilot plant, each of these can be done at once by doing exergy analysis on the energy conversion process components, in this case, especially on the part of the combustion chamber and heat exchanger. The results of this study indnicate that the room is toasty exergy destruction is still above 30% (B0: 66.29%; B20: B50 and 54.38%: 56.13%) this allows for improved space efficiency boiler to burn to prevent the destruction exergy such high. Exergy destruction in the heat exchanger has taken 30% (B0: 29.17%; B20: B50 and 24.78%: 24.12%). Percentage exergy destruction in the combustion chamber of the lowest in the B20 and B50 increased, meaning the addition of biodiesel in diesel fuel to improve the level of energy and the increasing quality of biodiesel in the fuel mix will again lower the level of quality of energy.
STUDI PERBANDINGAN ENERGI BAHAN BAKAR GASOLINE DENGAN BAHAN BAKAR GAS (CNG) PADA KENDARAAN BERMOTOR Septian Saputrah; Ozkar Firdausi Homzah; Ambo Intang
PETRA : Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Vol 1 No 1 (2015): Jurnal PETRA
Publisher : Politeknik Sekayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.964 KB)

Abstract

Populasi kendaraan di Indonesia yang berbahan bakar minyak (BBM) setiap tahunnya semakin meningkat sedangkan cadangan minyak sendiri semakin menipis. Kenaikan pemakaian BBM untuk kendaraan tersebut menyebabkan subsidi BBM dan polusi udara juga akan meningkat. Tingginya Harga minyak mentah, menyebabkan pemerintah harus memberikan subsidi BBM. Untuk mengatasi hal tersebut di perlukan bahan bakar alternative yang ramah lingkungan dan lebih efesiensi sebagai pengganti BBM untuk kendaraan. Salah satu bahan bakar alternative tersebut adalah bahan bakar gas (BBG). Dari pemakaian BBG sudah banyak dilakukan kajian yang memberikan kesimpulan bahwa banyak memberikan keuntungan, yaitu pengurangan pemakaian BBM yang juga memberikan pengurangan subsidi BBM dan pengurangan emisi bahan bakar. Bagi pengguna akan memberikan keuntungan Karena harga BBG lebih murah di banding harga BBM. Hasil perhitungan perbandingan antara Gasoline dan Gas dengan menggunakan tipe kendaraan bermotor (mobil) diketahui performa mesin yaitu daya indikator pada mesin berbahan bakar gas lebih kecil 2% sampai 5% di banding dengan mesin berbahan bakar gasoline akan tetapi pemakaian bahan bakar gas lebih efesien sampai dengan 10 % dibanding dengan bahan bakar gasoline.
ANALISA PENGARUH KEKERASAN PERMUKAAN TERHADAP KAPASITAS ALIRAN VISKOSITAS DAN TINGGI ALIRAN DALAM PIPA Boni Junita; Ambo Intang
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.229

Abstract

Setiap fluida yang mengalir melalui pipa akan menghasilkan gesekan yang dapat mengakibatkan suatu kerugian berupa kerugian penurunan tekanan. Untuk menangani masalah ini diperlukan penanganan khusus untuk mencegah atau mengurangi kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh gesekan antara fluida dengan dinding pipa sehingga diketahui bagaimana pengaruh kekasaran permukaan terhadap debit dan tekanan pada aliran viskos pada pipa. Aliran fluida (air) dalam saluran tertutup (pipa silinder 1/2 inchi) dapat mengalami kondisi laminer dan turbulen. Kondisi tersebut dapat ditentukan dengan melihat bilangan Reynolds dengan melihat kondisi kekasaran dinding pada permukaan pipa. Dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh dari kekasaran permukaan terhadap debit dan tekanan pada aliran viskos pada pipa silinder 1/2 inchi. Sehingga didapat bahwa kekasaran permukaan sangat berpengaruh terhadap rugi head yang terjadi pada aliran fluida, yang mana semakin kasar permukaan dalam pipa maka nilai kapasitas aliran semakin menurun dan nilai tekanan akan semakin meningkat dan besar. Kata kunci: Bilangan Reynolds, Kapasitas Aliran, Tekanan, Fluida Air
Penerapan Teknologi Membran Nanofiltrasi-Reverse Osmosis Untuk Produksi Air Bersih dan Air Minum di Pesantren Kiai Marogan Palembang Sisnayati Sisnayati; Ria Komala; Ambo Intang; Muhammad Faizal
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.411

Abstract

Buruknya kualitas air Sungai Betutu yang mengelilingi Pondok Pesantren Kiai Marogan Palembang serta minimnya pengetahuan tentang cara mendapatkan air bersih dan air minum menyebabkan pihak pesantren kesulitan mendapatkan air bersih dan air minum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk membuat suatu teknologi terintegrasi nanofiltrasi-reverse osmosis guna memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum para santri dan staff pengajar di Pondok Pesantren Kiai Marogan yang sesuai standar baku mutu lingkungannya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan tahap persiapan, meliputi focus group discussion, survey lapangan, dan pengambilan sampel Sungai Betutu untuk mengetahui kualitas airnya. Setelah itu dilakukan tahap pengujian alat, tahap sosialisasi dan pelatihan, dimana pada tahap ini dilakukan penyuluhan tentang pentingnya air bersih dan bagaimana cara mendapatkannya serta pelatihan cara pengoperasian dan merawat alat yang diberikan. Tahap akhir adalah monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala terhadap kinerja alat serta mencari solusi untuk memecahkan masalah yang timbul selama proses teknologi ini digunakan. Dengan bertambahnya pengetahuan tentang pentingnya air bersih dan bagaimana cara mendapatkannya, teknologi ini dapat digunakan secara berkelanjutan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup para santri dan staff pengajar di Pondok Pesantren Kiai Marogan. Produk air bersih dan air minum yang dihasilkan menunjukkan bahwa teknologi terintegrasi nanofiltrasi-reverse osmosis ini mampu meningkatkan pH dan mampu menurunkan kandungan TDS, Kekeruhan, Fe, Mn, NO2 dan koliform hingga memenuhi standar yang diatur pada Permenkes RI No. 32 Tahun 2017 untuk air bersih dan Permenkes RI No. 492 Tahun 2010 untuk air minum.
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN PADA SALURAN PIPA 3 INCI Junita, Boni; Intang, Ambo; Ependi, Satim; Rusnadi
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1543

Abstract

Penurunan tekanan merupakan salah satu masalah utama dalam suatu prosess, karena jika penurunan tekanan yang terjadi tinggi maka energi yang di perlukan akan lebih banyak. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap variabel yang mempengaruhi penurunan tekanan udara sepanjang aliran pada pipa seperti gesekan antara udara dan dinding pipa. Peralatan pada penelitian ini berupa pipa besi diameter 3 inci, pajang 550 cm dan tebal 2 mm. Pipa besi ini memiliki 10 titik pengukuran tekanan P1 sampai P10 dengan jarak 53 cm setiap titiknya, serta terdapat alat pengatur udara dan katup pengatur aliran udara bukaan katup 40°, 60° dan 90°. Hasil penelitian menunjukan jika titik tekanan P10 memiliki nilai tekanan tertinggi pada setiap kecepatan laju alir udara dan pada titik tekanan P1 memiliki nilai tekanan paling rendah bahkan untuk seluruh variasi kecepatan laju alir udara. Tekanan tertinggi terdapat pada titik tekanan P10 adalah sebesar 101,798 Pa pada variasi kecepatan laju alir udara sebessar 20 m/s dan terendah pada variasi kecepatan laju alir udara 13 m/s dengan tekanan 101,384 Pa pada P1. Penurunan tekanan udara pada setiap titik tekanan memiliki nilai yang tidak besar yaitu 7,472 Pa hingga 74,326 Pa. Kecepatan laju alir udara akan mempengaruhi nilai penurunan tekanan karena adanya variasi kecepatan laju alir udara. Tingkat penurunan tekanan udara terjadi karena gesekan pada dinding pipa besi. Jarak antar titik tidak menjadi pengaruh karena jarak titik tekan tidak terlalu jauh, sehingga terjadi peningkatan tekanan udara pada sisi hisap aliran udara dan hasilnya nilai penurunan tekanan terlalu signifikan.