Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGENALAN BUDIDAYA BUNGA KOL SISTEM HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA ANAK USIA DINI DI INSTALASI KEBUN PERCOBAAN FAPERTA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Titin Atikah; Indra Nurcahyana; Adi Jaya; Adiyat Wahyudi; Abdul Syahid
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v9i2.7811

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya membimbing, menstimulasi, mengasuh dan melaksanakan pembelajaran untuk mengoptimalkan kemampuan dan ketrampilan pada anak. Aktivitas diluar ruangan  merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak usia dini yang bertujuan agar menstimulasi tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Pengenalan budidaya bunga kol menggunakan sistem hidroponik merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Instalasi Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya bertujuan untuk mengenalkan cara budidaya bunga kol sistem hidroponik sederhana kepada anak didik PAUD Tiara AZ Zahra. Selain itu, dalam kegiatan ini anak-anak diperkenalkan dan dibawa mempraktekan langsung tehnik budidaya tanaman hias dalam botol bekas. Hasil kegiatan menunjukan bahwa anak didik PAUD Tiara Az Zahra sangat senang  dan gembira dengan aktivitas yang dilakukan.  Mempraktekan secara langsung budidaya tanaman menjadi pengalaman yang berkesan serta menambah pengetahuan  dan rasa kecintaan terhadap dunia pertanian.
Effect of land use differences on pH and available Phospor in Peatland, Kelampangan, Central Kalimantan Fitri Wijayanti; Haidar Fari Aditya; Adi Jaya; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Raudah Anggraini Tarigan
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3106

Abstract

This extraordinary peatland area can have various impacts, especially in Indonesia and even globally. In general, in soil classification, peat soil is known as Histosol. Based on the maturity level, there are safric, fabric, and hemic maturity levels. In general, peat soils have a relatively high level of acidity with a pH range of 3-4. Peatland management in the Central Kalimantan region has developed quite rapidly where many peatlands can be used as agricultural lands, such as in the Kalampangan area. Several types of land use analyzed in this study are dragon fruit monoculture, agroforestry with chili as the main crop, burnt forest, and natural peat forest. The analysis was carried out to determine the pH and available P content in the peat soil on each land use. The pH range in each land use is acidic with the highest actual pH range of 4 in the dragon fruit monoculture land use and the lowest in the natural forest landuse of 3,2. Meanwhile, the potential pH has a fairly similar value in the range of 2.1 to 2.5. The highest available P was obtained in chili agroforestry and the lowest was in the burnt forest. The highest available P was obtained in chili agroforestry and the lowest was in the burnt forest. The available pH and p values are strongly influenced by the management carried out by farmers, whereas in some areas the management is carried out quite intensively. An inventory of peat characteristics data is needed for current and future land development.
Tinggi Muka Air dan Bulk Density pada Tutupan Hutan dan Bekas Terbakar di Propinsi Kalimantan Tengah Yulianti, Lisna; Dohong, Salampak; Jaya, Adi; Sancho, Jonay Jovani
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i2.11045

Abstract

Salah satu ciri gambut adalah rentan terbakar pada musim kemarau. Jika gambut terbakar maka akan sulit untuk dipadamkan karena material gambut terdiri dari bahan organik yang menjadi bahan bakar ketika kering. Kebakaran mengakibatkan perubahan sifat fisik tanah akibat hilangnya bahan organik tanah akibat panasnya api sehingga merusak struktur tanah, meningkatkan bulk density dan menurunkan porositas tanah. Peningkatan bulk density dapat mengakibatkan peningkatan tingkat kematangan gambut sehingga mempercepat penurunan permukaan tanah dan pelepasan CO2. Bulk density merupakan indikasi kepadatan tanah, semakin padat tanah maka semakin tinggi pula bulk density yang berarti semakin sulit air untuk melewatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hari tergenang yang ditunjukkan dengan nilai tinggi muka air lebih dari 0 m dan bulk density pada berbagai tutupan lahan yaitu hutan dan lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bulk density dipengaruhi oleh faktor tinggi muka air dan faktor kebakaran. Bulk density pada lokasi hutan KHDTK Tumbang Nusa sebesar 0,175 g cm-3 dengan persentase hari tergenang sebesar 0%, hutan Taman Nasional Sebangau mempunyai nilai bulk density sebesar 0,054 g cm-3 dengan persentase hari tergenang sebesar 14,30%, areal bekas terbakar bagian selatan mempunyai nilai bulk density sebesar 0,076 g cm-3 dengan persentase hari tergenang sebesar 0% dan bekas terbakar dari Taman Nasional Sebangau 0,082 g cm-3 dengan persentase hari tergenang sebesar 50,90%.  
Respons Pemberian Serbuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Pertumbuhan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Chinensis L.) dan Peningkatan pH pada Tanah Gambut Anastashia, Tefanny; Jaya, Adi; Darung, Untung; Saptono, Mofit; Sustiyah; Surawijaya, Panji; Sulistiyanto, Yustinus
Jurnal Penelitian UPR Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v4i1.13047

Abstract

Pertumbuhan tanaman pakcoy sangat bergantung pada tingkat pH tanah media tanam. Salah satu upaya untuk meningkatkan pH tanah gambut rendah adalah dengan menggunakan serbuk cangkang telur ayam yang mengandung kalsium (Ca) sebesar 35,1-36,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan kalsium pada kapur dolomit yang sebesar 21,70%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji respons pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terhadap pemberian serbuk cangkang telur ayam. Kemudian juga berupaya untuk menentukan dosis serbuk cangkang telur ayam yang dapat memberikan hasil terbaik pada tanaman pakcoy di tanah gambut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji respons pemberian serbuk cangkang telur ayam dalam meningkatkan pH tanah gambut pada budidaya tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal untuk mengetahui  perbedaan respons serbuk cangkang telur (T) terhadap dosis yang diberikan. Dosis serbuk cangkang telur yang digunakan sebanyak 1 t ha-1, 2 t ha-1, 3 t ha-1, 4 t ha-1, dan 5 t ha-1. Penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara dosis serbuk cangkang telur dengan pertumbuhan dan hasil tanaman. Secara khusus, dosis 5 t ha-1 serbuk cangkang telur memberikan hasil yang paling baik dalam hal lebar daun tanaman (7,1 cm) dan hasil tanaman (186,5 g tanaman-1). Selain itu, peningkatan dosis lebih lanjut dapat memberikan hasil yang lebih optimal pada tanaman pakcoy. Penambahan serbuk cangkang telur ayam pada tanah gambut menghasilkan kenaikan pH sebesar 0,89-1,59 poin sehingga menaikkan pH tanah dari 3,21 menjadi 4,8 dengan dosis 5 t ha-1.
Pelatihan Pertanian Organik dan Pembuatan Eco-Ezyim Serta Biopestisida : Solusi Mengatasi Dampak Karhutla Supriati, Lilies; Jaya, Adi; Veronica, Evi; Uda, Saritha Kittie; Zubaidah, Siti; Mulyani, Rahmawati Budi; Saragih, Osi Karina; Subianto, Pratiwi; Nasir, Darmae; Adventa, Alma; Page, Susan E.; Upton, Caroline
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i1.14817

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu.  Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani yang menginginkan tentang pertanian organik, karena sebagian masyarakatnya berkeinginan terbentuknya kelompok pertanian organik.  Tahapan pelaksanaan diawali dengan ceramah dan diskusi tentang pertanian organik, pelatihan pembuatan eco-enzim, pelatihan pembuatan biopestisida PGPR, dilanjutkan dengan pendampingan cara aplikasi pupuk organik kompos dan PGPR pada tanaman mentimun mitra.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya dapat terselenggara dengan lancar, mendapat respon positif dan mitra sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Effect of land use differences on pH and available Phospor in Peatland, Kelampangan, Central Kalimantan Fitri Wijayanti; Haidar Fari Aditya; Adi Jaya; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Raudah Anggraini Tarigan
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3106

Abstract

This extraordinary peatland area can have various impacts, especially in Indonesia and even globally. In general, in soil classification, peat soil is known as Histosol. Based on the maturity level, there are safric, fabric, and hemic maturity levels. In general, peat soils have a relatively high level of acidity with a pH range of 3-4. Peatland management in the Central Kalimantan region has developed quite rapidly where many peatlands can be used as agricultural lands, such as in the Kalampangan area. Several types of land use analyzed in this study are dragon fruit monoculture, agroforestry with chili as the main crop, burnt forest, and natural peat forest. The analysis was carried out to determine the pH and available P content in the peat soil on each land use. The pH range in each land use is acidic with the highest actual pH range of 4 in the dragon fruit monoculture land use and the lowest in the natural forest landuse of 3,2. Meanwhile, the potential pH has a fairly similar value in the range of 2.1 to 2.5. The highest available P was obtained in chili agroforestry and the lowest was in the burnt forest. The highest available P was obtained in chili agroforestry and the lowest was in the burnt forest. The available pH and p values are strongly influenced by the management carried out by farmers, whereas in some areas the management is carried out quite intensively. An inventory of peat characteristics data is needed for current and future land development.
Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Di Desa Bahaur Hulu Permai Kabupaten Pulang Pisau Nopembereni, Eti Dewi; Elvince, Rosana; Jaya, Adi; Maryani, Maryani; Evnaweri, Evnaweri; Adventa, Alma; Page, Susan E.; Upton, Caroline
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2307

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan pembuatan pakan ikan atau pelet, berbasis bahan dasar lokal di ekosistem gambut, bertujuan agar para pembudidaya mampu memiliki keterampilan dalam pengolahan pakan ikan secara mandiri, karena porsi terbesar dalam proses budidaya ikan adalah untuk pakan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat disekitar ekosistem gambut masih bisa ditingkatkan, melalui budidaya ikan dalam kolam tanah, maupun kolam plastik/terpal, sehingga program revitalisasi ekonomi masyarakat bisa berjalan baik, dan berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat. Ketersediaan pakan terbatas, dengan harga yang cukup tinggi, menjadi permasalahan bagi para pembudidaya ikan, baik yang dikelola dalam kolam tanah, maupun kolam plastik/terpal, khususnya di Desa Bahaur Hulu Permai Kecamatan Kahayan Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Pelatihan pengolahan pakan ikan menjadi pilihan, karena berbahan dasar lokal yang tersedia disekitar wilayah desa Bahaur Hulu Permai, terutama tepung ikan yang bisa dibuat sendiri oleh para petani dan keluarganya, berasal dari hasil tangkapan nelayan, terutama ikan-ikan kecil, yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar pesisir. Permasalahan utama kelompok masyarakat di Desa Bahaur Hulu Permai adalah tidak memiliki keterampilan membuat pakan secara mandiri, sehingga para pembudidaya perlu diberikan pelatihan, guna meningkatkan kemampuan, dan keterampilan dalam membuat pakan ikan sendiri, dengan pakan ikan bisa dikelola dan dibuat sendiri, maka diharapkan pembudidaya ikan tidak khawatir lagi dengan ketersediaan pakan bagi ikan yang diusahakan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan bahwa program ini sangat diminati oleh peserta, terbukti 76% dari peserta mampu mengolah sendiri pakan ikan berdasarkan bahan baku lokal yang tersedia di wilayah Bahaur Hulu Permai. Pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, merupakan program pengembangan perikanan budidaya, sebagai upaya untuk kehidupan, dan kesejahteraan masyarakat, serta upaya pelestarian ekosisten gambut yang berkelanjutan. Community Training on Fish Feed Making in Bahaur Hulu Permai  Village, Pulang Pisau Regency Abstract The community service activity themed "Training on Fish Feed or Pellet Production Based on Local Ingredients in Peatland Ecosystems" aims to equip fish farmers with skills to independently process fish feed, as feed accounts for the largest portion of fish farming costs. The socioeconomic conditions of communities around peatland ecosystems can be improved through fish farming in earthen ponds or plastic/tarpaulin ponds. This program is designed to support economic revitalization efforts, aiming to enhance the community's economic well-being. Limited availability and high costs of fish feed present significant challenges for fish farmers, whether in earthen or plastic/tarpaulin ponds, particularly in Bahaur Hulu Permai Village, Kahayan Kuala Subdistrict, Pulang Pisau Regency. Training on fish feed production was chosen as a solution, utilizing locally available materials in Bahaur Hulu Permai, especially fishmeal that can be produced by farmers and their families. This fishmeal is derived from the catches of local fishermen, primarily small fish that are not consumed by the coastal community. The main issue faced by the community groups in Bahaur Hulu Permai Village is their lack of skills to independently produce fish feed. Therefore, training programs are necessary to enhance their capabilities and skills in making fish feed on their own. With the ability to manage and produce their own fish feed, farmers can alleviate concerns about feed availability for their aquaculture operations. Based on evaluation results, the program was well-received, with 76% of participants successfully producing fish feed using locally available raw materials in Bahaur Hulu Permai. This training program represents an initiative in aquaculture development, aiming to improve livelihoods and community welfare while contributing to the sustainable preservation of the peatland ecosystem.
Strategi Pemasaran Motor Bekas Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Abadi Jaya Motor Kabupaten Tulungagung Jaya, Adi; Habib , Muhammad Alhada Fuadilah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8515

Abstract

Pemasaran memiliki peranan penting bagi perkembangan usaha. Dengan menerapkan berbagai macam strategi dalam menghadapi persaingan akan menimbulkan pengaruh yang besar terhadap usaha dalam meningkatakan penjualan. Abadi Jaya Motor merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang jual beli motor bekas. Abadi Jaya Motor mampu mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat, untuk menghasilkan perubahan yang diharapkan dan mampu bersaing dengan usaha serupa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan pada Abadi Jaya Motor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data pimer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung di tempat penelitian. Teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Abadi Jaya Motor dalam meningkatkan penjualan produknya menggunakan strategi bauran pemasaran 7P dengan menjaga kualitas produk, penyesuaian harga kualitas atau kondisi unit, desain tempat yang nyaman, bersih dan mudah diakses, melakukan promosi secara word of mouth dan menggunakan media sosial, memiliki karyawan dengan kemampuan yang mumpuni, mempersiapkan sepeda motor hingga layak untuk di jual, serta memberikan bukti fisik produk secara terbuka.