Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BELAJAR MENULIS (KBM) MELALUI KONSEP MULTIKULTURALISME UNTUK MEMBENTUK KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Ahmad Sahide; Ahdiana Yuni Lestari; Rezki Satris
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.047 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.213

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang konsep multikulturalisme kepada mahasiswa melalui proses sosialisasi dan pendidikan tentang multikulturalisme. Karena dengan sosialisasi dan pendidikan, warga negara dapat terlibat dalam proses bernegara secara proporsional dan dapat melakukan partisipasi aktif serta efektif dalam membangun Indonesia secara lebih baik. Pengabdian ini memilih Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta sebagai mitra karena kami melihat mereka bisa mengambil peran masyarakat dengan membawa konsep-konsep multikulturalisme. Sejak berdiri tahun 2020, KBM telah berhasil menghimpun banyak mahasiswa dan anak-anak muda yang punya ketertarikan dalam dunia literasi yang datang dari berbagai latar belakang kampus, daerah, agama, suku, dan lain-lain. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa semangat kebhinekaan dari peserta yang hadir meningkat setelah mengikuti materi-materi selama pengabdian. Hal itu terlihat dari kuesioner yang kami sebarkan sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian masyarakat ini
SEKOLAH DEMOKRASI UNTUK MEMPERKUAT FONDASI DEMOKRASI INDONESIA BERSAMA KOMUNITAS BELAJAR MENULIS (KBM) YOGYAKARTA Ahmad Sahide; Ahdiana Yuni Lestari; Rezki Satris
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.617 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.842

Abstract

Indonesia sudah menerapkan sistem demokrasi selama kurang lebih dua dekade lamanya, sejak berakhirnya rezim Orde Baru Soeharto pada 1998. Sejak saat itu, pemilihan umum (pemilu) telah menjadi satu-satunya cara dalam proses pergantian kepemimpinan nasional dan juga lokal di Indonesia. Indonesia pun sudah sukses menyelenggarakan pemilihan umum selama lima kali, yaitu pada 1999, 2004, 2019, 2014, dan 2019. Inilah bukti keberhasilan Indonesia dalam mengonsolidasikan demokrasinya. Namun demikian, yang menjadi sorotan dari proses berdemokrasi di Indonesia adalah rendahnya kualitas demokrasi kita. Hal ini terlihat dari banyaknya pemimpin yang terpilih secara demokratis, kepala daerah terutama, yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus penyalahgunaan wewenang. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk terus memperkuat iklim berdemokrasi Indonesia dan salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menyelenggarakan Sekolah Demokrasi. Pengabdian ini, dengan mengambil mitra Komunitas Belajar Menulis (KBM) Yogyakarta dilakukan untuk membangun hal tersebut. Metode yang kami lakukan adalah FGD, ceramah dan kemudian menyebarkan kuesioner kepada peserta untuk melacak pemahaman peserta terkait dengan demokrasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya kemajuan pemahaman peserta terkait dengan demokrasi.
Entrepreneurship of Batik Nitik Blawong Free of Riba (Implementation of Islamic Economic Law) Berwirausaha Batik Nitik Blawong yang Bebas Riba (Penerapan Hukum Ekonomi Islam) Danang Wahyu Muhammad; Ahdiana Yuni Lestari; Rofiul Wahyudi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.1150

Abstract

Berwirausaha merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang sangat besar manfaatnya untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai orang yang bergama islam, dengan sendirinya menundukkan diri dengan sukarela kepada hukum islam, maka dalam setiap kegiatan yang dilakukan hendaknya menerapkan prinsip syariah. Persaingan usaha sudah menjadi hal yang biasa dikalangan pengusaha. Persaingan usaha yang tidak sehat dalam menjalankan usaha akan mendorong pengusaha mengambil jalan pintas yang melanggar hukum dan agama. Riba telah menjadi teman bahkan sahabat yang sulit dipisahkan bagi kehidupan sehari-hari, karena kurangnya pengetahuan tentang riba, hukum-hukum yang mendasari riba, sebab-sebab pengharamanya riba, serta dampak yang diakibatkan oleh riba. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman tentang riba. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang riba agar Kelompok Batik Nitik Blawong II terhindar dari transaksi-transaksi yang mengandung riba mengingat banyaknya transaksi saat ini yang telah mengabaikan riba. Dalam pengabdian masyarakat ini metode yang digunakan adalah sosialisasi mengenai riba. Berdasarkan hasil pre test dan post test dari 10 peserta, dapat diambil kesimpulan tingkat pemahaman peserta sebelum dilakukan sosialisasi mengenai prinsip hukum ekonomi syariah yaitu bebas riba dan penerapan berwirausaha bebas riba sebesar 35%, dan setelah dilakukan sosialisasi, tingkat pemahaman peserta mengenai prinsip hukum ekonomi syariah yaitu bebas riba dan penerapan berwirausaha bebas riba sebesar 62,75%. Pengetahuan peserta sosialisasi mengalami peningkatan sehingga pengabdian yang dilakukan tidak stagnan dan dikatakan berhasil