Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Keseriusan Kecurangan dan Personal Cost pada Peningkatan Niat Whistleblowing Rachmawati, Agrina Vina; Nazaruddin, Ietje; Utami, Tiyas Puji
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15450

Abstract

Latar Belakang: Maraknya kasus kecurangan terjadi di sektor publik maupun sektor pemerintah di Indonesia. Kementerian X ini termasuk kementerian yang cukup riskan dalam hal kasus kecurangan seperti korupsi. Indonesia Corruption Watch atau biasa disebut dengan ICW sempat mengekspos data mengenai beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian yang banyak tersandung kasus korupsi, Kementerian X ada di posisi ke-2. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Intensitas Moral, Komitmen Profesional, Tingkat Keseriusan Kecurangan, dan personal cost terhadap whistleblowing. Metode Penelitian: Penelitian mengunakan survei dengan menggunakan kuisioner dengan responden pegawai Kementerian X di Yogyakarta. Data yang diperoleh sebanyak 82 responden. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS ver.24.Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa komitmen professional, tingkat keseriusan kecurangan, dan personal cost berpengaruh positif terhadap whistleblowing. Sementara itu, intensitas moral tidak berpengaruh terhadap whistleblowing.Keterbatasan Penelitian: Responden dalam penelitian ini terbatas pada pegawai di Kementerian X Se-Daerah Istimewa Yogyakarta.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai determinan whistleblowing di lingkungan sektor publik khusunya Kementerian yang terkaitan erat dengan nilai-nilai etika.
Etika untuk Profesional Akuntan: Perspektif Tinjauan Pustaka Sistematis Nazaruddin, Ietje; Utami, Evy Rahman; Yani, Indah; Puspa, Dwi Fitri
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v9i1.24872

Abstract

Latar Belakang: Di era globalisasi yang penuh tantangan, profesi akuntan harus menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara etika, pengambilan keputusan, kualitas audit, dan karakteristik profesional, serta mengeksplorasi strategi yang efektif untuk pendidikan etika.Metode Penelitian: Penelitian ini mengkaji peran etika dalam profesi akuntansi melalui tinjauan literatur pada database Scopus, menganalisis 98 studi dari 2015 hingga 2022 di 27 negara.Hasil Penelitian: Hasilnya menunjukkan tiga klaster: karakteristik profesi akuntan, etika dan pengambilan keputusan, serta etika dan kualitas audit. Pendidikan etika penting untuk meningkatkan sikap profesional, menciptakan ide baru, dan tetap kompetitif.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada tinjauan sistematis terhadap unsur-unsur ini dan fokusnya pada pendidikan etika inovatif dan implikasi etis kepemimpinan dalam akuntansi.
Driving Whistleblowing Intention in Public Sector Organizations: Evidence from Local Government Agencies in Yogyakarta Nazaruddin, Ietje; Ramadhanty, Rahmi; Yani, Indah
Public Accounting and Sustainability Vol. 2 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pas.v2i2.52

Abstract

Research aims: This study aims to examine the determinants of whistleblowing intentions in the public sector, focusing on organizational commitment, job satisfaction, perceptions of the seriousness of violations, and personal costs associated with whistleblowing. Design/Methodology/Approach: This study employed a quantitative survey method. Questionnaires were distributed to 171 civil servants at the Main Office of the Social Services (CSMO) Agency of the Special Region of Yogyakarta. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. Research findings: This study shows that whistleblowing intention is positively and significantly influenced by organizational commitment (OC), organization’s ethical values (OEV), job satisfaction (JS), and perceptions of the seriousness of violations (SOV). Conversely, perceptions of personal cost (PC) are not found to have a considerable impact. Theoretical contribution/Originality: This study advances whistleblowing research in the public sector by introducing ethical values, demonstrating that moral values, organizational commitment, and job satisfaction are more important than personal costs in shaping whistleblowing intentions. Practitioner/Policy implication: These findings provide a basis for policymakers to design reporting systems that encourage organizational commitment, strengthen ethical values, and create a work environment that supports the courage to report without fear of personal risk.