Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemetaan Kenyamanan Suhu Permukaan di Destinasi Pariwisata: Sebuah Strategi untuk Pariwisata Perkotaan yang Berkelanjutan Rois Dinan; MH Nateq Nouri; Fardiah Qonita Ummi Naila; Jasman Jasman; Andi Abriani
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.75909

Abstract

Isu sustainability dalam konteks pariwisata sangat penting untuk ditanamkan, khususnya pada jenis pariwisata yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan seperti urban tourism. Terdapat banyak kota di dunia ataupun di indonesia mengalami fenomena urban heat island yang salah satunya disebabkan oleh aktivitas Urban tourism. Penelitian ini berfokus pada pemetaan kenyamanan suhu udara bagi wisatawan di Kota Makassar sebagai salah satu urban tourism di Indonesia. Terdapat 2 komponen utama yang menjadi inti dalam penelitian ini, yakni kondisi suhu permukaan eksisting dan tingkat kenyamanan suhu udara bagi manusia. Untuk mengetahui kondisi suhu permukaan di Kota Makassar, digunakan analisis land surface temperature menggunakan penginderaan jarak jauh. Tingkat kenyamanan suhu bagi manusia dirumuskan dengan tinjauan 3 standar yang digunakan dalam penelitian, yakni standar nasional indonesia, WHO dan ASHRAE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu permukaan Kota Makassar relatif tinggi. Jika dikomparasikan dengan tingkat toleransi kenyamanan suhu udara manusia, terdapat beberapa Kecamatan yang masuk dalam kategori tidak nyaman bagi manusia atau wisatawan yang berkunjung. Penerapan green infrastructure menjadi pendekatan yang sesuai bagi Kota Makassar untuk mereduksi dampak urban heat island. 
Tinjauan Aksesibilitas Menuju Destinasi Pariwisata di Pulau Sumba, Indonesia Menggunakan Space Syntax Analysis Rois Dinan; Fardiah Qonita Ummi Naila
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v8i2.3579

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi aksesibilitas menuju destinasi pariwisata di Pulau Sumba yang notabene menjadi kawasan destinasi wisata prioritas di Indonesia. Untuk mengidentifikasi aksesibilitas pada penelitian ini, menggunakan alat analisis space syntax dengan menggunakan software depthmapx. Data dikumpulkan dengan metode sekunder dengan memanfaatkan data publikasi dari berbagai instansi dan meminta data pada instansi yang ada di Provinsi NTT. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sumba Timur memiliki infrastruktur transportasi yang paling lengkap dengan adanya 2 terminal angkutan umum, 1 bandara dan 2 pelabuhan. Dari aspek kelengkapan infrastruktur transportasi di Pulau Sumba teridentifikasi kelemahan minimnya infrastruktur angkutan umum diluar Kabupaten Sumba Timur. Dari hasil analisis aksesibilitas jaringan jalan menggunakan space syntax, diketahui bahwa terdapat 43,4% berada pada aksesibilitas tinggi dan 56,6% berada di aksesibilitas sedang dan aksesibilitas rendah. Secara regional, Kabupaten Sumba Timur yang memiliki infrastruktur transportasi yang relatif lebih lengkap, menjadi Kabupaten di Pulau Sumba yang memiliki jaringan jalan dengan aksesibilitas rendah terbesar di Pulau Sumba, yakni 2.120,09 kilometer. Hal ini harus menjadi perhatian dikarenakan jumlah wisatawan terbesar yang ada di Pulau Sumba ada di Kabupaten Sumba timur.
SUSTAINABLE TOURISM STRATEGIES THROUGH MAPPING DISASTER-PRONE TOURISM AREAS IN SITUBONDO REGENCY, INDONESIA Rois Dinan; Muhammad Yahya; Asya Karima; Mardia Husdir; Nurul Rahma
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v2i1.849

Abstract

Tourism development in disaster-prone areas presents both opportunities and risks that demand careful spatial planning and sustainable management. Situbondo Regency, located in East Java, Indonesia, offers diverse natural attractions ranging from coastal landscapes and mountain ecosystems to conservation areas. However, the regency’s geographical characteristics also expose many of its tourism destinations to hazards such as floods, landslides, earthquakes, volcanic activity, and coastal abrasion. This study aims to map tourism areas identified in the Regional Spatial Plan (RTRW) of Situbondo and examine their overlap with disaster-prone zones as a foundation for developin2g strategies toward sustainable tourism. A spatial analysis approach was employed by overlaying designated tourism zones with hazard-prone maps derived from official planning documents and secondary data. The results indicate that several key tourism sites, particularly those situated along coastal corridors and volcanic slopes, fall within medium to high disaster risk areas. These findings underscore the urgency of integrating disaster risk reduction measures into tourism development and policy implementation. The study suggests that sustainable strategies should emphasize infrastructure resilience, the incorporation of disaster-sensitive design principles, and the reinforcement of local community capacity in preparedness and response. In addition, diversification of tourism products that reduce environmental vulnerability, improved early warning systems, and stronger risk communication with stakeholders are essential for minimizing potential losses. Aligning spatial planning instruments with sustainable tourism frameworks is also crucial to ensure long-term destination resilience. This research highlights the importance of disaster-aware tourism planning in Situbondo Regency. By integrating spatial planning, disaster risk management, and sustainability principles, Situbondo can strengthen the safety of its destinations, maintain ecological integrity, and enhance the resilience of its tourism sector in the face of natural hazards.