Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENCEGAHAN DINI STUNTING PADA PKK REMAJA WATANG BACUKIKI KOTA PAREPARE Usman Usman; Fitriani Umar; Muhammad Nur Maallah; Sudirman Sudirman; Syamsurijal Tabang; Sri Resky Ananda; Atikah Wulandari; Melani Asmiranda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.421-428

Abstract

Masalah kesehatan yang perlu diwaspadai di Indonesia salah satunya adalah kasus stunting pada anak balita. Pemberian edukasi mengenai stunting sebaiknya dimulai sejak usia remaja sebagai persiapan memasuki masa prakonsepsi. Upaya yang dilakukan oleh Kelurahan Watang Bacukiki dalam menurunkan prevalensi stunting salah satunya dengan membentuk kelompok PKK Remaja. Anggota PKK Remaja sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan kelurahan termasuk pencegahan stunting, namun mereka hanya ikut membantu dalam setiap kegiatan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anggota kelompok mitra dalam pencegahan stunting serta meningkat pemahaman dan keterampilan mereka dalam pemberian makan bayi dan anak. Dalam pelaksanaan program kegiatan ini, kami telah melakukan penyusunan tahapan yang akan dilakukan yang meliputi: 1). Koordinasi dengan kelompok mitra dan sosialisasi kegiatan yang akan dilakukan kepada semua anggota PKK Remaja, 2).Kegiatan edukasi/ sosialisasi dilakukan dengan melibatkan anggota kelompok mitra dengan materi edukasi tentang pencegahan stunting, 3).Pelatihan konseling PMBA diikui oleh anggota kelompok PKK Remaja dengan melibatkan fasilitator dari Dinas Kesehatan Kota Parepare, 4). Kegiatan pendampingan PMBA dilakukan dalam bentuk praktek langsung melakukan konseling PMBA. Hasil kegiatan dan kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu: 1).Kegiatan Edukasi Pencegahan Stunting dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok mitra  dalam upaya pencegahan stunting khususnya mengenai definisi dan kriteria, faktor risiko stunting serta pencegahannya, inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI, 2).Kegiatan pelatihan dan pendampingan konseling PMBA dapat meningkatkan keterampilan anggota kelompok mitra dalam membuatan dan penyajian PMBA kepada bayi dan anak sesuai umur
PENDAMPINGAN PENERAPAN PROGRAM CERIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN DINI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Rini Anggraeny; Usman Usman; Sry Reski Ananda; Melani Aspiranda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3102-3106

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk dukungan pelaksanaan program Ceria sebagai bagian dari pencegahan dini anemia pada remaja putri  yang meliputi kegiatan edukasi dan pelatihan deteksi dini anemia. Kelompok yang dilibatkan adalah PD. Nasyiatul Aisyiyah Kota Parepare dengan alasan bahwa kelompok ini memiliki program pos edukasi dan pos layanan deteksi dini anemia melalui program Phasmina yang sasarannya merupakan remaja putri. Beberapa permasalahan prioritas yang dialami oleh mitra dalam menjalankan program phasmina tersebut, antara lain:1) Pengetahuan anggota kelompok mitra tentang anemia, faktor risiko dan pencegahannya masih rendah. Hal ini disebabkan mereka masih kurang mendapatkan edukasi/ sosialisasi, 2) keterampilan kelompok mitra dalam melakukan pengukuran seteksi dini anemia masih rendah yang disebabkan karena mereka belum pernah diberikan pelatihan dalam program tersebut. Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah pengurus PD. Nasyiatul Aisyiyah Kota Parepare kelompok mitra memiliki keterampilan dalam melakukan edukasi dan deteksi dini anemia sehingga dapat melakukan program phasmina secara rutin dan mandiri. Target khusus yang ingin dicapai yaitu adanya peningkatan pengetahuan anggota kelompok mitra tentang anemia dan adanya keterampilan kelompok mitra dalam melakukan pengukuran deteksi dini anemia. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu meliputi tahapan sebagai berikut, 1). Tahap sosialisai program dengan menghadirkan kelompok mitra, 2) Kegiatan edukasi/sosialisasi kepada anggota kelompok mitra dengan menggunakan media power point, 3). Pelatihan Deteksi Dini Anemia kepada anggota kelompok mitra meliputi pengukuran deteksi dini anemia dan pengukuran kadar hemoglobin (hb). Kesimpulan dari hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu: 1).Kegiatan Edukasi Pencegahan Anemia dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok mitra dalam upaya pencegahan anemia khususnya mengenai definisi dan kriteria, faktor risiko dan pencegahan anemia, 2).Kegiatan pelatihan deteksi dini anemia dapat meningkatkan keterampilan kelompok anggota mitra dalam pencegahan dini anemia.
Parenting Patterns with Development of Social Adaptation for Toddler Age Children Haniarti Haniarti; Ariana Juhartina; Usman Usman
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 14 No 2 (2021): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parenting patterns are a description of the attitudes and behavior of parents and children in interacting and communicating during parenting activities. The purpose of this study was to determine the relationship between democratic, authoritarian, permissive parenting with the development of adaptation for toddlers at the Posyandu in the working area of ​​the Bojo Baru Health Center, Barru Regency. This research is an analytic survey research with an observational study with a cross-sectional study design. The data analyzed using the chi-square test (x2) with a significant level of = 0.05. There are 67 respondents who met the research criteria. The chi-square test (x²) showed that there was a relationship between democratic parenting (p = 0.02), authoritarian (p = 0.01), permissive (p = 0.03) with the development of adaptation of toddler age children at the Posyandu in the working area of ​​the Bojo Baru Health Center, Barru Regency. Based on the results of the study, we concluded that there was a relationship between democratic, authoritarian, permissive parenting with the development of social adaptation of toddler age children at the Posyandu in the working area of ​​the Bojo Baru Health Center, Barru Regency.
Penerapan Inovasi Brownies Daun Kelor dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Usman Usman; Fitriani Umar; Sudirman Sudirman; Abdul Rahman; Hasnah Hasnah; Fany Rahmasari
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bzgmcs77

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis pangan dengan kandungan zat gizi yang lengkap untuk balita stunting. Daun kelor pada umumnya hanya dikonsumsi sebagai sayur tanpa ada inovasi. Hal tersebut mendasari sehingga penting untuk dilakukan penerapan inovasi daun kelor dalam bentuk brownies sehingga menjadi jajanan yang dapat dikonsumsi setiap saat oleh balita. Tahapan pelaksanaan program meliputi sosialisasi kegiatan, persiapan kegiatan, pembuatan brownies, pengemasan brownies daun kelor dan pendistribusian brownies daun kelor. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan kegiatan seperti pembuatan brownies daun kelor. Pembuatan brownies daun kelor dilakukan di rumah ketua Tim Pelaksana (Usman). Langkah selanjutnya adalah pengemasan brownies daun kelor. Kegiatan pengemasan dilakukan oleh tim pelaksana dengan menggunakan bahan plastik mika DMS 4C. Setelah itu dilakukan pendistribusian atau pembagian brownies daun kelor kepada masyarakat. Selain pembagian produk brownies daun kelor, juga diselingi dengan edukasi tentang kandungan dan manfaat brownies daun kelor bagi kesehatan balita khususnya mencegah kejadian stunting. Dengan penerapan inovasi brownies daun kelor akan meningkatkan berat badan balita sehingga dapat mencegah kejadian stunting pada balita.
Implementasi Bed Management Model EDWADR III dalam Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Rawat Inap di RSUD La Patarai Kabupaten Barru Najmah Mudiah; Usman Usman; Herlina Muin; Rasidah Wahyuni Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58868

Abstract

Latar belakang belakang Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang memegang peran penting dalam sistem kesehatan nasional, terutama dalam menyediakan layanan rujukan bersifat kuratif dan rehabilitatif. Tujuan Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi bed management berdasarkan Model Implementasi Kebijakan Edward III (komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi) dalam meningkatkan efisiensi pelayanan rawat inap di RSUD La Patarai Kabupaten Barru.Metode Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan dipilih melalui Purposive Sampling.Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil Komunikasi berjalan melalui SIMRS dan koordinasi langsung, namun masih terdapat keterlambatan pembaruan data tempat tidur. Sumber daya manusia dan teknologi telah tersedia, tetapi kapasitas tempat tidur belum optimal pada kondisi lonjakan pasien. Disposisi tenaga kesehatan menunjukkan komitmen yang baik, meskipun beban kerja tinggi memengaruhi konsistensi pelaksanaan. Struktur birokrasi telah memiliki pembagian tugas, namun sinkronisasi data antar unit masih perlu diperkuat. Kesimpulan Implementasi bed management di RSUD La Patarai Kabupaten Barru telah berjalan cukup baik pada seluruh aspek Model Edward III, namun belum optimal.Penguatan koordinasi, sinkronisasi data real-time, dan peningkatan kapasitas sumber daya diperlukan untuk mencapai efisiensi pelayanan rawat inap yang optimal. Kata Kunci: : bed management, Edward III, efisiensi rawat inap, implementasi kebijakan