Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Pemikiran Kreatif Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Kelas V Mi Tarbiyatus Sibyan Kabupaten Probolinggo Ani Anjarwati; Ajunaida Kurniawati; Farihah Zamili; Malqa Dewi Royyana; Hasyim Muzadi
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi (JPST)
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v1i2.298

Abstract

From the results of observations at MI Tarbiyatus Sibyan found problems in learning, as evidenced by students' understanding of the material effect of air pollution on respiratory organs which is still low. The lack of learning media in the classroom is a very strong reason for this. And of course in this case it must be addressed immediately because it greatly affects student learning outcomes. One of the solutions for student learning problems is the teacher using the Project Based Learning (PjBL) learning model. This method is expected to have an impact on students to increase creativity and critical thinking. For this research method, researchers used quantitative descriptive and qualitative descriptive. Quantitative descriptive in this study is that for each cycle carried out the proportion of evaluation test results will be calculated, while qualitative description is information from the results of observation and elaboration in the form of explanations made by educators and students. From the results of the class action assessment (PTK) it was stated that the students' pretest scores were still said to be low, but after the presentation of material regarding the effects of air pollution on the respiratory organs and the posttest, the students' creative and critical thinking abilities experienced a fairly good increase.
Tradisi Petik Laut Sebagai Pelestarian Kearifan Lokal di Pesisir Mayangan Probolinggo Ryzca Siti Qomariyah,; Andini Nur Firdaussy; Ajunaida Kurniawati; Devi Puspita; Farihah Zamili
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i4.536

Abstract

Petik laut merupakan sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan di Pesisir Mayangan Probolinggo terhadap laut yang telah menjadi sumber kehidupan. Disisi lain juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi keselamatan dan limpahan rezeki melalui hasil laut.Sejarah petik laut merupakan ritual yang selalu dinantikan yang rutin dilaksanakan dikalangan komunitas para nelayan termasuk para nelayan pesisir Mayangan. Petik laut ini rutin dilaksanakan setiap awal tahun hijriah yaitu pada bulan suro atau bulan muharram. Dengan adanya tradisi petik laut ini, dapat menimbulkan rasa tanggungjawab untuk melestarikan kebudayaan lokal yaitu petik laut di Pesisir Mayangan. Metode penulisan ini menggunakan deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama tokoh masyarakat setempat, bahwa maksud dan tujuan dari berbagai upacara sedekah laut tersebut biasanya sama, yaitu memohon pada Tuhan agar para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang dan dihindarkan pula dari malapetaka selama melaut. Perkembangan era modern tidak membuat upacara petik laut menghilang namun tetap lestari dan mengalami perubahan serta perkembangan. Hal tersebut tidak terlepas dari masyarakat pendukungnya yang tetap melestarikan dan mempertahankannya sebagai tradisi karena memiliki manfaat sehingga dapat dikatakan juga sebagai kearifan lokal. Inti dari prosesi upacara petik laut adalah larung sesaji dan pada perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh berbagai unsur budaya islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara petik laut bukan hanya sekedar budaya atau tradisi masyarakat melainkan bentuk kearifan lokal yang memiliki manfaat dan nilai yang dapat digunakan di kehidupan modern. Manfaat dari petik laut ini adalah untuk menjaga kelestarian laut serta mengandung berbagai nilai penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu nilai gotong royong, sosial, estetika, dan religi.