Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Peserta Didik Terhadap Butir Soal Tes Tertulis Ryzca Siti Qomariyah; Ika Putri Fadilah; Devi Puspita
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi (JPST)
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v1i2.310

Abstract

The quality of education can be measured by a test, both honest and descriptive written tests. The test is an action in measuring the success or failure of a teaching. In this group research, a written test was used to determine students' ability to understand matter and its changes. Where is the system for making this problem the first is the preparation and adjustment of the grid with the syllabus and lesson plans that have been set by the class IV teacher. second, preparation of questions that are adapted to the grid. In the observation carried out at SDN Mentor 3, the group found out about the learning model that was applied in class IV, namely the PjBL model with the curriculum used was an independent curriculum, which based on the results of interviews with class IV teachers, science learning in class IV SDN Mentor 3 went well. both and the students are active and have no difficulty in learning science material, especially in the material Forms of Substance and Its Changes. so that the group can find solutions to problems experienced by students.
Upaya mendalami arti lambang PMI untuk meningkatkan minat generasi muda pada organisasi PMI Ani Anjarwati; Malqa Dewi Royyana; Rr Ghina Ayu Putri Tya Kunanti; Ika Putri Fadilah; Devi Puspita; Moch. Abdul Azis
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.17 KB) | DOI: 10.47233/jpmittc.v1i2.463

Abstract

The Indonesian Red Cross (PMI) is a national association organization in Indonesia that was founded by Dr. RCL Senduk and Bahder Djohan to engage in social humanitarian activities. PMI has always adhered to the seven basic principles of the International Red Cross and Red Crescent movements, namely humanity, equality, volunteerism, independence, unity, neutrality, and universality. The Indonesian Red Cross in its implementation does not make a distinction but prioritizes the victims who need immediate help for their lives. The PMR is under the supervision of the PMI, whose objectives are not much different from the PMI. PMR became important and became one of the extracurricular organizations in the school because its existence became one of the bridges with health workers to save more people. Unfortunately, our society still does not understand how important the handling and provision of P3K is not only at home but also outside the home or in the bag. Make the community aware through the younger generation of the importance of rescue and handling so that the chances of life of the patient, or in medical terms commonly called the "golden hour", on the victim are not missed.
Tradisi Petik Laut Sebagai Pelestarian Kearifan Lokal di Pesisir Mayangan Probolinggo Ryzca Siti Qomariyah,; Andini Nur Firdaussy; Ajunaida Kurniawati; Devi Puspita; Farihah Zamili
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2024): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v1i4.536

Abstract

Petik laut merupakan sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan di Pesisir Mayangan Probolinggo terhadap laut yang telah menjadi sumber kehidupan. Disisi lain juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi keselamatan dan limpahan rezeki melalui hasil laut.Sejarah petik laut merupakan ritual yang selalu dinantikan yang rutin dilaksanakan dikalangan komunitas para nelayan termasuk para nelayan pesisir Mayangan. Petik laut ini rutin dilaksanakan setiap awal tahun hijriah yaitu pada bulan suro atau bulan muharram. Dengan adanya tradisi petik laut ini, dapat menimbulkan rasa tanggungjawab untuk melestarikan kebudayaan lokal yaitu petik laut di Pesisir Mayangan. Metode penulisan ini menggunakan deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama tokoh masyarakat setempat, bahwa maksud dan tujuan dari berbagai upacara sedekah laut tersebut biasanya sama, yaitu memohon pada Tuhan agar para nelayan dianugerahi hasil laut yang melimpah pada tahun yang akan datang dan dihindarkan pula dari malapetaka selama melaut. Perkembangan era modern tidak membuat upacara petik laut menghilang namun tetap lestari dan mengalami perubahan serta perkembangan. Hal tersebut tidak terlepas dari masyarakat pendukungnya yang tetap melestarikan dan mempertahankannya sebagai tradisi karena memiliki manfaat sehingga dapat dikatakan juga sebagai kearifan lokal. Inti dari prosesi upacara petik laut adalah larung sesaji dan pada perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh berbagai unsur budaya islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara petik laut bukan hanya sekedar budaya atau tradisi masyarakat melainkan bentuk kearifan lokal yang memiliki manfaat dan nilai yang dapat digunakan di kehidupan modern. Manfaat dari petik laut ini adalah untuk menjaga kelestarian laut serta mengandung berbagai nilai penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu nilai gotong royong, sosial, estetika, dan religi.