Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Antioxidant Activity Test of Langsat (Lansium domesticum) Bark Extract with DPPH Nur, Amran; Saleh, Rahmat Dian; Rahman, Ismail; Fiskia, Ermalyanti; Rahman, Safriani
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2025): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v10i1.9831

Abstract

Background: The langsat plant is a traditional plant that has long been used as an alternative to treat various health problems. Langsat bark apparently has extraordinary benefits and is closely related to its ability to fight free radicals. The bad effects caused by free radicals on the body can be prevented by using a substance called an antioxidant. The benefits of antioxidants for the body include protecting body cells from damage caused by free radicals. Langsat bark has extraordinary benefits, one of which is that it contains compounds that are antioxidant, anti-inflammatory, anti-diabetic and anti-cancer. Where langsat bark is known to contain several secondary metabolites, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. Objective: This study aims to determine the antioxidant activity of langsat (Lansium domesticum) bark extract. Method: Determination of antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihidrazyl) method. Results: The antioxidant value of vitamin C and langsat bark extract are included in the very strong antioxidant category because both have IC50 values 50 ppm. Where the IC50 value 50 ppm is classified as a very strong antioxidant. In testing vitamin C, an average IC50 value of 6,378 μg/mL was obtained, while for langsat bark extract an average IC50 value was 10,654 μg/mL.Conclusion: Langsat bark extract has an IC50 value of 10,654 μg/mL so it is categorized as a very strong antioxidant.
Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Pitusunggu Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Dalam Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok Untuk pembuatan Cookies Sehat Rendah Kalori Sitti Amirah; Fitriana, Fitriana; Asmaliani, Ira; Rahman, Safriani
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.517

Abstract

Pisang merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Selama ini konsumsi dan pengolahan pisang terbatas pada pengolahan pisang yang matang. Permasalahan yang muncul adalah pisang segar matang setelah dipanen cepat rusak sehingga akan mengurangi kualitas mutu pisang. Salah satu upaya yang ditawarkan adalah inovasi pengolahan pisang menjadi produk olahan setengah jadi dalam bentuk tepung. Tepung pisang mengandung pati dan memiliki kandungan gizi berupa karbohidrat, lemak, protein, vitamin B dan mineral seperti kalium, klor, natrium, magnesiuam dan fosfor. Kandungan serat dan gizi yang tinggi menjadikan tepung pisang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan cemilan sehat seperti cookies. Mitra pada kegiatan ini adalah tim PKK di Desa Pitusunggu, Kecamatan Ma`rang, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai inovasi tepung pisang dan pemnfaatannya serta meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah tepung pisang kepok menjadi cookies yang sehat dan rendah kalori. Melalui kegiatan ini, tim pengabdi memperkenalkan inovasi pengolahan pisang menjadi tepung yang bisa digunakan sebagai salah satu bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam kudapan yang bernilai gizi tinggi. Pada pelaksanaanya, dilakukan pengisian kuisioner sebelum dan setelah kegiatan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan  berlangsung sebesar 12,05%. Hasil penilaian produk yang dilakukan pada akhir kegiatan menunjukkan bahwa cookies sehat yang dihasilkan 100% peserta menyatakan bahwa rasanya enak dan layak untuk diproduksi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Fitriana, Fitriana; Amirah, Sitti; Rahman, Safriani; Fadilah, Nur; Jihadi, Athira; Polopadang, Arion Whaizer
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.8650

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan tanaman yang bermanfaat dalam pengobatan penyakit infeksi pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) terhadap bakteri Salmonella typhi dengan metode difusi agar. Penelitian ini diawali dengan uji skrining menggunakan konsentrasi 0,1%, 0,5%, dan 1% kemudian dilanjutkan dengan uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dengan konsentrasi 0,05 %, 1%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 16% terhadap bakteri Salmonella thypi dan dilanjutkan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil uji skrining aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) memberikan aktivitas antibakteri terhadap Salmonella thypi pada konsentrasi 1%. Hasil uji KHM diperoleh pada konsentrasi 1% terhadap bakteri Salmonella thypi, sedangkan nilai KBM pada konsentrasi 0,05%. Hasil uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% diperoleh diameter terbesar dalam menghambat bakteri pada konsentrasi 10%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa semua konsentrasi ekstrak memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat pertumbuhan mikroba (p0,05). Kesimpulan yang didapatkan adalah ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK FERMENTAT ISOLAT FUNGI ENDOFIT KODE IFAZ-6 DARI AKAR BIDARA (Ziziphus mauritiana Lam.) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Fitriana, Fitriana; Amirah, Sitti; Rahman, Safriani; Charawati, Nurul Mega
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 17, No 1 (2025): AS-SYIFAA JURNAL FARMASI
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56711/jifa.v17i1.1338

Abstract

Endophytic fungi are microorganisms that reside within plant tissues and are known to produce secondary metabolites with antibacterial potential. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the fermented extract of the endophytic fungal isolate IFAZ-6, derived from the roots of Ziziphus mauritiana Lam. (bidara), against Streptococcus mutans. The isolate was fermented for 21 days and extracted using ethyl acetate. The extract was tested for antibacterial activity using Minimum Inhibitory Concentration (MIC) at concentrations ranging from 0.2% to 25.6%, Minimum Bactericidal Concentration (MBC) from 3.2% to 25.6%, and agar diffusion assay at concentrations of 8%, 12%, and 16%. Inhibition zone diameters were analyzed statistically using the Kruskal–Wallis test followed by the Mann–Whitney post hoc test to assess differences between concentration groups. The results showed an MIC value of 3.2% and an MBC of 6.4%. The agar diffusion assay revealed a maximum inhibition zone diameter of 9.86 mm at 16% concentration, with statistically significant differences between concentrations (p < 0.05). These findings suggest that the fermented extract of IFAZ-6 possesses antibacterial activity against S. mutans, although its efficacy remains lower than that of the positive control, chloramphenicol
the UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL HERBA PUTRI MALU (Mimosa pudica L.) TEHADAP Artemia salina Leac Handayani, Virsa; PRAHAYU, ADE CAHYA; rahman, safriani
Makassar Natural Product Journal (MNPJ) April 2024
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mnpj.v2i1.152

Abstract

ABSTRACT Mimosa pudica L. contains secondary metabolite compounds of alkaloid, flavonoid, steroid, tannin, and saponin. The content of secondary metabolites that have the potential toxicity of Mimosa pudica herbs are alkaloids, flavonoids. This study aims to determine the toxicity of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach larvae using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. This research begins with the extraction of Mimosa pudica L. herb using ethanol 96% solvent by maceration method then phytochemical screening is carried out which shows the Mimosa pudica L. herb sample contains flavanoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids. Toxicity test of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb against Artemia salina Leach is divided into 6 test groups i.e 5 treatment groups (Concentration of 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 750 ppm) and 1 control group. Each concentration was made in 3 vials which has inserted 10 Artemia salina Leach larvae after treatment for 24 hours. The results of the study can be seen through probit analysis by calculating LC50. The LC50 value of ethanol extract of Mimosa pudica L. herb was LC50 61.517 µg/mL. This indicates that the ethanol extract of Mimosa pudica L. herb has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm. Keywords : Toxicity Test; Mimosa pudica Herb; Artemia salina Leach; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) ABSTRAK Putri malu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, steroid, tanin, dan saponin. Kandungan metabolit skunder yang memiliki potensi toksistas dari herba putri malu yaitu alkaloid, flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari herba putri malu (Mimosa pudica L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini diawali dengan melakukan ekstraksi herba putri malu menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi kemudian dilakukan skrining fitokimia yang menujukkan sampel herba putri malu mengandung flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid. Pengujian toksisitas ekstrak etanol herba putri malu terhadap Artemia salina Leach dibagi menjadi 6 kelompok uji yaitu 5 kelompok perlakuan (Konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm) dan 1 kelompok kontrol. Masing – masing konsentrasi dibuat dalam 3 vial yang dimasukkan 10 ekor larva Artemia salina Leach setelah perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung LC50. Nilai LC50 dari ekstrak etanol herba putri malu sebesar LC50 61,517 µg/mL. Hal tersebut menujukan bahwa ekstrak etanol herba putri malu memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach karena nilai LC50 <1000 ppm. Kata Kunci : Uji Toksisitas; Herba Putri Malu; Artemia salina Lecah; Brine Shrimp Lethality Test (BSLT).