Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Empowering farmers to increase the participation in the sustainable food yard program in Tegalrejo Village, Yogyakarta City Muhammad Iqbal Ar Ryyadh; Siti Nurlaela; Endah Puspitojati
Community Empowerment Vol 8 No 5 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.7316

Abstract

The purpose of this community service is to develop a design for empowering farmers in order to increase their participation in the Sustainable Food Yard Program (P2L). Activities carried out from January to July 2022. The method used in this activity is extension and training to local farmers. Training on plant maintenance from plant-based pests and diseases aims to increase farmers' knowledge, attitudes and skills, especially related to P2L. The results of the study show that age, non-formal education, farming experience, group roles, availability of facilities, extension extension support, and government support simultaneously have a significant effect on farmer participation in the use of home gardens. Partially, non-formal education and extension support have a significant effect on farmer participation in the use of home gardens in Tegalrejo Village, Tegalrejo Kemantren, Yogyakarta City.
Effectiveness of Agricultural Extension of Making Liquid Organic Fertilizer (POC) from Coconut Husk at KWT Pamelum, Hayaping Village, Awang District, East Barito Regency Atehayati Atehayati; Budi Purwo Widiarso; Siti Nurlaela
Tropical Plantation Journal Vol 2, No 2 (2023): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v2i2.27

Abstract

The farmer women's group has a strategic role in improving the farming skills of its members. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the agriculture extension program carried out at KWT Pamelum, Hayaping Village, Awang District, East Barito Regency with material for making liquid organic fertilizer made from coconut husk. Counseling was conducted on 30 female farmers. Measurements are carried out before and after the activity. Using Wilcoxon analysis, a significant increase in results (p = 0.00) was obtained in the value before and after the extension program. With N gain score analysis, there is an effective improvement in both knowledge, attitudes, and skills. These results are then implemented in shared gardens at KWT. It is expected that extension workers will assist farmers to continue to apply the use of liquid organic fertilizer in their farming because the results are proven to be better and safer. 
Strategi Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas Siti Nurlaela; Alfandi Kunto Wijoyo; Atika Mei Risma Putri; Deva Melinda; Christ Yandi Sasan; Alya Vena Resta; Dani Prasetya Hadi; Okta Amanah Ashianti; Muhammad Taufiq Heriansyah; Angga Permadi; Kadarso Kadarso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.988

Abstract

Sampah merupakan permasalahan penting yang membutuhkan penyelesaian secara sistemik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan sampah adalah dengan membuat sistem pengelolaan sanpah berbasis komunitas, namun hal ini belum bisa diterapkan karena membutuhkan keterlibatan semua pihak. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan dalam kegiatan KKN Tematik Sampah di Kalurahan Baturetno, Kapanawon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan antara lain: sosialisasi pemilahan sampah di setiap pertemuan, revitalisasi sistem sodaqoh sampah, pembuatan keranjang sampah botol, dan aktivasi kolam ikan kelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah: terlaksananya sosialiasi pemilahan sampah di setiap rumah tangga, terlaksanakannya sistem shodaqoh sampah yang diprakarsai oleh pemuda, pengadaan keranjang sampah botol di setiap sudut kampung, dan aktivasi kolam ikan dengan pemberian bibit ikan sebagai salah satu sarana pertemuan bapak-bapak dengan topik wajib edukasi sampah berkelanjutan. Inisiasi yang telah berjalan di salah satu RT (RT 22) diharapkan menjadi acuan bgi RT lainnya. Keterlibatan semua pihak sangat diharapkan agar sistem yang telah dirintis ini dapat berkembang menjadi komunitas mandiri sampah.
Young Farmers’ Entrepreneurship during the Covid-19 Pandemic Siti Nurlaela; Epsi Euriga; R. Hermawan; Puri Eka Dewi Fortuna
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol. 9 No. 1: January-June 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agraris.v9i1.102

Abstract

Most entrepreneurs have witnessed their businesses fail during the Covid-19 pandemic, and young farmers are no exception. This study revealed the challenges encountered by young farmers during the pandemic and their efforts to address them. Production, capital, marketing, and their effects on income have emerged as significant challenges for them. The participants were young farmers who received business capital through the Young Agricultural Entrepreneurial Development Program (Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian or PWMP). The data were gathered by census method, and 71 young farmers completed and returned the questionnaire via electronic forms. Data were analyzed using a quantitative description. The results unveiled that young farmers encountered production, capital, and marketing issues. Young farmers combated production problems by improving creativity, cooperation, and management. Forming partnerships, developing innovative products, and seeking bank loans were all viable options for addressing the capital shortage. Additionally, marketing concerns were addressed through online marketing, building partnerships, and expanding networks. Besides capital, young farmers required opportunities, mentors, and a supportive environment to succeed as entrepreneurs. The government should establish policies supporting the efforts of young farmers during the pandemic. Moreover, young farmers necessitated training and infrastructure assistance in online marketing.
PERILAKU PETANI DALAM PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA PADI (Oryza Sativa L.) DI DESA MEGER KECAMATAN CEPER KABUPATEN KLATEN Sabdono; Siti Nurlaela; Budi Purwo Widiarso
Agrica Ekstensia Vol 17 No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v17i2.136

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman padi. Kajian telah yang dilakukan pada bulan September 2022 sampai Februari 2023 di desa Meger Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Populasi berasal dari dua kelompok tani padi yang aktif yaitu Bangun Dadi, dan Dadi Rukun. Populasi penelitian sebanyak 59 petani. Jumlah sampel ditentukan dengan persamaan slovin. Pengambilan sampel Sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling dan didapatkan 38 sampel. Berdasarkan hasil kajian ini didapatkan perilaku petani dalam penggunaan pupuk organik pada budidaya padi adalah sebagai berikut: a) untuk aspek pengetahuan memiliki nilai 73,26 dengan kategori tinggi, b) Aspek Sikap memiliki nilai 67,41 dengan kategori sedang, dan c) Aspek ketrampilan memiliki nilai 66,29 dengan kategori sedang.
Pendampingan Kelompok Tani Kawasan Perkotaan Berbasis PAR dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah Organik Yasmin Siti Sara Azami; Siti Nurlaela; Epsi Euriga
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1034

Abstract

Minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menyebabkan rendahnya efektivitas sistem pengolahan sampah di perkotaan. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan dengan tahapan perencanaan, implementasi, refleksi dan evaluasi yang melibatkan kelompok tani di kawasan perkotaan. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada edukasi individu, program ini menerapkan metode PAR yang melibatkan komunitas tani secara langsung dalam pengelolaan sampah organik berbasis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan dilakukan dengan 1) membentuk Kelompok Tani Kawasan Perkotaan 2) membentuk komunitas pemberdayaan masyarakat, 3) melakukan pendampingan kelompok, 4) melakukan pengelolaan sampah organik, 5) edukasi pengelolaan sampah organik dan 6) sosialisasi kegiatan tukar sampah berhadiah. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan 5 rancangan aksi yang dilaksanakan secara partisipatif oleh partisipan. Tahapan ketiga yaitu tahap observasi sebagai tanggapan kritis partisipan terhadap berjalannya rangkaian aksi dalam kegiatan pengelolaan sampah organik. Tahapan terakhir yaitu tahap refleksi, upaya merumuskan aksi perbaikan dari hasil observasi kegiatan yang dapat diterapkan pada siklus pendampingan ke-2. Edukasi juga dilakukan untuk membantu memastikan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah meningkat sebesar 40% dan efektivitas pengolahan sampah organik meningkat dari 50% menjadi 85%, sebagaimana hasil evaluasi pre-test dan post-test. Dengan begitu, metode PAR terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik, sehingga dapat diadaptasi untuk diterapkan di wilayah lain terutama pada komunitas terintegrasi dengan integrasi RTH Perkotaan.
Pelatihan Excel untuk pencatatan usaha di unit pemasaran cabai Gapoktan Tirto Sembodo Guswiarni Dwi Khotidyah; Siti Nurlaela; Adi Prayoga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30997

Abstract

Abstrak Usaha pemasaran cabai adalah unit usaha milik Gapoktan Tirto Sembodo yang berlokasi di Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Usaha ini beroperasi setiap hari untuk mengumpulkan hasil panen cabai petani dan menjualkannya ke pasar lelang. Ramainya petani yang menyetorkan hasil panen ke unit usaha membuat pengelola usaha sering kali kerepotan karena proses pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Metode dalam kegiatan ini adalah pendampingan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermpilan pengelola usaha dalam pencatatan digital menggunakan aplikasi microsoft excel. Sasaran kegiatannya adalah 20 pengelola usaha pemasaran cabai. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah ceramah, anjangsana, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola dalam menggunakan microsoft excel untuk pencatatan setoran cabai petani. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu memahami penggunaan beberapa tools dasar excel. Dampak dari kegiatan pencatatan secara digital ini terbukti mampu meningkatkan kerapian dan efisiensi kerja pengeola. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap efektivitas manajemen administrasi unit usaha pemasaran cabai. Kata kunci: microsoft excel; pelatihan; pemasaran cabai; pencatatan digital; pengelolaan usaha Abstract The chili marketing business is a business unit owned by Gapoktan Tirto Sembodo located in Tirtomartani Village, Kalasan District, Sleman Regency. This business operates every day to collect farmers' chili harvests and sell them to the auction market. The large number of farmers who deposit their harvests to the business unit often makes business managers confused because the recording process is still done manually. The method in this activity is mentoring with the aim of increasing the knowledge and skills of business managers in digital recording using the Microsoft Excel application. The target of the activity is 20 chili marketing business managers. The implementation methods used are lectures, visits, demonstrations, and direct practice. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of managers in using Microsoft Excel to record farmers' chili deposits. Participants also showed high enthusiasm and were able to understand the use of several basic Excel tools. The impact of this digital recording activity has been proven to be able to increase the neatness and efficiency of the manager's work. This activity has a positive impact on the effectiveness of the administrative management of the chili marketing business unit. Keywords: business management; chili marketing; digital recording; microsoft excel; training
Analisis Tingkat Adopsi Inovasi Petani pada Budidaya Kelengkeng dengan Pemboosteran Kreshna Awal Yudhistira; Siti Nurlaela; Suharno Suharno
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1162

Abstract

The cultivation of longan (Dimocarpus longan Lour) has significant economic potential, especially when supported by innovation in flowering induction techniques known as “Booster.” This study aims to analyze the level of innovation adoption among longan farmers in Dusun Timur, Kalurahan Selomartani, Yogyakarta, focusing on booster methods such as root injection, drip bore, and watering with chemical solutions. A qualitative descriptive method was used, involving purposive sampling of key informants including local farmers and agricultural stakeholders. Data were analyzed using SWOT, IFAS-EFAS, and QSPM matrices to identify internal and external factors influencing innovation adoption. However, barriers such as limited knowledge of modern boosters, high costs, and resistance to complex methods (e.g., bore technique) hinder broader adoption. The most influential strategies identified include pest control during fruiting and synchronized flowering scheduling. Overall, the innovation has been widely accepted due to its observable advantages, compatibility with local practices, and low complexity in some methods. Strengthening extension services and local training is essential to sustain and expand this innovation.