Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Evaluation of Smart City Policy in Bandung City Siti Widharetno Mursalim
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v11i2.31716

Abstract

Smart city is a smart city concept which in its implementation utilizes technology and information which greatly facilitates the public in accessing information. However, in implementing the Mayor's Regulation Number 1470 of 2018 concerning the Bandung Smart City Master Plan (the Bandung smart city master plan), problems were found in the roadmap which is part of the Bandung Smart City master plan for the 2018-2023 period. Given the smart city concept that continues to develop, an evaluation of smart city policies in the city of Bandung is carried out. This research was conducted using descriptive analysis by comparing the data that has been obtained, in which the results can be seen that the Bandung Smart City Master Plan already has a Roadmap containing program operations that will be carried out by the Implementing Regional Apparatus. However, the Roadmap contained in the Bandung Smart City Master Plan has not adjusted to changes in the implementation of Smart City in Bandung City including new programs that already exist, and there are no additional programs related to the dimensions of smart governance carried out by the Department of Communication and Information (Diskominfo) Bandung. This has resulted in a mismatch of programs and activities related to Smart City in the City of Bandung that have been or are being worked on.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART CITY DI KOTA BANDUNG siti widharetno mursalim
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 14 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v14i1.1

Abstract

Smart City merupakan salah satu strategi pembangunan dan manajemen kota yang masih baru. Konsep ini muncul dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Smart City didefinisikan sebagai kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat (Caragliu,A., dkk dalam Schaffers, 2010:3).Smart city adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai kegiatan masyarakat serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat. Konsep ini menekankan pada tiga konsep, pertama, sebuah konsep yang diterapkan oleh sistem pemerintahan daerah dalam mengelola masyarakat perkotaan, kedua mensyaratkan pengelolaan daerah terhadap segala sumber daya dengan efektif dan efisien dan ketiga smart city diharapkan mampu menjalankan fungsi penyedia informasi secara tepat kepada masyarakat dan mampu mengantisipasi kejadian yang tak terduga.Fokus penelitian ini berada di Kota Bandung yang mana kota Bandung telah memenangkan ajang Smart City Award 2015 yang diadakan oleh majalah Asia’s Tech Ecosytem. Mengingat bahwa konsep Smart City ini masih terus berkembang dalam proses pembangunan dan pengelolaan kota di  Kota Bandung maka perlu dilakukan penelitian.Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan melakukan wawancara dan studi literatur yang mana hasilnya dapat diketahui bahwa sosialisasi mengenai Smart City yang belum merata, infrastruktur yang belum memadai, kurangnya pemahaman aparatur mengenai Smart Citydan Sistem Operasional Prosedur hanya mengacu pada Roadmap Walikota Bandung.
PENGARUH PENGAWASAN OLEH TIM TEKNIS DINAS OLAHRAGA DAN PEMUDA PROVINSI JAWA BARAT TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA SARJANA PENGGERAK PEMBANGUNAN DI PERDESAAN (SP-3) siti widharetno mursalim
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 12 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v12i2.86

Abstract

Program Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (SP-3) merupakan program yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kepeloporan pemuda berkaitan dengan dua permasalahan yang ada di masyarakat yaitu pembangunan perdesaaan dan persoalan kemiskinan dan juga pemuda berpendidikan dan kemandirian. Dalam pelaksanaan program SP-3 tentunya berkaitan dengan bagaimana pengawasan yang dilakukan terhadap efektivitas kerja SP-3. Adapun pihak yang diberi kewenangan untuk mengawasai SP-3 adalah Tim Teknis Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat.Tujuan penulisan tesis ini, yaitu untuk menganalisis pengaruh pengawasan oleh Tim Teknis Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Jawa Barat terhadap Efektivitas Kerja Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (SP-3). Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Adapun populasi di dalam penelitian ini adalah SP-3 Angkatan XVI, XVII dan XVIII. Berkaitan dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, artinya keseluruhan dari populasi di teliti. Sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisi data digunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengawasan memiliki pengaruh yang cukup terhadap efektivitas kerja SP-3 dimensi yang paling berpengaruh terhadap efektivitas kerja, di urutan pertama adalah measure performance (mengukur kinerja), selanjutnya urutan kedua yang paling berpengaruh adalah compare performance against standards (membandingkan kinerja dengan standar), urutan ketiga adalah compare consider corrective action (menentukan kebutuhan akan tindakan koreksi) dan dimensi yang paling kecil pengaruhnya terhadap efektivitas adalah establish standards (menetapkan standar). Dari hasil penelitian diketahui bahwa peran pengawas bagi SP-3 tidak cukup hanya sebatas watchdog, melainkan meningkat menjadi konsultan yang dapat mendorong pengawasan untuk memberikan nilai tambahnya secara optimal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PROMOSI POTENSI DESA (STUDI KASUS DI DESA PARUNGSERAB KABUPATEN BANDUNG) siti widharetno mursalim; Endah Mustika Ramdani
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 13 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v13i2.95

Abstract

Di tengah perkembangan media informasi, pemberdayaan selayaknya mendapat sandingan baru yaitu pemberdayaan informasi. Pemberdayaan informasi merupakan pola komunikasi yang dibangun oleh masyarakat dalam menginformasikan apa yang terjadi pada dirinya dan lingkungannya. Pemberdayaan informasi dibangun dari bentuk kepedulian masyarakat terhadap orang lain atau lingkungan sekitar. Pemberdayaan informasi membawa masyarakat lebih peduli kepada orang lain, daripada berfikir diri sendiri seperti dalam konteks ekonomi–sebelum orang lain, diri sendiri dulu yang mapan.Dalam konteks informasi, kini masyarakat harus memperlakukan dunia informasi bukan sebagai alat untuk mendapatkannya, tetapi sebagai sarana untuk menyampaikan sesuatu. Jika beberapa saat ke belakang kita berada di abad informasi, siapa yang banyak informasi dialah yang menguasai dunia, namun kini kita berada di abad kreatifitas, artinya siapa yang bisa mengisi (memberikan) informasi maka dialah yang dianggap eksis oleh dunia.Pemberdayaan masyarakat melalui informasi dapat dilaksanakan untuk mendukung program promosi potensi desa. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Promosi Potensi Desa Parung Serab belum berkembang dengan baik. Proses pemberdayaan masyarakat mestinya juga didampingi oleh suatu tim fasilitator yang bersifat multidisiplin yang dapat menggerakkan potensi masyarakat dan membantunya untuk memberikan keilmuan tentang bagaimana mereka dapat menshare kegiatannya, budayanya, dan informasi-informasi yang dimiliki oleh masyarakat setempat melalui berbagai macam bentuk baik kegiatan maupun media.
Analisis Manajemen Pengaduan Sistem Layanan Sistem Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di Kota Bandung Siti Widharetno Mursalim
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 15 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v15i1.128

Abstract

Pengaduan masyarakat penting bagi pemerintah untuk melihat seberapa besar keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan. Pengaduan masyarakat merupakan elemen penting bagi instansi daerah, karena pengaduan bertujuan memperbaiki kekurangan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan. Pengaduan masyarakat di Kota Bandung belum sepenuhnya tersosialisasikan, sehingga masyarakat bingung bila akan melakukan pengaduan, meskipun sistem Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) telah diluncurkan tetapi tidak banyak orang yang mengetahui, dan ada beberapa fitur yang memang tidak dimengerti oleh masyarakat ataupun tidak mempermudah pelaksanaan kerja yang dilakukan oleh staf LAPOR!. Pengaduan terbanyak di Kota Bandung didominasi oleh masalah keluhan mengenai infrastruktur, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, reformasi birokrasi dan tata kelola, administrasi kependudukan dan beberapa masalah lainnya.                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan pengaduan masyarakat di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teori manajemen pengaduan (komplain) berdasarkan pada teori Tjiptono yaitu: Komitmen, Visible, Accessible, Kesederhanaan, Kecepatan, Fairness, Confidential, Records, Sumber daya dan Remedy. Hal yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sistem LAPOR! ini menjadi jembatan untuk menghubungkan keluhan dan aspirasi masyarakat dengan instansi terkait, sehingga permasalahan yang diutarakan dapat disampaikan dan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Kata Kunci: Manajemen, Pengaduan Masyarakat, Sistem LAPOR!, Pelayanan Publik
Penguatan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi Jawa Barat Melalui Pendampingan Inkubator Bisnis Politeknik Stia Lan Bandung (Strengthen Technology-Based Startup Entrepreneurs In West Java Through Assistance Activities By Politeknik Stia Lan Bandung’s Business Incubator) Siti Widharetno Mursalim; Nanda Ravenska; Reni Wijayanti
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1, No.1, Juni 2020
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v1i1.1

Abstract

Business failure is feared by entrepreneurs, including new entrepreneurs. The existence of a business incubator can actually contribute to the development of new businesses so it can provide added value to the Indonesian economy. During 2019, the Business Incubator Center (Bicube) Politeknik STIA LAN Bandung as one of the technology business incubators has conducted several assistance activities for technology-based startup entrepreneurs in West Java. The activities are assistance in making Business Model Canvas (BMC), funding proposals, marketing strategies, and facilitating network expansion through the implementation of Business Matching. The activities begin with a selection process that generates 20 technology-based startup entrepreneurs who are domiciled in West Java. Furthermore, those 20 selected entrepreneurs have the right to participate in assistance activities carried out by Bicube. All of these assistance activities will provide new entrepreneurs with the knowledge and skills to strengthen business management so that they can develop and improve the competitiveness of their products and businesses.ABSTRAKKegagalan dalam usaha merupakan hal yang ditakutkan oleh para pengusaha, termasuk pengusaha pemula. Keberadaan inkubator bisnis sudah sejatinya dapat turut berkontribusi terhadap perkembangan usaha baru/pemula sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian di Indonesia. Selama tahun 2019, Business Incubator Center (Bicube) Politeknik STIA LAN Bandung sebagai salah satu inkubator bisnis teknologi telah melakukan beberapa kegiatan pendampingan terhadap pengusaha pemula berbasis teknologi di Jawa Barat. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah berupa pendampingan pembuatan Business Model Canvas (BMC), proposal pendanaan, strategi pemasaran, dan fasilitasi perluasan jejaring melalui pelaksanaan Business Matching. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan proses seleksi yang menghasilkan 20 pengusaha pemula berbasis teknologi yang berdomisili di Jawa Barat. Selanjutnya, 20 pengusaha pemula yang telah lolos tersebut berhak mengikuti empat bentuk kegiatan pendampingan yang dilaksanakan oleh Bicube. Seluruh kegiatan pendampingan ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan penguatan manajemen bisnis kepada pengusaha pemula sehingga mereka dapat berkembang serta meningkatkan daya saing produk dan usaha mereka.
EVALUATION OF THE 'INDONESIA GEMILANG' COMMUNITY EMPOWERMENT PROGRAM BY LAZ Al-AZHAR IN CILEMBU VILLAGE Dwiputrianti, Septiana; Rangkuti, Rina Andriani; Pratiwi, Arundina Dijah Retno; Mursalim, Siti Widharetno
Jurnal EL-RIYASAH Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sultan Syarif Kasim State Islamic University, Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jel.v15i2.32601

Abstract

This research evaluates the "Indonesia Gemilang" community empowerment program implemented by LAZ Al-Azhar in Cilembu Village, Sumedang Regency. The research aims to analyse the process, impact, and challenges of the program, particularly its contribution to poverty reduction and socio-economic development. The importance of this study lies in its relevance to Public Administration, specifically in addressing local governance, development policies, and public empowerment. The study highlights key factors in achieving successful community development by focusing on the ACTORS theory, which emphasizes authority, competence, opportunity, responsibility, and community support. The methodology employed is qualitative, using a single case study approach, including interviews and field observations. The findings suggest that while the program has positively impacted the local community by increasing self-reliance and economic sustainability, challenges remain, particularly in empowering local leaders to take a more active role in program management and expanding market opportunities for community-produced goods. This research contributes to the field of Public Administration by providing valuable insights into the effective design and implementation of community empowerment programs, offering practical solutions to improve public policy in rural development. 
Penguatan Inovasi Masyarakat melalui Program Innovation Camp and Competition STIA LAN Bandung Siregar, Izza Nur Lathifa; Yulianti, Nadia; Mursalim, Siti Widharetno
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.4302

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the impact of the Innovation Camp and Competition program on strengthening community innovation. It explores how this program fosters creativity, problem-solving skills, and local economic development through collaborative innovation initiatives. Methodology: This research employs a qualitative approach with a case study method, conducted in various local communities implementing the Innovation Camp and Competition program. Data were collected through in-depth interviews with program participants and organizers, direct observations during program implementation, and document analysis of innovation outcomes. Thematic analysis was performed using (Braun & Clarke, 2023) framework to identify key patterns and themes. Results: The findings indicate that the Innovation Camp and Competition program significantly enhances participants’ ability to generate creative solutions to local challenges. The program fosters an innovative mindset, strengthens community collaboration, and contributes to sustainable economic activities. Key success factors include government support, private sector involvement, and active community participation. Conclusion: Training in Central Lampung effectively improved conflict mapping skills, with increased scores and calls for more practical sessions and sustained support. Limitations: This study focuses on specific case studies, limiting the generalizability of findings. Further research with broader coverage and comparative analysis across different regions is recommended. Contribution: This study contributes to the field of community development, social innovation, and entrepreneurship education. It provides insights for policymakers, educators, and program developers on designing effective innovation-driven community empowerment program.
Implementasi Kebijakan Pengawasan Metrologi Legal melalui Edukasi di Media Sosial Direktorat Metrologi Putri, Ariana Nashya Sandi; Sudrajat, Achmad Sodik; Gedeona, Hendrikus Tribawanto; Mursalim, Siti Widharetno
Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jasispol.v5i1.5326

Abstract

Purpose: This study analyzes the implementation of the Legal Metrology supervision policy through educational content on Instagram by the Directorate of Metrology. The objective is to evaluate the effectiveness of this digital communication strategy and identify the key factors that influence policy implementation. Ensuring accurate measurements and protecting consumer rights are central to the policy’s intent. Methodology/Approach: A descriptive qualitative approach was adopted, utilizing Van Meter and Van Horn’s implementation theory as the primary analytical framework. In addition, a SWOT analysis was conducted to identify internal strengths and weaknesses, as well as external opportunities and threats, to formulate strategic recommendations for improvement. Results/Findings: The findings indicate that using Instagram for policy implementation is moderately effective but has not reached its full potential. Several obstacles were identified, including limited human resources, internal organizational constraints, and low levels of public engagement. Conclusions: The Directorate of Metrology has made notable progress in leveraging digital platforms for public education and outreach. Nonetheless, there is a need for targeted strategic improvements. Enhancing human resource capacity, improving content quality, and adopting more effective outreach strategies are essential to increasing overall effectiveness and building greater public trust in legal metrology practices. Limitations: This study is limited to qualitative analysis and does not include quantitative measurements of social media engagement or comparisons with other governmental institutions. Contribution: The study offers practical insights into optimizing social media for policy implementation, supervision, and consumer protection.