Sabril Munandar, Sabril
Halu Oleo University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA TEKNISI PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR SEKTOR PEMBANGKITAN KENDARI UNIT PLTD WUA-WUA KOTA KENDARI TAHUN 2017 Liambo, Indri Syafitri Dewi; Yasnani, Yasnani; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.812 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2876

Abstract

Tenaga teknisi yang bertugas untuk melakukan pekerjaan perawatan, pengawasan mesin -mesin yang bertujuanmenghasilkan tenaga listrik untuk masyarakat Kota Kendari yang dapat berpotensi mengalami kecelakaan kerjaakibat perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahuiadakah hubungan antara sikap, ketersediaan fasilitas APD, pemberian hukuman dan penghargaan dengan perilakupenggunaan alat pelindung diri (APD) pada tenaga teknisi PT PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR SektorPembangkitan Kendari Unit PLTD Wua-Wua Kota Kendari Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampel dalam penelitian inimenggunakan pendekatan exhaustive sampling dengan sampel 42 orang yakni tenaga teknisi. Hasil penelitianyang diperoleh yaitu ada hubungan antara sikap dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga teknisi diperolehdengan nilai p-Value = 0,049. Ada hubungan antara ketersediaan fasilitas APD dengan perilaku penggunaan APDpada tenaga teknisi diperoleh dengan nilai p-Value = 0,019. Ada hubungan antara pemberian hukuman danpenghargaan dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga teknisi di peroleh dengan nilai p-Value = 0,014. Bagitenaga teknisi untuk mematuhi aturan yang telah diterapkan oleh Unit PLTD Wua -Wua Kota Kendari, karena APDmerupakan upaya pengendalian kecelakaan kerja ditempat kerjaKata Kunci: Perilaku Penggunaan APD, Sikap, Ketersediaan Fasilitas APD, Hukuman dan Penghargaan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BRONKHITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR TAHUN 2016 Tina, Lymbran; Dasriani, Yuli; Munandar, Sabril
Preventif Journal Vol 2, No 1 (2017): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.277 KB) | DOI: 10.37887/epj.v2i1.7534

Abstract

Bronchitis odalah suatu peradangan pada cabang tenggorok bronchus {saluran udsra ke psru-paru).  Broncritis rnerupakan penyakit ir,fek;l salursn pernapasan.  Peoyakit bronch1tls lnl dapat disebabkan otcn berbagai faktor seperf  infeksi virus, bakteri,  ;lsap  rokok,  kepadatan  hunian, kebiasa,;m merokok  dan alergl,  Puskesrnas  Mekar merepakan salah  satu  unit  pelayanan keseh•l•11  lin8k•l pertama  di wilayah  Kota  Kendarl.  Berdasarkan data f'uskesmas t-.1ekar 3 tahun te.rakhir terjadi f!uktuasi y,1ng cukup llqGgi lerkait kesus bronch1tls lnL Penelh1an [nl bcrtujuan untus  mel!get;Jhui  faktor  risiko  dari  kepadatan  human,  kcbt�saan  merokok,  dan  alergi deagan kcjJdian  periyakit bronchitis  di wil.ayah  kerja  Puskesrnas  tvlekar  tahun  2016.  Pen¢1iti('lr,  il'1i  rn�nggunakan rancangon   cpiccmiologi analltik   observaslonal  dengan  desain   panelitian   case  control   dengan  proscdur matching. Adapun populosi dalam pcnclltlan inl 117 dengan [urnlah sampel sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol. Pengambilan sampel  dalam  penelitlan   ini  mcnggunal(an teknlk  simpel  random  sampling.   I lasil  penelltlanmenunjukkan kepadatan hunian (OR= 1,3;  95%CJ = 0,567 - 2,979;   p,value = 0,678) bukan  merupakan faktorrisiko kejodlan bronkhitis,  sedangkan keblasaan rnerokok {OR e 12;  95%0 = 2,416 -59,453;   P-value , 0,003)dan alergi (OR= 12:  95%CI = 2,416 - 59,453;  P-value = 0,003)  merupakan faktor risiko kcjcdian bronchitis. Kata kunci: bronkhitis, kepadatan hunlan,  keblasaan merokok, alergi
STUDI KOMPARATIF PENGALIHAN STRES KERJA PADA NELAYAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TOROBULU KEC. LAEYA DAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KEC. ABELI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Syukriadin, Muhammad; Asfian, Pitrah; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.754 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i2.666

Abstract

Pengalihan stress  merupakan suatu proses dimana individu mencoba untuk mengelola jarak yang adadiantara tuntutan-tuntutan dengan sumber daya yang mereka gunakan dalam menghadapi situasi stressful.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat stres kerja, relaksasi, dukungan sosial, berolahraga,merokok, minuman beralkohol, dan penyalagunaan napza pada nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)Torobulu Kec. Laeya dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kec. Abeli Kota Kendari Provinsi SulawesiTenggara tahun 2016.  Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakanpendekatan studi komparatif, yang bertujuan unutk mendapatkan Perbandingan jenis pengalihan stress kerjapada nelayan ikan di TPI Torobulu Kec.Laeya dan PPS Kec.Abeli Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasilpenelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara relaksasi nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0,083 (p >0.05), tidak ada perbedaan antara dukungan sosial nelayan PPS dan TPI dengan p = 0,792 (p > 0.05), tidak adaperbedaan antara berolahraga antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.369 (p > 0.05) , ada perbedaanantara kebiasaan merokok antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.000 (p > 0.05) , tidak ada perbedaanminuman beralkohol antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil p = 0.451  (p > 0.05), dan ada perbedaan antarapenyalagunaan napza antara nelayan PPS dan TPI dengan hasil uji p = 0.004 (p > 0.05). Sebaiknya nelayan di TPIdan PPS melakukan pengalihan stres yang secara positif dan menjauhi pengalihan stres yang negatif karenadengan melakukan pengalihan stres yang positif membuat tubuh menjadi sehat, sedangkan denganmenggunakan pengalihan stres negatif dapat membuat tubuh tidak sehat dan dapat mengurangi pendapatanpara nelayan, untuk kepala TPI dan kepala PPS sebaiknya melakukan suatu kegiatan terhadap semua nelayanuntuk selalu melakukan hal-hal positif.Kata Kunci : Pengalihan Stres kerja, Tingkat Stres, Relaksasi, Dukungan Sosial, Berolahraga, Merokok,Minuman Beralkohol, Penyalagunaan Napza
HUBUNGAN AKTIVITAS PENYELAM DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PEKERJA NELATAN DI DESA TOROBULU KECAMATAN LAEYA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016 Sukbar, Sukbar; Dupai, La; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.96 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i2.671

Abstract

Penyelaman pada kedalaman lebih dari 20 meter mempunyai risiko yang cukup besar terhadap keselamatan dan kesehatan penyelam. Oleh karena itu, penyelaman harus dilakukan dengan syarat tertentu dan menggunakan alat selam yang memenuhi standar (SCUBA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas penyelam dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten  Konawe Selatan tahun 2016. Penelitian ini adalah  jenis penelitian  observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan penyelam di Desa Torobulu yang berjumlah 40 orang. Dari hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat hubungan antara kedalaman dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan (p = 0,030), terdapat hubungan antara alat bantu dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan (p =0,006), terdapat hubungan antara IMT dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan (p=5,9x10-5), terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan (p =4,8x10-4), terdapat hubungan antara lama kerja dengan kapasitas vital paru pada pekerja nelayan (p = 0,044). Diperlukan pelatihan khusus tentang penyelaman yang baik sehingga tidak terjadi penyakit dekompresi terhadap penyelam. Kata Kunci: Kapasitas Vital Paru, Kedalaman, Alat Bantu, Status Gizi, Kebiasaan Merokok, Lama Kerja