Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Econetica

Transaksi On-Line (E-Commerce) : Peluang dan Tantangan Dalam Perspektif Ekonomi Islam Riswandi, Dedi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i1.80

Abstract

Abstrak E-Commerce merupakan suatu transaksi saling tukar menukar barang antar satu dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara digital. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, sistem transaksi secara on-line (E-Commerce) sangat memudahkan bagi para pelaku bisnis untuk berinteraksi dan bertransaksi melalui media internet. Transaksi On-line (E-commerce) merupakan suatu transaksi yang melibatkan penjual dan pembeli dalam satu media internet dan melakukan transaksi secara langsung melalui website dan situs transaksi seperti : tokopedia, shopee, buka lapak, lazada, JD.id dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan kajian pustaka (Library Research) dengan mengambil referensi dari beberapa buku yang didapatkan dari perpustakaan dan sumber dari website atau internet. Selain itu, keterlibatan langsung oleh penulis dalam melakukan transaksi secara on-line (E-Commerce) bisa mendapatkan dan mempertegas data-data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa transaksi on-line ( E-Commerce) sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam selama tidak ada unsur penipuan/gharar, perjudian/maysir dalam praktiknya serta tidak terdapat unsur kecacatan pada produk yang ditransaksikan. Apabila terjadi hal-hal yang disebutkan tadi, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab wajib untuk mengganti kerugian yang dialami oleh pembeli selaku pihak yang dirugikan
Pembiayaan Qardul Hasan : Upaya Pengembangan Ekonomi Ummat Berbasis UKM ( Studi Kasus Di BSM Kota Mataram) Hayyi, Abdul; Riswandi, Dedi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i1.84

Abstract

ABSTRAK Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia telah menyebabkan meningkatnya masyarakat miskin dan banyaknya pengangguran. Persoalan kemiskinan ini merupakan permasalahan masyarakat Indonesia yang harus dicarikan solusinya. Sebagai langkah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat miskin atau kaum dhu’afa, saat ini di Indonesia sudah banyak lembaga-lembaga yang melakukan penerimaan dan penyaluran dana untuk usaha produktif, salah satunya adalah Bank Syariah. Model penyaluran dana untuk usaha produktif dalam perbankan syariah berbentuk skema pembiayaan Qardhul hasan, yaitu pembiayaan tanpa bagi hasil dan tanpa bunga, sehingga nasabah hanya mengembalikan pinjaman pokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pembiayaan Qardhul hasan di Bank Syariah Mandiri Cabang Mataram dan untuk menganalisa kontribusi dana Qardhul hasan terhadap peningkatan usaha mikro nasabah setelah mendapatkan pembiayaan dana Qardhul hasan. Sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Penelitian dengan desain deskriptif mengutamakan beberapa metode riset studi kasus yaitu riset yang menghendaki suatu kajian yang rinci, mendalam, menyeluruh atas obyek tertentu. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu angket, wawancara. Untuk analisa data kualitatif ini, maka pola berfikir yang digunakan untuk menganalisa data adalah induktif yaitu menganalisa data-data yang bersifat khusus untuk ditarik kepada yang umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam proses pelaksanaan pembiayaan, bank banyak memberi kemudahan-kemudahan bagi calon nasabah. Akan tetapi dalam proses penjaringan, bank berusaha mencari nasabah yang mempunyai kepercayaan yang tinggi, kemauan dan kemampuan. Proses penjaringan ini dilakukan dengan melalui investigasi, sehingga distribusi harta tersebut tepat pada sasarannya. Adapun kontribusi dana Qardhul hasan bagi nasabah adalah adanya peningkatan pendapatan bersih yang rata-ratanya adalah sebesar Rp. 400.000,- atau sekitar 66%. Dengan adanya kenaikan pendapatan ini berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan bersih para nasabah yang sebelumnya hanya memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 505.000,- menjadi rata-rata sebesar Rp. 775.000,- perbulan. Selain itu, pinjaman ini juga menyebabkan meningkatkan jumlah modal usaha nasabah dari rata-rata Rp. 2.040.000,- menjadi rata-rata Rp.3.340.000,-.
Penerapan Etika Bisnis Islam Di Pasar Hiburan Taman Kota Sandik Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat Riswandi, Dedi; Mashur, Mashur
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 2 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v2i2.106

Abstract

Abstrak Perkembangan zaman ditandai dengan perkembangan ekonomi yang semakin pesat sehingga menimbulkan persaingan bisnis yang semakin tinggi. Dengan persaingan tersebut pelaku bisnis bisa menggunakan segala cara untuk mendapatkan keuntungan bahkan para pelaku bisnis sering mengabaikan etika dalam menjalankan bisnisnya. Prilaku yang menyimpang banyak ditemukan di Pasar Hiburan Taman Kota Sandik Kec. Batulayar Kabupaten Lombok Barat antara lain: pengurangan takaran dari timbangan, campuran barang kualitas buruk dengan kualitas baik, dan juga beberapa pedagang memberikan pelayanan yang kurang bersahabat. Sehingga peneliti ingin mengetahui lebih dalam tentang penerapan etika bisnis Islam di Pasar Hiburan Taman Kota Sandik Kec. Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Meneliti fenomena-fenomena dan praktik-praktik transaksi bisnis yang terjadi di tengah-tengah masyarakat secara umum. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis datanya bersifat Deskriptif Analisis dimana data yang diperoleh dianalisis dan kemudian diberikan penjelasan dan kesimpulan. Etika Bisnis Islam yang sebenarnya adalah bisnis yang tidak mengabaikan etika, moral dan akhlak sehingga memberikan dampak positif bagi konsumen dan dapat menumbuhkan loyalitas konsumen. Karena keberlangsungan bisnis akan sangat bergantung pada etika, moral dan akhlak para pelaku bisnis. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan edukasi tentang pentingnya penerapan Etika Bisnis Islam dalam setiap transaksi bisnis dan tentunya tulisan ini diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi akademisi dan praktisi melalui penerbitan di jurnal nasional.
PERSEPSI TOKOH AGAMA TENTANG EKONOMI ISLAM (Studi Di Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Riswandi, Dedi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i2.283

Abstract

Abstrak Sistem Ekonomi Islam marak diperbincangkan di Indonesia. Istilah ini baru populer di Indonesia, sementara itu di negara lain sudah terlebih dahulu berkembang. Di Malaysia perkembangannya telah sedemikian pesat, begitu juga di beberapa Negara Timur Tengah. Membahas tentang Sistem Ekonomi Islam ternyata cukup memberikan corak yang berbeda. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem ekonomi Islam memberi ciri utama yang berlandaskan pada syariat Islam, berbeda dengan ekonomi konvensional yang berlandaskan pada sistem ekonomi kapitalis atau disebut juga dengan ekonomi sekuler. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Meneliti tentang Persepsi dan pendapat para tokoh agama yang ada di tengah-tengah masyarakat secara umum. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis datanya bersifat Deskriptif Analisis dimana data yang diperoleh dianalisis dan kemudian diberikan penjelasan dan kesimpulan. Sistem ekonomi Islam berupaya untuk melawan prinsip riba, maysir dan gharar yang menjadi prinsip utama dalam penerapan sistem ekonomi konvensional. Dalam setiap transakasi ekonomi konvensional selalu mengedepankan ketiga prinsip tersebut. Dampak yang ditimbulkan dari praktik tersebut kemudian membawa bencana dalam kehidupan sosial masyarakat seperti eksploitasi, distribusi pendapatan dan kekayaan yang tidak adil, lunturnya sikap kebersamaan dan persaudaraan, timbulnya permaslahan sosial dan sebagainya. Untuk itu persepsi tokoh agama tentang sistem ekonomi Islam sangat penting untuk diteliti dalam proses kajian, diskusi dan pembelajaran, agar masyarakat memiliki landasan utama dalam setiap tindakan dan praktik ekonominya. Kata Kunci: Persepsi, Tokoh Agama, Ekonomi Islam.
Sistem Bagi Hasil Peternak Sapi Ditinjau Dari Ekonomi Islam Studi Kasus Di Desa Sisik Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah Taqiuddin, Habibul Umam; Riswandi, Dedi; Alfiani, Ria; Solatiyah, Baiq
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 4 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i2.301

Abstract

The purpose of this study was to find out the system for the results of the cattle business in Sisik Village and the distribution of the proceeds from the sale of livestock carried out by shahibul maal and mudharib according to the agreement. The method used is a qualitative method with primary and secondary data collection techniques. Based on the results of the study, it can be concluded that the profit sharing system for cattle farming in Sisik Village after being reviewed using an oral contract in its implementation, 100% capital is given to mudharib and the agreed profit sharing is 50%: 50% profit value is in accordance with the portion and responsibility answer. And the division of the calf system is by giving the first benefit to mudharib and the second to shahibul maal.
Islamic Business Ethics in Tourism Economy: Implementation of Islamic Economic Principles among Street Vendors in Gili Air, North Lombok Mashur, Mashur; Riswandi, Dedi; Rafsanjani, Ahmad
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i1.471

Abstract

This study explores the implementation of Islamic economic principles and business ethics among street vendors operating within the tourism economy of Gili Air, North Lombok, Indonesia. The research is motivated by the growing significance of Islamic ethical frameworks in promoting fairness, honesty, and social justice in business practices, especially within informal microeconomic sectors linked to tourism. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving Muslim street vendors engaged in daily trading activities around the Gili Air tourism area. The findings reveal that most vendors possess a basic understanding of Islamic business ethics such as honesty (ṣidq), trustworthiness (amānah), justice (ʿadl), and mutual benefit (taʿāwun). However, the practical application of these principles varies, depending on individual awareness, economic pressure, and market competition. The study also identifies that social interaction and community solidarity play important roles in shaping ethical conduct. In general, Islamic values are not only reflected in transactional behavior but also in the vendors’ spiritual attitudes, which influence how they perceive work as a form of worship (ʿibādah). The research concludes that strengthening Islamic business ethics in the local tourism economy requires continuous education, moral guidance, and institutional support to ensure the sustainability of ethical practices in micro-trading activities. This study contributes to the discourse on Islamic economics by linking ethical behavior to the dynamics of informal trade in tourism-based local economies.