Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Sastra untuk Bahasa Indonesia yang Menginspirasi Siswa Muslihatun, Muslihatun; Hayyi, Abdul; Mukhlisin, Lalu; Hasanuddin, Hasanuddin; Misnawati, Misnawati; Murcahyanto, Hary
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 4 No 1 (2023): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/literatur.v4i1.7235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran sastra yang dapat meningkatkan motivasi belajar pada pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menerapkan model pembelajaran sastra yang dikembangkan kepada siswa. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan sebelum dan setelah penerapan model, dan hasilnya dianalisis untuk menilai efektivitas model tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran sastra serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan model pembelajaran sastra. Simpulannya adalah bahwa pengembangan model pembelajaran sastra efektif meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Kata Kunci: Model Pembelajaran Sastra, Motivasi Belajar
Diferensiasi Produk Sebagai Asesmen Alternatif Bagi Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Misnawati, Misnawati; Hayyi, Abdul; Muslihatun, Muslihatun; Mukhlisin, Lalu; Hasanuddin, Hasanuddin; Murcahyanto, Hary
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 4 No 1 (2023): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/literatur.v4i1.7379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan diferensiasi produk sebagai asesmen alternatif bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, di mana dua kelompok siswa diberikan perlakuan berbeda dalam pembelajaran, yaitu kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional dan kelompok eksperimen yang mengalami pembelajaran dengan diferensiasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan diferensiasi produk dalam asesmen mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Bahasa Indonesia secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa diferensiasi produk dapat menjadi alternatif asesmen yang efektif dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa. Kata Kunci: Asesmen alternatif, Diferensiasi produk, Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Literasi, Berfikir Kritis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Mukhlisin, Lalu; Hayyi, Abdul; Zuhdiniati, Zuhdiniati; Murcahyanto, Hary
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 4 No 1 (2023): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/literatur.v4i1.7725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dengan metode pembelajaran konvensional terhadap kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa SMA. Kelompok eksperimen mengikuti PBL, sementara kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Tes literasi dan berpikir kritis dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam nilai rata-rata tes literasi dan berpikir kritis pada kelompok eksperimen, melebihi kelompok kontrol. PBL membuktikan efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek literasi dan berpikir kritis. Pendekatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, mendorong siswa untuk analisis, diskusi, dan integrasi informasi dalam pemecahan masalah nyata. Simpulan, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang aktif dan kontekstual dalam meningkatkan literasi dan berpikir kritis siswa SMA. Model PBL memberikan hasil positif dan relevan menghadapi tantangan literasi di era informasi saat ini. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Literasi, Model PBL
Evaluasi Program Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C di Lembaga Pendidikan Nonformal Hayyi, Abdul; Muslihatun, Muslihatun; Mukhlisin, Lalu; Awal, Rabiul; Hasanuddin, Hasanuddin; Murcahyanto, Hary
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.7377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C yang fokus pelaksanaannya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mumtaz sebagai salah satu penyelenggara pendidikan nonformal di Kecamatan Labuhan Haji. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, studi dokumentasi, dan pencatatan lapangan. Evaluasi menggunakan model Context, Input, Process, and Product (CIPP) yang meliputi konteks, masukan, proses, dan produk. Hasil evaluasi menunjukkan program berjalan sesuai kebijakan pemerintah dan sesuai standar pelaksanaan, memiliki guru berkualifikasi dan metode pembelajaran efektif. Simpulan penelitian bahwa penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket C berjalan efektif dan memiliki potensi positif namun perlu perbaikan meliputi akses sumber daya dan pengelolaan waktu, serta dukungan masyarakat perlu ditingkatkan, hal ini penting dalam mencapai tujuan pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar lebih efektif Kata Kunci: Evaluasi Program, Pendidikan Kesetaraan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
Pembiayaan Qardul Hasan : Upaya Pengembangan Ekonomi Ummat Berbasis UKM ( Studi Kasus Di BSM Kota Mataram) Hayyi, Abdul; Riswandi, Dedi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 1 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i1.84

Abstract

ABSTRAK Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia telah menyebabkan meningkatnya masyarakat miskin dan banyaknya pengangguran. Persoalan kemiskinan ini merupakan permasalahan masyarakat Indonesia yang harus dicarikan solusinya. Sebagai langkah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat miskin atau kaum dhu’afa, saat ini di Indonesia sudah banyak lembaga-lembaga yang melakukan penerimaan dan penyaluran dana untuk usaha produktif, salah satunya adalah Bank Syariah. Model penyaluran dana untuk usaha produktif dalam perbankan syariah berbentuk skema pembiayaan Qardhul hasan, yaitu pembiayaan tanpa bagi hasil dan tanpa bunga, sehingga nasabah hanya mengembalikan pinjaman pokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pembiayaan Qardhul hasan di Bank Syariah Mandiri Cabang Mataram dan untuk menganalisa kontribusi dana Qardhul hasan terhadap peningkatan usaha mikro nasabah setelah mendapatkan pembiayaan dana Qardhul hasan. Sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian. Penelitian dengan desain deskriptif mengutamakan beberapa metode riset studi kasus yaitu riset yang menghendaki suatu kajian yang rinci, mendalam, menyeluruh atas obyek tertentu. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu angket, wawancara. Untuk analisa data kualitatif ini, maka pola berfikir yang digunakan untuk menganalisa data adalah induktif yaitu menganalisa data-data yang bersifat khusus untuk ditarik kepada yang umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam proses pelaksanaan pembiayaan, bank banyak memberi kemudahan-kemudahan bagi calon nasabah. Akan tetapi dalam proses penjaringan, bank berusaha mencari nasabah yang mempunyai kepercayaan yang tinggi, kemauan dan kemampuan. Proses penjaringan ini dilakukan dengan melalui investigasi, sehingga distribusi harta tersebut tepat pada sasarannya. Adapun kontribusi dana Qardhul hasan bagi nasabah adalah adanya peningkatan pendapatan bersih yang rata-ratanya adalah sebesar Rp. 400.000,- atau sekitar 66%. Dengan adanya kenaikan pendapatan ini berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan bersih para nasabah yang sebelumnya hanya memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 505.000,- menjadi rata-rata sebesar Rp. 775.000,- perbulan. Selain itu, pinjaman ini juga menyebabkan meningkatkan jumlah modal usaha nasabah dari rata-rata Rp. 2.040.000,- menjadi rata-rata Rp.3.340.000,-.
Pengembangan Potensi Ekonomi Desa Melalui Sektor Pertanian Di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah Muttalib, Abdul; Hayyi, Abdul
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 4 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v4i1.262

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Potensi Desa Melalui Sektor Pertanian untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya pengembangan potensi desa melalui sektor pertanian di desa Sengkerang dan untuk mengetahui upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui sektor pertanian. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala desa dan aparat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pengurus Gapoktan/Poktan dan Petani. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam pengembangan potensi desa melalui sektor pertanian yaitu penetapan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi segala permasalahan pertanian yang dihadapi serta memperbaiki tata kelola kelompok tani (POKTAN) yang dijadikan sebagai wadah dalam penyaluran sarana/prasarana pertanian dan adannya kerjasama antara pemerintah dengan PPL, pengembangan potensi desa melalui sektor pertanian sangat efektif sebagai salah satu upaya masyarakat dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan perekonomiannya.
OBJECT OF ISLAMIC EDUCATION THEORY BASED ON COMMUNITY DEVELOPMENT Hayyi, Abdul; Zamroni, Zamroni; Huzna, Yosi; Ningrum, Nidia
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the object of Islamic educational theory based on a community approach by tracing the historical and conceptual roots of critical education, as well as its relevance in contemporary social, political, and cultural contexts. Islamic education from a critical perspective is understood not only as a process of knowledge transfer, but also as a means of liberation and human empowerment from various forms of structural, ideological, and cultural oppression. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method, which examines relevant national journals indexed by Sinta 2 and international articles (2020–2025). The analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that critical education in Islam has a strong theological basis, rooted in the values of amar ma'ruf nahi munkar and the principle of tahrīr al-insān (human liberation). Islamic education is understood as a process of spiritual and social emancipation that fosters reflective awareness, builds moderation, and strengthens the cultural identity of the community. Furthermore, Islamic education serves as a political product, a means of cultural resistance, and a preserver of just and civilized local values. Thus, the theory of community-based Islamic education integrates spirituality, rationality, and social awareness in shaping people who are faithful, knowledgeable, and civilized.
OBJECT OF ISLAMIC EDUCATION THEORY BASED ON COMMUNITY DEVELOPMENT Hayyi, Abdul; Zamroni, Zamroni; Ningrum, Yosi Huzna Nidia Ningrum
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the object of Islamic educational theory based on a community approach by tracing the historical and conceptual roots of critical education, as well as its relevance in contemporary social, political, and cultural contexts. Islamic education from a critical perspective is understood not only as a process of knowledge transfer, but also as a means of liberation and human empowerment from various forms of structural, ideological, and cultural oppression. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method, which examines relevant national journals indexed by Sinta 2 and international articles (2020–2025). The analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that critical education in Islam has a strong theological basis, rooted in the values of amar ma'ruf nahi munkar and the principle of tahrīr al-insān (human liberation). Islamic education is understood as a process of spiritual and social emancipation that fosters reflective awareness, builds moderation, and strengthens the cultural identity of the community. Furthermore, Islamic education serves as a political product, a means of cultural resistance, and a preserver of just and civilized local values. Thus, the theory of community-based Islamic education integrates spirituality, rationality, and social awareness to shape individuals who are faithful, knowledgeable, and civilized.
LEARNING TO MEAN SEMIOTIC CODE IN THE NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI Rokhyanto, Rokhyanto; Yahmun, Yahmun; Hayyi, Abdul
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 4 No. 2 (2021): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v4i2.733

Abstract

The problems contained in this paper are described about interpreting what semiotic codes are described in gnomics, proaretics, and hermeneutics in the novel Aroma Karsa by Dee Lestari? and how do the three meanings of the code provide an overview of the detailed learning in Dee Lestari's Aroma Karsa novel? The purpose of this study is to learn in detail about learning to interpret the code contained in the novel Aroma Karsa by Dee Lestari, and to understand the function of meaning contained in the myth in detail from the events in the novel Aroma Karsa by Dee Lestari. The data sources for this paper are: the novel Aroma Karsa, while the check-list data collection techniques and data collection guide instruments have been named. The results of this paper on the gnomic code are related to the myth about a Dwarapala village that inhabits in Alas Kalingga. The residents still believe in the descendants of Mahesa Guning. Life relies on God and supernatural powers. The hermeneutic code deals with the riddle or mystery of the mindset of a man who is too greedy and ambition to get wealth by stealing a box in a closet belonging to a royal relative. Learning about what was stolen, he became greedy to get the scent of Puspa Karsa to be known in the Asian region. Raras invites his adopted son, Suma, who has a keen sense of smell, to find Puspa Karsa in Dwarapala Village in the Kalingga forest. The results of this paper are divided into three, namely: The kernel contains a normal story, the kernel experiences back-lighting and the kernel experiences normality and then climaxes and ends. The stimulation stage is at Kernel 7-42, while the criticality is kernel 43-47: Conflict is at kernel 48 and Complicated Kernel is 49, 50. The climax is at kernels 55, 56, 57, 58, while Leraian is at kernels 59 and 60. The solution is in the kernel. 61.