Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borobudur

OPTIMASI KONDISI PROSES PEMBUATAN NANOEMULSI MINYAK SERAI WANGI DENGAN METODE TAGUCHI SEBAGAI ANTIJAMUR PADA CAGAR BUDAYA Lisa Dwi Hanifah; Mokhammad Fajar Pradipta; Nahar Cahyandaru
Borobudur Vol. 16 No. 2 (2022): Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur
Publisher : Balai Konservasi Borobudur Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v16i2.293

Abstract

This research aims to determine the effect of parameters on characteristic and increase stability; determine the optimum conditions to get the best nanoemulsion characteristic in the form of the smallest droplet size; find out the effectivity to inhibit Aspergillus fumigatus growth and to kill Lichens. The nanoemulsion formulation was made by using Spontaneous Emulsification of Low Energy method and it was designed by Taguchi statistical method. The parameter of analysis are organoleptic, pH, thermal stability test, freeze-thaw cycle, mechanical stability test, turbidity, polydispersity index (PdI), and particle size test. The antifungal test was carried out by applying nanoemulsions in a laboratory scale to Aspergillus fumigatus and in natural cultures by spraying nanoemulsions directly on lichen in Borobudur Temple rocks off. Nanoemulsion was successfully obtained with droplet sizes of 13.40-28.97 nm. The SNES ratio and the stirring rate had an effect on resulting nanoemulsion, while the stirring time had a less significant effect. The optimum conditions for making nanoemulsions were obtained which resulted in the best composition in a form of the smallest droplet size (13.11 nm with PdI value of 0.337), namely at SNES ratio 1:8:1, time of 5 minutes, with stirring speed of 2800 rpm. This formula resulted in a minimum inhibitory concentration against Aspergillus fumigatus growth as an estimate of lemongrass oil. Nanoemulsion with a minimum concentration of oil 2.5% was effective to kill lichens and inhibit the growth of new lichens.
Optimasi Formulasi Nanoemulsi Minyak Mimba Terhadap Mortalitas Rayap Kayu Kering Menggunakan Metode Taguchi Fitri, Aulia Nur; Pradipta, Mokhammad Fajar; Cahyandaru, Nahar
Jurnal Konservasi Cagar Budaya Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Konservasi Cagar Budaya
Publisher : Balai Konservasi Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v18i1.329

Abstract

Konservasi kayu telah umum dilakukan oleh para konservator di lingkungan kepurbakalaan dengan menggunakan bahan tradisional dalam kegiatan konservasinya (Cahyandaru dkk., 2010). Pembasmian rayap yang menyerang cagar budaya dapat dilakukan menggunakan minyak mimba karena memiliki senyawa utama Azadirachtin (Okanlawon dkk., 2020). Pengaplikasian minyak mimba secara langsung di lapangan kurang optimal karena minyak atsiri bersifat volatil, dan mudah terdekomposisi oleh panas, kelembapan dan oksigen. Dalam ukurannya pada rentang nanometer, formula nanoemulsi minyak atsiri dapat mengurangi volatilitas, meningkatkan absorptivitas dan bioefisiensi (Katata-Seru dkk., 2017). Formulasi nanoemulsi dibuat menggunakan metode Energi Rendah Emulsifikasi Spontan dan didesain dengan metode statistik Taguchi menggunakan software Minitab 22. Stabilitas nanoemulsi minyak mimba diuji melalui pengamatan organoleptis, turbiditas, stabilitas termal, cycling test, dan uji stabilitas mekanik menggunakan sentrifugasi selama 30 menit dengan kecepatan 3800 rpm. Pengujian mortalitas rayap dilakukan dengan mengaplikasikan nanoemulsi minyak mimba dalam skala laboratorium pada rayap kayu kering. Kondisi optimum pembuatan nanoemulsi yang menghasilkan komposisi terbaik yaitu pada kondisi rasio SNES (minyak: Tween 80: PEG 400: akuades) sebesar (2,5:20:2,5:75)%, kecepatan pengadukan 2400 rpm dan waktu pengadukan 10 menit yang diperoleh dengan ukuran 15,0 nm dan menghasilkan mortalitas rayap kayu kering sebesar 90,00%. Konsentrasi minyak mimba minimum 2,5% dalam nanoemulsi telah efektif membunuh rayap. Penelitian menunjukkan bahwa nanoemulsi minyak mimba berpotensi dikembangkan sebagai pembasmi yang dapat diaplikasikan pada cagar budaya berbahan kayu.