Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS NILAI KADAR AIR DAN KADAR ZAT TERBANG PADA SERBUK KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI SUHU AKTIVASI Siti Putri Masyitah; Jumiati, Ety; Sirait, Ratni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v10i2.268

Abstract

This research aims to determine the characteristics of coconut shell activated carbon in powder and granular form using quantitative methods. Making activated carbon consists of preparation, carbonization and activation. Then the physical properties were tested and the analysic. Actived carbon is made through a carbonization stage at a temperature of 400°C for 2 hours and activation at a temperature of 800°C, 900°C, and 1000°C for 1 hour. The parameters used are air content and volatile substance content with active carbon quality requirements based on SNI No. 06-3730-1995. The research results showed that the best quality powdered activated carbon at a temperature of 1000°C with an air content of 6.4% and a volatile matter content of 15.2%
Pengaruh Nilai Ketahanan Tarik Terhadap Daya Regang Dalam Pembuatan Kertas Dari Bahan Baku Kulit Singkong dan Daun Nanas Ningsih, Mulia; Sirait, Ratni; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.518-525.2023

Abstract

 Kertas dihasilkan dari bahan setengah jadi (pulp) yang mengandung selulosa. Bahan baku yang digunakan kulit singkong dan daun nanas, karena mengandung selulosa yang tinggi diatas 40%. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik kertas dan variasi komposisi terbaik kertas dari kulit singkong dan daun nanas. Metode pembuatan pulp menggunakan proses soda. Variasi berat sampel A (80:20%), B (60:40%), C (40:60%) dan D (20:80%). Kulit singkong dan daun nanas dipanaskan menggunakan hot plate dengan penambahan NaOH 1,5% dengan suhu 100˚C. Proses pemutihan menggunakan larutan H2O2 10%. Hasil karakterisasi kertas pada sampel menunjukkan bahwa nilai uji ketahanan tarik sampel A bernilai 0,2567 MPa, B bernilai 0,4854 MPa, C bernilai 1,3127 Mpa dan D bernilai 1,4322 MPa dan daya regang sampel A sebesar 0,70%, B sebesar 0,86%, C sebesar 1,69%, dan D sebesar 2,05%. Berdasarkan data menunjukkan bahwa sampel D yang terbaik dan telah memenuhi kertas cetak C SNI 14-0937-2005 dalam pembuatan kertas.         
Pengaruh Kulit kakao dan Biji kakao Terhadap Uji Fisis Briket Bioarang Menggunakan Perekat Getah Damar Azmi, Afifah; Sirait, Ratni; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.268-274.2024

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket bioarang yang merupakan arang yang terbuat dari aneka macam bahan hayati atau biomassa seperti kayu, ranting dan limbah pertanian, bertujuan untuk mengetahui karakteristik  dan komposisi yang paling optimal pada pembuatan briket bioarang menggunakan kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar. Variasi komposisi kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar antara lain sampel A (50%:30%), B (40%:40%) dan C (30%:50%). Parameter uji fisika dan kimia meiliputi: kadar air, kadar abu, nilai kalor, kadar zat teirbang dan kadar karbon. Hasil uji fisika dan kimia brikeit bioarang kulit kakao dan biji kakao dipeiroleih brikeit bioarang yang optimal yaitu pada sampeil B yaitu nilai kadar airnya 7,35%, nilai kadar abu 6,40%, nilai kalor 6028 cal/g nilai kadar zat teirbang 16,20% dan nilai kadar karbon 70,05%. Sampeil brikeit bioarang teilah seisuai SNI No. 01-6235-2000 teintang brikeit arang.
Karakteristik Sifat Fisika dan Kimia Terhadap Pembuatan Briket Arang Kulit Salak Dengan Penambahan Perekat Getah Karet Munawaroh, Siti; Sirait, Ratni; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.358-364.2024

Abstract

Dilakukan penelitian pembuatan briket arang menggunakan bahan utama kulit salak dan divariasiasikan antara kulit salak dan perekat tepung tapioka yang di tambah getah karet  kulit salak yakni : sampel A (70%:30%), B (60%:40%), dan C (50%:50%), formula perekat dan air  (1:3), dan dikeringkan hingga 7 hari. Pengujian pada penelitian yakni : uji fisika dan kimia mencakup  kadar air, nilai kalor, kadar abu, kadar zat terbang juga kadar karbon. Didapatkan briket arang kulit salah yang bagus dari hasil dari pengujian fisika dan kimia yakni di sampel A (70%:30%) dengan persentaase air 4,13%, persentase kalor 4.707 Cal/g, persentase abu 6,42%, persentase zat terbang 6,27% serta persentase karbon 76,42%. Sampel briket arang sudah setara di SNI No. 01-6235-2000 jadi, briket arang bisa diaplikasikan di ruang lingkup rumah tangga.
Pengaruh Variasi Ekstrak Gambir Dalam Pembuatan Tinta Spidol Whiteboard Ramah Lingkungan Anisa, Hilwa; Masthura, Masthura; Sirait, Ratni
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.315-321.2024

Abstract

Gambir  memiiki  senyawa utama yaitu katekin (7% - 33%) dan  tanin  ( 22% -50%)  hingga gambir dapat  dijadikan  sebaga  zat warna pada  penyusunan  tinta spidol  whiteboard  ramah lingkungan  dengan nilai senyawa organik volatil  (VOC)  yang rendah .  Tujuan dari penelitian ini untuk  mencari  hasil tinta yang optimal  dengan  variasi  sampel  ekstrak gambir yaitu  A  (65% ), B ( 70% )  dan C ( 75%) .  Seluruh variasi di campur dengan 25% aquades, 5%  propylen glikol  dan 5% polietilen glikol (PEG)  menggunakan  alat  magnetic stirrer  diatas hot plate dengan waktu 30 menit,  kecepatan 1000 rpm  dan suhu 40 . Kemudian sampel diuji menggunakan  alat viskometer  ostwald , neraca  analitik  dan pH meter . Parameter uji berupa uji  pigmen dan uji  fisis  meliputi : nilai densitas, nilai viskositas dan pH . Penyusunan  tinta dikerjakan melalui  sejumlah proses  yaitu  bahan utam a  gambir  yang telah  dibersihkan menggunakan udara ,  penghalusan gambir dan pencampuran gambir dengan air panas 80  - 90 ,  penyaringan dan  pengendapan gambir  selama satu malam ,  pengkstrakan  gambir  dengan dimaserasi selama satu hari satu malam , pembuatan pigmen warna dan  pembuatan formula tinta . Hasil penelitian  mendapatkan nilai t optimum pada sampel A ( 75% )  yaitu memiliki nilai densitas 1,088 g/ , nilai viskositas 2,44 cP, nilai pH  8,27 dengan warna yang lebih pekat.              
Pengaruh Suhu Aktivasi Fisika Terhadap Uji Mikrostruktur Karbon Aktif Mangrove Suastika, Rima; Masthura; Sirait, Ratni
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 6 No. 2 (2023): Pendidikan Dasar Anak
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v6i2.558

Abstract

Perbesaran pori pada struktur karbon aktif dimanfaatkan sebagai filter pada pengotor organik dan anorganik yang berasal dari air atau berasal dari limbah domestik maupun industri. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mikrostruktur dari karbon aktif kayu mangrove yang paling optimum. Variasi suhu aktivasi pada pengujian karbon aktif dimulai dari suhu 500 sampai dengan suhu 700 dengan waktu penahanan selama 60 menit. Hasil dari pengujian mikrostruktur SEM (Scanning Elektron Microscopy) pada suhu 500 terlihat luas permukaan dan pori belum terbentuk, pada suhu 600 luas permukaan dan pori karbon telah terbentuk dengan baik, sedangkan hasil mikrostruktur karbon suhu 700 telah hancur dan ada banyak pengotor dalam karbon aktif. Diameter pori karbon pada suhu 500 sebesar 0,8895 , suhu 600 diameter pori 1,1050 dan pada suhu 700 dengan diameter pori 1,0784 . Hasil mikrostruktur yang paling optimum di dapatkan di suhu 600 karena pori yang dihasilkan sudah terbentuk dengan baik dengan diameter 1,1050 .
MICROWAVE ABSORPTION IN BARIUM HEXSAFERITE WITH GADOLINIUM DOPING: JOURNAL REVIEW Septina Yanti, Anisa; Nasution, Nazaruddin; Sirait, Ratni
EINSTEIN (e-Journal) Vol. 14 No. 1 (2026): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xj7ehy22

Abstract

This study examines the effect of gadolinium (Gd) doping on barium hexaferrite (BaM) on its magnetic properties and electromagnetic wave absorption capacity. The synthesis methods used include sol-gel, auto-combustion, and solid-state reaction, each of which influences particle size, crystal structure, and magnetic properties of the material. The results show that Gd doping reduces particle size to 180–200 nm, increases coercivity (Hc) to 4800–5000 Oe, and decreases saturation magnetization (Ms), which implies enhanced microwave absorption with a reflection loss (RL) value reaching −40 dB in the X-band. The primary absorption mechanism involves improved impedance matching and magneto-dielectric relaxation. These findings indicate that Gd-doped BaM has great potential as a microwave absorber material for radar stealth and electromagnetic protection applications.
IDENTIFICATION OF FAULTS AND SLIP DIRECTIONS THROUGH A STUDY OF FOCAL MECHANISMS IN NORTH SUMATRA (2018-2024) Ayu Lestari, Maysa Indah; Sirait, Ratni; Lubis, Lailatul Husna
EINSTEIN (e-Journal) Vol. 14 No. 1 (2026): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ps22ej09

Abstract

North Sumatra is located in the Ring of Fire zone, making it prone to earthquakes due to the convergence of the Indo-Australian and Eurasian plates, which form the 390 km long Sumatra Fault. This study aims to analyze the focal mechanism of earthquakes in North Sumatra during the period 2018-2024 using data from the Global Centroid Moment Tensor (GCMT). The analysis focuses on determining the type of earthquake mechanism, fault plane orientation, and slip direction and characteristics based on 21 earthquake events with magnitudes ranging from 4.8 to 5.4 Mw, analyzed using parameters such as location, time, depth, and nodal plane orientation. The results of the study indicate that earthquakes occurring in North Sumatra are dominated by strike-slip faults with horizontal movement. The orientation of the fault planes generally points northwest-southeast (NW-SE) and northeast-southwest (NE-SW), consistent with the characteristics of the Sumatra Fault and its segments, such as Renun, Toru, Barumun, and Angkola. Most of the earthquakes occurred at shallow to intermediate depths, posing a potential risk of damage in densely populated areas. These findings are expected to enhance regional geotectonic understanding and support earthquake disaster mitigation strategies in North Sumatra.
Optimizing Tsunami Evacuation Route with GIS and Network Analysis: Case Study of Barus City, Central Tapanuli, Indonesia Sahputra, Erry; Basid, Abdul; Sirait, Ratni; Lubis, Lailatul Husna
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 02 (2026): Article In Press-JGEET Vol 11 No 02 : June (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A tsunami is a natural disaster triggered by the vertical displacement of the seafloor following a major earthquake along a megathrust zone. Barus District lies within the active Sumatran megathrust, making it highly vulnerable to large earthquakes that could generate tsunamis. This study aims to map tsunami hazard and risk zones under a 16-meter wave scenario and to model evacuation routes using Geographic Information Systems (GIS) and Remote Sensing approaches. The research employs a descriptive quantitative method, integrating spatial data through overlay and network analysis techniques. The analysis revealed that high-hazard and high-risk zones each cover 0.64 km² out of the total 2.27 km², primarily located in Pasar Terandam and Pasar Batu Gerigis villages. Evacuation route modeling showed estimated travel times ranging from 25.06 to 65.73 minutes, assuming an average walking speed of 1.2 m/s. Among the designated shelters, the Catholic church offers a more efficient route, whereas evacuation to the HKBP church requires more than 60 minutes exceeding the ideal time limit. These findings highlight the urgent need to prioritize disaster mitigation strategies to ensure the effectiveness of tsunami evacuation systems in high-risk coastal areas.