Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN MODEL END USER COMPUTING SATISFACTION DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Amelia Handayani Burhan; Windadari Murni Hartini
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 3 (2018): Jurnal Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.754 KB) | DOI: 10.56727/bsm.v3i.19

Abstract

Hospital Management Information System (SIMRS) role in in both medical or non-medical data storage of patient which processed into information, in the form of reporting to assist management in determining the decisions and policies related to hospital services. The purpose of this study was to evaluate the level of user satisfaction Hospital Management Information System using a Model End User Computing Satisfaction in hospitals Panembahan Senopati Bantul.The research design used in this study was cross sectional research design. Samples were selected by simple random sampling with a sample size of 91. Analysis of data using computer programs with Univariate analysis by means of descriptive and bivariate analysis using product moment correlation statistic test. As for the degree of trust that is used is 95% and α = 0:05. Results from this study is the level of performance SIMRS approval by the element content of 74.03%, format element 68.50% , the element of accuracy 68.24% , timeliness element of 69.67%, and the element of ease of use at 71,39%. SIMRS user satisfaction level of 71.90%. Correlation test results obtained using the Pearson correlation correlation value of 0.719 and a significance value of 0.000. Results of determination (R2) in regression models known summary of 0.510 or 51.0%. The conclusion of this study is the degree of agreement on the performance SIMRS and the level of user satisfaction in hospitals Panembahan SIMRS Senopati Bantul not reached 80% of the expected, and there is significant correlation between performance SIMRS with SIMRS user satisfaction.
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN MODEL END USER COMPUTING SATISFACTION DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Windadari Murni Hartini
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 3 (2018): Jurnal Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56727/bsm.v3i.32

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sangat berperan dalam penyimpanan data pasien baik data medis maupun non medis yang diolah menjadi informasi, dalam bentuk pelaporan untuk membantu pihak manajemen dalam menentukan keputusan dan kebijakan yang terkait dengan pelayanan rumah sakit. Tujuan Penelitian ini mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit menggunakan Model End User Computing Satisfaction di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah pengguna SIMRS di RSUD Panembahan Senopati Bantul yang dipilih dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 91 responden. Analisis data menggunakan program komputer dengan Analisis Univariat dengan cara diskriptif dan analisis bivariat dengan uji statistik korelasi produck moment. Adapun derajad kepercayaan yang dipergunakan adalah 95% dan α = 0.05. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat persetujuan kinerja SIMRS berdasarkan unsur content sebesar 74,03%, unsur format sebesar 68,50%, unsur accuracy sebesar 68,24%, unsur timeliness sebesar 69,67%, dan unsur ease of use sebesar 71,39%. Tingkat kepuasan pengguna SIMRS sebesar 71,90%. Hasil uji korelasi antara kinerja SIMRS berdasarkan unsur-unsur End User Computing Satisfaction (EUCS) terhadap kepuasan pengguna SIMRS menggunakan pearson correlation didapatkan nilai korelasi sebesar 0,719 dan nilai signifikasi sebesar 0,000. Hasil determinasi (R2) pada regresi model summary diketahui sebesar 0,510 atau 51,0%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah tingkat persetujuan terhadap kinerja SIMRS dan tingkat kepuasan pengguna SIMRS di RSUD Panembahan Senopati Bantul belum mencapai 80% dari yang diharapkan, serta adanya hubungan yang signifikan antara kinerja SIMRS dengan kepuasan pengguna SIMRS.
Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Kimia Farma Magetan Tahun 2021 Yuli Budi Setyono; Rini Sulistyawati; Windadari Murni Hartini
Indonesian Journal on Medical Science Vol 9 No 2 (2022): IJMS 2022
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.235 KB) | DOI: 10.55181/ijms.v9i2.381

Abstract

The quality of pharmaceutical services must always be raised because they are a crucial component of achieving public health. Patient satisfaction is one factor in service quality. There are still instances of patient complaints, which shows that some services continue to fall short of what patients had hoped for. The purpose of this study is to evaluate the Kimia Farma Magetan Pharmacy's patient satisfaction rate. This study combines descriptive and cross-sectional methods. 180 patients were included in the sampling process utilizing the incidental sampling technique. A questionnaire used as part of the research tool has undergone validity and reliability testing. The results showed that the highest satisfaction was on the assurance dimension while the empathy dimension showed the lowest level of satisfaction. Most of the pharmaceutical service patients are female, namely 56.1%, aged 46-65 years are 64.4% and have a high school education level (High School) of 38.3%. Most of the pharmaceutical service patients at Kimia Farma Magetan Pharmacy have a satisfaction level in the satisfied category of 51.1%.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT TRADISIONAL BERFUNGSI IMUNOMODULATOR UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DUSUN GIRINYONO, PENGASIH, KULON PROGO Tanti Fitriani; Artha Woro Utami; Windadari Murni Hartini
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober: Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i2.102

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang bagian pernafasan manusia. Jumlah kasus di Kabupaten Kulon Progo per 29 Oktober 2021mencapai angka 2215 kasus positif. Surat edaran Kementerian Kesehatan menganjurkan pemanfaatan obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang obat tradisional berfungsi imunomodulator untuk pencegahan COVID-19 pada masyarakat Dusun Girinyono dan melihat hubungan karakteristik masyarakat dengan tingkat pengetahuannya. Penelitian ini merupakan penelitian analitis dengan rancangan potong lintang. Subjek pada penelitian ini berjumlah 70 orang masyarakat Dusun Girinyono RT 42 RW 22. Subyek diambil menggunakan teknik sampling acak sederhana. Instrumen dalam penelitian ini yaitu kuisioner tertutup yang telah valid dan reliabel. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat adalah baik (24,3%), cukup (32,8%) dan kurang (42,9%). Karakteristik responden yang dominan pada usia remaja (47,1%), tingkat pendidikan menengah (52,9%) dan sumber informasi yang didapat secara empiris (67,2%). Hubungan karakteristik usia, tingkat pendidikkan, dan sumber informasi dengan tingkat pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi secara berturut 0,351; 0,003; dan 0,095. Tingkat pengetahuan masyarakat Dusun Girinyono cenderung pada kategori kurang dan terdapat hubungan antara tungkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakata Dusun Girinyono.
PENGARUH LAMA MASA SIMPAN THROMBOCYTE CONCENTRATE (TC) TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT DENGAN METODE MANUAL IMPROVED NEUBAUER Rudina Azimata Rosyidah; Windadari Murni Hartini; Estiyo Sumoko; Inem Ciwi Makawara
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2022): April : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i1.104

Abstract

Thrombocyte Concentrate (TC) adalah komponen darah yang dibutuhkan oleh pasien yang menderita pendarahan untuk mencegah dan menghentikan pendarahan karena trombositopenia. Kualitas dan kuantitas trombosit dalam TC dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain adalah seleksi donor, pengambilan sampel darah donor, pemrosesan, penyimpanan dan distribusi yang memerlukan perawatan khusus. Penyimpanan TC pada suhu 20O C – 24O C di bawah agitasi yang konstan dan konsisten, masa simpan selama lima hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan TC terhadap jumlah trombosit yang dihitung menggunakan metode langsung Improved Neubauer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan penelitian Time Series Design. Subjek penelitian adalah komponen darah TC yang disimpan selama 0,1,3, dan 5 hari. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian dari 6 sampel yang digunakan didapatkan mean pada hari ke-0 adalah 50,8050, hari ke-1 mean adalah 49,9550, mean pada hari ke-3 adalah 48,5683 sedangkan mean pada hari ke-5 adalah 46,6783. Hasil uji normalitas dan uji homogenitas didapatkan nilai sig >0,05 yang menunjukkan data terdistribusi normal dan homogen. Uji statistik dengan One Way Anova didapatkan nilai sig>0,05 yaitu 0,263 sehingga Ho diterima yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan antara lama masa simpan TC terhadap jumlah trombosit di UDD PMI Kota Yogyakarta.
DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATKAN MINAT DONOR DARAH MAHASISWA: ANALISIS DI POLITEKNIK KESEHATAN BHAKTI SETYA INDONESIA Windadari Murni Hartini; Shinta Shinta; Muhammad Mujahidul Islam
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v9i2.105

Abstract

Teman sebaya dapat berpengaruh positif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik donor darah, sehingga dapat meningkatkan minat dan kecenderungan mahasiswa untuk mendonorkan darah secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dan minat donor darah pada mahasiswa Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan analitik kuantitatif cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratifikasi, dengan mempertimbangkan sub-klaster dari tiga program studi, yaitu D3 Teknologi Transfusi Darah, D3 Farmasi, dan D3 Rekam Medis. Jumlah sampel yang diambil untuk setiap sub-klaster adalah 23 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya pada mahasiswa Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia Yogyakarta tergolong rendah dengan persentase sebesar 40,6%, sedangkan persentase minat donor darah juga tergolong rendah dengan angka sebesar 47%. Hasil pengujian menggunakan korelasi Spearman's rank menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dukungan teman sebaya dapat meningkatkan minat donor darah pada mahasiswa Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia.
DISTRIBUSI PERMINTAAN KOMPONEN PLASMA KONVALESEN DI BANK DARAH RSUD NGANJUK JAWA TIMUR TAHUN 2021 Roselina Kuswandaria; Errisa maisuritadevi Mara; Windadari Murni Hartini; Agustina Brilian Yuanita
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Oktober: Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v10i2.110

Abstract

Terapi plasma konvalasen diberikan bersama-sama dengan terapi standar COVID-19 (antivirus dan berbagai terapi suportif lainnya) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah permintaan komponen plasma konvalesen di Bank Darah RSUD Nganjuk Jawa Timur pada tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Obyek penelitian ini adalah Komponen Plasma Konvalesen di Bank Darah RSUD Nganjuk, dengan subyek penelitian adalah permintaan Komponen Plasma Konvalesen dari rawat inap ke bank darah RSUD Nganjuk. Sampel dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan formulir permintaan, identitas pasien, dan data persediaan Plasma Konvalesen berdasarkan golongan darah di Bank Darah RSUD Nganjuk dari Januari hingga Desember 2021, dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan Komponen Plasma Konvalesen di Bank Darah RSUD Nganjuk pada tahun 2021 mencapai 187 kantong, dengan kekurangan 9 kantong pada bulan Juli dan 5 kantong pada bulan Agustus. Permintaan plasma konvalesen terbanyak terjadi pada bulan Juli dan Agustus sebesar 98 kantong. Persediaan plasma konvalesen di Bank Darah RSUD Nganjuk sebanyak 89 kantong, sehingga pemenuhan plasma konvalesen mencapai 90,82%, sedangkan 9,18% permintaan plasma konvalesen belum terpenuhi. Dalam konteks pandemi COVID-19, plasma konvalesen menjadi salah satu komponen penting dalam terapi standar dan penanganan pasien COVID-19.
PENGARUH LAMA MASA SIMPAN THROMBOCYTE CONCENTRATE (TC) TERHADAP JUMLAH RESIDUAL LEUKOSIT DENGAN METODE MANUAL IMPROVED NEUBAUER Rudina Azimata Rosyidah; Windadari Murni Hartini; Estiyo Sumoko; Indah Yulis Triliyawati
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): Oktober : Health Journal “Love That Renewed”
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v9i2.111

Abstract

Thrombocyte Concentrate (TC) adalah komponen darah yang berisi trombosit, yang ditransfusikan dengan tujuan untuk menaikkan kadar trombosit darah. Residual leukosit dalam Thrombocyte Concentrate (TC) merupakan sisa sel leukosit di dalam produk TC setelah melalui tahapan pengolahan dari darah lengkap (Whole Blood) dengan metode Platelet-Rich Plasma (PRP) atau Buffy Coat. Jumlah residual leukosit yang berlebih dapat mengakibatkan terjadinya reaksi transfusi, salah satunya adalah Febrile Non Hemolytic Transfusion Reaction (FNHTR). Perhitungan jumlah residual leukosit dapat dilakukan dengan metode manual Improved Neubauer dengan mikroskop atau dengan metode otomatis menggunakan Hematology Analyzer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masa simpan TC terhadap jumlah residual leukosit. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental Design dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan cara manual dengan mikroskop, bilik hitung Improved Neubauer, dan larutan Turk pada 6 kantong TC dengan masa simpan selama 0, 1, 3, dan 5 hari. Hasil penelitian didapatkan untuk nilai minimum residual leukosit dalam kantong TC yang ditemukan adalah 0 leukosit/unit, sedangkan untuk nilai maksimum 0,0276 x 109 leukosit/unit yang diperiksa selama 0, 1, 3 dan 5 hari. Berdasarkan hasil uji statistik One Way Anova diperoleh nilai sig = 0,058 > 0,05, artinya Ho diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi penurunan yang tidak signifikan, sehingga tidak ada pengaruh antara masa simpan TC terhadap jumlah residual leukosit.
Korelasi Hemoglobin Dengan Indek Masa Tubuh dan Tekanan Darah Sebagai Skrining Pencegahan Stunting pada Remaja Resmi Aini; Windadari Murni Hartini; Neini Nur’avia; Suci Lestariani
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): April : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v11i1.137

Abstract

There are 3 elements to the nutritional problems of Indonesian adolescents, namely malnutrition, overweight, and micronutrient deficiencies with anemia. Anemia has an impact on irregular heartbeats that affect blood pressure (systolic and diastolic). Deficiency and excess nutrition is a risk factor for anemia. Anemia in young girls can continue when they become mothers. During pregnancy, they are also more at risk of experiencing postpartum hemorrhage, giving birth to babies with low birth weight, babies born prematurely, or stillbirth. In addition, their children are more likely to be stunted. This type of research is Analytical Observational with a cross-sectional approach. The number of samples was 23 young women in the Darun Najah Orphanage, Depok, Sleman, Yogyakarta. Measuring blood pressure using a digital blood pressure device while Body Mass Index is calculated by measuring body weight and height. Hemoglobin levels in female adolescents were significantly related to BMI (Body Mass Index) and Diastolic blood pressure, but Hemoglobin levels were not significantly related to systolic blood pressure.
Perbedaan Jumlah Trombosit Pasca Transfusi Thrombocyte Concentrate Dan Thrombocyte Apheresis Pada Pasien Trombositopenia Rudina Azimata Rosyidah; Novia Anjani; Windadari Murni Hartini; Ana Mardiyaningsih
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): April : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55912/jks.v11i1.147

Abstract

Thrombocytopenia is a condition when the number of platelets is below normal. Several types of platelet blood component transfusions include Thrombocyte Concentrate and Thrombocyte Apheresis. Platelet blood components for transfusion can be obtained from two methods, namely the method of processing Whole Blood (WB) and the apheresis method. Thrombocyte Concentrate Transfusion and Thrombocyte Apheresis Transfusion are forms of using blood components as a supportive measure to increase the platelet count of thrombocytopenic patients. This study aims to determine the difference in platelet count after Thrombocyte Concentrate and Thrombocyte Apheresis transfusions in thrombocytopenic patients. The research method used is Analytical Descriptive with a Cross Sectional research design. The population in this study were thrombocytopenia patients, totaling 66 patients. The samples used in this study were 28 samples of thrombocytopenic patients, consisting of 14 patients receiving Thrombocyte Concentrate transfusions and 14 patients receiving Thrombocyte Apheresis transfusions which were obtained using the Purposive Sampling technique. Data were analyzed univariately and bivariately using the independent t test. The results of this study indicated that the difference in platelet count after Thrombocyte Apheresis transfusion was higher than after Thrombocyte Concentrate transfusion. The average increase in platelet count after Thrombocyte Apheresis transfusion was 49,286/µl while in Thrombocyte Concentrate transfusion it was 20,143/µl.