Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh BI rate, capital adequacy ratio, non performing financing, terhadap profitabilitas Rinda Wahyuni; Justina Ade Judiarni
Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Vol 7, No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jimm.v7i2.9742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pengaruh Bi Rate, Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas (ROA). Penelitian ini dilakukan pada Bank Umum Syariah periode 2013-2016. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 13 perbankan, tetapi berdasarkan kriteria yang digunakan maka sampel penelitian sebanyak 9 Bank Syariah yang ada di Indonesia. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis uji F menunjukkan bahwa variabel Bi Rate, Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas (ROA) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Adapun uji T menunjukkan bahwa secara parsial variabel BI Rate berpengaruh positif dan tidak signifikan, Variabel Capital Adequacy Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan sedangkan variabel Non Performing Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas (ROA).
ANALISIS KEUNTUNGAN ATAS PRODUK – PRODUK PADA CV. KLASIK PROMETALINDO DI SAMARINDA (PENERAPAN LINEAR PROGRAMING METODE SIMPLEKS) Riska Riska; Justina Ade Judiarni; Muhammad Amin Kadafi
Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jimm.v5i4.6057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah produksi optimum untuk menghasilkan kontribusi keuntungan maksimum atas produk-produk yang dihasilkan oleh CV. Klasik Prometalindo. Penelitian ini bersifat studi literature dengan mengkaji jurnal-jurnal dan buku-buku teks yang berkaitan dengan bidang yang diteliti. Langkah-langkah untuk mengetahui jumlah produksi optimum untuk menghasilkan keuntungan maksimum tersebut antara lain : (1) Observasi, (2) Pengumpulan data, (3) Membuat model matematika dalam proses produksi pembuatan gypsum, (4) Mengoptimasikan keuntungan dalam produksi menggunakan metode simpleks, (5) Mengoptimasikan keuntungan dalam produksi menggunakan alat bantu QM for Windows V3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan dengan menggunakan linear programing metode simpleks dan bantuan software QM for Windows V3, CV. Klasik Prometalindo akan mendapatkan produksi dan keuntungan optimum dengan memproduksi profil gypsum sebanyak 20.000 pcs, celling gypsum sebanyak 7.000 pcs, panel gypsum sebanyak 800 pcs dan panel dome sebanyak 55 pcs dengan keuntungan yang akan diperoleh sebesar Rp. 503.750.000.
Analisis optimasi waktu dan biaya proyek pembangunan prasarana dan fasilitas bandara Kiky Mevianti Widyaningtyas; Justina Ade Judiarni; Rizky Yudaruddin
Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jimm.v7i1.7588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu dan biaya proyek pembangunan  prasarana dan fasilitas Bandara Kalimarau, Teluk Bayur, Berau- Kalimantan Timur yang dikerjakan oleh PT. Total Bangun Persada, Tbk. untuk menganalisis waktu percepatan kegiatan proyek menggunakan metode Project Evaluation Review Technique (PERT) pendekatan dengan cara manual atau menggunakan bantuan perangkat lunak POM-QM, dan untuk menganalisis biaya proyek menggunakan metode Crashing dengan alternatif penambahan jam kerja lembur selama 3 jam. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu bahwa dengan memakai metode PERT,  proyek dapat dipercepat menjadi 201.5 hari dari waktu rencana semula 222 hari, dengan lintasan kritis terdapat pada kegiatan A-B-C-E-F-G-H, dengan menggunakan metode Crashing, maka biaya proyek naik menjadi  Rp. 252,508,927,746.41  dari rencana biaya sebelum dilakukan percepatan yaitu Rp. 183,704,524,642.28. Dengan demikian terjadi pengurangan waktu proyek selama 20.5 hari dan kenaikkan biaya sebesar Rp. 6,969,060,010.87 pada saat percepatan mencapai maksimum.
Pengaruh board size, board independent, ceo duality dan board meeting terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia Justina Ade Judiarni; Nurul Agustina; Muhammad Amin Kadafi
JURNAL MANAJEMEN Vol 15, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jmmn.v15i1.13891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh board size, board independent, ceo duality dan board meeting terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia, periode 2014-2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan mengambil 20 perusahaan sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa board size berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, board independent berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan ceo duality berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen serta board meeting berpengaruh positif dan tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2019.
Pengaruh komisaris independen dan deviden payout terhadap free cash flow, deviden payout sebagai variabel intervening pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek Indonesia Rinda Febriza; Justina Ade Judiarni
Jurnal Ilmu Manajemen Mulawarman (JIMM) Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jimm.v8i1.9759

Abstract

Studi ini menganalisis dengan menggunakan sampel sebanyak 14 perusahaan di sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017 dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai dampak variabel iindependen yaitu Komisaris Independen dan Deviden Payout.  Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dan statistic deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Komisaris Independen berpengaruh positif signifikan terhadap Free Cash Flow, (2) Komisaris Independen berpengaruh positif signifikan terhadap Deviden Payout, (3) Deviden Payout berpengaruh positif signifikan terhadap Free Cash Flow, (4) Deviden Payout tidak Memediasi antara Komisaris Independen Terhadap Free Cash Flow.
Encouraging the Use of Digital Payment Systems By QRIS Among Traditional Market Traders: Mendorong Penggunaan Sistem Pembayaran Digital Melalui QRIS di Kalangan Pedagang Pasar Tradisional Siti Maria; Anggi Oktawiranti; Justina Ade judiarni; Heni Rahayu Rahmawati; Hidayani
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Volume 2 Issue 2 February 2025: Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/jsipakatau.v2i2.254

Abstract

Digital transformation in the payment system is one of the important factors in improving transaction efficiency in traditional markets. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) has been introduced as a digital payment solution that can be applied in various sectors, including traditional markets. However, the adoption of QRIS by market traders still faces various challenges, such as low digital literacy, limited devices, and resistance to changes in the transaction system. This study aims to analyze the level of understanding and readiness of Segiri Market traders in adopting QRIS, as well as evaluate the effectiveness of training and mentoring in increasing the adoption of this digital payment system. The methods used in this study include socialization, training, and simulation of QRIS transactions to market traders. The pre-test and post-test results showed a significant increase in merchants' understanding and readiness to use QRIS, with the willingness to adopt increasing from 40% to 90%. In addition, increased convenience in digital transactions and frequency of QRIS usage also showed a positive trend after the intervention. The conclusion of this study is that continuous education and mentoring is essential in driving QRIS adoption in traditional markets. Collaboration between the government, banks, and financial service providers is needed to ensure the sustainability of digital payment implementation in the traditional trade sector. ABSTRAK Transformasi digital dalam sistem pembayaran merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi transaksi di pasar tradisional. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah diperkenalkan sebagai solusi pembayaran digital yang dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk pasar tradisional. Namun, adopsi QRIS oleh pedagang pasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat, dan resistensi terhadap perubahan sistem transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman dan kesiapan pedagang Pasar Segiri dalam mengadopsi QRIS, serta mengevaluasi efektivitas pelatihan dan pendampingan dalam meningkatkan adopsi sistem pembayaran digital ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan simulasi transaksi QRIS kepada para pedagang pasar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan kesiapan pedagang dalam menggunakan QRIS, dengan kemauan untuk mengadopsi meningkat dari 40% menjadi 90%. Selain itu, peningkatan kenyamanan dalam bertransaksi digital dan frekuensi penggunaan QRIS juga menunjukkan tren yang positif setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sangat penting dalam mendorong adopsi QRIS di pasar tradisional. Kolaborasi antara pemerintah, bank, dan penyedia jasa keuangan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan implementasi pembayaran digital di sektor perdagangan tradisional.