Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DETEKSI DINI APENDISITIS AKUT UNTUK WARGA IMIGRAN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO Dayu Satriya Wibawa; Aditya Bhayusakti; Dimas Bagus Dwi Saputra; Mentari Najwaauliya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37600

Abstract

Apendisitis akut adalah indikasi paling umum untuk operasi perut darurat di seluruh dunia dan alasan umum untuk konsultasi di unit gawat darurat. Dalam beberapa dekade terakhir, pencitraan diagnostik telah memainkan peran mendasar dalam mengidentifikasi radang usus buntu akut, membantu mengurangi angka laparotomi buta dan biaya rumah sakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai deteksi dini apendisitis akut kepada imigran di International Organization for Migration (IOM) Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan mengenai deteksi dini appendicitis atau usus buntu. Materi yang disampaikan mengenai definisi appendicitis, gejala dan tanda, serta langkah yang harus dilakukan jika terdapat orang disekitar yang mengalami gejala dan tanda appendicitis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana pada tanggal pelaksanaan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Acara dilaksanakan di halaman parkir kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 40 peserta. Peserta merupakan warga migran di bawah naungan IOM. Evaluasi penulis mengenai kegiatan ini adalah peserta dapat menjawab tiga pertanyaan dari pemateri dengan benar, diantaranya adalah anatomi perut, tanda dan gejala gawat darurat abdomen, dan apa yang harus dilakukan jika ada orang disekitar yang mengalami keluhan tersebut. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar materi yang disampaikan. Harapan penulis agar peserta mengetahui tanda-tanda dan gejala usus buntu, sehingga jika terjadi pada orang sekitarnya mereka dapat memberi masukan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan segera guna mengatasi kondisi gawat daruratnya
EDUKASI KESEHATAN TENTANG GAWAT DARURAT ABDOMEN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO Aditya Bhayusakti; Dayu Satriya Wibawa; Moch Syafirul Nur Shafly; Muhammad Aqil Siroj Jazuli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37605

Abstract

Gawat darurat abdomen atau nyeri akut abdomen adalah suatu kasus kegawatdaruratan abdomen yang dapat terjadi karena masalah bedah dan non bedah, ditandai dengan keluhan nyeri abdomen yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 24 jam. Pemahaman yang kuat tentang anatomi dasar dan fisiologi saluran pencernaan diperlukan untuk diagnosis dini yang akurat. Hal ini dapat terlihat saat menilai riwayat pasien dan, khususnya, saat melakukan pemeriksaan fisik pada perut. siapa saja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan Pelatihan Kader Kesehatan Pengungsi tentang Gawat Darurat Abdomen di International Organization for Migration (IOM) Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada imigran IOM Sidoarjo. Acara dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2024 di halaman kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode presentasi mengenai tanda gawat darurat abdomen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana pada tanggal pelaksanaan pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2024. Acara dilaksanakan di halaman parkir kampus B Tower Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Evaluasi penulis mengenai kegiatan ini adalah peserta dapat menjawab tiga pertanyaan dari pemateri dengan benar, diantaranya adalah anatomi perut, tanda dan gejala gawat darurat abdomen, dan apa yang harus dilakukan jika ada orang disekitar yang mengalami keluhan tersebut. Materi mengenai kegawatdaruratan abdomen telah tersampaikan dengan baik kepada peserta. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar gawat darurat abdomen. Harapan penulis agar peserta mengetahui mengenai gawat darurat abdomen, sehingga jika terjadi pada orang sekitarnya mereka dapat memberi masukan agar segera dibawa ke fasilitas kesehatan segera guna mengatasi kondisi gawat daruratnya.
Health Education for Immigrants: Improving Awareness of Early Cancer Screening through a Participatory Approach Aditya Bhayusakti; Dayu Satria Wibawa; Dwimantoro Imam Prilistyo; Yuriske Agnovianto; Liana Faizah Aulia
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.846

Abstract

Immigrants are a vulnerable population with substantial barriers to accessing health information and medical services, including early detection of chronic diseases such as cancer. Low health literacy among immigrants may be caused by linguistic and cultural differences, uncertain legal status, and financial limitations. These conditions lead to delayed diagnosis and increased risk of cancer-related complications. Early detection through screening has been proven effective in reducing cancer mortality. For instance, colorectal cancer screening may reduce mortality risk by 35%, while mammography can decrease breast cancer mortality by 41%. However, screening coverage among immigrant populations remains low. Studies suggest that sociocultural barriers, limited knowledge, and lack of physician recommendations contribute to poor participation in cancer screening programs. This community service activity aimed to increase immigrants' knowledge of early cancer screening and health education using an interactive and participatory community-based counseling approach. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was employed. The program involved 14 immigrants residing in temporary shelters under the coordination of the International Organization for Migration (IOM). Participants attended a counseling session accompanied by pre- and post-intervention knowledge assessments. Results showed a 37.3% improvement in mean knowledge scores, and the paired t-test produced p = 0.0000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores. These findings demonstrate that the counseling intervention effectively improved participants’ understanding of cancer and the importance of early detection. The activity also highlights the importance of cross-sector collaboration, especially with IOM, in developing sustainable health promotion and disease prevention programs for immigrant communities.
Improving Immigrants’ Preparedness: Community-Based Injury Prevention and First Aid Education Dayu Satria Wibawa; Aditya Bhayusakti; Paul Agus Dwiyanu; Yuriske Agnovianto; Muhammad Aqil Siroj Jazuli
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.847

Abstract

Migrants represent a highly vulnerable population due to their limited access to health information, healthcare services, and emergency response mechanisms. These vulnerabilities are exacerbated by language barriers, cultural differences, socioeconomic constraints, and the unpredictability of their living environments in host countries. The absence of knowledge and basic skills in handling injuries significantly increases their risk of complications, disability, and preventable mortality. This community-engagement program aimed to strengthen the emergency preparedness of migrants under the coordination of the International Organization for Migration (IOM) by providing culturally adapted education on injury prevention and first aid. A total of 20 migrants participated in an interactive session consisting of counseling, demonstrations, and hands-on skill practice. Knowledge acquisition was assessed using pre-test and post-test questionnaires containing ten multiple-choice items. The results revealed a 38.8% improvement in average knowledge scores (pre-test: 45.2; post-test: 74.0), with a paired t-test showing statistical significance (p = 0.0000, p < 0.05). Participants also demonstrated enthusiasm and high engagement during the practical sessions. These findings indicate that community-based, participatory education is effective for increasing first-aid competence among vulnerable migrant groups. This initiative can serve as a replicable model for migrant shelters and humanitarian organizations seeking to strengthen public health resilience.