Firmansyah
Universitas Pancasakti Makassar

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Potensi Ekstrak Kulit Buah Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) Dalam Sediaan Sirup Sebagai Imunomodulator Pencegah Covid-19 Firmansyah Firmansyah; Muhahammad Taufiq Duppa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.229

Abstract

Kulit buah Terong Belanda diketahui mengandung senyawa golongan fenol, flavonoid dan saponin yang  merupakan metabolit sekunder yang paling banyak terdapat dalam tanaman dan tumbuhan yang berperan sebagai antioksidan, membantu metabolisme seperti meningkatkan imunitas dan kesegaran tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek imunomodulator ekstrak kulit buah Terong Belanda yang dibuat dalam bentuk sirup sebagai pencegah Covid-19. Pembuatan ekstrak kulit buah Terong Belanda dengan cara Maserasi menggunakan Etanol 96%.  Ekstrak kulit buah Terong Belanda di buat dalam sediaan Sirup  dengan tiga formula yaitu formula I (ekstrak kulit buah Terong Belanda 5 %), formula II (ekstrak kulit buah Terong Belanda 10 %) dan formula III (ekstrak kulit buah Terong Belanda15 %). Hewan uji Mencit sebanyak 15 ekor terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negative Na-CMC 1 % b/v), kelompok II kontrol positif (Ekstrak Echinacea, Elderberry, Zn Picolinate), kelompok III (sirup ekstrak 5 %), kelompok IV (sirup ekstrak 10 %) dan kelompok V (sirup    ekstrak     15 %). Perlakuan diberikan selama tujuh hari berturut-turut secara per oral dan pada hari ke delapan diinfeksikan Staphylococcus aureus 0,5 mL secara intraperitonial setiap kelompok. Apusan cairan peritoneum digunakan untuk menentukan aktivitas fagositosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji stabilitas dipercepat terhadap Sirup stabil setelah penyimpanan.  Sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda memiliki efek imunomodulator yaitu kelompok V (sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda konsentrasi 15 %) dengan rata-rata persentase nilai aktivitas fagositosisnya adalah  95,22 %. Dan kontrol positif (Imboost force®) 97,33%. Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,036 < 0,05 yang berarti kontrol positif (Imboost Force®) memiliki efek imunomodulator yang lebih besar dibandingkan dengan sirup ekstrak kulit buah Terong Belanda.
Potensi Antihiperglikemik Ekstrak Kulit Buah Semangka (citrullus lanatus linn.) terhadap Diabetes Mellitus Melalui Penghambatan Aktivitas Enzim Alfa Glukosidase Syachriyani Syachriyani; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.244

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolisme endokrin yang ditandai dengan abnormalitas kadar glukosa dalam aliran darah karena aktivitas gaya hidup yang tidak sehat. Pendekatan terapeutik yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus yaitu dengan cara penghambatan enzim yang berhubungan dengan penyerapan glukosa di tubuh, seperti enzim alfa-glukosidase.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak Kulit Buah Semangka melalui penghambatan aktivitas enzim alfa-glukosidase dengan menentukan  persen inhibisi dan IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antidiabetes terhadap Diabetes Mellitus. Ekstrak Kulit Buah Semangka diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Enzim alfa-glukosidase yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Saccharomyces cerevisae dan p-nitrofeni –?-D-glukopiranosid (pNPG)  yang berfungsi sebagai substrat. Ekstrak Kulit Buah Semangka  dibuat dengan variasi konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 ppm.. Aktivitas enzim diukur berdasarkan hasil absorbansi p-Nitrofenol yang absorbansinya terukur pada panjang gelombang 410 nm menggunakan  microplate reader. Hasil pengujian inhibitor ekstrak Kulit Buah Semangka konsentrasi 20 ppm. 40 ppm, 60 ppm dan 80 ppm terhadap enzim alfa-glukosidase menunjukkan rata-rata persen inhibisi 7,904 %, 17,937 %, 24,757 %, 32, 894 % dan 41,840 % sedangkan baku Akarbose diperoleh persen inhibisi 50,115 %, 60,000 %, 69,152 %, 73,837 % dan 79,179 %.  Nilai IC50 ekstrak Kulit Buah Semangka 120,212 ppm dan baku Akarbose 13,055 ppm, Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak Kulit Buah Semangka dapat memberikan efek penghambatan (inhibitor) terhadap enzim alfa-glukosidase.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PINING (Horntstedtia alliacea) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Syachriyani Syachriyani; Firmansyah Firmansyah; Mocktar La Mamin
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 1: Juni, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.385 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i1.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian ekstrak Buah Pining (Hornstedtia aliacea) terhadap penurunan kadar kolesterol total darah tikus putih (Rattus norvegicus) dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak buah Pining yang efektif menurunkan kolesterol total darah tikus putih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmakologi Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak buah Pining yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Sampel yang digunakan adalah Tikus putih sebanyak 15 ekor yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu Klp I (Suspensi Na.CMC 1% b/v) sebagai kelompok kontrol Negatif, Klp II (Ekstrak buah Pining 2% b/v), Klp III (Ekstrak buah Pining 4% b/v), Klp IV (Ekstrak buah Pining 6% b/v) dan Klp V (suspensi Simvastatin) sebagai kelompok Kontrol positif. Ekstrak Buah Pining konsentrasi 2 %, 4%, 6% b/v memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar Kolesterol Total Darah Tikus putih, tetapi ekstrak buah pining 6 % b/v menunjukkan pengaruh nonsignifikan terhadap simvastatin, namun persentase rata-rata penurunan kadar kolesterol simvastatin lebih tinggi yaitu 93,42 % dibandingkan dengan ekstrak buah pining 6 % b/v, yaitu 80,96 %
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KURMA RUTHAB (Phoenix dactylifera) SEBAGAI PENGINDUKSI TERHADAP WAKTU KELAHIRAN MENCIT (Mus musculus) Yusriani Yusriani; Firmansyah Firmansyah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 1: Juni, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.47 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) sebagai penginduksi terhadap waktu kelahiran mencit (Mus musculus). Mencit betina yang digunakan sebanyak 24 ekor dibagi dalam empat kelompok, setiap kelompok terdiri atas 6 replikasi. Kelompok I diberikan Na.CMC 1% b/v, kelompok II, III dan IV diberikan ekstrak buah Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) dengan dosis 260mg/kgBB, 780mg/kgBB dan 2340mg/kgBB. Semua kelompok diberikan perlakuan sehari sekali selama kehamilan dan diamati waktu kelahiran. Adapun hasil yang diperoleh dengan Uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan menggunakan Uji Mann-Whitney terhadap waktu kelahiran yaitu ekstrak 2340mg/KgBB berpengaruh sebagai penginduksi terhadap waktu kelahiran Mencit (Mus musculus), kerena terdapat perbedaan efek dengan Na.CMC 1% b/v sebagai placebo/kontrol negatif. Sedangkan untuk ekstrak 780mg/KgBB dan ekstrak 260mg/kgBB tidak berpengaruh sebagai penginduksi terhadap waktu kelahiran Mencit (Mus musculus) karena tidak terdapat perbedaan efek dengan Na.CMC 1% b/v sebagai placebo/kontrol negatif.
UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK KULIT BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA MENCIT (Mus muscullus) Firmansyah Firmansyah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 1: Juni, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.075 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i1.309

Abstract

Diuretik merupakan obat yang meningkatkan laju aliran urin dan sekresi natrium serta digunakan untuk mengatur volume dan atau komposisi cairan tubuh pada berbagai keadaan klinis. Tujuan penelitian untuk mengetahui ekstrak kulit buah mentimun sebagai efek diuretik pada mencit dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit buah mentimun yang efektif sebagai diuretik pada mencit. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium yang di laksanakan di Laboratorium Farmakologi Jurusan Farmasi Univeristas Pancasakti Makassar. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan yang di bagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I (Na. CMC 1% b/v) sebagai kontol negatif, kelompok II (Ekstrak 100 mg/kgBB), III (Ekstrak 200 mg/kgBB), dan IV (Ekstrak 300 mg/kgBB), serta kelompok V diberi Furosemid sebagai kontrol positif. Pengamatan volume urin dilakukan selama 3 jam setelah perlakuan untuk mengetahui efek diuretik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak kulit buah mentimun memberikan efek diuretik terhadap mencit dan pemberian ekstrak kulit buah mentimun dengan konsentrasi 300 mg menunjukkan efek paling besar sebagai diuretik terhadap mencit, tetapi efeknya masih lebih rendah daripada pemberian suspensi furosemide dengan dosis 0,156 mg.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI KEBIUL (Caesalpinia Bonducella Flem.) TERHADAP Streptococcus Mutans Ariyani Buang; Firmansyah; Sopian Adrian Susilo
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.618 KB) | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.344

Abstract

Biji Kebiul (Caesalpinia bonducella Flem) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki efek sebagai antibakteri. Streptococcus mutans merupakan bakteri aerob gram positif bersifat kariogenik yang dapat memetabolisme karbohidrat dan membuat suasana asam didalam mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji kebiul (Caesalpinia bonducella Flem.) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium yang dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi Universitas Pancasakti. Uji aktivitas antibakteri menggunakan tehnik difusi agar. Biji kebiul diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %. Ekstrak biji kebiul dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu : K1 5%b/v, K2 10% b/v, K3 15 % b/v, NaCMC 1% b/v (K4) sebagai kontrol negatif dan Clindamisin 50 ppm (K5) sebagai kontrol positif selanjutnya diinkubasi 1 x 24 jam dan 2 x 24 jam. Data diameter zona hambat dianalisis statistik menggunakan Anova dan dilanjutkan uji LSD. Hasil penelitian didapatkan pada inkubasi 1 x 24 jam masing-masing diameter zona hambat untuk K1 7,71 mm, K2 9,78 mm, K3 13,05 mm, K4 0 mm, dan K5 13,83 mm. Untuk 2 x 24 jam, K1 8,09 mm, K2 9,95 mm, K3 13,26 mm, K4 0 mm, dan K5 13,29 mm. Hasil analisis atatistik menggunakan anova dan uji lanjut LSD didapatkan terdapat perbedaan yang signifikan diameter zona hambat pada semua konsentrasi (p sig 0,00 < 0,05). Ekstrak biji kebiul pada konsentrasi K1 5% b/v, dan K2 10% b/v memiliki aktivitas bakteriostatik termasuk kategori sedang, K 3 15% b/v termasuk kategori kuat terhadap streptococcus mutans. Ekstrak biji kebiul pada konsentrasi K3 15 % memiliki aktivitas bakteriostatik yang optimal dan aktivitasnya tidak berbeda nyata dengan Clindamisin.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DAN DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Syachriyani Syachriyani; Firmansyah Firmansyah
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 1 No. 2: Desember, 2022, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v1i2.377

Abstract

Salah satu bahan herbal yang dapat digunakan sebagai bahan dasar terapi adalah kombinasi daun Ketepeng Cina dan daun Beluntas yang memiliki kandungan penting seperti alkaloid, saponin, tannin, steroid, dan flavonoid. Flavonoid pada tanaman herbal memiliki efek antiinflamasi, antialergi, antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Program Studi Famasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti Makassar. Bahan uji yang digunakan diekstraksi secara Maserasi dengan menggunakan Etanol 96. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi menggunakan paper disc yang diamati pada masa inkubasi 1 x 24 jam dan dilanjutkan pada pengamatan 2 x 24 jam. Kelompok perlakuan terdiri atas lima kelompok perlakuan yaitu kelompok I (kontrol negative Na.CMC 1 % b/v), kelompok II (kombinasi ekstrak 1:1), kelompok III (kombinasi ekstrak 1:2), kelompok IV (kombinasi ekstrak 2:1) dan kelompok V (kontrol positif Amoxicillin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata zona hambat yang diperoleh adalah kombinasi ekstrak (1:1) 20 mm, kombinasi ekstrak (1:2) 22 mm, kombinasi ekstrak (2:1) 24 mm, dan kontrol positif (Amoxicillin) 27,33 mm. Kombinasi ekstrak daun Beluntas dan daun Ketepeng Cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang bersifat bakterisid.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM BODY SCRUB EKSTRAK KULIT PISANG GOROHO (Musa acuminate L.) Firmansyah Firmansyah; Andi Nur Ilmi Adriana; Narni Narni
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 2 No. 1: Juni, 2023, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v2i1.420

Abstract

Kulit Pisang Goroho (Musa acuminate L.) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, untuk mempermudah penggunaannya di formulasikan dalam bentuk sediaan krim body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kulit Pisang dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub yang stabil dan memenuhi standar mutu fisik. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan melakukan formulasi sediaan krim body scrub dan uji mutu fisik sediaan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Farmasi Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Pancasakti dan Laboratorium Teknologi Farmasi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Pembuatan ekstrak kulit Pisang Goroho dengan metode Maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini dilakukan dengan membuat sediaan krim body scrub dalam empat sediaan yaitu FI (basis tanpa ekstrak), FII (ekstrak 1%), FIII (ekstrak 3%), dan FIV (ekstrak 5%), selanjutnya dilakukan uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji stabilitas dipercepat dengan metode Cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Pisang Goroho dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub yang yang memenuhi syarat mutu fisik dengan parameter uji meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe krim dan uji stabilitas dipercepat.
Efek Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) Sebagai Adjuvant Antibiotika Amoxicillin Terhadap Resistensi Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus Muhammad Taufiq Duppa; Firmansyah Firmansyah; Syachriyani Syachrir; Anshari Masri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.381

Abstract

Resistensi terhadap antibiotik yang tersedia pada bakteri patogen menjadi tantangan global karena jumlah strain resisten terhadap berbagai jenis antibiotik terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak daun Sawo Manila sebagai adjuvant antibiotika Amoksisilin terhadap resistensi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Sawo Manila diperoleh dengan cara Maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Penetuan daya hambat dengan metode difusi cakram diinkubasi 1 x 24 jam. Penentuan uji interaksi Amoksilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila berdasarkan ZOI dengan metode AZDAST. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat rata-rata Amoksisilin Adjuvant ekstrak daun Sawo Manila terhadap Escherichia coli 1 x 24 jam adalah 14,6 mm, daya hambat Amoksisilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila 10 % b/v terhadap Staphylococcus aureus  1 x 24 jam adalah 15,60 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak daun Sawo 10% b/v Manila memiliki efek daya hambat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan penentuan interaksi Amoksisilin adjuvant daun Sawo Manila 10% b/v memiliki aktivitas antibakteri sinergis terhadap Eschericihia coli dan Staphylococcus aureus.
Formulasi Pasta Gigi Antibakteri Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L.) dengan Bahan Abrasif Cangkang Telur Bebek Muhammad Aris; Syachriyani Syachrir; Firmansyah Firmansyah; Ariyani Buang; Muhammad Taufiq Duppa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.383

Abstract

Proses karies gigi dapat dicegah dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung agen antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri yang menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini mengetahui ekstrak daun Murbei dengan bahan abrasif Cangkang Telur Bebek dapat di buat Pasta gigi dan mengetahui efek antibakteri Pasta gigi daun Murbei. Pasta gigi dibuat dalam tiga formula yaitu F 2 (ekstrak daun Murbei 4 % b/v), F 3 (ekstrak daun Murbei 6 % b/v), F 4 (ekstrak daun Murbei 8 % b/v) dan F 1 kontrol negatif (Basis Pasta Gigi tanpa ekstrak). Pada formula dilakukan uji mutu fisik sediaan dengan Cycling test yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji tinggi busa dan uji daya sebar. Selanjutnya pasta gigi diuji efek antibakteri metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula memenuhi syarat uji mutu dan stabilitas fisik.  Hasil pengujian daya hambat Pasta gigi ekstrak daun Murbei terhadap Streptococcus mutans yaitu formula 2 (4%  b/v) rata-rata diameter daya hambat 24,64 mm, formula 3 (6% b/v) rata-rata diameter daya hambat 26,02 mm dan formula 4 (8% b/v) rata-rata diameter daya hambat 27,77 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah Pasta gigi ekstrak daun Murbei konsentrasi 4 % b/v, 6 % b/v dan 8 % b/v dengan bahan abrasif Cangkang Telur Bebek memenuhi syarat mutu.   Daya hambat Pasta gigi ekstrak daun Murbei 4 % b/v berbeda bermakna dengan daya hambat 8 % b/v (dimana p < 0,05) terhadap Streptococcus mutans dengan daya hambat antibakteri kategori sangat kuat.