Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN JALAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN NGLAJER BERBEK KABUPATEN NGANJUK Heri Prawoto; Meriana Wahyu Nugroho; Titin Sundari; Rahma Ramadhani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.43117

Abstract

Rencana teknis pengamanan badan jalan yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas jalan di Kabupaten Nganjuk. Melalui identifikasi potensi risiko dan masalah di badan jalan tikungan berbahaya, daerah rawan kecelakaan, atau kelainan geometri lainnya. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tebal perkerasan kaku (rigid pavement) yang dihasilkan oleh Metode AASHTO (1993) dan menentukan hasil perhitungan mencapai tebal perkerasan yang efisien dan ekonomis. Metode nya adalah AASHTO tahun 1993. Hasil dari penelitian adalah perkerasan kaku, tebalnya 32 cm, selain itu, terdapat lapisan lain dalam perkerasan yaitu lean concrete dengan tebal 15 cm, serta base A dengan tebal 15 cm. Metode perencanaan perkerasan AASHTO menunjukkan tebal pelat perkerasan akan meningkat seiring dengan pertumbuhan lalu lintas ekivalen pada masa pakai rencana tersebut. Namun, tebal pelat berkurang jika volume lalu lintas ekivalen menurun. Metode AASHTO 1993 dapat digunakan dalam perencanaan perkerasan jalan di Indonesia karena perhitungannya sudah sesuai atau mendekati kondisi di Indonesia.
Effect of Corrosion on Steel Strength (ST. 37) Sundari, Titin; Mutrofin, Akmam; Ramadhani, Rahma; Khiyana, A'izzatul; Yulianto, Totok; Nugroho, Meriana Wahyu
ASTONJADRO Vol. 13 No. 3 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v13i3.16577

Abstract

Rust on steel is often a problem in construction work. Rust occurs when iron oxidizes. The cause is prolonged exposure to water, air, or an acidic environment. Iron will bind oxygen atoms in the air to form iron oxide/rust. Rust continues to increase, accelerating the process of damage to buildings. Rust cannot be avoided, but it can control its rate. St.37 carbon steel is the most widely used material for various types of building construction. Therefore, it is necessary to carry out experimental tests regarding the rate of corrosion and its effect on the strength of steel. In this research, using St.37 steel plates, the corrosion process was carried out by leaving the specimens in an open space, immersing the specimens in sea water, and immersing the specimens in fresh water for 15 days. The aim of this research is to analyze the corrosion rate and its effect on the strength of St.37 carbon steel material. Based on the research results, the average corrosion rate of test plates in open spaces was 0 MPy with an extraordinary resistance category; soaked in sea water 14.76 MPy with good category; and soaked in fresh water 39.37 MPy with the fair category. Meanwhile, based on the tensile test results, the average strength was 560.8 MPa for objects, 510.4 MPa, and 492.8 MPa, respectively. This corrosion rate affects the strength of the steel, the greater the corrosion rate, the tensile strength of the steel plate decreases.
Penerapan Ekonomi Sirkular dalam Inovasi Material Konstruksi: Bambu sebagai Substitusi Plat Beton Bertulang A'izzatul Khiyana; Meriana Wahyu Nugroho; Totok Yulianto; Titin Sundari; Rahma Ramadhani; Sulung Rahmawan Wira Ghani; Ita Suhermin Ingsih
Nucleus Journal Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/nucleus.v5i1.5108

Abstract

Industri konstruksi menghadapi tantangan keberlanjutan akibat tingginya konsumsi sumber daya dan emisi karbon, sehingga diperlukan penerapan prinsip ekonomi sirkular untuk meminimalkan dampak lingkungan. Dalam kondisi ini, bambu sebagai material lokal dengan siklus tumbuh cepat dan kemampuan regenerasi tinggi berpotensi menjadi alternatif berkelanjutan yang mendukung transformasi konstruksi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemanfaatan bambu sebagai material substitusi tulangan pada plat beton dengan menekankan aspek keberlanjutan dan menganalisis komparatif biaya dalam pemanfaatan bambu dan tulangan baja. Analisis dimulai dengan melakukan studi literatur terkait penerapan ekonomi sirkular dalam penggunaan bambu, melakukan eksperimen dengan membuat benda uji plat substitusi tulangan bambu dan menguji kuat lenturnya, serta menghitung perbedaan biaya penggunaan bambu dan baja sebagai tulangan pada plat beton. Hasil kajian menunjukkan bahwa bambu memiliki kekuatan tarik yang sebanding dengan baja konvensional, dengan keunggulan tambahan berupa ketersediaan melimpah, biaya relatif rendah, dan jejak karbon yang relatif rendah. Implementasi bambu dalam konstruksi tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang pengembangan rantai pasok material lokal yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi bambu sebagai substitusi plat beton bertulang dalam perspektif ekonomi sirkular dapat menjadi solusi inovatif menuju pembangunan infrastruktur hijau yang ramah lingkungan dan efisien sumber daya.
Evaluasi Kinerja Waktu dan Biaya Gedung Parkir Kejari Tanjung Perak Menggunakan Metode Earned Value Vicky Avianto; Aizzatul Khiyana; Totok Yulianto; Titin Sundari
JURNAL DAKTILITAS Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/s305hj26

Abstract

Proyek konstruksi sering mengalami keterlambatan pelaksanaan dan pembengkakan biaya yang memengaruhi kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu dan biaya menggunakan metode Earned Value Management (EVM) serta mengidentifikasi faktor dominan penyebab keterlambatan proyek. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder, kemudian dianalisis menggunakan indikator Planned Value (PV), Earned Value (EV), Actual Cost (AC), Schedule Performance Index (SPI), dan Cost Performance Index (CPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke-12 proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SPI sebesar 0,964 (<1), yang mengindikasikan bahwa progres pekerjaan lebih rendah dibandingkan target yang direncanakan. Faktor dominan penyebab keterlambatan adalah pengaruh cuaca dengan nilai loading factor sebesar 3,94. Sementara itu, kinerja biaya proyek menunjukkan kondisi yang efisien dengan nilai CPI sebesar 1,127 (>1), yang berarti biaya aktual lebih kecil dibandingkan nilai pekerjaan yang diperoleh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun proyek mengalami keterlambatan waktu, pengelolaan biaya proyek masih berjalan secara efisien.