Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Empowerment of Super Village Chicken Breeder Groups in Baruga District Farra Sasmita; La Haruddin; Hajar; Rustan Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 9 (2022): Desember 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i9.2114

Abstract

Watubangga Subdistrict is one of the subdistricts in Baruga District, Kendari City which has a very potential area for the development of livestock businesses, specifically the super free-range chicken business. The service aims to provide understanding to the Mahika Mandiri livestock group regarding Strengthening Capacity and Group Dynamics, Maintenance Management, Housing and Sanitation, and Technical Guidance on Making Hatchery Machines and Their Use with the duration of the service from September to October 2022. The results of the service can provide benefits regarding strengthening capacity and group dynamics, changing the way farmers manage maintenance, housing and sanitation, and livestock groups that are members of the Mahika Mandiri group can make hatching machines and how to use them.
Aktivitas Penangkapan Radikal DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) Ekstrak Madu Sebelum dan Sesudah Pemanasan La Ode Sumarlin; Anna Muawanah; Amalia Istiqomah; Nurul Amilia; Tarso Rudiana; Sri Yadial Chalid; Hajar Hajar
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.16855

Abstract

Pemanasan pada suhu dan waktu optimum dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada madu apis dan trigona karena meningkatnya total fenolik, total flavonoid dan pigmen coklat. Kemampuan antioksidan dapat diukur melalui kemampuan menangkap radikal oleh DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl).  Tujuan penelitian ini untuk membandingkan perubahan aktivitas antioksidan melalui parameter penangkapan radikal DPPH serta pigmen coklat pada 5 jenis madu apis dan 5 jenis madu trigona dari kota Bogor, Kalimantan, Sulawesi, dan Lombok pada sebelum dan sesudah dipanaskan yang diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.  Hasil penelitian ini menunjukkan persen inhibisi baik pada madu jenis apis maupun pada madu jenis trigona, cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan suhu dan waktu pemanasan.  Pigmen coklat didapatkan cenderung mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan suhu dan waktu pemanasan.  Kemampuan penangkapan radikal DPPH paling tinggi terdapat pada madu jenis trigona asal Lombok dengan nilai inhibisi 93% dan IC50 sebesar 3.435 ± 29,3 ppm dengan persentase kenaikan 59,1 % pada suhu 50o C selama 9 hari.   Dengan demikian, madu jenis Apis dan Trigona memiliki senyawa bioaktif  dengan kemampuan menangkap radikal DPPH diantaranya terbentuknya pigmen coklat serta berpotensi meningkat kemampuan antioksidannya melalui pemanasan pada suhu tertentu.
Pengetahuan Lokal tentang Nutrisi Pakan Ternak dalam Budaya Peternakan Komunitas Adat Wakatobi Hajar Hajar
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i3.287

Abstract

Pengetahuan lokal masyarakat adat merupakan warisan budaya yang memiliki nilai praktis dalam pengelolaan sumber daya, termasuk dalam bidang peternakan. Komunitas adat di Wakatobi memiliki kearifan tradisional dalam penyediaan pakan ternak berbasis sumber daya lokal yang belum banyak tereksplorasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk pengetahuan lokal mengenai nutrisi pakan ternak serta bagaimana pengetahuan tersebut diwariskan dan diterapkan dalam praktik peternakan tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada kelompok peternak tradisional di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki pemahaman yang mendalam tentang jenis-jenis tanaman lokal seperti daun kelapa muda, rumput laut kering, dan ampas sagu sebagai sumber pakan kaya serat dan energi. Pengetahuan ini diwariskan secara lisan antar generasi dan didasarkan pada pengalaman empirik serta pengamatan terhadap kondisi kesehatan dan pertumbuhan ternak. Selain itu, terdapat praktik kombinasi pakan yang mengacu pada musim dan kondisi lingkungan. Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun metode ini bersifat tradisional, kandungan nutrisi dan efektivitasnya dapat dibandingkan dengan pakan modern dalam konteks keberlanjutan dan ketersediaan lokal. Studi ini merekomendasikan pelestarian dan integrasi pengetahuan lokal ke dalam kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di daerah kepulauan.
Evaluasi Nutrisi Pakan Berbasis Hijauan Lokal terhadap Daya Cerna dan Kinerja Produksi Kambing Kacang Hajar Hajar
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i2.291

Abstract

Kambing kacang merupakan salah satu jenis ternak lokal yang memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu tantangan utama dalam budidaya kambing kacang adalah keterbatasan pakan berkualitas, terutama pada musim kemarau. Hijauan lokal seperti daun lamtoro, turi, gamal, dan rumput gajah telah lama digunakan sebagai sumber pakan alternatif karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang rendah. Studi literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrisi berbagai hijauan lokal dan pengaruhnya terhadap daya cerna serta kinerja produksi kambing kacang. Kajian dilakukan dengan menelaah hasil-hasil penelitian terdahulu terkait komposisi nutrisi, tingkat kecernaan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan efisiensi konversi pakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hijauan lokal umumnya memiliki kandungan protein kasar yang cukup tinggi, terutama pada tanaman leguminosa, meskipun kandungan serat kasarnya juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi daya cerna. Kombinasi hijauan lokal dengan bahan tambahan seperti konsentrat atau fermentasi mampu meningkatkan nilai nutrisi dan performa ternak. Studi ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan hijauan lokal secara optimal dapat meningkatkan produktivitas kambing kacang secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek formulasi ransum yang seimbang.
Production Performance Of Commercial Laying Hens At The Tiga Putri Business Group In Bambaea Village, East Poleang District, Bombana Regency Nur Afni; Hajar Hajar; Inal Inal; Awal Maulid Sari; Wa Ode Umrawati Latif; Farra Sasmita
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 2 No. 1 (2026): April - June 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v2i1.734

Abstract

This study aimed to evaluate the production performance of commercial laying hens at Kelompok Usaha Tiga Putri using key indicators, including feed consumption, Feed Conversion Ratio (FCR), Hen Day Production (HDP), egg weight, and mortality rate. A quantitative descriptive case study design was employed. Data were collected through direct observation, interviews, and production recording over a 30-day period involving 60 laying hens. The results indicate that feed consumption was relatively stable, with a total intake of 208,630 g and minimal feed residue, reflecting efficient feeding management. The average FCR value was 2.2, indicating good feed utilization efficiency. The average HDP reached 88%, categorized as high and within commercial production standards. Egg weight remained consistent at 59–60 g/egg, classified as medium to large size. The mortality rate was low at 2%, indicating favorable flock health conditions. Overall, the production system demonstrated good management efficiency in supporting laying hen productivity. However, improvement is still required in feed formulation, ration quality optimization, and housing environmental control to further enhance production efficiency and sustainability. The findings provide practical insights for improving laying hen management in small to medium-scale commercial poultry farms.