Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Potential Protein Receptors in Enterococcus faecalis as Antibacterial and Anti-Biofilm Target Therapy in Endodontic treatment: A Review kuswandani, Faisal; Balafif, Felisha; Najmi, Nuroh; Rafisa, Anggun
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E. Faecalis  is responsible for 80−90% of hospital-acquired enterococcal infections and failed endodontic tretment. The emergence of E. Faecalis  multidrug resistance including to common endodontic medication and its ability to form biofilms have significantly complicated its clinical management. Thereby the development of novel antibacterial and antibiofilm agents is essential. Identifying and targeting key proteins is critical for drug discovery and development. This review aims to provide a brief information about potential protein receptors in E. Faecalis  that could serve as targets for antibacterial and antibiofilm therapies.
Dental Biofilm Formation: A Scoping Review Febriane Balafif, Felisha; Anggun Rafisa; Faisal Kuswandani; Nuroh Najmi
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental biofilm is a structured microbial community that adheres to the tooth surface and becomes embedded within a self-produced extracellular matrix. This matrix, rich in polysaccharides, proteins, and nucleic acids, enables microorganisms to survive environmental stresses and contributes to the onset of oral diseases such as caries and periodontitis. The purpose of this scoping review is to determine current knowledge the dental biofilm formation. The articles published from 2020 until 2025 were searched for using the keywords: "dental and biofilm and formation" in the PubMed, ScienceDirect, and Google scholar databases. Using PRISMA-Scr, existing articles were chosen based on inclusion and exclusion criteria. There were five articles found that were suitable for review. The data presented in the article vary according to the study's location, purpose, method, and samples. The major classes of extracellular polymeric substances that form the matrix are common to most biofilms and comprise carbohydrates, proteins, nucleic acids, and cell wall polymers, such as peptidoglycans and lipids. Several unique resistance mechanisms make biofilms particularly tough to manage. Biofilm bacteria employ multiple defense mechanisms, such as capsule protection, efflux pumps, membrane modifications, genetic adaptations, quorum sensing, metabolic dormancy, and stress responses, making them highly resistant to treatment and contributing to persistent infections.
DIABETES MELITUS GESTASIONAL DAN KESEHATAN RONGGA MULUT IBU DAN ANAK: TINJAUAN LITERATUR Rafisa, Anggun; Balafif, Felisha Febriane; Najmi, Nuroh; Kuswandani, Faisal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25042

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan kondisi hiperglikemia spontan selama kehamilan, didiagnosis pada trimester kedua atau ketiga pada individu yang tidak menunjukkan tanda-tanda diabetes sebelum kehamilan. Sejumlah penelitian telah menemukan implikasi DMG terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk terhadap kesehatan rongga mulut. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur-literatur yang mengevaluasi mengenai hubungan antara diabetes gestasional dan kesehatan rongga mulut ibu-anak, menyoroti aspek penting dari perawatan prenatal dan potensi dampak jangka panjang terhadap kesehatan rongga mulut. Kondisi hiperglikemia pada penderita DMG berkontribusi terhadap berbagai perubahan pada rongga mulut, seperti perubahan mikrobiota dan peningkatan risiko penyakit periodontal pada ibu maupun anak. Periodontitis juga dapat berkontribusi terhadap kondisi DMG, dimana translokasi bakteri periodontitis maupun faktor virulensinya ke sirkulasi sistemik dapat membebani kinerja sel imun inflamasi secara terus menerus sehingga meningkatkan pelepasan mediator proinflamasi dan vesikel ekstraseluler. Tinjauan ini menggaris bawahi perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi strategi pencegahan dan intervensi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
EFEK PENGGUNAAN OBAT KUMUR PADA PENATALAKSANAAN DENTURE STOMATITIS Balafif, Felisha; Rafisa, Anggun; Kuswandani, Faisal; Najmi, Nuroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25059

Abstract

Kolonisasi jamur Candida pada mukosa yang memakai gigi tiruan dan plat akrilik gigi tiruan, khususnya Candida albicans adalah faktor etiologi utama denture stomatitis.  Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dan pemeriksaan rongga mulut secara berkala akan mencegah sebagian besar kasus kandidiasis oral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek penggunaan obat kumur pada penatalaksanaan denture stomatitis.  Desain penelitian ini adalah studi literatur (narrative review). Pencarian artikel menggunakan database jurnal penelitian PubMed pada bulan Oktober-November 2023. Kriteria inklusi penelitian meliputi artikel dalam bahasa Inggris, artikel publikasi pada 10 tahun terakhir, dan artikel uji klinis. Kriteria eksklusi penelitian meliputi uji hewan, penelitian in vitro, penelitian yang tidak diterbitkan. Nistatin pastiles lebih efektif dalam mengobati denture stomatitis. Obat kumur klorheksidin lebih efektif terhadap C. albicans. Indocyanine green mediated photodynamic therapy pada penggunaan obat kumur kombinasi nistatin. Obat kumur kitosan-kurkuminoid bebas alkohol dapat berfungsi sebagai alternatif terapi topikal yang aman dan potensial dalam mengobati denture stomatitis. Penggunaan obat kumur nistatin, klorheksidin, indocyanine green (ICG), kitosan-kurkuminoid bebas alcohol dapat menurunkan jumlah mikroorganisme pada gigi tiruan. Obat kumur dapat mencegah dan mengobati denture stomatitis.
HUBUNGAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DAN PRODUK SUSU Najmi, Nuroh; Kuswandani, Faisal; Rafisa, Anggun; Balafif, Felisa Febriane
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25062

Abstract

Susu mengandung latosa dan kalsium yang penting bagi tubuh serta tambahan nutrisi lainnya.  Produk susu juga dapat melindungi rongga mulut terhadap berbagai masalah gigi seperti karies dan penyakit periodontal. Perlindungan ini berkaitan dengan senyawa seperti fosfor, kalsium, dan protein. Pada beberapa kasus terdapat individu alergi produk susu dan individu dengan intoleransi laktosa. Sehingga asupan nutrisi yang terkandung di dalam susu akan berkurang. Penambahan bakteri probiotik menjadi salah satu cara untuk membantu dan menambah fungsi serta manfaat.  Menambahkan probiotik pada produk susu dapat menjadi strategi pendukung dalam pencegahan dan pengobatan penyakit mulut utama termasuk karies gigi, penyakit periodontal, dan kandidiasis
Physicochemical characteristics evaluation of commercial artificial saliva based on hydroxyethyl cellulose Pratiwi, Wening; Tjahajawati, Sri; Kuswandani, Faisal; Budiman, Arif; Malinda, Yuti
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 10, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v10i2.70045

Abstract

ABSTRACT Introduction: Artificial saliva is used to manage xerostomia, a medical disorder primarily caused by impaired salivary gland function, by serving as a substitute for natural saliva. Because of its favorable viscosity and stability, hydroxyethyl cellulose (HEC) is frequently used as a thickening agent and lubricant in artificial saliva. Artificial saliva should be evaluated for its physicochemical characteristics to ensure that the formulation closely mimics natural saliva. This study aimed to evaluate the physicochemical characteristics of HEC-based artificial saliva commercially available in Indonesia. Methods: Based on market availability, two artificial saliva products in liquid formulations were obtained and analyzed. Sample 1 was an HEC-based formulation with a combination of polyethylene glycol (PEG) and methylparaben, whereas sample 2 was an HEC-based formulation with Aloe vera and cetylpyridinium chloride (CPC). The physicochemical characteristics of the samples were evaluated based on chemical properties (pH and buffer capacity) and physical properties (viscosity, density, and surface tension). Results: The results showed that sample 1 had an average pH of 6.81±0.32, a buffer capacity of 0.288 mmol H+/L, a viscosity of 10.33 mPa.s, a density of 1.065 g/cm³, and a surface tension of 44.8 mN/m. Meanwhile, sample 2 had an average pH of 5.08±0.52, a buffer capacity of 0.158 mmol H+/L, a viscosity of 2.50 mPa.s, a density of 1.113 g/cm³, and a surface tension of 45.6 mN/m. Conclusion: This study found that sample 1 demonstrated chemical and physical characteristics more similar to natural saliva, whereas sample 2 had a lower pH, buffer capacity, and viscosity but a slightly higher density and surface tension.KEY WORDS: Hydroxyethyl cellulose, artificial saliva, saliva substitute, physicochemical characteristics.Evaluasi karakteristik fisikokimia air liur buatan komersial berbasis hidroksietil selulosa ABSTRAKPendahuluan: Air liur buatan digunakan untuk mengobati xerostomia, suatu gangguan medis yang terutama disebabkan oleh gangguan kelenjar ludah, dengan menggantikan air liur alami. Karena viskositas dan stabilitasnya yang menguntungkan, hidroksietil selulosa (HEC) sering digunakan sebagai pengental dan pelumas dalam air liur buatan. Air liur buatan perlu dievaluasi dari segi karakteristik fisikokimia untuk memastikan bahwa formulasi tersebut menyerupai air liur alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia air liur buatan berbasis HEC yang tersedia secara komersial di Indonesia. Metode: Berdasarkan ketersediaan di pasaran, dua air liur buatan dalam formulasi cair diperoleh dan dianalisis. Sampel 1 adalah formulasi berbasis HEC dengan kombinasi polietilen glikol (PEG) dan metilparaben, sedangkan sampel 2 adalah formulasi berbasis HEC dengan lidah buaya dan setilpiridinium klorida (CPC). Karakteristik fisikokimia sampel diukur, baik sifat kimia (pH, kapasitas buffer) maupun sifat fisik (viskositas, densitas, tegangan permukaan) dievaluasi. (3) Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel 1 memiliki pH rerata 6,81±0,32, kapasitas buffer 0,288 mmol H+/L, viskositas 10,33 mPa.s, densitas 1,065 g/cm³, dan tegangan permukaan 44,8 mN/m. Sementara itu, sampel 2 memiliki pH rata-rata 5,08±0,52, kapasitas buffer 0,158 mmol H+/L, viskositas 2,50 mPa.s, densitas 1,113 g/cm³, dan tegangan permukaan 45,6 mN/m. (4) Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa sampel 1 menunjukkan karakteristik kimia dan fisik yang lebih mirip dengan air liur alami, sedangkan sampel 2 memiliki pH, kapasitas buffer, dan viskositas yang lebih rendah tetapi densitas dan tegangan permukaan yang sedikit lebih tinggi.KATA KUNCI: Hidroksietil selulosa, air liur buatan, pengganti air liur, karakteristik fisikokimia.