Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MASYARAKAT PETERNAK MENYIKAPI POTENSI ASF GELOMBANG KE-2 DI KAB. MANGGARAI BARAT, NTT Maria Tarsisia Luju; Yohana Maria Febrizky Bollyn; Wigbertus Gaut Utama; Korbinianus Feribertus Rinca; Elisabeth Yulia Nugraha; Hendrikus Demon Tukan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v7i2.719

Abstract

Masyarakat di Manggarai Flores, NTT mayoritas memelihara ternak babi  disetiap keluarga. Salah satu alasan mengapa pemeliharaan ternak babi menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat di Manggarai yaitu karena ternak babi merupakan hewan adat yang biasa digunakan untuk konsumsi dan ritual pada acara-acara adat budaya di Manggarai. Beberapa ritual yang selalu menggunakan ternak babi antara lain acara kematian, pernikahan, persembahan leluhur dan acara adat lainnya.  Selain itu, memelihara ternak babi di Manggarai juga merupakan salah satu usaha yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga apabila dilakukan dengan manajemen yang baik. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada masyarakat peternak babi di Kecamatan Kuwus Manggarai Barat yang terdampak secara ekonomi akibat kematian babi oleh virus African Swine Fever. Kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan ASF menjadi permasalahan yang dialami para peternak babi di Kecamatan Kuwus. Berdasarkan masalah tersebut, kami melakukan edukasi tentang strategi pencegahan potensi ASF gelombang kedua kepada para peternak babi di Kuwus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat peternak setelah dilakukan edukasi mengenai pencegahan ASF pada babi.Kata Kunci : African Swine Fever, Babi, Peternak Babi
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati yang Ramah Lingkungan sebagai Upaya Pengendalian Hama Kakao pada Kelompok Tani Sahabat Tani di Desa Persiapan Wae Munde Kabupaten Manggarai NTT Defiyanto Djami Adi; Jessyca Putri Chourunnisa; Yuliana Wahyu; Nautus Stivano Dalle; Hilarius Yosef Sikone; Wigbertus Gaut Utama; Yohana Maria Febrizky Bollyn; Puspita Cahya Achmadi; Maria Salestina Ngoni
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.21410

Abstract

This community service program aims to improve farmers' knowledge and skills in producing and applying botanical pesticides derived from lemongrass (Cymbopogon citratus) and betel leaves (Piper betle) as an environmentally friendly alternative for cocoa pest management. The program was implemented through educational outreach and hands-on training, with participant learning outcomes evaluated using pre-test and post-test assessments analyzed descriptively. The results demonstrated a high level of participant engagement throughout both the theoretical and practical sessions. Knowledge evaluation revealed a substantial improvement, with the average score increasing from 25% in the pre-test to 92% in the post-test, representing a 67-percentage-point gain. These findings indicate that the combination of lectures, group discussions, and practical demonstrations was effective in enhancing farmers' understanding of the production and application of botanical pesticides. In addition to strengthening farmers' capacities, the program introduced a safer, more affordable, and sustainable pest management alternative through the utilization of locally available natural resources.