Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Moral Value Analysis In Some Bataknese Folklores (Sigale-Gale, Batu Gantung, Tugu Silalahi) Yenita Br Sembiring; Evita Losa Br Pinem; Angel Elisabeth Nainggolan; Tania Elia Modesty Siahaan; Elita Modesta Br Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9373

Abstract

Cerita rakyat merupakan jenis cerita yang menunjukkan akhlak mulia dalam masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena sarat dengan nilai moral, cerita rakyat berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral cerita rakyat Batak Sigale-gale, BatuGantung, dan Tugu Silalahi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui teks cerita rakyat dan dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga belas nilai moral yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut, yaitu: religius, cinta dan perhatian, kerja keras, kesetiaan, bijaksana, jujur, patuh, bertanggung jawab, penyesalan, amanah, kemanusiaan, menilai, dan berharap. Setiap cerita rakyat memiliki pesan moral dan karakter pendidikan yang dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membentuk karakter anak yang baik. Disarankan juga kepada orang tua dan siswa untuk menggali tambahan cerita rakyat Indonesia untuk digunakan dalam pendidikan pembentukan karakter untuk mempengaruhi sikap dan tindakan siswa. Oleh karena itu, cerita rakyat tersebut harus selalu dihargai dan dijaga untuk generasi yang akan datang.
KOMPETENSI LITERASI DIGITAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING DI SMP NEGERI 2 KABANJAHE Benediktus Benteng Kurniadi; Pranata Bukit; Melina Tamba; Elita Modesta Br Sembiring
Academy of Education Journal Vol 14 No 1 (2023): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.589 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v14i1.1377

Abstract

This study aims to describe the skills and abilities of students in using digital media and to find out the obstacles experienced by students as well as the efforts made by teachers in improving skills in online learning. This research uses desciptive qualitative method. It applies the observation, and interviews to get the data. The result shows that: the use of digital media in SMP Negeri 2 Kabanjahe includes the ability to connect in online learning, the ability to communicate in online learning and the ability to do and submit the assignments in online learning. Evaluation of information content includes a student's ability to think critically and provide an assessment of what is found online accompanied by the ability to identify the validity and completeness of information. Producing information content includes the ability to produce or create content such as Facebook, writing on a blog or website, create video clips using images or audio, or other forms of content.
An Analysis of Students’ Grammatical Errors in Writing Descriptive Texts at Senior High School Level Lidia Natalia Lumban Gaol; Yenita Br Sembiring; Elita Modesta Br Sembiring
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v5i2.8265

Abstract

This study investigates the grammatical errors made by tenth-grade students in writing descriptive texts at SMK Telkom Medan. Adopting a descriptive qualitative approach, the research aimed to identify the types and sources of grammatical errors found in students’ writing. The data were collected through students’ written tasks and analyzed using the Surface Strategy Taxonomy by Dulay, Burt, and Krashen (1982), which classifies errors into omission, addition, misformation, and misordering. The findings revealed that misformation was the most frequent error (40.2%), followed by omission (33.7tc%), addition (16.8%), and misordering (9.2%). In terms of error sources, intralingual transfer was the dominant factor, indicating students’ overgeneralization of grammatical rules. Other sources included interlingual transfer, context of learning, and communication strategies. The results highlight the need for more targeted grammar instruction and feedback in EFL writing classes. This study contributes to improving grammar pedagogy and promoting more effective teaching strategies in descriptive writing instruction.
Penguatan Soft Skills Mahasiswa melalui Pelatihan Manajemen dan Pembelajaran Kolaboratif pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Roy Dedi Ansarika; Natalia Widya Pasca Tarigan; Elita Modesta Br Sembiring; Sontina Saragih; Yenita Br Sembiring; Asnita Yani
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Dedikasi untuk Negeri (JDN)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v3i2.3047

Abstract

Pengembangan soft skills merupakan elemen penting dalam meningkatkan daya saing mahasiswa di dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat soft skills mahasiswa, khususnya dalam aspek manajemen waktu, komunikasi, dan kerja tim, melalui pelatihan berbasis manajemen dan pembelajaran kolaboratif. Program ini melibatkan 50 mahasiswa dari berbagai program studi di perguruan tinggi, yang mengikuti workshop selama tiga hari. Metode pelatihan mencakup simulasi, diskusi kelompok, dan studi kasus, dengan evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta wawancara kualitatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan manajemen waktu, komunikasi, dan kerja tim, dengan rata-rata skor post-test meningkat sebesar 30%. Temuan ini sejalan dengan teori Goleman (1998) mengenai kecerdasan emosional dan model Tuckman (1965) tentang dinamika kerja tim. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk dampak yang lebih berkelanjutan.