Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Sanitasi dalam Kandang Sapi terhadap Total Bakteri Susu Sapi Perah di KAN Jabung Malang Dewi Kartika Sari Wijayan Daru; Ahmad Syauqi; Majida Ramadhan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol 28 No 3 (2022): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v28i3.2121

Abstract

The purpose of this study was to study the effect of environmental sanitation in cowshed by farmers in the working area of KAN Jabung on the total bacteria in dairy cows' milk. This research method uses a descriptive method with repeated observations during the period of the sanitation process. Sanitation of the cage environment is carried out, namely the process of washing the cage using clean water. In observing the sanitation of the cage using an assessment sheet, it includes three components of requirements, namely: the location of the cage, the direction of the cage and the technical construction of the cage with supporting data, such as frequent illness of livestock. Testing for total bacteria in dairy cow's milk uses the TPC (Total Plate Count) test with data on average quality grades in morning milking milk. To find out the difference in the effect of sanitation from the three regions, the One-way Anova test was used. Meanwhile, to test the comparison of the average difference of the three regions using Duncan's test. The results showed that there was a significant effect in three areas of the cage between environmental sanitation in the cowshed on the total bacteria in the milk of dairy cows. The total mean bacteria from milked milk is ± 5.7 x 105 CFU/ml and meets the first grade of SNI. The type of water used for cage sanitation is thought to affect the total microorganisms in milk.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MINAT WIRAUSAHA SAMPAH SISWA SMA DIPONEGORO NEGARA DAN MAN 1 JEMBRANA, BALI Hamdani Dwi Prasetyo; Majida Ramadhan; Saimul Laili
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan wisata publikasi ilmiah, dilakukan upaya peningkatan  pengetahuan pengolahan sampah dan motivasi jiwa kewirausahaan siswa SMA Diponegoro Negara dan MAN 1 Jembrana, Bali. Metode penyuluhan dalam kegiatan ini dilakukan melalui tahap penyebaran kuesioner pra penyuluhan, tahap penyuluhan pengolahan limbah dan minat wirausaha, tahap pasca kuesioner pasca penyuluhan. Data kuesioner dianalisis menggunakan skala likert serta uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kevalidan instrumen kuesioner. Hasil kuesioner sebelum penyuluhan diperoleh bahwa pemahaman siswa terhadap klasifikasi, jenis dan dampak sampah. Pengetahuan siswa terhadap sampah organik dan anorganik telah dipahami, namun siswa masih sedikit memahami jenis sampah. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah juga dipahami oleh siswa, namun masih sedikit siswa yang mengetahui cara pengolahan dan manfaat sampah. Hal ini menyebabkan minat wirausaha sampah menjadi minim. Upaya penyuluhan memberikan penjelasan terkait sampah dan pengelolaan serta menumbuhkan minat wirausaha sampah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa sebesar 6% dari hasil penyuluhan. Hasil uji validitas dan reliabilitas juga menunjukkan bahwa instrumen valid dan reliabel. Peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan sampah dan minat wirausaha sampah oleh siswa disebabkan oleh siswa telah memahami cara pengolahan sampah, sehingga siswa berminat untuk membuat kreativitas dari sampah disekitarnya. Dengan demikian, peserta telah memperoleh peningkatan pengetahuan terhadap cara pengolahan sampah dan minat wirausaha sampah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP HERBAL UNTUK GANGGUAN KARDIOVASKULA Yudi Purnomo; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Erna Sulistyowati; Majida Ramadhan; Anita Puspa Widiyana; Husain Latuconsina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian penyakit kardiovaskular cukup tinggi dan menjadi penyebab utama kematian di beberapa negara. Negara kita memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah tapi belum dieksplorasi secara optimal. Secara empiris, herbal telah digunakan untuk mengatasi penyakit kardiovaskular. Akan tetapi jumlah riset dan publikasinya masih terbatas, sehingga mempengaruhi tingkat pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Kegiatan in diikuti oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Sebelum dan sesudah pembelajaran materi herbal untuk penyakit kardiovaskular, tingkat pengetahuan dan pemahaman diukur menggunakan soal pre dan post-test . Hasil test dianalisa secara statistic menggunakan uji T-test berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman partisipan sekitar 50 % tentang herbal untuk penyakit kardiovaskular. Sementara terdapat penurunan pengetahuan partisipan kurang lebih 30 % dan 20 % tidak mengalami perubahan setelah kegiatan. Kegiatan pembelajaran daring adalah salah satu cara meningkatan pengetahuan herbal untuk kardiovaskular.
DISEMINASI RAMUAN KOMBINASI BENALU TEH DAN BENALU MANGGA SEBAGAI ANTIHIPERTENSI DI GRIYA JAMU KOTA BATU Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Erna Sulistyowati; Yudi Purnomo; Majida Ramadhan; Anita Puspa Widiyana; Husain Latucosina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga merupakan produk yang dapat mengurangi resiko hipertensi. Diseminasi kombinasi benalu teh-benalu mangga yang diikuti oleh peserta bertujuan menyelesaikan permasalahan mitra meliputi pemahaman terhadap hipertensi, pemeriksaaan terhadap tekanan darah, asam urat, dan kolestrol, serta penilaian diseminasi ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga. Metode yang dilakukan meliputi diseminasi dan sosialisasi program PkM, pelatihan dan praktik langsung pembuatan ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga, pembentukan kelompok, melaksanakan FGD, seminar hasil PkM, monitoring dan evaluasi internal dan eksternal, evaluasi PkM, laporan program PkM, Publikasi, pendampingan dan rencana tindak lanjut. Penilaian beberapa aspek dianalisis melalui uji t berpasangan. Hasil penilaian tingkat pemahaman responden terhadap hipertensi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan sosialisasi khususnya tentang ciri-ciri penderita, pola makan sehat penderita hipertensi, dan pencegahan hipertensi. Pemeriksaaan tekanan darah, asam urat dan kolestrol menunjukkan hasil yang cenderung tinggi. penilaian pengetahuan terhadap ramuan kombinasi benalu teh-benalu mangga juga meningkat secara signifikan. Beberapa faktor penting menjadi pendukung peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan herbal benalu teh-benalu mangga, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH JELANTAH BAGI SISWI MADRASAH ALIYAH MA ARIF NU BLITAR Ratna Djuniwati Lisminingsih; Majida Ramadhan
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah Jelantah merupakan limbah yang termasuk ke dalam kelompok Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Pengelolaan limbah jelantah di sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pelatihan merupakan langkah yang diambil dengan tujuan untuk meningkatkan pendidikan dan kesadaran siswa di dalam pengelolaan limbah jelantah. Telah dilakukan kegiatan pelatihan meliputi kegiatan daur ulang, pengurangan jelantah, dan perlindungan lingkungan dilakukan oleh 17 siswi Madrasah Aliyah Ma’arif NU Blitar. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan   pengetahuan, sikap, dan ketrampilan siswi Madrasah Aliyah Ma’arif NU Blitar di dalam pengelolaan limbah jelantah. Peningkatan rerata skor pengetahuan, sikap dan ketrampilan masing-masing 63,5;17,4; dan 80,8. Hasil akhir rerata skor pelatihan adalah 88,2 dan dikatagorikan baik sekali. Peserta pelatihan 82,4% memberikan pendapat positif berkaitan dengan Pelatihan Pengelolaan Limbah Jelantah yang dilakukan. Umpan balik pelatihan didapatkan oleh sekolah, pengabdi, dan peserta pelatihan.
A COMPARISON OF ANTIOXIDANT ACTIVITY IN TEA MISTLETOE (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) LEAF EXTRACTS USING DPPH ASSAY Forrela Zahwa Salamah; Nour Athiroh Abdoes Sjakoer; Majida Ramadhan
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.430

Abstract

The general public often regards mistletoe as a parasitic plant that can harm other plants. However, some communities aware of its benefits have utilized mistletoe as an alternative treatment for various diseases. Tea mistletoe (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) is one type of mistletoe that the community has used to treat various ailments. Based on phytochemical analysis, this plant contains active compounds such as flavonoids, alkaloids, steroids, tannins, saponins, phenolics, and glycosides, which act as antioxidants. Therefore, this study was conducted to provide new information about the potential of tea mistletoe (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) leaf extract as a natural antioxidant with low toxicity effects through the DPPH method and to demonstrate the effectiveness of this natural antioxidant in inhibiting free radicals. This research is an experimental laboratory study with a quantitative approach. A series of sample concentrations was prepared, with 0,15 mL of each concentration placed into a 12-well plate and homogenized with 2,85 mL of 0,1 mM DPPH solution. The mixture was incubated for 30 minutes before its absorbance was measured using a UV-Visible Spectrophotometer. The results of this study showed that tea mistletoe (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) leaf extract exhibited very strong antioxidant activity, with an IC50 value of 3,32 ppm, comparable to quercetin. Keywords: tea mistletoe, DPPH, antioxidant, extract.
Analysis of the Antioxidant Activity of Young and Mature Bidara Leaves Using 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH) and Phytochemical Screening Test Alvelin Bunga Kurniawati; Gatra Ervi Jayanti; Majida Ramadhan; Dian Novita Wulandari; Ike Widyaningrum
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1257-1263

Abstract

This study aimed to compare the antioxidant activity of young and mature bidara leaves using the DPPH method and to identify the content of secondary metabolites through phytochemical testing. Antioxidant activity was measured using the IC50 parameter, which represents the concentration of the extract that can capture 50% of DPPH free radicals. The test results showed that mature bidara leaves had an IC50 value of 34.984 ppm, indicating vigorous antioxidant activity, while young leaves had an IC50 value of 100.327 ppm, classified as moderate activity. Phytochemical testing revealed that both types of leaves contained alkaloids, saponins, and tannins, while flavonoids and triterpenoids were only found in old leaves. These results suggest that variations in secondary metabolite content, influenced by leaf age, contribute to differences in antioxidant activity. Thus, older bidara leaves are more potent as an antioxidant source compared to younger leaves. This study supports the utilization of bidara plants in the pharmaceutical industry and the development of traditional medicine based on natural ingredients.
In silico and Histochemical Analysis of Soursop Leaves (Annona muricata) Against Alpha Estrogen Receptor Afidah Fajar Nuari; Gatra Ervi Jayanti; Majida Ramadhan
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1055-1068

Abstract

Soursop leaves (Annona muricata) are known as a plant that has the potential to treat breast cancer, which has a high mortality rate in women in Indonesia. The receptor that plays the most important role in breast cancer development is the Estrogen Receptor Alpha (ERa). This study aims to identify active compounds in soursop leaves that have the potential to inhibit breast cancer cell growth through in silico analysis using molecular docking of the ER? receptor using KNApSAck, PASS Online, PubChem, PDB ID, PyRx, and Discovery Studio software and Histochemical analysis was performed using fresh soursop leaves by making an incision on the lower part of the leaf and adding reagents AlCl, FeCl, Na2CO, CuSO4, glycerin, Wagner reagent, immersion oil, and ethanol, then observed microscopically. The in silico results showed the presence of specific compounds from soursop leaves and one reference compound (OHT600). Cis-Solamin had the highest binding affinity (-9.3 kcal/mol), better than the native ligand (-7.6 kcal/mol), and interacted with the amino acid Glutamine 532 (GLU532). Histochemical analysis showed the content of flavonoids, phenols, tannins, terpenoids, and alkaloids, accompanied by color changes in trichome and stomatal tissues. Based on the research data, it was concluded that soursop leaves can inhibit the growth of breast cancer cells through the content of secondary metabolites that actively inhibit Er? receptors.