Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smk Tamansiswa Medan Rizki Akmalia; Syafira Syafira; Nuria Tri Utami; Desmawati Ramadhani Sianipar; Anggi Gusrina Simatupang
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan peran komite sekolah ditinjau dari peningkatan mutu pembelajara menunjukan bahwa peran peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan itu dapat dilihat dari segi peningkatan saran dan prasarana di sekolah. Komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan tak luput dari beberapa perannya tersebut, yang pertama pertimbangan (advisory agency), yang kedua sebagai pendukung (supporting agency), yang ketiga sebagai pengotrol (controlling agency), dan yang keempat sebagai mediator (executive) Komite sekolah sangat berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi untuk menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrumen, pengambilan sampel sumber data dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Komite sekolah memiliki beberapa peranan yang harus dijalankan untuk sekolah itu. Memberikan pertimbangan dalam setiap perancanaan dan program yang disusun oleh sekolah. Komite sekolah berperan sebagai lembaga penasehat, lembaga pendukung, lembaga pengendali, juga sebagai lembaga mediator. Oleh karena itu, komite sekolah harus bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk menjalankan pendidikan yang berkualitas.
Manajemen Peserta Didik MTs Laboratorium UINSU Syafira Syafira; Tasya Zuraira; Amar Khairi Ahmad; Indriyani Br. Sitepu; Arif Abdul Gani Lubis; Inom Nasution; Maryono Maryono
Simpati: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v1i3.232

Abstract

The preparation and control of all student-related activities, from their arrival through their departure from a madrasa or educational institution, constitutes student management. When implementing instructional activities at madrasas, student management activities are a crucial component that must be taken into consideration. It has been adopted in the management of students at MTs Lab UINSU, but there are still some students who are not disciplined in respecting the regulations that have been introduced in madrasas, which is causing issues in the management of students. The goal of this study was to learn more about the descriptive qualitative field research approach that MTs Lab UINSU utilizes to supervise its students. It was done to gather data.
Kebijakan Dalam Inovasi Pendidikan Syafira Syafira; Fella Annisa Harahap; Tasya Zuraira; Nuria Tri Utami; Oktrigana Wirian
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i3.795

Abstract

Education policy in Indonesia over time has experienced various significant dynamics. The purpose of this change in education policy is none other than to create quality education. This research was conducted in order to fulfill the duties of the Educational Innovation Course, and aims to find out the Policy in Educational Innovation and to train writers to conduct mini research. This research was conducted in order to fulfill the duties of the Educational Innovation Course, and aims to find out the Policy in Educational Innovation and to train writers to conduct mini research. Open schools are a solution for children who are far from the main school due to geographical conditions that are difficult to reach by public transportation, due to economic factors in some communities which are weak so they have to work even though they are still of school age between 13-18 years after graduating from elementary school.
Komunikasi Dalam Budaya Organisasi Di MTs Laboratorium UINSU Syafira Syafira; Tasya Zuraira; Indriyani Br.Sitepu; Ikhsan Butarbutar; Razak Hadinata Hasibuan; Jelita Ramdhani Marpaung; Intan Ramadhani; Candra Wijaya
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 1 No 5 (2023): September : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v1i5.295

Abstract

Pola komunikasi antar budaya adalah gambaran dua orang atau lebih yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dalam proses pengiriman pesan dan penerimaan pesan dengan cara yang tepat, sehingga pesan yang di maksud dapat tersampaikan dengan baik. Komunikasi antar budaya etnis didalamsekolah termasuk kebudayaan dalam berkomunikasi sehingga berjalan dengan baik, kemudian yang menjadi pokok permasalahanya adalah bagaimana pola komunikasi antar budaya di desa lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah dalam menjaga toleransi hidup bermasyarakat.