Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP PEMAHAMAN MEMBACA BAHASA INGGRIS DI SMK BIPTA JATI TAHUN 2022 Yuli Dwiyanti; Retno Purwani; Ayu Pratiwi
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 8 (2023): Nusantara Hasana Journal, January 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English is a language that is commonly used in various countries as a language of communication between nations or in other words English is used as an international language. In this communication process, there are parties involved, namely communicators and communicants. The results of communication between the communicator and the communicant can be good (fluent) or vice versa. The purpose of this study was to determine the effect of learning motivation and vocabulary mastery on English reading comprehension at Bipta Jati Vocational School in 2022. The research method in this study used Google form. The population in this study was the students of SMK Bipta Jati in 2022 totaling 120. The instrument of this research was a questionnaire. This study used the Chi-Square Test, with p-value 0.009 <0.05. The conclusion is that there is an Influence of Learning Motivation and Vocabulary Mastery on English Reading Comprehension at Bipta Jati Vocational High School in 2022.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENYINTAS COVID-19 SELAMA ISOLASI MANDIRI DI WILAYAH DESA KADU Amelianis Ananda; Eva Marsepa; Ayu Pratiwi
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 8 (2023): Nusantara Hasana Journal, January 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the cases that have been confirmed positive for Covid-19 in the Kadu Village Area, Curug District, as many as 140 cases have a psych impact on the Indonesian people, especially in the Kadu Village Area. Covid-19 survivors are particularly prone to anxiety. However, some theories suggest that anxiety can be overcome, one of which is with family support. In this study to find out family support, the level of anxiety in Covid-19 survivors during self-isolation and whether there is a relationship between family support and the level of anxiety in Covid-19 survivors in the Kadu Village Area, Tangerang Regency. This study uses quantitative methods with a cross-sectional design approach. With a total population of 100 Covid-19 survivors using saturated sampling techniques The study obtained family support for Covid-19 survivors during self-isolation in the Kadu Village Area, namely 61 respondents (61.0%), and the level of anxiety in Covid-19 survivors during self-isolation in the Kadu Village Area, namely 37 respondents (37.0%). There is a significant relationship between family support and anxiety levels in Covid-19 survivors during self-isolation in the Kadu Village Area with a coefficient value of 0.828 which means that it has a correlation with the degree of relationship, namely the correlation is very strong and the form of the relationship is positive between the variable level of anxiety and family support. With the results of the chi-square statistical test, p-value = 0.000 was obtained so that the P value <0.05 which means Ha is accepted.
HUBUNGAN BEBAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN HALUSINASI: The Relationship Between Family Burden and The Ability of Family in Treating Patients of Hallucinations Ayu Pratiwi; Yunike Edmaningsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1394

Abstract

Pendahuluan: Halusinasi atau gangguan jiwa mengakibatkan penderita stres dan keluarga yang merawat penderita halusinasi merasa terbebani, baik beban subyektif (kecemasan, kesedihan, kekecewaan, rasa bersalah, jenuh), maupun beban objektif (beban keuangan dalam pengobatan atau perawatan, tempat tinggal, makanan, maupun transportasi). Kemampuan keluarga merawat yang baik dapat menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dan suportif, mampu menghargai pasien secara pribadi dan membantu pemecahan masalah yang dialami pasien halusinasi. Tujuan: mengetahui hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga pasien halusinasi di Puskesmas Kunciran. Metode: desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasi menggunakan Total sampling dengan sampel 42 responden, menggunakan analisa Uji Chi Square. Hasil: Dari 42 responden didapatkan beban keluarga yang bernilai sedang terdapat 27 responden (64,3%), dan kemampuan merawat yang bernilai kurang terdapat 30 responden (71,4%). Berdasarkan Uji Chi-Square diperoleh hasil p-value= (0,202>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan merawat pasien halusinasi di Puskesmas Kunciran. Kesimpulan: Faktor-Faktor yang menyebabkan tidak terdapat adanya hubungan antara beban keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi yaitu dukungan sosial, strategi koping, kualitas hidup, status kesehatan, tingkat pengetahuan, pelayanan kesehatan. Diharapkan keluarga selalu memperhatikan dan mendukung dalam upaya merawat anggota keluarga dengan pasien halusinasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gizi Seimbang Dengan Angka Kejadian Obesitas Pada Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang Aprilia Nur Rohmah; Inna Solihati Embrik; Ayu Pratiwi
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 1 No. 2 (2023): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v1i2.152

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke keadaan nyatanya, pada masa inilah pondasi kehidupan sehari-hari dibangun. Obesitas disebut sebagai asupan makanan yang tidak normal atau berlebihan yang dapat memicu penumpukan lemak serta dapat membahayakan kesehatan tubuh. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2016. Di Indonesia 13,5% usia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 28,7% mengalami obesitas dengan IMT 25 dan 15,4% dengan IMT 27. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, serta paparan informasi dapat menambah angka kejadian obesitas yang sudah ada. penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas pada siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang. penegambilan sampel ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 129 siswa kelas X SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas dimana nilai p = 0,000. Dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah pula angka kejadian obesitas.
HUBUNGAN ANTARA IDEAL DIRI DAN HARGA DIRI DENGAN OPTIMISME DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Rafa Arinjani Pambayun; Bela Novita Amaris Susanto; Ayu Pratiwi
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v7i2.6306

Abstract

Many students cannot complete their thesis within the allotted time, or even fail altogether. One of the factors is the lack of optimism that causes low self-esteem and negative self-ideals. The purpose of this study was to determine the relationship between ideal self and self-esteem with optimism in completing thesis in final year students. Quantitative research with a descriptive approach. A sample of 144 students was selected by purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the chi square test. The results showed that there were 27 students with positive self-ideals and good optimism. Negative self-ideal and lack of optimism, namely 117 students. Bivariate test results, p value 0.002 (0.05). Furthermore, students with high self-esteem and good optimism are 35 students. There are 109 students with low self-esteem and less optimism with bivariate test results, p value 0.004 (0.05). There is a relationship between ideal self and self-esteem with the optimism of final year students when completing their thesis.
Relationship between Stress Levels and Sleep Quality of Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital, DKI Jakarta Province in 2022 Umi Salamah; Yuni Susilowati; Ayu Pratiwi; Bernardo Oliber A. Arde
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 03 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i03.3992

Abstract

Breast cancer ranks first for women worldwide, with an incidence rate of 40 per 100,000 women with a death rate of 21.5% per year. It is estimated that around 15% of all female deaths worldwide are caused by breast cancer. Breast cancer causes physical and psychological problems simultaneously related to the disease or its treatment. One of the most common disturbances in breast cancer patients is stress. Stressors that breast cancer patients constantly face can impact the disruption of the hormone melatonin and increase adrenaline and cortisol hormones, resulting in disturbed sleep quality of cancer patients. Research objective: To determine the relationship between stress levels and sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Research method: Correlational quantitative research with a cross-sectional approach. The total sample is 156 breast cancer patients taken by purposive sampling technique. Results: The results of the univariate analysis showed that most breast cancer patients undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital experienced severe stress (51.9%), and most had poor sleep quality (60.9%). The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between stress levels and sleep quality in breast cancer patients undergoing chemotherapy at the Dharmais Cancer Hospital in 2022 (p-value: 0.000). Conclusions and Suggestions: It is hoped that the hospital will carry out stress management in cancer patients by providing health education or with relaxation techniques. So, it is hoped that this can improve the sleep quality of cancer patients
Pengaruh Teknlogi Pembelajaran Daring Dan Luring Terhadap Kesehatan Mahasiswa Keperawatan Selama Pandemi Covid-19 Ayu Pratiwi; Nurul Siti Khodijah; H.A.Y.G Wibisono
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i1.189

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, 2019), mengatakan jika 1 milyar orang di dunia hidup dengan kendala mental. Situasi pandemi covid-19 di saat sekarang, membentuk ulasan menarik mengenai perdebatan kesehatan mental. Dalam pembelajaran daring sangat berdampak bagi kesehatan mental mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, paling utama bagi mahasiswa yang berpartisipasi dalam organisasi. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan penelitian fenomenologi, penelitian ini menggunakan tehnik wawancara sebagai alat pengumpulan data. Adapun anilisa data penggunakan tehnik Colaizzi, cara pengambilan sampel dalam penelitian ini, ialah memakai teknik pengambilan sampel purposif. Hasil penelitian ini didapat 10 partisipan dan ditemukan tiga tema, diantaranya: Masalah kesehatan mental, dampak pembelajaran daring, dan hambatan teknologi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat adanya pengaruh teknologi terhadap kesehatan mental selama pembelajran daring dan luring pada mahasiswa keperawatan selama pandemi covid-19. Sebaikanya kesehatan mental para mahasiswa dapat di dekteksi secara dini agar tidak mengganggu pembelajaran.
Hubungan Regulasi Emosi Terhadap Tingkat Stress Pada Ibu Rumah Tangga Lastri Mei Winarni; Silvia Aprianti Dewi; Ayu Pratiwi
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 1 No. 1 (2024): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Di Indonesia tercatat sekitar 10% dari total penduduk Indonesia mengalami stress. Prevalensi gangguan mental emosional atau stress di provinsi Banten mencapai 14%, hal ini menunjukan bahwa kejadian stress di Provinsi Banten tinggi karena prevalensinya sudah melebihi angka nasional yaitu 10%. Tujuan Untuk mengetahui hubungan regulasi emosi terhadap tingkat stress pada ibu rumah tangga di Desa Kebon Nangka Rt 02/Rw 01. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah populasi sebanyak 154 dan sampel sebanyak 111 responden. Instrumen yang digunakan adalah Emotion Regulation Questionnare (ERQ) dan Perceived Stress Scale (PSS) yang telah diterjemahkan dan diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan analisis univariat dan uni Chi-Square. Hasil diperoleh bahwa regulasi emosi pada ibu rumah tangga sebagian besar baik (62,2%), tingkat stress pada ibu rumah tangga sebagian besar ringan (54,1%). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi regulasi emosi makan akan semakin rendah tingkat stress pada ibu rumah tangga dan sebaliknya. Menunjukan hasil analisis pengaruh regulasi emosi dengan tingkat stress didapatkan hasil p-value 0,008 (< 0,05) yang artinya terdapat pengaruh regulasi emosi dengan tingkat stress. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tenaga kesehatan dapat mengajarkan manajemen stress pada ibu rumah tangga agar regulasi emosi baik sehingga terciptanya tingkat stress yang rendah.
Pengaruh Kegiatan Meronce Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Dengan Gangguan Neuro Perkembangan di SKH Darmawati Arief Ayu Pratiwi; Selanita Auliya Amanda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50181

Abstract

Anak dengan gangguan neuro perkembangan seperti autisme dan down syndrome sering mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus. Kegiatan meronce dapat menjadi terapi bermain untuk menstimulasi koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus pada anak dengan gangguan neuro perkembangan di SKH Darmawati Arief. Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperiment dengan Nonequivalent Control Group. Sampel berjumlah 30 anak yang terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,004). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus pada anak dengan gangguan neuro perkembangan di SKH Darmawati Arief.
Hubungan Self-Efficacy dengan Subjective Well-Being (Swb) pada Orang dengan Hiv (Odhiv) Merlina Merlina; Zahrah Maulidia Septimar; Ayu Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50431

Abstract

Latar belakang: Orang dengan HIV (ODHIV) menghadapi beragam tantangan dan permasalahan bukan hanya berhubungan akan kondisi kesehatan fisik, tapi terkait pula permasalahan sosial dan psikologis sehingga mengalami risiko gangguan jiwa atau mental berat, oleh karena itu salah satu faktor psikologis yang diduga berperan meningkatkan subjective well-being (SWB) pada ODHIV adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu akan kemampuannya guna menangani tantangan dan menggapai tujuan serta memiliki emosi positif agar individu menjalani hidup lebih produktif. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi diantara self-efficacy dan subjective well-being (SWB) pada orang dengan HIV (ODHIV). Metode: Studi ini mempergunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional korelasional. Teknik sampel yang dipergunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 152 responden. Analisis data dilaksanakan dengan cara univariat maupun bivariat dengan memakai uji statistik chi-square. Instrumen self-efficacy menggunakan kuesioner dari skala HIV SE dan Subjective Well-Being yaitu skala SWLS & PANAS. Hasil: Sebanyak 132 (86,8%) memiliki self-efficacy tinggi, 112 (73,3%) life satisfaction tinggi dan 110 (72,4%) memiliki afeksi positif tinggi, dalam analisis bivariat didapati korelasi yang signifikan secara statistik diantara self-efficacy maupun subjective well-being pada ODHIV (p-value < 0,001). Kesimpulan: Didapati korelasi self-efficacy dan subjective well-being (SWB) pada orang dengan HIV (ODHIV).