Lili Suryaningsih
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, STKIP Yapis Dompu, Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Dompunese and Bimanese Common Idiom “Kalembo Ade”: Morphological, Syntactical, and Semantic Analysis Ismail Ismail; Lili Suryaningsih; Taufik Taufik; Leni Marlina
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9 No 2 (2022): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v9i2.3417

Abstract

This study aims to semantically, morphologically, and syntactically analyze Dompunese and Bimanese common idiom “Kalembo ade”. To obtain accurate data, this qualitative research used in-depth interview to some indigenous people of Dompu and Bima who actively speak Bima language. The significant findings of this research is that the phrase kalembo ade and its lexical English translation enlarge heart have the same morphological rules which both are composed of prefix + adjective and noun. Syntactically, the phrase kalembo ade has the same syntactical rule with its lexical English translation enlarge heart. The two phrases are occupied by Verb Phrase (VP) which the transitive verbs enlarge and kalembo function as predicate (P), and the words ade and heart are occupied by Noun Phrase (NP) whose function as a Direct Object (DO). Another important finding in this study is that in everyday communication, Kalembo Ade has various meanings and functions based on the context uttered such as sorry in expression of apology, be patient in expression of sympathy or condolence, and be advised in asking one’s understandings. Similar studies which investigate morphological, syntactical, and semantic rules of other phrases are highly recommended for future studies.
Exploring EFL Students Difficulties and Strategies in Learning TOEFL ITP of Structure and Written Expression Arif Bulan; M. Nur Imansyah; Nur Wahyuni; Lili Suryaningsih; Hasan Hasan
VELES Voices of English Language Education Society Vol 7 No 1 (2023): VELES VOICES OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION SOCIETY
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/veles.v7i1.6881

Abstract

Nowadays the TOEFL test is very important. The TOEFL test is not only to measure English proficiency, but also for the sake of scholarship requirements, and as a requirement to graduate from college. This study explores the difficulties of EFL students in learning the TOEFL ITP of Structure and Written Expression (SWE) and how EFL students overcome difficulties in learning the TOEFL ITP of SWE. This study uses a narrative inquiry design. The data used in this study is qualitative data obtained from information provided by students through questionnaires and interviews. The results of the study show that there are several difficulties for students in learning TOEFL ITP, namely sentences with multiple clauses, sentences with inverted subjects and verbs, problems with prepositions, problems with the form of the verb, sentences with one clause, problems with subject/verb agreement. The way students overcome difficulties in the TOEFL ITP of SWE is to re-learn what has been taught by the tutor, reopen the module, learn from several other references besides the reference given by the tutor, learn from youtube, re-learn with classmates who have mastered the material. , do the practice questions independently. The findings in this research are expected to give an empirical contribution to TOEFL teachers to pay attention to students' difficulties in learning TOEFL ITP, especially SWE.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sastra Anak Berbasis Antropolinguistik “Tradisi Lisan Mbojo; Tipataha” untuk Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Lili Suryaningsih*; Taufiq Hidayat
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.27033

Abstract

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sastra Anak Berbasis Antropolinguistik “Tradisi Lisan Mbojo; TiPataha” Untuk Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran sastra anak berbasis antropolinguistik “tradisi lisan mbojo”. Metode Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari beberapa langkah, yakni analysis, design, develop, implementation, dan evaluation. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 validasi ahli, dan 30 mahasiswa pada program studi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Yapis Dompu. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Semester (RPS), Whorksheet, Angket respon, dan Tes Hasil Belajar. Teknik analisis data dalam penelitian ini analisis validasi ahli, analisis data uji coba, dan analisis tes hasil belajar. Berdasarkan hasil validasi data perangkat pembelajaran (buku ajar) sastra anak berbasis antropolinguistik “tradisi lisan mbojo” dinyatakan layak untuk digunakan pada mata kuliah sastra anak karena disusun sesuai dengan standar penulisan perangkat pembelajaran, materi yang disajikan dengan baik, bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami, soal yang diberikan dapat dikerjakan oleh mahasiswa. Buku ajar juga efektif dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar mahasiswa karena terlibat secara aktif dalam menemukan materi, menemukan hubungan antara materi, mampu menerapkan pengetahuannya sehingga mahasiswa akan mampu mengkonstruksi pengetahuan yang diperoleh dari pengalamannya. Produk yang dihasilkan berupa buku ajar mata kuliah sastra anak untuk mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Media Daring di Dompu Lili Suryaningsih; Sukarddin Sukarddin; Sugerman Sugerman; Eka Yulianti; Fitriani Fitriani
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5073

Abstract

Analysis of language errors on online media in Dompu is an activity to identify errors in the use of languge that deviates from the norms of Indonesian grammar rules in newspapers through online media. Based on the many errors in writing online newspapers in Dompu, the researchers are interested in conducting research on the form of language errors in online media in Dompu. The purpose of this study is to describe the form of language errors in online media using a qualitative descriptive method. The data of this research are language errors in newspapers in Dompu in the form of text with data collection techniques used in solving this research problem and using documentation techniques, reading techniques, and note-taking techniques. Then the data source in this study uses secondary data sources. The results of this study indicate language errors in online newspapers in Dompu include morphological aspects, namely affixation and reduplication, while from the syntactic aspect, namely effective sentences and senteces structure. However, there were still some errors found including errors in affixation, use of hyphens, use of prepositions and conjunctions, effective sentences and sentence structure. Language errors in online newspapers are the use of language, both oral and written, which deviates from the norms of Indonesian grammar rules that do not use guidelines or references in communicating
ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI PADA WHATSAPP GRUP SKRIPSI MAHASISWA P-BSI 2024 Lili Suryaningsih
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v3i3.84

Abstract

Menganalisis tindak tutur menarik untuk mengkaji ujaran di program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia,STKIP Yapis Dompu. Umumnya penelitian yang dilakukan di sini adalah tentang kebudayaan, kebahasaan lainya dan pendidikan. Kemudian analisis tindak tutur ini memperkaya penelitian di STKIP Yapis Dompu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan menurut jenis tindak tutur yang dilakukan oleh mahasiswa P-BSI dan mendeskripsikan fungsi tuturan. Objek penelitian ini adalah Grup skripsi mahasiswa skripsi 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang dilakukan dapat diklasifikasikan menjadi tindak lokusi, tindak ilokusi, tindak tutur literal, tindak tutur nonliteral, tindak tutur langsung, dan tindak tutur tidak langsung. Fungsi tuturan yang dilakukan adalah menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, mengklaim, dan sebagainya.
MAKNA KULTURAL DALAM TRADISI MBOLO WEKI MASYARAKAT DOMPU; ANTROPOLIGUISTIK Lili Suryaningsih; Yustito Yustito; Muhammad Iqbal; Ega Mawarni; Yuyun Sumartika
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v4i2.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, proses pelaksanaan, dan nilai-nilai kultural yang terkandung dalam tradisi Mbolo Weki pada masyarakat Dompu, Nusa Tenggara Barat, khususnya dalam konteks adat perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mbolo Weki merupakan forum musyawarah keluarga dan masyarakat yang dijalankan secara gotong royong guna membantu keluarga yang memiliki hajat, baik dalam bentuk bantuan material maupun non-material. Proses ini melibatkan partisipasi aktif semua elemen masyarakat dan dipandu oleh nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
BAHASA SEBAGAI CERMIN BUDAYA PADA MASYARAKAT ADAT BIMA Lili Suryaningsih; Vira Arvina; Wita Puspita; Sri Rahayu; Awalia Wulan
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bahasa Bima mencerminkan nilai-nilai, norma, dan struktur sosial masyarakat adat Bima. Dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Bima mengandung konsep-konsep budaya lokal seperti penghormatan terhadap leluhur, sistem kekerabatan, dan adat istiadat. Kosakata, ungkapan, dan struktur bahasa Bima memperlihatkan kedekatan antara bahasa dan identitas budaya masyarakat yang mendiami wilayah bagian timur Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki bahasa daerah yang khas, yaitu bahasa Bima (Mbojo). Bahasa ini digunakan secara luas dalam interaksi sosial, ritual adat, dan kehidupan sehari-hari. Di dalamnya tersimpan berbagai unsur budaya lokal seperti nilai-nilai kesopanan, hierarki sosial, konsep spiritualitas, serta norma-norma adat.
Revitalization of the Cera Labu Sebagsi Tradition as a Cultural Heritage: Efforts to Preserve and Regenerate the Dompu Coast in an Inclusive and Sustainable Manner Sukarddin Sukarddin; Ilyas Ilyas; Sulaiman Sulaiman; Idhar Idhar; Lili Suryaningsih
Swarnadwipa Vol 10 No 1 (2026): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v10i1.5157

Abstract

The purpose of this research is to learn more about the Cera Labu tradition, which has not been held for the past five years. This research is qualitative and uses descriptive analysis as the method. The data source for this study is the Soro community, obtained from informants. Data were obtained through observations and interviews with several sources in the field. The research results revealed that the Cera Labu tradition was not held due to Islamic religious beliefs, as the ritual is considered idolatrous and contrary to Islamic teachings. Furthermore, the government's budget efficiency measures have made holding such events increasingly difficult. Another reason is that some residents douse road users with dirty sewer water during the Cera Labu ritual, potentially causing a foul odor.
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Mulya Yusnarti; Lili Suryaningsih
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 2 No. 3 (2021): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v2i3.89

Abstract

Masalah yang dijawab dalam penelitian ini adalah “apakah model pembelajaran Role playing berpengaruh terhadap hasil belajar siswa?. Jenis penelitian ini ialah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Bentuk ini menggunakan dua kelompok, satu kelompok diberikan perlakuan, sedangkan kelompok lain tidak diberikan perlakuan. Kelompok yang diberikan perlakuan yaitu kelas eksperimen dengan model pembelajaran Role playing, dan kelompok yang tidak diberikan perlakuan yaitu kelas kontrol dengan pembelajaran konvesional. Adapun fokus penyajian dalam penelitian ini adalah (1) model pembelajaran Role playing pada kelas IV C, (2) metode ceramah pada kelas IV B, (3) pre-test dan post-test, (4) semester genap, (5). mengindentifikasi bermain peran. Data tersebut dianalisis dengan mengunakan metode statistik yaitu dengan perhitungan t-tes dapat melihat pengaruh model pembelajaran Role playing dengan membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Peryataan tersebut ditandai dengan nilai thiting> tabel atau 10,181>1,677. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Role playing terhadap hasil belajar siswa di kelas IV-C (eksperimen) dan kelas IV-B (kelas kontrol) di SD Negeri 1 Dompu tahun pembelajaran 2019/2020.
Sikap Perempuan dalam Kumpulan Cerpen pada karya Ratna Indraswari Ibrahim dengan Kajian Feminisme dan Implementasinya dalam Pembelajaran sastra di SMA Eka Yulianti; Sugerman Sugerman; Lili Suryaningsih
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 2 No. 3 (2021): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v2i3.90

Abstract

Sikap perempuan dalam karya sastra bisa berarti apa saja. Keberadaan sosok perempuan di dalam karya sastra tidak hanya sebagai pelengkap sebuah cerita melainkan sebagai tokoh sentral dari sebuah karya sastra. Tujuan Penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen karya Ratna Indraswari Ibrahim, (2) mendeskripsikan sikap perempuan dalam kumpulan cerita pendek karya Ratna Indraswari Ibrahim dengan kajian feminisme, (3) Mendiskripsikan implementasi kumpulan cerita pendek karya Ratna Indraswari Ibrahim sebagai bahan ajar sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah sikap perempuan yang ada pada kumpulan cerita pendek karya Ratna Indraswari Ibrahim. Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah data sekunder yaitu kumpulan cerita pendek karya Ratna Indraswari Ibrahim. Teknik pengumpulan data, yakni menggunakan teknik dokumentasi, baca, dan catat . Teknik analisis data yang digunakan adalah mengumpulkan data berupa tiga cerpen Ratna Indraswari Ibrahim, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik ketiga cerpen Ratna Indraswari dilihat dari kepaduan dan tema cerita. (2) kajian feminisme atau sikap permpuan yang terdapat dalam kumpulan cerpen karya Ratna Indraswari Ibrahim. (3) implementasinya dalam bentuk Bahan Ajar, RPP dan silabus pembelajaran sastra di SMA kelas XI.