Claim Missing Document
Check
Articles

Found 63 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Karakterisasi Kadar Air Batubara Berdasarkan Pengukuran Nilai Kapasitansi Paras Novinda Lidyaza; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kadar air merupakan parameter penting dalam analisa batubara karena tingginya nilai kadar air disebabkan penambangan batubara yang dilakukan di rawa-rawa memberikan pengaruh negatif terhadap proses pembakarannya. Penelitian ini merancang alat ukur kapasitansi untuk mengetahui karakteristik dari 13 sampel batubara dengan nilai kadar air berbeda. Pengukuran kapasitansi dilakukan dengan cara menghubungkan alat ukur kapasitif dengan penguat inverting. Hasil tegangan keluaran akan di konversi ke nilai kapasitansi menggunakan persamaan regresi linear. Tegangan masukan yang digunakan untuk setiap pengambilan data adalah 4 Vp-p dengan frekuensi 500 Hz. Dari hasil pengujian, nilai kapasitansi tertinggi adalah sebesar F dengan kadar air 5,36% dan nilai kapasitansi terendah adalah sebesar F dengan kadar air 7,96%. Hal ini membuktikan bahwa nilai kapasitansi tidak linear terhadap kadar air pada batubara. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil nilai tegangan keluaran pada sensor kapasitif. Faktor tersebut meliputi nilai kadar kalori, kadar karbon, dan kadar abu yang cenderung tinggi pada batubara sehingga nilai kapasitansi terhadap kadar air batubara tidak linear. Kata kunci: Sensor kapasitif, Penguat inverting. Abstract Water content is an important parameter in coal analysis because the high value of water content due to coal mining carried out in swamps has a negative effect on the combustion process. This study designed a capacitance measuring instrument to determine the characteristics of 13 coal samples with different water content values. Capacitance measurement is done by connecting a capacitive measuring device with an inverting amplifier. The output voltage will be converted to the capacitance value using a linear regression equation. The input voltage used for each data retrieval is 4 Vp-p with a frequency of 500 Hz. From the test results, the highest capacitance value is F with a water content of 5.36% and the lowest capacitance value is F with water content 7.96%. This proves that the capacitance value is not linear to the water content in coal. Many factors influence the output voltage value on capacitive sensors. These factors include the value of calorie content, carbon content, and ash content that tends to be high in coal so that the capacitance value of coal water content is not linear. Keynote: Capacitive Censor, Inverting operational amplifier.
Kuantifikasi Jenis Kayu Berdasarkan Sifat Elektrik Anita Sukma; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penguat inverting untuk mengetahui karakteristik dari semen plesteran dengan kombinasi massa semen. Semen plesteran dibuat dengan tujuh sampel. Perbandingan pasir dan semen 7:11 sampai 7:35. Pengukuran di lakukan dengan mencari nilai tegangan output dari semua sampel yang di conversi ke nilai permitivitas dengan di masukkan ke dalam sensor kapasitif pada penguat inverting. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Prinsip kapasitif yang dirancang dengan menggunakan kapasitor plat sejajar. Sensor kapasitif dapat menyimpan muatan listrik yang di pengaruhi oleh jarak (d), dan luas penampang. Pada penelitian ini dikaji penerapan sensor kapasitif untuk menentukan permitivitas dari objek bahan semen dengan massa yang berbeda. optimum yang digunakan 2 Vp-p dan frekuensi optimum 10 kHz dengan persentase perubahan 6.53716x〖10〗^(-5)%. Perubahan nilai permitivitas paling besar terjadi pada sampel 7:35 
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Biogas Pada Reaktor Anaerobic Buffled Reactor (abr) Mega Anita Sari; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biomassa merupakan sumber energi terbarukan dengan memanfaatkan limbah organik. Proses tersebut memiliki tiga proses fermentasi anaerob yaitu hidrolisis, asidogenesis, dan metanogenesis. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil produksi biogas adalah pH, dan temperatur. Penelitian ini menggunakan reaktor anaerobic buffled reactor (ABR) dengan kapasitas total 15 liter yang terdiri dari 2,5 liter ruang gas, 8 liter substrat nasi dan 4,5 liter bakteri rumen sapi. Meningkatnya pengkondisian temperatur maka hasil produksi gas juga akan semakin banyak. Volume total gas yang paling optimum dihasilkan pada temperatur 40 oC yaitu 11100 ml. Pada persentase gas hidrogen yang paling maksimum pada temperatur 35 oC yaitu 50,637 % dan jumlah padatan atau partikel terlarut di dalam air 1380 ppm. Temperatur 30 oC yang paling optimum dalam hasil produksi biogas dengan persentase metana 7,669 % menunjukkan pengkondisian mesofilik yang mampu bertahan pada fluktuasi temperatur ± 1 oC. Kata Kunci: Biomassa, anaerobic baffled reactor (ABR), pengkondisian temperatur. Abstract Biomass is a renewable energy source by utilizing the organic waste. This process has three anaerobic fermentation processes, such as hydrolysis, acidogenesis, and methanogenesis. Environmental factors which may affect the biogas production are pH and temperature. This research utilized an anaerobic buffled reactor (ABR) with a total capacity of 15 liters consisting of 2.5 liters of a gas chamber, 8 liters of rice substrate, and 4.5 liters of cow rumen bacteria. The enhancement of temperature conditioning, gas production would also have more result. Volume of total gas which was the most optimum was generated in temperature 40 oC was 11100 ml. The most optimum percentage of hydrogen gas in temperature 35 C was 50.637 % and total solids or soluble particles in the water was 1380 ppm. At a temperature of 35oC in the fermentation was 50.63 7% and the number of solids or particles dissolved in the water was 1380 ppm. The temperature of 30oC was the optimum temperature for biogas production with 7.669 % of methane indicated a mesophilic conditioning which as able to withstand the temperature fluctuations ±1oC. Keyword : Biomassa, anaerobic baffled reactor (ABR), temperature condition
Studi Pengaruh Pentanahan Terhadap Sistem Aktuasi Relay Berbasis Plc Pada Sistem Smart Home Aprilia Susanti; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem TT (Terra-Terra) adalah sistem pentanahan yang akan menjaga output aktuator pada saat pensaklaran. Sistem TT (Terra-Terra) berfungsi sebagai sistem proteksi saluran. Pengaruh dari sistem aktuasi tanpa menggunakan sistem pentanahan dengan menggunakan sistem pentanahan yang menghasilkan sinyal sinus dan grafik FFT noise. Pada grafik FFT noise rata-rata menunjukkan tiga komponen noise dengan peak yang berbeda-beda yaitu 50 Hz, 125 Hz dan 200 Hz. Hasil yang diperoleh dari sistem proteksi peralatan menggunakan sistem pentanahan sesuai dengan fungsinya mencegah kerusakan akibat adanya noise dengan tegangan rata-rata mendekati nol pada sistem TT (Terra-Terra). Nilai tegangan rata-rata noise yang mendekati nol adalah sistem aktuasi menggunakan sistem pentanahan TT (Terra-Terra) dengan nilai tegangan rata-rata noise pada satu lampu hidup -87,3 mV, pada dua lampu hidup -96.7 mV, pada tiga lampu hidup -106 mV dan pada empat lampu hidup 120 mV. Kata Kunci : Sistem proteksi saluran, Sistem pentanahan dan Tegangan rata-rata noise Abstract TT (Terra-Terra system is defense system that will maintain actuator output while switching. TT (Terra-Terra) system has a function as channel protection system. The effect of actuation system without using defense system and using defense system generate sine signal and FFT noise graphic. FFT noise graphic average shows three noise components with different peak which are 0 Hz, 125 Hz and 200 Hz. The result which is obtained from protection system using equipment using defense system is suitable with the function to avoid the damage because of noise with the average voltage which is close to null in TT (TerraTerra) system. The average value of noise which close to null is actuation system using TT (Terra-Terra) defense system with average value voltage in a lamp of -87,3 mV, in second lamp of -96.7 mV, in third lamp of -106 mV and in forth lamp of 120 mV. Key Words: Channel protection system, Defense system and Noise average voltage
Penentuan Parameter Fisik Elektrik Untuk Menentukan Komposisi Semen Plesteran Anita Sukma; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penguat inverting untuk mengetahui karakteristik dari semen plesteran dengan kombinasi massa semen. Semen plesteran dibuat dengan tujuh sampel. Perbandingan pasir dan semen 7:11 sampai 7:35. Pengukuran di lakukan dengan mencari nilai tegangan output dari semua sampel yang di conversi ke nilai permitivitas dengan di masukkan ke dalam sensor kapasitif pada penguat inverting. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang bekerja berdasarkan konsep kapasitif. Prinsip kapasitif yang dirancang dengan menggunakan kapasitor plat sejajar. Sensor kapasitif dapat menyimpan muatan listrik yang di pengaruhi oleh jarak (d), dan luas penampang. Pada penelitian ini dikaji penerapan sensor kapasitif untuk menentukan permitivitas dari objek bahan semen dengan massa yang berbeda. optimum yang digunakan 2 Vp-p dan frekuensi optimum 10 kHz dengan persentase perubahan 6.53716x〖10〗^(-5)%. Perubahan nilai permitivitas paling besar terjadi pada sampel 7:35 
Perancangan Alat Uji Efisiensi Pembangkit Listrik Turbin Pikohidro Nushaibah Athifah; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan pembangkit tenaga listrik terbarukan dengan daya keluaran dibawah 5 kilowatt. Pembangkit ini digunakan pada daerah pegunungan yang memiliki aliran sungai kecil sebagai sumber energi. Akan tetapi, pada pelaksanaannya masih ditemukan  beberapa masalah teknis sehingga perlu adanya tinjauan khusus dalam perancangan alat uji pada PLTPH sebagai solusi dari masalah tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah sistem pengujian yang berfungsi untuk mencari variabel yang berhubungan dengan penyabab masalah tersebut.Pada penelitian tugas akhir ini dirancang sebuah sistem pengujian efisiensi PLTPH dengan menggunakan sistem aliran fluida tertutup. Alat uji dirancang untuk pengukuran skala laboratorium. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah laju aliran air, tekanan, tegangan dan arus listrik. Dari data-data tersebut kemudian diperoleh karakteristik statik, karakteristik dinamik, dan efisiensi PLPTH yang diuji.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik statik yaitu rata-rata tekanan masukan adalah 6649 Pa dengan standar deviasi 135, rata-rata laju aliran air masukan adalah9,27104m3/s dengan standar deviasi sebesar 1,36105 , rata-rata tegangan keluaran adalah 1,21 V dengan standar deviasi sebesar 0,04, rata-rata arus keluaran adalah 0,053 A dengan standar deviasi sebesar 0,006. Karakteristik dinamik yang didapatkan yaitu waktu respon tegangan keluaran mencapai tunak adalah 78 detik, sedangankan waktu respon arus keluaran mencapai tunak adalah 64 detik. Efisiensi yang dihasilkan dari PLTPH yang diuji adalah 0,76 %. 
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Hidrogen Pada Reaktor Anaerob Dengan Substrat Kulit Pisang Wenny Harifadillah. A; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk dari energi terbarukan adalah biomassa, biomassa diperoleh dari bahan organik dan biasanya merupakan produk buangan. Biomassa merupakan salah satu energi terbarukan yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Dari bahan tersebut, dihasilkan beberapa gas yang bermanfaat seperti hidrogen. Hidrogen memiliki kalor pembakaran tertinggi yaitu dan merupakan energi bersih karena hasil pembakaran hanya menghasilkan uap air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses fermentasi anaerobik. Pada proses ini tidak menggunakan bakteri tambahan, atau enzim, hanya melakukan tahap pre-treatment dengan melakukan pemanasan substrat selama 15 menit. Selama proses berlangsung suhu akan dijaga konstan dalam kondisi mesophilic. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digester anaerob berbahan kaca dengan dimensi tinggi 23 cm, diameter sebesar 11 cm dan volume substrat sebesar 1.4 liter. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar gas hidrogen tertinggi dihasilkan mencapai 47% pada hari kedua untuk substrat kulit pisang. Dimana temperatur substrat dijaga konstan pada 25ºC. kata kunci : biomassa, hidrogen, fermentasi, digester anaerob
Analisis Produksi Hidrogen Dalam Pengolahan Limbah Kacang Kedelai Menggunakan Digester Anaerobik Muhammad Manarul Huda; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit ari dan cair kacang kedelai mengandung senyawa-senyawa organik seperti karbohidrat. Limbah tersebut dapat digunakan sebagai bahan biomassa. Pengolahan biomassa seperti fermentasi gelap secara anaerob dapat menghasilkan gas hidrogen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi biogas dan membandingkan produksi biogas dari limbah kulit ari dan cair kacang kedelai dengan lumpur hasil fermentasi sebagai kultur bakteri. Hasil menunjukkan bahwa gas hidrogen dari substrat yang terdiri campuran limbah kulit ari kacang kedelai dan lumpur hasil fermentasi adalah sangat rendah, sedangkan campuran limbah cair dan lumpur hasil fermentasi adalah tinggi. Substrat yang terdiri campuran limbah cair kacang kedelai dan lumpur hasil fermentasi menghasilkan biogas dengan volume kumulatif sebanyak 14.026 liter dan rata-rata produksi biogas adalah 1.275 liter/hari. 
Fisibilitas Pengukuran Kapasitansi Untuk Mendeteksi Rongga Kayu Sarah Maulidasari; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kayu merupakan material yang bersifat isolator namun dapat menjadi bahan konduktor bila dalam keadaan kering tanur (kadar air sedikit). Pada penelitian ini, kayu yang diuji dalam keadaan diberi rongga (lubang) dengan variasi ukuran diameter rongga (lubang) dan variasi posisi rongga (lubang) yang selanjutnya akan diukur nilai kapasitansinya. Nilai kapasitansi di dapat dari hasil konversi nilai tegangan keluaran yang di dapat dari pengukuran sensor kapasitif menggunakan rangkaian penguat pembalik. Sensor kapasitif merupakan sensor elektronika yang prinsip kerjanya berdasarkan konsep kapasitif. Tegangan input yang diberikan yaitu 0,7071 Vrms dan frekuensi 200 Hz. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, semakin besar ukuran rongga (lubang) pada kayu maka semakin besar pula nilai kapasitansi yang dihasilkan dan setiap posisi menghasilkan nilai kapasitansi yang berbeda-beda. Kata kunci : Kayu, nilai kapasitansi, penguat pembalik, sensor kapasitif. Abstract Wood is an insulator material but it might be a conductor if it’s in a dry kiln condition (low water content). In this research, the woods tested were given cavities (holes) with variations of cavity (hole) diameter size and variations of the cavity (hole) position which the capacitance value would further be measured. The capacitance value obtained by the conversion result of the output voltage value from the measurement of a capacitive sensor using an inverting amplifier circuit. The capacitive sensor was an electronic sensor which its working principle was based on the capacitive concepts. The given input voltage was 0.7071 Vrms and the frequency was 200 Hz. Based on the test which had been conducted, the larger the size of the cavity (hole) on the wood, the greater the resulting capacitance value and each position produced different capacitance values. Keywords: Wood, capacitance value, inverting amplifier, capacitive sensor.
Rancang Bangun Mini Plant Regenerative Braking Sebagai Sumber Daya Listrik Indra Maulana; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem regenerative braking adalah cara untuk memperlambat kendaraan (pengereman) dengan menggunakan motor sebagai rem. Energi panas yang terbuang pada pengereman konvensional tidak akan terjadi pada sistem ini. Pada regenerative braking energi gerak dirubah menjadi energi listrik oleh motor yang difungsikan sebagai generator. Rancangan mini plant regenerative braking ini terdiri dari flywheel sebagai pengganti beban kendaraan, gear depan dan belakang sepeda yang dihubungkan dengan rantai sebagai sistem kopling, Motor Arus Searah (MAS) yaitu motor yang difungsikan sebagai generator, sumber putar dari motor bertorsi besar, dan seperangkat sistem kontrol yang akan menghentikan sumber putar secara otomatis sekaligus mengaktifkan generator sebagai rem. Proses pengereman dilakukan dengan cara menginjeksikan arus ke rotor generator yang menimbulkan medan magnet dengan arah melawan putarannya (rotor terkoneksi langsung dengan flywheel) sehingga putaran flywheel melambat. Dengan adanya putaran rotor dan medan magnet, maka akan timbul garis gaya fluks magnet yang akan menjadi sebab timbulnya gaya gerak listrik (GGL) induksi. Pada akhirnya, listrik yang dihasilkan akan disimpan pada baterai. Kata kunci: Regenerative braking, pengereman, sistem pengereman regereratif.
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda