Claim Missing Document
Check
Articles

Found 63 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Karakterisasi Nilai Kalori Batubara Berdasarkan Pengukuran Nilai Kapasitansi Sella Pratiwi Zs; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini untuk mengukur nilai kapasitansi menggunakan metode kapasitor plat sejajar, dimana sensor kapasitif menggunakan dua plat tembaga yang disusun sejajar. Sensor kapasitif yang dirancang memiliki nilai kapasitansi sebesar 2 nF. Penerapan sensor kapasitif dilakukan untuk mengukur nilai kapasitansi batubara. Prinsip sensor kapasitif adalah menyimpan muatan listrik yang dipengaruhi oleh jarak (d) antar plat dan luas penampang. Dalam penelitian ini nilai kapasitansi batubara digunakan untuk menentukan nilai kalori yang terkandung didalam batubara. Untuk mengukur nilai kapasitansi sensor kapasitif dihubungkan dengan rangkaian penguat inverting. Hasil keluaran dari penguat inverting berupa tegangan, dimana tegangan tersebut akan dimodifikasi ke nilai kapasitansi. Frekuensi yang digunakan yaitu 500 Hz, dan amplitudo optimum sebesar 4vpp. Nilai kapasitasi yang paling tinggi terjadi pada sampel 1867 yang memiliki nilai kalori sebesar 5.885 dan nilai kapasitansi sebesar 3.21x10−9 F. Kata kunci : penguat inverting, sensor kapasitif, kalori batubara Abstract In this study to measure the capacitance value using parallel plate capacitor method, where the capacitive sensor uses two copper plates arranged in parallel. The capacitive sensor designed has a capacitance value of 2 nF. The application of capacitive sensors is done to measure the value of coal capacitance. The principle of capacitive sensor is to store electrical charge which is influenced by the distance (d) between plates and cross-sectional area. In this study the value of coal capacitance is used to determine the calorific value contained in coal. To measure the capacitive sensor capacitance value connected to the inverting amplifier circuit. The output of the inverting amplifier is a voltage, where the voltage will be modified to the capacitance value. The frequency used is 500 Hz, and the optimum amplitude is 4vpp. The highest capacitation value occurred in the 1867 sample which had a calorific value of 5,885 and a capacitance value of 3.21x10−9 F. Keynote : inverting amplifier, capacitive sensor, coal calorie
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sel Tunam Mikroba (stm) Menggunakan Lumpur Sawah Dan Limbah Tebu Muhammad Farhan Nur Islam; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel Tunam Mikroba (STM) adalah salah satu energi terbarukan yang merupakan sistem bio-elektrokimia yang dapat menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan metabolisme bakteri dari berbagai substrat organik sebagai katalis untuk mengoksidasi zat organik dan anorganik sehingga dapat menghasilkan arus listrik. Penelitian bertujuan untuk menyelidiki kaitan pengaruh dari variasi substrat lumpur sawah dan limbah tebu terhadap besarnya potensi energi listrik yang dihasilkan. Reaktor STM yaitu dual-chambers dengan ukuran kompartemen 5×10×10 cm. Elektroda yang digunakan tembaga sebagai katoda, dan seng sebagai anoda. Elektron yang dihasilkan oleh bakteri pada substrat di kompartemen anoda ditransfer ke elektroda anoda, sedangkan proton ditransfer ke kompartemen katoda melewati jembatan garam. Pada kompartemen katoda terisi aquades, dan jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan perolehan tegangan dan kuat arus listrik pada keempat variasi substrat tidak berbeda secara signifikan kecuali dengan menggunakan tetes tebu. Sedangkan rata-rata kerapatan daya yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan ampas tebu 8.97 mW/m2, tetes tebu 57.41 mW/m2, abu ampas tebu 6.27 mW/m2, dan blotong 14.33 mW/m2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produksi listrik tertinggi dihasilkan oleh kombinasi substrat lumpur sawah dan tetes tebu. Kata kunci : Sel Tunam Mikroba, limbah tebu, substrat Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is one of renewable energy which is bio-electrochemical system which can generate electrical energy by utilizing the metabolism of bacteria from various organic substrate as a catalyst to oxidize organic and inorganic substances to produces electric current. The study aimed to investigate the relationship of the effects of variations in mud farmland and sugarcane waste on the magnitude of the potential electrical energy produced. MFC reactor is dual-chambers with compartment size 5×10×10 cm. Electrodes are used copper as cathode, and zinc as anode. The electrons produced by bacteria on the substrate in the anode compartment are transferred to the anode electrode, while the protons are transferred to the cathode compartment across the salt bridge. The cathode compartment is filled with aquades, and a salt bridge (NaCl 1 M) as a proton transfer medium. The acquisition of electric current and voltage on the four substrate variations are not different significantly, except using molasses. While the average of power density produced is by using bagasse 8.97 mW/m2, molasses 57.41 mW/m2, bagasse ash 6.27 mW/m2, and filter mud 14.33 mW/m2. Based on the result of this research, it can be concluded that the highest production of electric is produced by the combination of mud farmland and molasses. Keywords : Sel Tunam Mikroba, sugarcane waste, substrate
Pengaruh Bahan Tambahan Terhadap Kalor Briket Dari Sampah Raysa Nurpujawati Gunawan; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum sampah menjadi sumber masalah utama pencemaran lingkungan oleh karena itu salah satu pemanfaatan sampah bisa dijadikan bahan bakar alternative. Sampah yang akan dijadikan bahan bakar alternative terlebih dahulu dihitung nilai kalornya. Nilai kalor sampah menjadi parameter penting karena dengan mengetahui nilai kalor setiap komponen sampah akan memudahkan untuk mendapatkan bahan bakar alternative yang lebih efisien. Nilai kalor yang dibutuhkan untuk proses pembakaran sampah minimal sekitar 1500 kcal/kg, sedangkan nilai kalor sampah di indonesia hanya mencapai 1000 kcal/kg. Selain sampah ada beberapa yang bisa dijadikan bahan campuran agar menghasilkan nilai kalor yang tinggi antara lain penambahan bahan additive seperti batu bara, sekam padi, serbuk gergaji, king grass. Metode yang dilakukan dengan mengukur nilai kalor sampah dengan alat kalorimeter bom. Untuk nilai kalor sampah rata-rata sekitar 4668 cal/g, nilai kalor batu bara sekitar 5708 cal/g, nilai kalor serbuk gergaji sekitar 4408 cal/g, nilai kalor sekam padi sekitar 4424 cal/g, dan nilai kalor king grass sekitar 4997 cal/g. Kata Kunci: Energi Alternative, Kalor Sampah, Uji Kalorimater Bom, Waste to Energy Abstract In general, waste becomes the main source of environmental pollution, therefore one of the utilization of waste can be used as alternative fuel. The waste that will be used as alternative fuel is calculated calorific value first. The value of waste heat becomes an important parameter because by knowing the calorific value of each waste component will make it easier to get a more efficient alternative fuel. The calorific value required for the waste combustion process is at least about 1500 kcal / kg, while the calorific value of waste in Indonesia only reaches 1000 kcal / kg. In addition to waste there are some that can be used as a mixture of materials to produce high calorific value such as the addition of additive materials such as coal, rice husks, sawdust, king grass. The method performed by measuring the value of waste heat with bomb calorimeter tool. For average waste heat calorific value of about 4668 cal / g, coal calorific value is about 5708 cal / g, sawdust heat value about 4408 cal / g, rice calorific value of rice about 4424 cal / g, and king grass calorific value about 4997 cal / g. Keywords: Alumina, nanoparticles, viscosity, thermal conductivity, concentration, and coefficient of performance
Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Pada Turbin Angin Savonius Sumbu Vertikal Terhadap Tegangan Dan Arus Di Dalam Proses Pengisian Akumulator Hicary Hicary; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin angin savonius adalah salah satu jenis dari turbin angin sumbu vertikal (Vertical Axis Wind Turbine, VAWT) yang dapat berputar pada kondisi kecepatan angin rendah , memiliki self starting yang baik, dan mampu menghasilkan torsi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecepatan angin terhadap arus dan tegangan yang dihasilkan oleh suatu turbin angin savonius sumbu vertikal dan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan jumlah sudu pada turbin angin savonius sumbu vertikal terhadap arus dan tegangan di dalam proses pengisian akumulator. Metode yang digunakan dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, menentukan spesifikasi dari sistem, perancangan sistem, pengumpulan dan pengolahan data, dan berakhir dengan evaluasi dari penelitian.. Turbin dihubungkan dengan alternator tiga fasa tipe permanent magnet alternator. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan jumlah sudu antara dua, tiga, empat, lima, dan enam sudu dari turbin terhadap arus dan tegangan selama proses pengisian akumulator melalui data yang terekam oleh data logger pada setiap penggunaan jumlah sudu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja turbin savonius dua sudu dengan massa sebesar 1709 gram memberikan hasil yang maksimal dengan menghasilkan tegangan dan arus sebesar 3.003 V dan 0.587 A. Untuk proses pengisian akumulator, turbin angin savonius dengan dua sudu lebih direkomendasikan karena memiliki efisiensi konversi energi mekanik menjadi energi listrik sebesar 96.51%, 44.55%, 25.50%, dan 11.50% pada kecepatan angin 3, 5, 6, dan 8 m/s yang bekerja pada setiap turbin dengan jumlah sudu yang berbeda. Kata Kunci: Turbin Angin Savonius, Jumlah Sudu, Pengisian Akumulator, Data Logger
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Sebagai Penghasil Energi Listrik Menggunakan Sistem Microbial Fuel Cell Annisa Nabilah Kalzoum; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian untuk sistem sel tunam mikroba (STM) dari limbah cair tahu, tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah cair tahu sebagai sumber energi listrik. Sistem STM yang dipakai adalah kompartemen dual chamber yaitu anoda dan katoda, penelitian ini menggunakan variasi volume dari campuran limbah cair tahu, lumpur dan air pada kompartemen anoda, serta larutan aquadespadakompartemen katoda.PadapenelitianSTMinielektrodayangdipakaiadalahtembaga(Cu) dan seng (Zn) dengan luas permukaan sebesar 30 cm2 dan jembatan garam yang terbuat dari sumbu kompor yang sebelumnya sudah direndam menggunakan larutan NaCl. Pengambilan data dilakukan selama 30 hari, data tegangan diambil menggunakan datalogger sedangkan untuk data arus menggunakan multimeter. Kompartemen pertama dengan variasi volume substrat limbah cair tahu sebesar 250 ml dan 400 ml lumpur memperoleh hasil produksi listrik paling tinggi dibandingkan kompartemen lain yaitu sekitar 6121526,4 mJ dan terendah yaitu sekitar 956707,2 mJ. Sedangkan untuk nilai tegangan dan arus tertinggipun dihasilkan oleh kompartemen pertama yaitu 0,78 V dan 0,29 mA dandihasilkanpadaharike-17.KataKunci:STM,limbahcairtahu,variasi volumesubstrat Abstract Research has beenconducted formicrobialfuelcellsystem (MFC) fromtofuliquid waste, the purpose of this research is to utilize the tofu liquid waste as a source of electrical energy. The MFC system used is a dual chamber compartment of anode and cathode, this study uses volume variation from the mixture of liquid waste tofu, mud and water in the anode compartment, and aquadest solution in the cathode compartment. In this MFC study the electrodes used were copper (Cu) and zinc (Zn) with a surface area of 30 cm2 and a salt bridge made from a stove axis that had been previously soakedusing NaCl solution. Data retrieval is done for 30 days, the voltage data is retrieved using datalogger while for current data using multimeter. The first compartment with a volume variation of liquid waste substrate of 250 ml and 400 ml of mud obtained the highest electricity production compared to other compartments of about 6121526,4 mJ and the lowest was about 956707.2 mJ. As for the highest voltage and current value is also produced by the first compartment thatis0.78Vand0.29mAandproducedonthe17thday.Keywords:MFC,tofuliquidwaste,variationsubstratevolume
Studi Perhitungan Ggl Output Generator Arus Searah Berdasarkan Ilustrasi Gerak Transversal Gelombang Laut Andrew Pradana Putra; Suprayogi Suprayogi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dirancang untuk mensimulasikan keluaran tegangan generator listrik berdasarkan gerak ombak laut vertikal dengan menggunakan mesin generator terhadap parameter-parameter yang diukur dan menganalisis pengkondisian sinyal yang dihasilkan. Tahap pertama yang dilakukan adalah mengkarakterisasi bentuk gelombang laut dari bidang vertikal nya yang dilakukan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia dengan letak koordinat 7°42,047'S 108°39,511'E diambil sampel 30 detik untuk selanjutnya bersifat kontinu. Kemudian energi mekanik yang terjadi disalurkan menggunakan lengan yang tahan terhadap korosi air laut menuju ke sebuah gear yang menyatu dengan rotor dari generator. Di generator energi tersebut di konversikan menjadi energi listrik. Pada penelitian ini digunakan variansi lengan 3 meter, 4 meter, dan 5 meter untuk menghubungkan pelampung ke gear yang akan menggerakan rotor pada generator, sehingga didapat hasil untuk variansi lengan 3 meter adalah 775.42 V, untuk variansi lengan 4 meter adalah 720.29 V, dan untuk variansi lengan 5 meter adalah 666.15 V. Keluaran dari generator tersebut akan di analisis, sehingga muncul grafik yang berkaitan dengan parameter-paramater yang terukur dan kemudian dianalisis bentuk pengkondisian sinyal nya di komputer. Berdasarkan hasil penelitian semakin kecil ukuran lengan maka semakin besar output yang dihasilkan. Kata Kunci: generator, gelombang laut, energi mekanik, energi listrik, dan pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Abstract This research is conducted to simulate the electric voltage generator’s output by using the generator for measured parameters and analyse the conditioning signal. The first stage is characterize the waveform of the ocean that is taken in Pangandaran Beach, West Java, Indonesia with the location of coordinates 7 ° 42,047'S 108 ° 39,511 sample time taken by 30 seconds with the assumption for next is continuous. Then the mechanical energy that occurs is distributed using arm which resist of corrosion that connected with rotor of the generator. In generator energy is converted into electrical energy. This research using 3 variances of the arm, 3 metre, 4metre, and 5 metre, so the result of 3 meter arm is 775.42 V, 4 meter arm is 720.29 V, and 5 meter arm is 666.15 V. The output of the generator will be analyse the form of signal conditioning in the computer and calculate by the simulation, than resulting the graph of the parameters which measured. Based on the result of this research that smaller size of the arm then the result of output electromotive force is bigger. Keywords: generator, ocean wave, mechanical energy, electrical energy, and ocean wave power plants
Pengaruh Pengkondisian Temperatur Pada Produksi Benih Kentang Dengan Menggunakan Sistem Aeroponik Yudika Pratamanda; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian aeroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan udara sebagai media pengganti tanah sebagai tempat tumbuh akar. Pada penelitian ini, telah dibuat sebuah instrumen yang mampu mengkondisikan temperatur ruang tumbuh akar tanaman pada sistem pertanian aeroponik dengan menggunakan Arduino. Sistem dirancang agar mampu memonitor perubahan suhu dan mendistribusikan nutrisi  menggunakan pompa melalui nozzle. Selain mendistribusikan nutrisi, air dingin didistribusikan juga secara bersamaan dengan nutrisi untuk menurunkan temperatur pada ruang tumbuh akar tanaman. Tanaman kentang dipilih sebagai tanaman percontohan dengan pertimbangan kentang dapat menjadi makanan alternatif pengganti nasi yang tingkat produksinya masih rendah. Sebagai pembanding, dibuat juga sistem aeroponik tanpa menggunakan pengkondisian tempertur dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan antara keduanya. Temperatur rata-rata pada ruang tumbuh akar dengan menggunakan pengkondisian temperatur sebesar (21,35 ± 2,63) °C, tinggi rata-rata tanaman (102,75 ± 1,57) cm, jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 185 umbi dengan jumlah umbi rata - rata pertanaman sebesar 17 umbi per tanaman. Untuk ruang tumbuh akar tanaman tanpa menggunakan pengkondisian temperatur memiliki temperatur rata – rata (23,09 ± 3,31) °C, tinggi rata – rata tanaman (98,38 ± 1,50) cm, dan jumlah umbi yang diproduksi sebanyak 168 umbi dengan jumlah umbi rata – rata pertanaman sebesar 8 umbi pertanaman. 
Produksi Energi Listrik Dengan Sistem Microbial Fuel Cell Menggunakan Substrat Limbah Tempe Edric Sunfresly Zalukhu; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Namun dilain sisi kita mengetahui bahwa penggunaan minyak bumi sebagai sumber penghasil energi sekarang masih mendominasi, padahal cadangan minyak bumi di indonesia sekarang ini kian menipis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif penghasil sumber energi yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan yaitu salah satunya MFC (Microbial Fuel Cell) yang berbasis prinsip bioelektrokimia dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk memecah substrat sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Penelitian kali ini difokuskan pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat pada sistem MFC dual-chamber yang dilengkapi dengan membran penukar kation atau jembatan garam. Variasi lama waktu inkubasi substrat juga dilakukan yaitu selama 1 hari, 3 hari, 8 hari, dan 10 hari. Riset lebih lanjut pada pemanfaatan limbah industri tempe sebagai substrat dalam sistem MFC dapat mereduksi biaya operasi sistem MFC, sekaligus menjadikan MFC sebagai teknologi penghasil listrik yang ekonomis, ramah lingkungan dan dapat berkelanjutan. Dari penelitian ini dihasilkan beberapa data berupa tegangan maksimum 1,308 V dan arus maksimum 3,01 mA menggunakan elektrolit KMnO4 serta pula power density sebesar 2696,630137 mW/m2 pada reaktor seri. Kata Kunci : Microbial Fuel Cell,Energi Listrik,Limbah Industri Tempe Abstract The need for electrical energy in Indonesia is expected to continue to increase. But on the other hand we know that the use of petroleum as a source of energy now is still dominating, whereas oil reserves in Indonesia is now increasingly thinning. Therefore, it is necessary to develop alternative energy source more effective, efficient and environmentally friendly one of them is MFC (Microbial Fuel Cell) based on bioelectrochemical principle by utilizing microorganism to break up the substrate so that it can generate electrical energy. The present study focused on the utilization of tempe industrial waste as a substrate on a dual-chamber MFC system equipped with a cation exchange membrane or a salt bridge. Variations in the length of incubation time of the substrate were also carried out for 1 day, 3 days, 8 days, and 10 days. Further research on the utilization of tempe industrial waste as a substrate in the MFC system can reduce the operating costs of the MFC system, while making MFC as an economical, environmentally friendly and sustainable electricity generating technology. From this study some data were generated in the form of a maximum voltage of 1.308 V and a maximum current of 3.01 mA using KMnO4 electrolytes and also power density of 2696.630137 mW / m2 in a series reactor. Keynote : Microbial Fuel Cell, electrical energy, industrial waste tempe
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Arus Listrik Pada Reaktor Stm Dengan Substrat Limbah Ruminansia Yasir Rizki; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel Tunam Mikroba (STM) merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat memproduksi energi listrik melalui proses metabolisme bakteri pada bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kaitan antara pengaruh temperatur terhadap kinerja dari sistem STM. Reaktor yang digunakan berkonfigurasi dual chamber berdimensi 5 cm x 10 cm x 10 cm, dengan elektroda yang digunakan berupa seng dan tembaga dengan dimensi sebesar 2 cm x 5 cm. Pada penelitian ini subsrat yang digunakan adalah rumen sapi yang dicampur dengan lumpur sawah dengan elektrolit berupa KMnO4. Pada sistem STM dual chamber; elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari subsrat pada anoda ditransfer menuju elektroda katoda, sedangkan proton ditransfer melalui jembatan garam (NaCl 1M) sebagai media transfer proton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang dapat dihasilkan sistem STM mencapai 0,82 W (temperatur 30o C) dan energi maksimum sebesar 0,54 J (t= jam ke-28, temperatur 32o C). Perolehan tegangan dan kuat arus bervariasi untuk tiap-tiap percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disumpulkan bahwa produksi kuat arus tertinggi dihasilkan pada temperatur 37o C. Kata kunci : Sel Tunam Mikroba, rumen, elektroda, temperatur Abstract Micobial Fuel Cell (MFC) is the one of renewable energies that can produce electrical energy through the process of bacterial metabolism in organic matter. This study aims to investigate the influence of temperature on the performance of the MFC system. The reactor used in dual chamber configuration has dimensions of 5 cm x 10 cm x 10 cm, with 2 cm x 5 cm zinc and copper as electrodes. In this study ruminant waste mixed with the mud use as subsrate with electrolytes of KMnO4. In dual chamber system; electrons produced by bacteria from the substrate on the anode are transferred to electrode on the cathode, while the protons are transferred via a salt bridge (1M NaCl) as a proton transfer medium. The results showed that the maximum power that can be produced by the MFC system reached 0,82 W (temperature 30o C) and maximum energy was 0,54 J (t= 28th hours, temperature 32o C). Voltage gain and current strength vary for each experiment. Based on the results of the study, it can be concluded that the highest current production is produced at 37o C. Keywords: Microbial Fuel Cell, ruminant waste, electrode, temperature
Klasifikasi Suara Anak-anak Menggunakan Metode Fast Fourier Transform6 Anas Rafii Ramadhan; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu dari banyak bidang yang memiliki peran penting dalam manufaktur adalah sistem kontrol modern dan teknik kendali otomatis, dimana salah satu kegunaannya adalah untuk mempermudah aktivitas manufaktur. Umumnya, terdapat sistem pengaturan posisi satu sumbu yang membutuhkan keakuratan untuk menunjang kegiatan produksi. Maka dari itu, diperlukan teknik kontrol otomatis yang dapat memberikan keakuratan pada perpindahan posisi pada sistem. Metode model referensi merupakan metode yang diteliti pada tugas akhir ini. Garis besar perinsip kerjanya pengukuran posisi aktual yang terukur sensor akan selalu dibandingkan dengan posisi referensi menurut model referensi, sehingga aktuator akan menyesuaikan terhadap umpan balik yang diberikan. Implementasi metode kontrol model referensi ditujukan untuk mencapai keakuratan dalam perpindahan posisi. Dalam hal ini, keakuratan dapat dinilai dari seberapa kecil nilai persentase kesalahan posisi akhir terhadap nilai acuan posisi yang diberikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, implementasi metode kontrol ini dapat bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut dengan rentang persen error 0.2 – 0.78%. . Kata Kunci : Model Referensi, Sistem Pengaturan Posisi Abstract One of many fields that have an important role in manufacturing is modern control system and automatic control techniques, which one of its uses is make manufacturing activities easier. Generally, there is a one-axis position configuration system that requires accuracy to support the production activities. Therefore, an automatic control technique that provide accuracy to position displacement in the system is necessary. Model reference method is the method studied in this final task. The outline of its work principle is that the actual position measured by the sensor will always be compared to reference position according to model reference, so that the actuator will adjust to the given feedback. The implementation of model reference control is intended to achieve accuracy in position displacement. In this case, accuracy can be assessed by how small the final position error percentage value is compared to the given set-point. Based on the study that has been done, the implementation of this control method works well to achieve the objective with an percent error range of 0.2 – 0.78%. . Keywords : Model Reference, Position Configuration System
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda