Claim Missing Document
Check
Articles

Found 63 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Pengaruh Waktu Pembusukan Substrat Roti Basi Terhadap Produksi Energi Listrik Pada Microbial Fuel Cell Yohana Tisca Tiurma Limbong; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai analisis pengaruh waktu pembusukan substrat roti basi terhadap produksi energi listrik pada microbial fuel cell. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki keberadaan roti basi yang mengandung bahan organik, hal ini memiliki potensi besar sebagai sumber energi listrik dengan menggunakan microbial fuel cell. Reaktor yang digunakan adalah MFC dual-chambers dengan setiap kompartemen memiliki dimensi 5 cm x 10 cm x 10 cm. Pada sistem MFC dual-chambers, elektron dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anoda dan mengalir menuju elektron katoda, sedangkan proton ditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Roti basi digunakan sebagai substrat pada anoda, akuades pada katoda, serta jembatan garam (NaCl 1 M) sebagai media trasnfer proton. Variasi lama waktu inkubasi substrat yaitu selama 1 hari, 3 hari dan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembusukan roti basi paling lama dapat menghasilkan produksi energi listrik yang tertinggi dengan tegangan 0,03669 volt, kuat arus 0,33 miliampere, daya 0,050 mW.m-2 dan energi 12,56989 kilojoule. Kata kunci : Microbial Fuel cell, roti basi, elektroda Abstract Alternative energy sources for fossil-based energy substitutes are needed because fossil energy reserves are decreasing every day. One alternative technology that can be developed is Microbial Fuel Cell (MFC) which utilizes microorganisms to break down the substrate to produce electrical energy. Stale bread is chosen as a source of material to produce electricity because it is economical and can be found easily and abundantly in Indonesia. This research was conducted to investigate the existence of stale bread containing organic matter, this has great potential as a source of electrical energy using microbial fuel cells. The reactor used is a dual-chambers MFC with each compartment having a dimension of 5 cm x 10 cm x 10 cm. In dual-chambers MFC systems, electrons are produced by bacteria from the substrate in the anode compartment and flow into the cathode electrons, while the protons are transferred to the cathode compartment via a salt bridge. Stale bread is used as a substrate at the anode, distilled water on the cathode, and a salt bridge (1 M NaCl) as a proton transfer medium. Variation in substrate incubation time is 1 day , 2 day and 3 day. The results showed that the longest spoilage of bread can produce the highest production of electrical energy with a voltage of 0.03669 volts, current strength of 0.33 milliamperes, power density of 0,050 mW.m-2 and energy of 12,56989 kilojoules. Keywords: Microbial Fuel cell, stale bread, electrode
Analisis Produksi Energi Listrik Pada Microbial Fuel Cell Menggunakan Substrat Tongkol Jagung Dengan Kontrol Suhu Rubensio Arigeni; M. Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu sumber energi terbarukan yang menggunakan mikroorganisme untuk menghasilkan arus listrik dengan proses reduksi oksidasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hasil dari MFC terhadap perubahan suhu yang bervariasi antara 28 – 30 ºC. Sistem dari MFC ini menggunakan reaktor bertipe dual-chambers dengan ukuran 5 x 5 x 10 cm yang menjadi kompartemen anoda dan katoda. Kompartemen anoda diisi oleh substrat lumpur dan tongkol jagung sebagai bahan makanan untuk mikroorganisme dan kompartemen anoda diisi oleh elektrolit akuades. Pada kompartemen anoda diberikan wadah yang lebih besar untuk menjadi wadah bagi sumber panas yang memberikan panas pada anoda. Elektroda yang digunakan pada penelitian ini adalah seng dan tembaga. Arus listrik dalam bentuk elektron ditransfer dari anoda menuju ke katoda dan proton dialirkan melalu jembatan garam yang terbuat dari pilinan sumbu kompor yang direndam pada larutan NaCl (1M). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa energi yang dapat dihasilkan dari skema MFC penelitian ini mampu mencapai 6046,54 mJ pada temperatur 30 ºC, dan daya sebesar 0,4199 mW pada temperatur 30 ºC. Sedangkan untuk pengukuran tegangan dan kuat arus tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dengan tegangan tertinggi sebesar 0,9059 V pada temperatur 30 ºC dan kuat arus tertinggi sebesar 0,4679 mA pada temperatur 30 ºC. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa produksi energi listrik tidak terlalu dipengaruhi perubahan suhu yang kurang signifikan dan suhu yang paling baik dihasilkan dengan temperatur 30 ºC. Kata kunci: Microbial Fuel Cell, lumpur, kontrol, suhu Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is one of the renewable energy sources that uses microorganisms to produce electric current with an oxidation reduction process. This study aims to analyze the results of MFC on changes in temperature that vary between 28-30 ° C. This system of MFC uses a dual-chambers type reactor with a size of 5 x 5 x 10 cm which becomes the anode and cathode compartment. The anode compartment is filled with mud substrate and corn maize as food ingredients for microorganisms and the anode compartment is filled with distilled water electrolytes. In the anode compartment a larger container is provided to become a container for the heat source which gives heat to the anode. The electrodes used in this study were zinc and copper. Electric current in the form of electrons is transferred from the anode to the cathode and the proton is flowed through a salt bridge made of stove wick which is immersed in NaCl (1M) solution. The results of this study indicate that the energy that can be generated from the MFC scheme of this study is able to reach 6046.54 mJ at a temperature of 30 ºC, and a power of 0.4199 mW at a temperature of 30 ºC. Whereas for voltage and current strength measurements there is no significant difference with the highest voltage of 0.9059 V at a temperature of 30 ºC and the highest current strength of 0.4679 mA at a temperature of 30 ºC. Based on the results of this study, it can be concluded that the production of electrical energy is not too influential on temperature changes that are less significant and the best temperature is produced with a temperature of 30ºC. Keywords: Microbial Fuel Cells, mud, control, temperature
Evaluasi Performansi Modul Termoelektrik Sebagai Generator Listrik Galih Yoganingwang; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTermoelektrik generator (TEG) merupakan sebuah perangkat solid state yang melakukan konversi energi langsung dari energi panas karena perbedaan suhu menjadi energi listrik berdasarkan Efek Seebeck. Pada penelitian ini akandirancang sistem pengukuran perfomansi dari modul termoelektrik generator dengan memanfaatkan nilai tegangan (V), arus (A), dan kapasitas perpindahan kalor (Q) pada plat tebal bersifat konduktor yaitu stainless steel, untukmendapatkan nilai performasi dari tiga modul termoelektrik yang akan diuji. Tiga modul termoeletrik yang diuji hadalah TEG tipe SP-1848 yang sama dengan fabrikasi yang berbeda. Pada proses pengujian alat terdapat duaparameter yang diuji yaitu berupa nilai efisiensi terhadap suhu sisi panas pada modul termoelektrik generator dannilai tegangan yang dihasilkan modul termoelektrik generator terhadap perbedaan suhu modul termoelektrikgenerator. Set point pada pengujian modul termoelektrik generator pada bagian sisi panas modul termoelektrik harus dilakukan pengontrol dengan menggunakan dimmer pada temperatur 50℃ hingga 110℃. Dari hasil pengujiandidapatkan TEG-C memiliki nilai performansi yang lebih baik dan tinggi jika dibandingkan dengan modul TEGyang lain yaitu sebesar 0,103% dan menghasilkan nilai tegangan sebesar 0,138 V.Kata kunci: Termoelektrik Generator, Efisiensi, perbedaan suhu. Abstract The thermoelectric generator is solid-state devices that do the conversion direct energy of heat energy due todifferent temperatures into electrical energy based on the Seebeck effect. In this research will be done this system ofmeasurement of a performance thermoelectric generator module by making use of the value of voltage (V) , a current (A) , the capacity of heat engine displacement (Q) in order to get a performance of three thermoelectricmodules which will be tested are. Three thermoelectric modules being tested is TEG type SP-1848 equal with hdifferent fabrication. In the process of testing, there are two parameters tested in the form of temperature theefficiency of the heat on thermoelectric module generator and the value of produced thermoelectric generatormodule against a difference in temperature thermoelectric generator module. Set point in testing thermoelectricgenerator module in part of the side of heat thermoelectric module to do controlled by using dimmer at the temperature 50℃ to 110℃. From the testing obtained TEG-C having better performance and high compared withanother TEG module amounted to 0.103 % and produce values amounted to 0.138 V.Keywords: Thermoelectric generator, efficiency, difference of temperature.
Studi Efisiensi Purwarupa Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Menggunakan Turbin Baling-baling Reza Naufal Rizqullah; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Air merupakan sumber energi yang berpotensi besar sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga air semakin strategis sebagai salah satu sumber energi terbarukan, mengingat potensisumber energi dari fosil dan batu bara akan semakin berkurang. Pembangkit listrik tenaga pikohidro(PLTPH) merupakan salah satu alternatif penghasil energi listrik skala kecil yang memanfaatkanaliran air sungai sebagai tenaga untuk menggerakan turbin, mengubah energi potensial air menjadikerja mekanis, memutar turbin dan generator untuk menghasilkan daya listrik skala kecil, yaitumaksimum sebesar 5 kW. Pada kegiatan tugas akhir ini dilakukan pembuatan dan pengujian turbinpropeller untuk pembangkit listrik tenaga pikohidro. Pengujian turbin propeller meliputi pengujianefisiensi turbin propeller berdasarkan daya keluaran yang dihasilkan generator serta pengujiankarakteristik statis. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah debit air, tekanan air, tegangandan arus listrik. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik statik yaitu rata-rata debit air masukan adalah 9,24×10−5, rata-rata tegangan keluaran adalah 6,77 V, rata-rata arus keluaran adalah 0,042A. Efisiensi yang dihasilkan dari turbin propeller yang diuji adalah 0,43%.Kata kunci : Pembangkit listrik tenaga pikohidro, karakteristik statis, efisiensi.Abstract Water is a potential energy source as a power plant. Hydroelectric power plant isincreasingly strategic as one of the renewable energy sources, considering the potential for energysources from fossils and coal will decrease. Picohydro power plant is an alternative producer ofsmall-scale electricity that utilizes river water flow as energy to drive turbines, converts potentialwater energy into mechanical work, rotates turbines and generators to produce small-scaleelectric power, which is a maximum of 5 kW. In this final project, the manufacture and testing ofpropeller turbine for picohydro power plant. Propeller turbine testing includes testing theefficiency of the propeller turbine based on the output power by the generator as well as testingthe static characteristics. The variables that tested in this project are water discharge, waterpressure, voltage and electric current. From the research results obtained static characteristics are the average input water flow rate is 9,24×10−5 𝑚3/s, the average output voltage is 6.77 V, theaverage output current is 0.042 A. The efficiency of propeller turbine is 0,43%.Keywords: Picohydro power plant, static characteristics, efficiency.
Pemodelan Sambaran Petir Dengan Menggunakan Adaptive Neuro-fuzzy Inference System (anfis) (studi Kasus : Kota Bandung) Ary Pranajaya; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi; Rasmid Rasmid
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan pembentukan dan pengujian suatu PEMODELAN (forecasting) jumlah sambaranpetir di Kota Bandung dengan menggunakan Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) berdasarkan data timeseries jumlah sambaran petir dari 1 jauari 2007 sampai 31 desember 2010. Penelitian dilakukan untuk membuatPEMODELAN dan mengetahui hasil peramalan tersebut. Pembuatan model dilakukan menggunakan software MATLABdengan metode ANFIS yang merupakan salah satu metode kecerdasan buatan. Dalam pemodelan tersebut, dilkakukandua hal yaitu pelatihan dan pengujian data. Pelatihan data bertujuan untuk mengtahui PEMODELAN sedangkan pengujiandata dilakukan untuk menguji PEMODELAN. Berdasarkan pelatihan yang dilkukan, diperoleh bahwa model mengikutibentuk pesamaan ∑ 𝑤𝑖̅̅̅ (𝑝𝑖𝑖𝑥1+ 𝑞𝑖) , dimana pada pengujian data didapatkan jumlah galat harian, MBE, dan RMSE yangkecil, yaitu masing-masing secara berurutan 3.63x10-6, -3.94x10-9, 2.84x10-8. Selain itu koefisien person korelasi yangdidapat adalah +1 artinya data ramal dan data aktual memiliki hubungan yang kuat serta arah yang positif yaitu peningkataatau penuruan pada data ramal mengikuti peningkatan atau penurunan data aktual. . Kata Kunci: Peramalan, Sambaran Petir, ANFISAbstract In this study, forming and testing of a forecasting model for the number of lightning strikes in the city of Bandungby using Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) based on time series data the number of lightning strikes from1 January 2007 to 31 December 2010. The research purpose to make forecasting models and knowing the results of theforecasting. Model making is done using MATLAB software with ANFIS method which is one of the methods of artificialintelligence. In the modeling, two things are done namely training and testing data. Data training purpose to knowforecasting models while data testing is done to test forecasting models.. Based on the training data, the model obtainedis the equation form ∑ 𝑤𝑖̅̅̅ (𝑝𝑖𝑖𝑥1+ 𝑞𝑖) , where in the test data the number of daily errors, MBE, and RMSE is small, whichare respectively respectively 3.63x10-6, -3.94x10-9, 2.84x10-8. In addition, the correlation coefficient obtained is +1,meaning predictive data and aktual data have a strong and positive direction, namely increasing or decreasing theforecast data following an increase or decrease in aktual data.Keywords: Forecasting, Lightning Strikes, ANFIS
Pengukuran Kapasitansi Dan Resistansi Untuk Pendeteksian Lubang Pada Kayu Amelia Dwisafitri; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kayu merupakan material yang bersifat isolator, namun dapat berubah menjadi bahan dielektrik atau konduktor dalamkeadaan kadar air yang sedikit atau kering tanur. Pada penelitian ini, kayu yang diuji terdapat empat jenis kayu dan dalamkeadaan diberi lubang yang selanjutnya akan diukur nilai kapasitansi dan resistansinya. Nilai kapasitansi dan resistansididapatkan dari hasil konversi nilai tegangan keluaran yang didapat dari pengukuran sensor kapasitif dan sensor resistif.Untuk menghasilkan nilai pengukuran tersebut digunakan alat ukur, yaitu LCR meter 700. Berdasarkan penelitian yangtelah dilakukan untuk pengukuran nilai kapasitansi dan resistansi, didapatkan bahwa variasi ukuran luas lubang pada objekkayu mempengaruhi nilai kapasitansi dan resistansi. Semakin besar ukuran luas lubang pada kayu maka nilai kapasitansiakan semakin kecil dan nilai resistansi akan semakin besar. Nilai kapasitansi terbesar ada pada jenis kayu keruing dengannilai 5,12 pF dan terendah pada kayu jati dengan nilai 4,78 pF. Nilai resistansi terbesar ada pada jenis kayu keruing dengannilai 20,380 MΩ dan terendah pada kayu jati dengan nilai 13,976 MΩ.Kata kunci : Kapasitor pelat sejajar, sensor kapasitif, sensor resistif, LCR meter 700. AbstractWood is an insulating material, but can be turned into a dielectric or conductor in conditions of low water content or dryfurnace. In this study, the wood tested contained four types of wood and in a given hole condition, the capacitance andresistance values would then be measured. Capacitance and resistance values are obtained from the conversion value ofthe output voltage obtained from the measurement of capacitive sensors and resistive sensors. To produce the measurementvalue used a measuring instrument, namely the LCR meter 700. Based on research that has been done to measure the valueof capacitance and resistance, it was found that variations in the size of the hole area on wood objects affect the value ofcapacitance and resistance. The greater the size of the hole in the wood, the smaller the capacitance value and the greaterthe resistance value. The largest capacitance value is in the type of keruing wood with a value of 5.12 pF and the lowest isin teak wood with a value of 4.78 pF. The highest resistance value is in the type of keruing wood with a value of 20,380 MΩand the lowest is in teak wood with a value of 13,976 MΩ.Keywords: Parallel plate capacitor, capacitive sensor, resistive sensor, LCR meter 700.
Karakterisasi Nilai Kalor Batubara Berdasarkan Pengukuran Kapasitansi Dan Resistansi Tri Tazkhia Ramadhani Praha; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBatubara merupakan bahan bakar alternative yang kualitasnya dapat dilihat dari kandungannya, salah satunya seperti nilai kalor. Penelitian ini, nilai kalor akan dikarakterisasi menggunakan nilai kapasitansi danresistansinya. Pengukuran nilai kapasitansi menggunakan sensor kapasitif berbentuk silinder sedangkan nilairesistansi menggunakan sensor penghubung email tembaga yang dihubungkan dengan LCR meter. Dari beberapa frekuensi, didapatkan frekuensi sebesar 1 Khz yang menunjukan nilai kapasitansi dan resistansi yangstabil. Dari nilai kapasitansi, secara matematis akan dipero leh juga nilai permitivitas. Sama halnya dengan nilairesistansi, secara matematis akan diperoleh nilai resistivitas. Nilai terdapat pada sampel A dengan kalor 3.441, terukur kapasitansi sebesar 18.26 pF dan didapatkan permitivitas sebesar 63.9 pF/m . Nilai terendah padasampel K dengan nilai kalor 5.626, terukur kapasitansi sebesar 14.48 pF dan didapakan permitivitas sebesar50.6 pF/m. Sedangkan nilai resistansi dan penentuan resistivitas tertinggi pada sampel A dengan kalor 3.441 sebesar 160.1 MΩ dan didapatkan 15.200 Ω.m. Nilai terendah pada sampel H dengan nilai kalor 5.349, terukurresistansi 7.72 MΩ dan didapatkan resistivitas sebesar 700 MΩ.m. Berdasarkan penelitian yang dilakukan,hasil pengukuran nilai kapasitansi dan penentuan permiivitas batubara tidak berpengaruh perhadap nilai kalor batubara sedangkan nilai resistansi dan penentuan resistivitas berpengaruh sangat kecil karna pengaruhkandungan lain yang ada pada batubara.Kata kunci : Batubara , Nilai kalor, , Kapasitansi, Resistansi, Resistivitas, Permitivitas AbstractCoal is an alternative fuel whose quality can be seen from its contents, one of which is like a caloric value. In this study, the calorific value will be characterized using the capacitance value and resistance. Measurementof capacitance value using a cylindrical capacitive sensor while the resistance value uses a copper emailconnecting the sensor that is connected to the LCR meter. From several frequencies, we get a frequency of 1 Khz which shows a stable capacitance and resistance value. From the capacitance value, mathematically thepermittivity value will also be obtained. Similar to the resistance value, the resistivity value will bemathematically obtained. Value is found in sample A with 3,441 calories, measured capacitance is 18.26 pF and the permittivity is 63.9 pF / m. The lowest value in the K sample with a calorie value of 5,626, measuredthe capacitance of 14.48 pF and obtained a permittivity of 50.6 pF / m. While the highest resistance anddetermination of resistivity in sample A with 3,441 calories is 160.1 M 160 and 15,200 Ω.m is obtained. The lowest value in the H sample with a calorific value of 5,349, measured the resistance of 7.72 MΩ and found aresistivity of 700 MΩ.m. Based on the research conducted, the results of the measurement of capacitancevalues and determination of coal permittivity have no effect on the calorific value of coal while the resistance value and determination of the effect of resistivity are very small because of the influence of other contentpresent in coal. Keywords: Coal, Calorific value, Capacitance, Resistance, Resistivity, Permittivity
Studi Pengaruh Frekuensi Modulasi Lebar Pulsa Pada Inverter Dengan Sumber Listrik Arus Searah Terbarukan ( Studi Kasus : Panel Surya ) Arief Budi Nugraha; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini penulis merancang sebuah VFD sederhana yang mana hasil dariperancangan ini akan digunakan untuk mengambil data yang akan dianalisis. Proses pengambilan dataini dilakukan dengan menggunakan sebuah panel surya sebagai sumber tegangan dan Arduino unosebagai masukan kontrol dengan memvariasikan nilai Perioda yang berfungsi untuk mengatur frekuensikeluaran dari alat. Pada inverter yang tidak menggunakan tambahan rangkaian integrator nilai variasifrekuensi tidak berpengaruh terhadap tegangan keluaran. Sedangkan pada inverter yang telahditambahkan rangkaian integrator nilai variasi frekuensi berpengaruh terhadap nilai tegangan keluaranyang didapat. Pengaruh nilai tegangan keluaran dikarenakan terdapat perbedaan respon waktu dari nilaivariasi frekuensi dan nilai frekuensi kerja dari integrator tersebut. Nilai Vrms pada tegangan keluarandari inverter dengan tanpa integrator dan dengan menggunakan tambahan integrator juga berbedadikarenakan nilai Vrms dari tegangan yang sinyal keluarannya merupakan sinyal segitiga adalahsetengah dari nilai tegangan keluaran pada sinyal kotak. Selanjutnya tambahan integrator jugaberpengaruh terhadap kualitas daya listrik yang dihasilkan dimana integrator juga berfungsi sebagaifilter aktif yang dapat meminimalisir harmonisa yang didapat. Pada rentang intensitas cahaya dari 570lux sampai 1270 lux kualitas daya listrik yang dihasilkan cukup baik dengan gelombang sinyal keluaranyang minim harmonisa.Kata Kunci : Inverter, Variable Frequency Drive, Toff Abstract In this study the authors developed a simple VFD where the results of this design will be usedto retrieve data to be analyzed. This data retrieval process is using solar panels as a voltage source andArduino as the control input by varying the Period value to obtain the output frequency of the instrument.In an inverter that does not use an additional integrator circuit the frequency variation value does notaffect the output voltage. While the inverter that has been added to an integrator the frequency variationvalues affect the value of the output voltage obtained. The effect of the output voltage value is becausethere is a difference in the response time of the value of the frequency variation and the value of theworking frequency of the integrator. The Vrms value at the output voltage of the inverter with nointegrator and using an additional integrator is also different because the Vrms value of the voltagewhose output signal is a triangle wave signal is half the value of the output voltage on the square wavesignal. Furthermore, the addition of the integrator also affects the power quality generated where theintegrator also functions as an active filter that can minimize the harmonic obtained. In the range oflight intensity from 570 lux to 1270 lux the power quality produced is quite good with a minimal outputsignal wave harmonics.Keywords : Inverter, Variable Frequency Drive, Toff
Studi Pengaruh Geometri Umbrella Terhadap Daya Keluaran Pada Generator 12s8p Untuk Turbin Angin Menggunakan Software Magnet Muhammad Wawan Kurniawan; Reza Fauzi Iskandar; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses konversi energi angin menjadi listrik diperlukanlah generator, yaitu alatuntuk mengkonversi energi angin menjadi listrik. Perkembangan teknologi generator dari ketahunke tahun mengalami peningkatan mulai dari bentuk, desain, ukuran, material yang digunakan,hingga teknologi dalam pembuatanya. Penelitian ini menyimulasikan variasi umbrella untukmengurangi fluks bocor pada bagian stator atau dengan kata lain meningkatkan kemampuan daristator untuk menangkap fluks magnet, dimana umbrella merupakan sebuah modifikasi geometri dariteeth stator. Objek Penelitian ini adalah pengujian secara simulasi variasi umbrella dengan variasikecepatan putar untuk melihat nilai arus dan tegangan sehingga didapatkan nilai daya keluaranya.Pengujian dilakukan dengan variasi kecepatan putar dari 100 hingga 2000 rpm. Berdasarkan hasiluji simulasi ini, Umbrella Tipe Triangle Memiliki daya paling besar daripada variasi umbrella yanglain dengan nilai 6.895 watt pada kecepatan 2000 rpm.Kata kunci : Magnet Infolytica, Turbin angin, Generator Sinkron Magnet Permanen.Abstract In the process of converting wind energy into electricity, a generator is needed to convert windenergy into electricity. The development of generator technology from year to year has increasedfrom the shape, design, size, material used, and manufacture technology. This study simulatesumbrella variations to reduce leakage flux on the stator or in other words increase the ability of thestator to capture magnetic flux, where the umbrella is a geometry modification of the stator teeth.The object of this study is the simulation simulation of umbrella variations with variations inrotational speed to see the current and voltage values so that the output power values are obtained.Tests are carried out with variations in rotational speed from 100 to 2000 rpm. Based on the resultsof this simulation test, the Umbrella Type Triangle has the greatest power than any other umbrellavariation with a value of 6,895 watts at a speed of 2000 rpm. Keywords: Magnet Infolityca, wind turbine, permanent magnet syncronus generator.
Evaluasi Metode Prediksi Rugi Kalor Pada Plat Yang Terisolasi Weli Wahyudi; Tri Ayodha Ajiwiguna; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan agar dapat memprediksi koefisien rugi kalor maksimum pada permukaan dengan melakukan variasi ketebalan dan suhu heater dan mengetahui besar temperatur permukaan setelah diisolasi.Dalam penelitian ini digunakan plat yang terisolasi secara horizontal dengan metode simulasi dan eksperimen.Untuk bahan plat digunakan stainles steal dan Untuk insulasi digunakan polyfoam. Eksperimen dilakukan dengan 2 variasi ketebalan yaitu 2cm dan 4cm. Pengambilan data diambil satu persatu dengan variasi suhu 35-100℃ hinggamencapai steady state. Data-data yang diambil diantaranya temperatur permukaan, perpindahan kalor dan nilai rugikalor.Berdasarkan hasil simulasi dan eksperimen didapatkan bahwa dengan semakin besar ketebalan maka rugi kalor yangdihasilkan semakin kecil. nilai rugi kalor(Q) data real lebih besar dibandingkan data simulasi, pada tebal 2 cm rugikalor maksimal sebesar 0,353 J dengan temperatur 39,7℃. Sedangkan data real rugi kalor sebesar 0,37 J dengantemperatur 41,6℃. Pada tebal 4cm data simulasi rugi kalor maksimal sebesar 0,21 J dengan temperatur 36,06℃ danuntuk data real rugi kalor maksimum 0,22 J dengan temperatur 36,7℃.Kata kunci : rugi kalor,ketebalan,simulasi,eksperimen. Abstract This research aims to predict the maximum heat loss coefficient on the surface by varying the thickness andtemperature of the heater and knowing large surface temperature after isolation.The study used a horizontally insulated plate with simulated and experimental methods. For the plate material usedstainles steal and for insulating used polyfoam. The experiment was done with 2 thickness variations of 2cm and4cm. Data retrieval is taken one by one with a variation of temperature 35-100 °c to reach steady state. The data istaken including surface temperature, heat transfer and the value of heat loss.Based on simulated results and experiments gained that with greater thickness the resulting heat loss is smaller. thevalue of heat loss (Q) of real data is greater than the simulation data, at 2 cm thick the maximum heat loss is 0.353 J with a temperature of 39.7 ℃. While the heat loss data is 0.37 J with a temperature of 41.6 ℃. At 4cm thick themaximum heat loss simulation data is 0.21 J with a temperature of 36.06 ℃ and for real data the maximum heat lossis 0.22 J with a temperature of 36.7 ℃.Keywords: heat loss, thickness, simulation, experiment.
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda