Claim Missing Document
Check
Articles

Found 63 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Rancang Bangun Sistem Otomasi Pemberian Larutan Nutrisi Dan Ph Pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (nft) Dengan Metode Fuzzy Logic Pada Tanaman Kailan Muhamad Haryanto; Ahmad Qurthobi; Rahmat Awaludin Salam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun lahan menjadi permasalahan utama dalam bercocok tanam. Salah satu solusi terhadap hal tersebut yaitu dengan menerapkan sistem hidroponik menggunakan metode Nutrient Film Technique (NFT). Metode ini memiliki kelebihan yaitu memanfaatkan air yang tersirkulasi sebagai media tanam agar memperoleh nutrisi, oksigen dan air sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat dengan hasil yang optimal. Pada penelitian ini, tanaman yang digunakan yaitu tanaman kailan dengan nilai kebutuhan nutrisi 500-600 ppm di minggu pertama HSS dan nilai kadar pH 5.5-6.5 yang dapat digunakan sebagai setting point sistem. Untuk mempertahankan kedua nilai tersebut maka diperlukan sistem kendali fuzzy logic dengan menggunakan Arduino Mega 2560 sebagai mikrokontroler, baling-baling sebagai pengaduk larutan, pompa air DC 12 volt dan pompa peristaltik DC 12 volt sebagai aktuator, sensor pH dan sensor total dissolved solid (TDS) sebagai input. Ketika nilai pH <5.5 dan TDS <500 ppm maka pompa pada buffer pH up (kalium hidroksida) dan pompa TDS up (Nutrisi AB mix) aktif namun ketika nilai pH >6.5 dan TDS >600 ppm maka pompa pada buffer pH down (asam fosfat) dan pompa TDS down (air baku) aktif hingga kedua nilai sesuai setting point dengan dibantu pengaduk yang aktif setiap 20 detik. Pada pengujian sensor pH dan sensor TDS memiliki nilai error yang kecil dengan Error rata-rata sensor pH adalah 0,078 dan akurasi mencapai 99,92%. Error rata-rata sensor TDS 5,88 ppm dengan akurasi mencapai 99,31%. Perbedaan pertumbuhan tanaman kailan menggunakan sistem kendali cenderung lebih cepat jika dilihat dari jumlah daun, lebar batang, lebar daun dan tinggi tanaman dibandingkan tanpa menggunakan sistem kendali. Kata Kunci: Aktuator, Hidroponik, Logika Fuzzy, Nutrisi, Sensor, pH
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Arus Listrik Pada Reaktor Mfc Dengan Substrat Limbah Pepaya Dede Wega Ningsih; Ahmad Qurthobi; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan mikroorganisme. Bakteri akan memproduksi elektron melalui substrat yang nantinya akan di transfer ke anoda dan akan mengalir ke katoda . Limbah merupakan sisa dari proses yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Banyak limbah yang digunakan di dunia industri salah satu nya yaitu limbah pepaya. Pada limbah pepaya terdapat beberapa bakteri yang bersifat patogen maupun nonpatogen.Agar suhu chamber tetap konstan, maka diperlukan reaktor pemanas. Reaktor adalah alat yang digunakan sebagai tempat terjadinya reaksi kimia maupun reaksi fisika. Sistem pemanas menggunakan sebuah elemen pemanas dan arus yang dialirkan melalui sumber daya dan akan di kontrol menggunakan saklar yang diaktifkan maupun dinonaktifkan melalui sumber arus. Kata kunci : Microbial Fuel Cell, limbah, reaktor, Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is a technology that can convert chemical energy into electrical energy with the help of microorganisms. The bacteria will produce electrons through the substrate which will then be transferred to the anode and will flow to the cathode. Waste is the residue from the process that can no longer be used. A lot of waste is used in the industrial world, one of them is papaya waste. In papaya waste, there are several bacteria that are pathogenic and non-pathogenic. In order for the chamber temperature to remain constant, a heating reactor is needed. A reactor is a device used as a place for chemical and physical reactions to occur. The heating system uses a heating element and the current flows through the power source and will be controlled using a switch that is activated or deactivated via the current source. Keywords : Microbial Fuel Cell, Waste, Reactor
Pengaruh Variasi Durasi Dan Interval Penyemprotan Pada Sistem Pertanian Aeroponik Untuk Budidaya Cabai Rawit (capsicum Frutescens L.) Ary Halimawan; Ahmad Qurthobi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu bumbu masakan yang cukup populer di Indonesia. Hal ini menyebabkan permintaan akan cabai rawit di pasaran cukup tinggi jika dibandingkan komoditas sayuran lainnya. Namun, sayangnya kebutuhan masyarakat akan cabai rawit tidak selalu dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini dikarenakan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran juga dipengaruhi oleh pasokan dari petani yang bertindak sebagai pemasok utama cabai rawit di pasaran. Oleh karena itu, diperlukan metode penanaman yang dapat membuat tanaman cabai rawit dapat tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari variasi durasi dan interval penyemprotan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit yang akan ditanam dengan menggunakan metode aeroponik. Penelitian dilakukan dengan membuat dua buah sistem aeroponik yang identik, salah satu sistem memiliki sprayer yang akan aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit, sedangkan sistem yang lain akan memiliki sprayer yang akan aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit. Hasilnya, tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit memiliki rata -rata pertumbuhan batang 3,06 kali lebih cepat dan rata-rata pertumbuhan akar yang 1,47 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Hal ini dikarenakan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan mati selama 15 menit memiliki bagian akar yang sudah mulai kering sehingga dapat menyerap lebih banyak oksigen jika dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Kata kunci: Cabai rawit, Kelembapan, Lebih cepat, Aeroponik Abstract Thai Chilli (Capsicum frutescens L.) is one of the most popular spices in Indonesia. This causes the demand for thai chilli on the market to be higher when compared to other vegetable commodities. However, people’s need for thai chilli cannot always be met properly. This is because the amount of thai chilli in the market always fluctuates from time to time. The fluctuating amount of thai chilli supplies on the market is also influenced by supplies from farmers who act as the main suppliers of thai chilli on the market. Therefore, other planting methods that can make thai chilli plants grow faster are needed. The purpose of this research was to understand the effect of variation in spraying duration and interval on aeroponic system for thai chilli plants growth. The research was doing by making two identical aeroponic systems, one of system will have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes, while the other system will have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes. The result, plants on the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minute have an average stem growth of 3.06 times faster and an average root growth of 1.47 times faster when compared to the plants that planted on the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes. This is because the plants that are planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes have dry root’s part so they can absorb more oxygen when compared to plants that planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and then turn off for 3 minutes. Keywords: Thai Chili, Humidity, Faster, Aeroponic
Pengaruh Suhu Sintesis Aditif Terhadap Nilai Kalor Briket Sampah Organik Ayu Lestari; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaat energi fosil di Indonesia semakin meningkat. Sumber energi fosil jika digunakan terus menerus akan habis, maka dari itu kita harus mencari energi alternatif. Salah satunya adalah sampah organik yang dapat dijadikan briket sebagai bahan bakar. Bahan dasar pembuatan briket berasal dari sampah organik yang mudah ditemukan masyarakat dan harganya lebih murah. Penelitian ini membuat briket dengan sampah organik dengan tambahan bahan aditif tempurung kelapa dan sekam padi, adanya proses aktivasi arang dengan menambahkan bahan kimia NaOH untuk dijadikan arang aktif. Metode penelitian yang dilakukan dengan pencampuran sampah organik dan bahan aditif menggunakan tekanan hidrolik pada sampel briket dengan uji variasi rasio perbandingan massa sebanyak 5 yaitu 1,5:1,5, 1,75:1,25, 2:1, 2,25:0,75, 2,5:0,5. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kalor. Pengujian ini dilakukan menggunakan satu alat yaitu Bomb Calorimeter. Dari hasil pengujian tersebut nilai kalor yang tertinggi pada bahan aditif sekam padi dengan variasi rasio 2:1 dengan nilai kalor 4328 kal/gr, sedangkan nilai kalor tertinggi pada bahan aditif arang tempurung kelapa 1.5:1.5 5047 kal/gr. Dari hasil pengujian tempurung kelapa pengaruh terhadap komposisi semakin banyak tempurung kelapa maka nilai kalornya semakin tinggi, suhu tidak berpengaruh dalam pengujian nilai kalor, dan jumlah massa limbah organik sangat berpengaruh untuk menaikkan nilai kalor. Dari hasil pengujian sekam padi pengaruh terhadap suhu nilai kalor yang paling tinggi di suhu 600°C dengan perbandingan rasio SO 2,5 gr + SK 0,5 gr dengan nilai kalor yaitu 3945 kal/gr. Jika suhu dinaikkan lebih dari 600°C maka nilai kalornya akan kecil, dan jika suhu diturunkan maka nilai kalor lebih tinggi dari pada suhu di naikkan. Suhu tidak berpengaruh pada saat pengujian nilai kalor. Kata kunci : briket, tempurung kelapa, sekam padi, sampah organik, arang aktif. Abstract The fossil energy utilization in Indonesia is increasing. Sources of fossil energy if used continuously will be exhausted, therefore we must seek alternative energy. One of them is organic waste that can be used as a briquette fuel. The base material for making briquette comes from organic waste that is easy to find and cheaper price. This research makes briquettes with organic waste with an additive of coconut shell additives and rice husk, the process of charcoal activation by adding the chemical NaOH to be used as activated charcoal. Methods of research conducted with the mixing of organic waste and additives using hydraulic pressure on the sample briquette with test variations ratio of mass comparison as much as 5 is 1.5:1.5, 1.75:1.25, 2:1, 2.25:0.75, 2.5:0.5. This test is done to find out the heat value. This test is done using a single tool, which is a Calorimeter Bomb. From the results of the test the highest heat value of the rice husk additive with a variation of the ratio of 2:1 with a heat value 4328 cal/GR, while the highest Calor value on coconut shell Charcoal Additives 1.5:1.5 5047 cal/Gr. From the results of coconut shell testing influence on the composition of more and more coconut shell then the value of the heat is higher, the temperature has no effect in testing the value of the heat, and the amount of organic waste mass is very influential to increase the value of the heat. From the test result rice husk influence against the temperature of the high heat value at 600 °c by comparison ratio SO 2.5 gr + SK 0.5 gr with the value of heat is 3945 cal/Gr. If the temperature is raised to more than 600 °c then the value of the heat will be small, and if the temperature is lowered then the heat value is higher than the temperature in the raise. Temperature has no effect when testing the heat value. Keywords: briquette, coconut shell, rice husk, organic waste, activated charcoal.
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Daya Yang Dihasilkan Microbial Fuel Cell (mfc) Dengan Substrat Campuran Lumpur Sawah Dan Air Tebu Vebby Tjahyono; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). MFC memanfaatkan metabolisme bakteri pada substrat untuk menghasilkan listrik. Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah campuran antara lumpur sawah dan air tebu. Sistem MFC yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan reaktor bertipe dual chamber dengan ukuran yang sama setiap chambenya, yaitu 5 cm x 5 cm x 10 cm. Elektroda yang digunakan pada sistem ini terbuat dari bahan Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Variasi temperatur pada penelitian ini adalah 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, dan 36 oC. Setiap varian temperatur dijaga agar tetap konstan dengan menggunakan kontrol temperatur yang terdiri dari mikrokontroler, sensor temperatur, relay, dan pemanas listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa MFC Dual Chamber dengan substrat campuran lumpur sawah dan air tebu dengan variasi temperatur menghasilkan daya keluaran yang berbeda pada setiap varian temperaturnya. MFC dengan varian temperatur 30 oC menghasilkan daya keluaran yang paling tinggi dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,408 mW, serta menghasilkan daya keluaran rata-rata 15% lebih tinggi dibandingkan dengan MFC pada temperatur ruangan. Sedangkan, MFC dengan varian temperatur 36 oC menghasilkan daya keluaran yang paling rendah dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,077 mW. Kata kunci : MFC, kontrol temperatur, lumpur, air tebu. Abstract One renewable energy source that is currently developing is Microbial Fuel Cell (MFC) technology. MFC utilizes bacterial metabolism in the substrate to produce electricity. In this study, the substrate used was a mixture of paddy mud and sugarcane juice. The MFC system used for this study uses a dual chamber type reactor of the same size for each chamber, which is 5 cm x 5 cm x 10 cm. The electrodes used in this system are made of zinc (Zn) and copper (Cu). In this study, temperature variations were 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, 36 oC. This study shows that the MFC Dual Chamber with mixed substrates of mud of rice field and cane water with temperature variations generates a different output power at each temperature variant. MFC with temperature variant of 30 oC generates the highest output power compared to other temperature variants, equal to 0.408 mW, also generates an average output power 15% higher compared to MFC at room temperature. Meanwhile, MFC with temperature variant of 36 oC generates the lowest output power compared to other temperature variants, equal to 0.077 mW. Keywords: MFC, temperature control, mud, sugarcane
Perancangan Simulator Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Untuk Menghasilkan Energi Listrik Skala Kecil Muhammad Ihsan; Suprayogi Suprayogi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Energi gelombang laut hadir sebagai sumber daya energi terbarukan yang memiliki ketersediaan lebih tinggi, variasi data per jam yang rendah, serta potensi daya yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber daya energi terbarukan lainnya. Pada pengerjaan tugas akhir ini, dirancang dan direalisasikan simulator pembangkit listrik tenaga gelombang laut menggunakan sistem slider-crank sebagai penggerak magnet bagi linear permanent magnet generator. Kemudian melakukan pengukuran tegangan yang dihasilkan oleh Linear Permanent Magnet Generator(LPMG). Gelombang laut disimulasikan dengan data perubahan ketinggian permukaan laut per 0,5 detik yang menjadi masukan kepada Motor langkah. Motor langkah akan menggerakkan slider-crank yang mengubah gerak rotasi menjadi gerak linear untuk magnet bergerak didalam selongsong generator. Generator terdiri atas dua lilitan terpisah dengan jumlah lilitan yang sama. Jumlah lilitan yang digunakan yaitu 5000 dan 7500 lilitan. Gaya gerak listrik (GGL) yang timbul kemudian diukur menggunakan multimeter. Berdasarkan analisis, simulator gelombang laut bisa dijalankan dengan memanfaatkan data perubahan sudut gear yang diterjemahkan ke dalam Bahasa pemrograman Arduino dengan mendefinisikan nilai step dan arah rotasi. Persentase tingkat kemiripan dari data asli dengan data untuk simulasi gelombang laut mencapai 88,3%. LPMG menghasilkan tegangan AC pada rentang 4,1 mV hingga 68,2 mV, dimana titik tertinggi didapatkan pada percobaan lilitan 5000 saat koil terdekat dari stepper motor aktif. Kata Kunci : Motor langkah, Simulator gelombang laut, slider-crank, linear generator. Abstract Electrical energy is one of the basic needs for everyday life. Sea wave energy is one of renewable energy sources that have a higher availability, least data variation per hour, and higher power potential compared to other renewable energy resources. In this final project, a sea wave power plant simulator is designed and built using a slider-crank system to move the magnet for a linear permanent magnet generator to generate electric voltage that measured. Sea waves will be simulated with data changes in surface height every 0.5 second which is the masukan for stepper motor. The movement of the stepper motor will move the slider-crank which converts the rotation motion into linear motion for the magnet that moves in the generator core. The generator consists of two separate windings with the same number of turns. The number of turns used is 5000 and 7500 turns. The EMF then measured by using multimeter. Based on data-acquiring, a sea wave simulator can be run using gear angle shifting data which is translated into the Arduino programming language then defined to steps and rotation direction. The percentage of similarity between the original data with the data for the simulation of sea waves reaches 88.3%. The Linear Permanent Magnet Generator produces an AC voltage in the range of 4.1 mV to 68.2 mV, where the highest point is obtained in the 5000 coil experiment when the nearest coil to the stepper motor is active. Keywords: Motor langkah, Sea wave simulator, slider-crank, linear generator.
Perancangan Pemantau Ph Berbasis Iot Dan Kontrol Ph Menggunakan Logika Fuzzy Pada Sistem Akuaponik Wisnu Jinawi; Ahmad Qurthobi; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pertanian pada masyarakat perkotaan memiliki peran yang penting dalam membantu ketahanan pangan. Lahan pertanian semakin sempit karena faktor semakin bertambahnya pembukaan lahan untuk pertanian. Akuaponik merupakan sistem tanam sekaligus budidaya yang merupakan gabungan dari akuakultur dan hidroponik. Pada sistem akuaponik perlu pengendalian pH air untuk tanaman agar pertumbuhan tanaman dapat optimal. Oleh karena itu perlu dibuat sistem pengendalian otomatis yang mampu mengatur kondisi pH air pada sistem akuaponik. Sistem pengendalian otomatis perlu dibuat dengan efektif dan efisien. Dalam sistem pengendalian otomatis diperlukan adanya pemantau secara real time agar data dapat diamati secara langsung. Sistem kontrol yang digunakan menggunakan metode Fuzzy Logic. Mikrokontroller yang digunakan adalah Arduino Mega Wifi R3. Data yang diolah akan ditransmisikan ke platform IoT. Tanaman yang diuji dalam sistem adalah Tanaman Kangkung sementara kolam ikan pada sistem akuaponik diisi dengan Ikan Lele. Dalam pengujian kontrol pH pada sistem akuaponik dilakukan selama sepuluh hari dengan empat kali pengambilan data. Hasil pengujian rata-rata diameter batang adalah 2,23 mm untuk sistem terkontrol dan 2,13 mm untuk sistem tanpa kontrol, tinggi tanaman adalah 147,3 mm untuk sistem terkontrol dan 127,6 mm untuk sistem tanpa kontrol dan panjang daun adalah 39,65 mm untuk sistem terkontrol ada 34,58 mm untuk sistem tanpa kontrol sistem, dengan kontrol menunjukkan diameter yang lebih tebal, tinggi tanaman yang lebih tinggi dan daun yang lebih panjang daripada sistem tanpa kontrol. Sementara hasil pengujian rata-rata jumlah daun adalah 6,4 helai untuk sistem tanpa kontrol menunjukkan rata-rata lebih banyak daripada sistem dengan kontrol dengan jumlah rata-rata adalah 6 helai. Kata Kunci – Fuzzy Logic, Platform IoT, Akuaponik, pH
Perancangan Sumber Tegangan Tinggi Arus Searah Dengan Menggunakan Konverter Flyback Muhammad Yugi Imanudin; Asep Suhendi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini telah dibuat sumber tegangan tinggi arus searah dengan menggunakan metode Konverter Flyback. Konverter Flyback merupakan salah satu metode dari DC DC konverter dimana tegangan DC akan diubah ke tegangan DC lainnya dengan nilai tegangan yang berbeda. Konverter Flyback memiliki transformator frekuensi tinggi yang berfungsi sebagai induktornya. Transformator yang digunakan adalah transformator Flyback tipe BSC25-T1010A. Input transformator diberikan sinyal kotak positif dengan tegangan puncak 5 V. Hasil keluaran dari transformator menunjukkan tegangan tinggi DC yang besarnya dapat berubah sesuai dengan perubahan nilai frekuensi, arus masukkan dan duty cycle. Keluaran dari transformator diukur menggunakan multimeter dibantu dengan rangkaian pembagi tegangan agar nilainya masuk dalam range pengukuran alat ukur. Nilai parameter arus yang digunakan antara lain 0,5 A, 0,75 A, dan 1 A, sementara nilai frekuensi yang digunakan adalah 1 kHz, 1,5 kHz, 2 kHz dengan duty cycle berada pada rentang 20 % - 95%. Dari hasil penelitian diperoleh nilai optimal frekuensi dan arus masukkan adalah sebesar 1,5 kHz dan 0,5 A dengan range keluaran 0 5,19 KV. Keluaran tegangan tinggi kemudian dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroler dengan akurasi tegangan sebesar 19 %. Kata Kunci : Konverter Flyback, PWM, duty cycle, frekuensi, tegangan tinggi. Abstract In this research a direct current high voltage source has been created using the Flyback Converter method. Flyback converter is a method of DC-DC converter where the DC voltage will be converted to another DC voltage with a different voltage value. Flyback converters have high frequency transformers that function as inductors. The transformer used is the Flyback transformer type BSC25-T1010A. The transformer input is given a positive box signal with a peak voltage of 5 V. The output of the transformer shows a high DC voltage whose magnitude can change according to changes in frequency, input current and duty cycle. The output of the transformer is measured using a multimeter assisted with a voltage divider circuit so that its value falls within the measurement range of the measuring instrument. Current parameter values used include 0.5 A, 0.75 A, and 1 A, while the frequency values used are 1 kHz, 1.5 kHz, 2 kHz with duty cycle in the range of 20% - 95%. From the research results, the optimal value of frequency and current input is 1.5 kHz and 0.5 A with an output range of 0 - 5.19 KV. The high voltage output is then controlled using a microcontroller with a voltage accuracy of 19%. Keywords: Flyback converter, PWM, duty cycle, frequency, high voltage.
Simulasi State Of Charge Baterai Dari Hasil Purwarupa Pengereman Regeneratif Menggunakan Metode Coulomb Counting Altha Muhammad Zaqi; Ahmad Qurthobi; Kharisma Bani Adam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari pengereman regeneratif membutuhkan tempat penyimpanan berupa baterai agar dapat digunakan kembali pada waktu tertentu. Baterai merupakan salah satu media penyimpan energi listrik yang umum digunakan dan memiliki berbagai ketentuan sesuai kebutuhan. Untuk menghindari terjadinya overcharge dan overdischarge pada baterai, dibutuhkan sistem monitoring baterai agar dapat melakukan pengisian dan pengosongan dengan aman. Pada penelitian ini dirancang alat ukur monitoring baterai yang dapat mengukur nilai estimasi State of Charge (SOC) baterai. Pengujian ini akan menggunakan metode Open Circuit Voltage (OCV) untuk memperoleh estimasi SOC awal baterai, kemudian menggunakan metode Coulomb Counting (CC) untuk estimasi SOC pada saat pengisian baterai. Dari hasil penelitian ini, ketika nilai kecepatan mesin untuk tegangan masukan semakin besar, maka waktu pengisian, muatan yang masuk ke baterai, dan perubahan estimasi SOC(t) semakin besar. Saat nilai kecepatan mesin 382 RPM, tidak terjadi pengisian pada baterai karena tidak ada arus yang mengalir ke baterai. Sedangkan hasil terbesar diperoleh saat nilai kecepatan mesin 1538 RPM dengan waktu pengisian 0,007584611 jam atau 2,73045996 detik dengan muatan yang masuk sebesar 0,3807 Coulomb dan menghasilkan pertambahan nilai estimasi SOC(t) sebesar 0,2115% pada baterai. Kata Kunci : Pengereman Regeneratif, Baterai Lithium Polymer, State of Charge, Open Circuit Voltage. Coulomb Counting
Studi Briket Biokomposit Plastik Lignoselulosa Sebagai Bahan Bakar Padatan Ibrahim, Faqih; R.I.U, Amaliyah; Qurthobi, Ahmad
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Penanganan untuk dan pemanfaatan limbah plastik masih belum optimal. Volume Sampah plastik terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Sampah Plastik merupakan sumber pencemaran lingkungan yang sulit terdegradasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengolahan limbah plastik dan lignoselulosa menjadi produk lain yaitu briket biokomposit sebagai bahan bakar yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif. Sampah plastik yang digunakan adalah kemasan makanan ringan. Bahan tersebut akan dicampur dengan masing-masing jenis lignoselulosa yang berupa sabut kelapa, tongkol jagung dan Jerami dengan penambahan aditif yaitu tepung tapioka. Briket diayak menggunakan sieve dengan ukuran bukaan 250-500 mm dan dicetak menggunakan alat tekan hidrolik dengan tekanan 200 kg/cm2 selama 10 menit dan dilakukan pengeringan menggunakan oven dengan temperatur 90°C selama 30 menit untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, dilakukan pengujian briket dengan melihat nilai kalor, massa abu, waktu trigger dan lama nyala api yang akan dihasilkan dengan menggunakan bomb calorimeter, stopwatch, dan kompor gasifikasi.Kata kunci-sampah plastik, nilai kalor, briket biokomposit, lignoselulosa, kalorimeter bom, saringan, kompor gasifikasi.
Co-Authors Abdul Haffif Aditya Pratama Rusdiyono Aldy Hidayat Altha Muhammad Zaqi Amaliyah Rohsari Indah Utami Amelia Dwisafitri Anang Try Wiyana Anas Rafii Ramadhan Andre Swardana Andrew Pradana Putra Anggita Bayu Krisna Pambudi Anita Sukma Annisa Nabilah Kalzoum Aprilia Susanti Arief Budi Nugraha Arika Primayosa Ary Halimawan Ary Pranajaya Asep Suhendi Aulia Laila Fithri Ayu B. Artini Ayu B. Artini, Ayu B. Ayu Lestari Dede Wega Ningsih Dudi Darmawan Edric Sunfresly Zalukhu Edy Wibowo Elsa Krisdiana Endang Rosdiana Erni Dwi Sumaryatie Fahad Hermawan Widodo Galih Yoganingwang Hicary Hicary Ibrahim, Faqih Ihsan Maulidin Indra Maulana Ismudiati Puri Handayani Jecson Steven Daniel Zebua Kharisma Bani Adam Linahtadiya Andiani Lisa Anjani Arta Mamat Rokhmat Mas Sarwoko Suraatmadja Maulana Afchor Aulia Mega Anita Sari Muchtar, Rashmei Auliya Muhamad Haryanto Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ihsan Muhammad Manarul Huda Muhammad Wawan Kurniawan Muhammad Yugi Imanudin Mukhammad Kirom Musrinah Musrinah Nushaibah Athifah Paras Novinda Lidyaza R.I.U, Amaliyah Rahmat Awaludin Salam Rais Nurdimansyah Randhy Novianto Prabowo Rasmid Rasmid Raysa Nurpujawati Gunawan Reza F. Iskandar, Reza F. Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Rosalia Mustika Hermawati Rubensio Arigeni Sarah Maulidasari Sella Pratiwi Zs Siahaan, Ena Evralentina Sontha Herdiawan Alvaro Suprayogi Suprayogi Suwandi Suwandi Tagrid Ruwaida Tania Verasta Theresia Deviyana Gunawan Tri Ayodha Ajiwiguna Tri Tazkhia Ramadhani Praha Vebby Tjahyono Weli Wahyudi Wenny Harifadillah. A Wijdani, Hafidz Esya Wildan Fauzan Wisnu Jinawi Yasir Rizki Yohana Tisca Tiurma Limbong Yudika Pratamanda