Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS Adinugraha Amarullah; Farida Anwari; Aprilia Citra Dewi; Eka Yuni Danam Sari
Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika
Publisher : STIKES Rumah Sakit Anwar Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36932/jpcam.v4i2.133

Abstract

Penggunaan produk obat yang wajar termasuk ketika pasien menerima produk obat sesuai dengan indikasi penggunaan. Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat dapat menyebabkan masalah kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil indikasi yang layak untuk penggunaan antibiotik oral di Puskesmas Driyorejo-Gresik dan Krian Sidoarjo. Metode penelitian adalah observasi deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan antibiotik pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai Desember 2018 menggunakan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dievaluasi dalam bentuk tabel dan grafik di Microsoft Office Excel. Hasil penelitian didapatkan data jenis antibiotika yang digunakan yaitu berjumlah 12 jenis antibiotika (amoxicillin, ciprofloxacin, cefadroxil, cefixime, clindamisin, metronidazol, eritromisin, thiamphenicol, chloramphenicol, azitromisin, doxyxiclin, cotrimoxsazol). Data kerasionalan indikasi penggunaan antibiotika oral didapatkan antibiotika rasional berjumlah 333 pasien (97%) dan antibiotika tidak rasional berjumlah 10 pasien (3%) pada penggunaan antibiotika cefadroxil untuk demam tifoid, antibiotika thiamphenicol, cefadroxil, amoxicillin untuk sakit kepala (cefalgia), antibiotika cefixime untuk nyeri otot (myalgia), dan antibiotika eritromisin untuk infeksi saluran kencing (gonore). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan antibiotika rasional pada Puskesmas berjumlah 333 pasien (97%) dan antibiotika tidak rasional berjumlah 10 pasien (3%) penggunaan sesuai dengan terapi empiris.
PROFIL PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENGGUNAAN ALLOPURINOL DI APOTEK ARDA FARMA SUKODONO Adinugraha Amarullah; Muhamad Aulia Putra Tawakal; Farida Anwari; Pandian Yoga Fitriajeng
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.1 APRIL TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gout or commonly known as gout arthritis is a disease caused by a buildup of uric acid crystals in the body. Normal uric acid levels are below 7 mg/dl in men and below 6 mg/dl in women. Allopurinol is a gout drug that is classified as a Pharmacy Compulsory Drug (OWA). Aspects of drug therapy must be conveyed to consumers because it relates to the treatment being carried out and includes treatment goals, drug use, drug contraindications, side effects, drug interactions, method of treatment, drug storage and drug shelf life. Communicating aspects of pharmacotherapy that need attention so that consumers truly understand the information provided by pharmacists. This study aims to determine the patient's knowledge about the use of Allopurinol. The research method used is descriptive quantitative. Samples were taken based on inclusion and exclusion criteria. The number of samples used was 60 respondents. Sampling was done by purposive sampling. Based on the results of the study, patients with a sufficient level of knowledge were 47%, followed by a good category of 33% and people with a low level of knowledge of 20%. It can be concluded that the level of patient knowledge about allopurinol at Arda Farma Sukodono Pharmacy is mostly the level of knowledge is sufficient. It is hoped that it can provide education and information to the public regarding matters related to allopurinol drugs such as indications, rules for use and others. So as to prevent the use of drugs that are not rational.
Pencegahan Trichomoniasis melalui Edukasi Kesehatan Organ Kewanitaan dan Pemeriksaan Urin di SMK BIM PPMU Mojosari Acivrida Mega Charisma; Yohanes Ardian Kapri Negara; Farida Anwari
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2417

Abstract

Gaya hidup perilaku remaja yang kurang  baik dapat berpengaruh terhadap kesehatan terutama kebersihan daerah kewanitaan karena dapat terinfeksi salah satunya Trichomonas vaginalis. Trikomoniasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa Thricomonas vaginalis dan merupakan infeksi menular seksual non-virus paling umum ditemukan diseluruh dunia. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Agustus dan sebanyak dua kali. Sampel dari kegiatan ini yaitu siswi SMK BIM PPMU Mojosari sebanyak 15 orang. Adapun metode dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan pemeriksaan urine. Hasil kegiatan ini yaitu sebanyak 46,67% responden diikuti oleh berumur 15 tahun; 80% responden memiliki perilaku menjaga kebersihan organ kewanitaan dengan baik; 53,3% responden mengerti cara membasuh organ kewanitaan; 66,67% responden memiliki perilaku menjaga kesehatan organ kewanitaan dengan baik sehingga hasil pemeriksaan urine tidak ditemukan adanya Trichomonas vaginalis sebanyak 100%. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu sebagian besar siswi SMK BIM PPMU memiliki pola hidup dalam menjaga kebesihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan baik sehingga dalam tidak ditemukan adanya infeksi parasit tersebut.
Evaluasi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika: Menilai Kualitas Layanan Kefarmasian Adinugraha Amarullah; Agustin Imroatus Solikhah; Farida Anwari; Hamidah Hamidah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 17 No 1 (2026): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v17i1.1567

Abstract

Dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat di bidang jasa rumah sakit serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan berkualitas, setiap rumah sakit dituntut untuk terus meningkatkan standar pelayanannya. Di Instalasi Farmasi Rawat IGD, beberapa permasalahan yang muncul antara lain terjadi kesalahan pemberian obat (medication error), lamanya waktu tunggu dalam pelayanan obat, serta keluhan pasien terkait kurang optimalnya informasi obat yang disampaikan oleh petugas farmasi. Waktu tunggu yang lama berdampak pada persepsi kualitas layanan rumah sakit secara keseluruhan dan dapat menurunkan jumlah kunjungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi sebanyak 300 pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling menghasilkan 60 responden. Instrumen yang digunakan telah melalui pengujian validitas, dan data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas pasien (48 orang atau 71,6%) sangat puas dengan pelayanan yang diberikan pada periode Mei 2024, terutama karena kecepatan pelayanan yang dirasakan sesuai dengan harapan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Depo IGD RSU Anwar Medika tergolong tinggi. Rekomendasi penelitian ini adalah agar petugas di Depo IGD dapat terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pasien mengenai dosis, aturan pakai, indikasi, kontraindikasi, interaksi obat, dan efek samping.
Gasik: Gerakan Edukasi Siswa Anti Narkoba Dalam Upaya Menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi Acivrida Mega Charisma; Amellya Octifani; Kadeq Novita Prajawanti; Farida Anwari; Yohanes Ardi Kapri Negara
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.458

Abstract

Narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang atau yang biasa disebut dengan narkoba di bidang kesehatan memberikan manfaat yang cukup besar bagi penyembuhan dan keselamatan manusia. Tujuan dilakukannya kegiatan gerakan edukasi siswa anti narkoba dalam upaya menciptakan pengetahuan generasi muda berbasis teknologi di SMAN 1 Kedamean agar peserta didik sebagai target kegiatan sosialisasi dapat memahami dampak yang ditimbulkan.  Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan penyuluhan disekolah sasaran. Kegiatan penyuluhan untuk menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi di adakan di SMAN 1 Kedamean Kabupaten Gresik  pada Hari Rabu, 14 Agustus 2024 dengan peserta yaitu seluruh siswa SMAN 1 Kedamean dengan total peserta setidaknya 58 anak dari kelas XII. Jalanya kegiatan sosialisasi dilakukan melalui tiga tahap, yang pertama adalah pemutaran video mengenai video profil, pembagian kuisioner, sesi kedua sosialisasi materi, upaya pencegahan HIV, dan sesi yang terakhir sosialisasi gerakan edukasi siswa anti narkoba. Kemudian dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan siswa tentang pendidikan moral, narkoba, dan dampak penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang kesehatan, sosial, dan hukum. Peningkatan pemahaman siswa-siswi akan bermuara pada terciptanya sikap dan perilaku bebas narkoba. Diharapkan kedepannya remaja terutama siswa-siswi SMA yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia menjadi generasi milenial yang bebas narkoba. Hasil dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran bagi para peserta kegiatan mengenai bahaya penggunaan narkoba. Informasi yang disampaiakan melalui kegiatan ini menjadi wawasan yang membuat peserta semakin sadar dan waspada bahwa penggunaan narkoba dengan berbagai bentuknya sangat berbahaya dan merugikan.