Lailatus Sa'diyah
Universitas Bengkulu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kesiapan Perpustakaan Desa Kerano Kuncoro Dalam Penerapan Sistem Otomasi Berbasis Senayan Library Management System (SLimMS) Lailatus Sa'diyah; Purwaka Purwaka
AL Maktabah Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v6i2.2894

Abstract

Teknologi saat ini berkembang dengan pesat dan mempengaruhi aspek kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Perpustakaan desa sebagai salah satu sumber serta pengelola informasi bagi masyarakat dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Tujuan dari penerapan otomasi di perpustakaan adalah untuk mencapai kegiatan pengelolaan yang efektif dan efisien. Otomasi diharapkan dapat membantu pustakawan dalam menyelesaikan kegiatan administrasi menjadi lebih mudah dalam pengelolaan sehingga dapat memberikan layanan yang cepat dan tepat bagi pemakai perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala perpustakaan dan petugas perpustakaan desa Kerano Kuncoro. Teknik pengumpulan data menggunakan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang didapatkan adalah dari 6 aspek untuk penerapan sistem otomasi berbasis SLiMS, hanya 2 aspek yang masih kurang siap yaitu dalam aspek sumber daya manusia dan aspek prosedur. Sedangkan 4 aspek lainnya siap yaitu aspek perangkat keras, aspek perangkat lunak, jaringan, data dan database.
PERPUSTAKAAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI Lailatus Sa'diyah; M. Furqon Adli
AL Maktabah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v4i2.4042

Abstract

Tulisan ini mendiskripsikan perpustakaan di era teknologi informasi. Hasil Penulisan ini Dari uraian pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa peran dari teknologi informasi adalah sebagai tools atau perangkat alat yang digunakan untuk mengotomatiskan kinerja dari layanan perpustakaan. Dengan penerapan TI baik pustakawan maupun pengguna diharapkan semakin cepat dalam bekerja dan mengakses berbagai layanan perpustakaan. Dengan adanya penerapan teknologi informasi di perpustakaan tentunya komponen pengelolaan perpustakaan pun perlu menyesuaikan diri dengan manajemen yang berbasis teknologi dan informasi mutakhir sehingga mampu menjadi pusat informasi pertama dan utama.
Efektivitas Kegiatan User Education Bagi Mahasiswa Baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tahun Ajaran Akademik 2023 Ilna Dwi Syahza; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa'diyah
AL Maktabah Vol 9, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i1.2672

Abstract

User education atau pendidikan pengguna adalah inisiatif yang diselenggarakan oleh perpustakaan untuk memberikan bimbingan dan pembelajaran kepada pengguna perpustakaan  sehingga mereka dapat menggunakan layanan dan fasilitas informasi perpustakaan secara efektif dan efisien. Kegiatan user education atau pendidikan pengguna, juga dikenal sebagai pendidikan pengguna atau panduan pengguna, merupakan panduan yang diberikan langsung oleh perpustakaan kepada pengguna untuk memastikan penggunaan fasilitas yang tepat dan sesuai dengan prosedur yang titetapkan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nagaimana efektivitas kegiatan user education yang diselenggarakan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan terhadap mahasiswa baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dengan cara penyebaran kuesioner kepada mahasiswa baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Model kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan yaitu sejumlah 75%. Nilai rata-rata tersebut berada pada rentang 66%-79%, yang berarti sebagian besar mahasiswa baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menerapkan apa yang didapatkan didalam kegiatan user education, dan berdasarkan penjelasan diatas maka Efektivitas Kegiatan User Education Bagi Mahasiswa Baru UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tahun Ajaran Akademik 2023 dapat dikatakan efektif dikarenakan sebagian besar menerapkannya didunia perkuliahan.
Analisis Literasi Digital Pustakawan di Perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Sandely Leginda Yus; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa'diyah
AL Maktabah Vol 8, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i2.2652

Abstract

Literasi Digital adalah keterampilan dalam memahami, mengelola, dan menilai informasi dengan memanfaatkan teknologi digital, era teknologi saat ini yang terus berkembang dimanfaatkan oleh beberapa instansi untuk menggembangkan instansi itu sendiri guna tidak ketertinggalan zaman terkhususnya Perpustakaan. Saat ini institusi perpustakaan telah banyak mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perpustakaan sudah banyak memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatannya. Ini yang perlu dilakukan, karena tingkat penggunaan teknologi oleh masyarakat semakin luas. Aktivitas yang dulunya dilakukan secara manual, kini sudah banyak yang beralih menggunakan komputer dan sarana lain yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunkan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana metode yang dilakukan dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menuangkan ide serta gagasan yang dikumpulkan dari beberapa pendapat dan referensi. Literasi digital pustakawan di perpustakaan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menurut penulis masih kurang optimal karena hanya 4 orang pustakawan saja dari 9 orang pustakawan yang giat dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan literasi digital, karena kurangnya kemauan dari pustakawanya sediri untuk peka dan mengembangkan pengetahuan literasi digital, karena kegiatan edukasi dari pihak perpustakaanya sendiri sudah banyak melakukan kegiatan mengenai literasi digital seperti workshop dan lainya, maka dengan ini harapan untuk ke depannya pustakawannya di tuntut harus peka terhadap literasi digital dan terus mengembangkan kemampuan literasi digital, agar perpustakaannya terus maju dan berkembang harus dengan adanya pustawakan yang berintegritas
The Utilization Of Instagram @bengkulu.membaca As An Infopreneurship Platform Through Information Repackaging Pesti Rahmadia; Fransiska Timoria Samosir; Lailatus Sa'diyah
Indonesian Journal of Librarianship Indonesia Journal of Librarianship Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Department Library of Governance Institut of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/ijolib.v7i1.5458

Abstract

Background/Problem Statement: The increasing use of Instagram as a platform for information dissemination encouraged various literacy communities to use it for promotion and education. However, the utilization of the @bengkulu.membaca Instagram account continues to face challenges in enhancing user engagement and expanding user reach. Purpose: This study aims to analyze the utilization of Instagram @bengkulu.membaca through an infopreneurship approach. Method: This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through interviews with the Public Relations and Documentation (Pubdekdok) team, the community founder, and followers. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Result: Instagram @bengkulu.membaca repackaged information through Canva-based infographics. The use of infographic carousel content as an information repackaging strategy successfully attracted followers’ attention and facilitated information dissemination and documentation. The infopreneurship approach implemented by the account also succeeded in establishing partnerships with sponsors and media partners to support literacy programs such as the donation of 1.000 books, seminars, and mosque reading corners. However, these partnerships primarily contributed to offline activities. Although the Bookstagram concept had been implemented, its effectiveness remained limited, as it had not yet successfully attracted new visitors.   Conclusion: The Bengkulu Membaca Community has used Instagram as a medium for information dissemination and fostering literacy community networks. This study shows that the use of Instagram by literacy communities is more effective in supporting social collaboration activities than in enhancing users’ digital literacy. These findings emphasize the need to strengthen digital interaction strategies so that Instagram functions not only as an information medium, but also as a community engagement platform.